
"Wulan? Ada yang ingin ku beritahukan kepada mu", kata Dokter Anggra.
"Apa itu kak?
Semoga bukan hal yang membuat ku ingin menangis lagi. Aku sudah cukup jengkel jika mendengarnya.
"Jadi begini sesuai dengan pantauanku selama beberapa bulan belakang ini kau sudah ada kemajuan sedikit sekitar 39%. Itu karena kau selalu rajin minum obatmu dan melatih diri ketika diluar, kau mulai terbiasa dengan sentuhan orang-orang disekitar mu meskipun tidak terlalu intim. Kedepannya kau harus lebih mengasahnya agar lebih mantap, aku lebih menyarankan untuk lebih banyak bersentuhan dengan teman-teman mu, tapi ingat jangan sampai berlebihan, dan terakhir jangan pernah melewatkan jam minum obatmu", kata Dokter Anggra.
Bersentuhan? Sejauh ini yang sering ku sentuh bukannya hanya kau? Apa itu yang kau sebut mulai berkembang?
"Hanya 39%? Itu bukan apa-apa kak, begitu kecil peluangnya kapan aku harus berhenti meminum obat-obatan menyebalkan itu? Aku sudah muak harus seperti ini terus", kata Wulan
"Aku punya 1 obat paling ampuh apa kau tidak berniat untuk melakukannya?", Tanya dokter Anggra sambil berbisik
"Apa itu kak? Tanya Wulan dengan serius
"Kesini mendekatlah kemari", kata Dokter Anggra
Wulan pun mendekatkan telinganya untuk mendengar jawaban tersebut.
"Kau harus cepat-cepat menikah", kata dokter Anggra dengan nada sensual membuat bulu kuduk Wulan berdiri, dengan cepatnya ia langsung memukul punggung dokter Anggra karena di kerjai.
"Kak Anggra jahat! Bagaimana bisa mengerjai ku seperti itu! Sungguh menyebalkan", kata Wulan.
Dokter Anggra terbahak-bahak tanpa jeda membuat Wulan tambah kesal.
"Aku serius Wulan, jika kau menikah semua akan berubah sampai 50% besarnya, karena disebabkan oleh segala aktivitas intim yang akan dilakukan oleh Sepasang lawan jenis ingat yang sudah SAH. Itu akan mempermudah agar kau terbiasa dengan setiap sentuhan yang diberikan oleh suamimu. Karena ku pikir jika hanya berpacaran itu akan memakan waktu yang cukup lama di banding menikah. Karena terlihat jelas jika berpacaran pasti hanya akan berpegangan tangan, berpelukan, dan...
Pokoknya maksud ku adalah ada baiknya jika kau segera menikah, tapi itu hanya lah nasehat jangan di masukkan kedalam hati", kata Anggra mencoba membujuk Wulan.
"Kak Anggra saja yang menikah", kata Wulan
"Menikah dengan siapa? Tanya dokter Anggra
Dengan cepat Wulan langsung menjawabnya
"Menikah dengan Wulan", kata Wulan
Sekarang wajah Dokter Anggra berubah menjadi serius, berbalik Wulan tampak senang dengan gurauannya barusan.
Aahhahah... hahaha
"Aku hanya bercanda kak, mengapa Wajahmu terlihat membeku begitu? Kata Wulan sambil tertawa.
"Jangan bercanda, aku pergi dulu ada hal yang ingin ku urus di klinik. Kau hari ini akan bertemu dengan Angga bukan? Pergi cepatlah mandi kau sudah bau kencur dari tadi ", kata Anggra sambil mengejek Wulan.
"Sok sibuk! Padahal Aku ingin memperlihatkan kedekatanku dengan Angga, kau pasti tak akan mempercayainya ", kata Wulan dengan bibir manyun.
"Sudah-sudah terserah kau, aku pergi dulu jangan lupa makan dan minum obatmu", kata Dokter Anggra.
***
Hari demi hari Angga selalu berada di sisi Wulan ia bahkan selalu memberikan semangat ketika Wulan mengikuti Pemilihan Putra-putri Fakultas, dokter Anggra selalu mendukung semua yang di kehendaki oleh Wulan ia bahkan tak mengganggu segala aktivitas yang di lakukan Wulan bersama dengan Angga. Sesekali Angga sering mampir ke rumah dan bermain bersama dengan Wulan ketika dokter Anggra keluar Rumah.
Hari itu kebetulan Ibu Tiri Wulan pulang ke rumah karena harus mengambil beberapa dokumen penting. Tak disangka ia bertemu dengan Angga
"Hallo, siapa ini Wulan? Tanya Ibu Tiri dengan ramah
"Dia pacar ku ibu, Kenalkan namanya Angga, Angga dia ibu Tiriku", kata Wulan
__ADS_1
Angga kemudian memberi salam ramah kepada Ibu
"Jaga hubungan kalian baik-baik yah, Ibu sudah merestui hubungan kalian", kata Ibu
"Terimakasih ibu
Cih Melihat kalian berdua sungguh membuat ku ingin tertawa, ternyata seleramu cukup unik Wulan. Baguslah itu tandanya kau sudah melupakan Mattew dengan kehadiran Angga disisimu sudah terlihat jelas sekarang. Aku sudah tak merasa khawatir lagi mengenai dirimu Gumam ibu dalam hati
"Ibu pergi dulu yah.
Ketika melihat kepergian Ibu Wulan
Angga pun bertanya
"Ibu mu baik juga yah ", kata Angga
"Dia bukan ibu kandung ku, ku rasa kau sudah tahu kan tentang keluarga ku, Dia memang baik kalau ada maunya, jangan sampai menyalahartikan kebaikannya itu karena semua itu omong kosong besar", kata Wulan
"Yah aku rasa dia memang jahat kepada mu, aku akan berhati-hati lagi kepadanya", kata Angga
"Hahaha baguslah kau mendukung ku, aku tidak salah memilih memang ", kata Wulan.
Beberapa menit kemudian Wulan
merasa bingung
"Ada apa Wulan? ", Tanya Angga
"Aku merasa aneh Kepada Dokter ku, kenapa setiap kali aku bersama Dengan mu dirumah ia selalu beralasan ingin keluar rumah. Seolah-olah ingin menyibukkan dirinya, padahal aku tahu tentang jadwalnya.
Atau dia sengaja membuat aku berduaan romantis dengan mu", kata Wulan dengan polos
"Jangan berpikiran yang aneh-aneh, mungkin saja ia memang memiliki tujuan untuk pergi. Aku tidak akan berbuat yang macam-macam dengan mu tenang saja", kata Angga
"Seperti...
Angga mulai membelai wajah Wulan dengan lembut, dengan wajah menggoda Wulan pun berteriak
"Tidak!! Jangan sentuh aku
"Ma..maaf aku tidak bermaksud untuk..
"Tidak apa-apa, aku terlalu jahat jika melarang mu untuk menyentuhku, apa kita nonton saja?", Tanya Wulan
"Baiklah.
"Angga bisakah kau melepaskan kacamata mu itu? Aku benci melihatnya", kata Wulan
"Tidak, aku tidak bisa melakukannya", kata Angga
"Mengapa? Aku ingin melihat kedua bola matamu yang indah ", kata Wulan.
"Jangan, untuk sekarang aku tak bisa membuka kacamata ku, jika sudah siap akan ku perlihatkannya padamu", kata Angga
"Baiklah
Wulan pun tak memaksa untuk menyuruh Anggra membuka kacamatanya. Mereka berdua akhirnya menonton sebuah Flm Romantis yang menghanyutkan perasaan.
Setelah flm berakhir Wulan bertanya
__ADS_1
kepada Angga.
"Ada yang ingin ku tanyakan padamu", kata Wulan
"Apa? Tanya Wulan dengan penasaran
"Tidak jadi, nanti saja
Tak terasa hari sudah malam, hingga akhirnya Angga bergegas untuk kembali ke rumahnya.
"Wulan aku pulang dulu yah, sudah terlalu lama aku berada di rumah mu
Tiba-tiba terdengar suara mobil yang masuk tanda Ayah dan Ibu Wulan telah tiba.
"Selamat Malam Wulan, Kata Ayah dari arah pintu luar.
"Malam ayah kenapa cepat sekali pulangnya?", Tanya Wulan.
Tentu dengan bantuan dariku kau bisa mengenalkan Pacarmu itu pada ayah mertua mu ini, setidaknya ini menjadi balasan karena kau sudah mau melupakan Mattew dengan mudah.
"Dia siapa Wulan?", Tanya Ayah.
"Dia Pacarku, ayah ", kata Wulan
"Baguslah kau cepat mendapatkan seorang pacar, ayah ikut senang. Kau sudah makan malam? Tanya Ayah Kepada Lina.
"Belum ayah
"Kalau begitu kita makan Malam bersama saja, kebetulan disini ada pacarmu ayah ingin berbicang-bincang sedikit dengannya", kata Ayah kemudian beranjak ke ruangan makan.
"Tapi ayah Angga baru akan segera pergi sekarang, lain kali saja makan malamnya", kata Wulan.
"Tidak apa-apa om, saya masih ada waktu untuk makan malam hari ini bersama", kata Angga.
Baguslah Gumam ibu dalam hati.
Beberapa makanan Telah di hidangkan di Meja makan, terlihat Wulan begitu gugup ketika berhadapan dengan ayahnya saat bersama dengan Pacarnya. Angga dengan lembut mencoba untuk menenangkannya sambil berbisik.
"Tenanglah tidak akan terjadi apa-apa", kata Angga.
"Jadi siapa namamu? ", Tanya Ayah kepada Angga
"Nama saya Angga Setiawan om", kata Angga.
"Kau cukup berani bisa mendekati anak saya, kau sudah bukan tentang penyakit yang ia alami sekarang?", Kata Ayah.
"Iya om, saya mengetahuinya. Saya tak pernah mempermasalahkan soal kesehatan mentalnya", kata Angga.
"Kapan kamu menikahi anak saya?
Pertanyaan itu sungguh membuat Wulan tersedak oleh makanan yang ia kunyah tadi.
"Apa maksud ayah? Tanya Wulan dengan ekspresi bingung
"Ayah tak ingin kalian berpacaran, karena itu tidak baik hanya akan menimbulkan dosa saja", kata Ayah
"Kau sudah bekerja kan sekarang? Kau yang di rekomendasikan oleh Dokter Anggra aku sudah mengecek profilmu, kau cukup cocok untuk Putriku satu-satunya ini",
*Apa? Tidak mungkin kan aku benar-benar akan menikahi Wulan? Awalnya aku hanya ingin membantunya tidak mungkin akan menikahinya aku bahkan tidak di izinkan oleh Pak Iskandar untuk mendekatinya. Bagaimana jika identitas ku akan terbongkar?
__ADS_1
Bersambung*
jadi siapa sebenarnya Angga Setiawan itu Readers??