
Saat berbaring di ranjang Wulan tampak diam saja, tapi airmatanya tak henti-hentinya mengalir membasahi pelipisnya.
Dokter Anggra yang melihat kondisinya merasa begitu terpukul.
"Sebenarnya apa yang terjadi denganmu Wulan? Katakan padaku", kata Anggra dengan penuh Kekhawatiran.
"Aku juga tidak tahu tentang diriku kak..
Aku tak bisa mengerti dengan
perasaan ku ini..
Aku tidak bisa mengendalikan perasaan, emosi, kekesalan, semuanya yang kupikirkan..
aku... Aku...
Sebenarnya aku bisa sembuh atau tidak kak?", Kata Wulan gemetar dengan tatapan kosong.
"Wulan itu hal yang biasa karena kau belum minum obat", kata Dokter Anggra
"Hal yang biasa bagi orang gila sepertiku?
Kata Wulan langsung menyambung perkataan Anggra.
"TIDAK! AKU TIDAK PERNAH MENGANGGAPMU GILA!! JANGAN PERNAH MENYEBUT DIRIMU GILA! AKU TIDAK SUKA MENDENGARNYA", Kata Anggra dengan tegas membuat Wulan menunduk.
Suasana di kamar itu menjadi hening, diam membisu beberapa saat.
"Angga memutuskan hubungannya denganku kak....", Kata Wulan dengan nada pelan.
"Apa? ", Kata Anggra dengan terkejut.
__ADS_1
"Yah dia sudah meninggalkanku, dia mengirim pesan kepada ku dan berkata tidak akan bertemu dengan ku lagi karena sibuk untuk melanjutkan studinya...
Aku sungguh merasa kehilangannya kak...
Orang yang selama ini aku sayang Sudah pergi, dia sama saja dengan kak Mattew.
Aku tidak akan pernah mau melepaskan kepergiannya itu, kemanapun dia pergi aku akan mencarinya. Aku ingin mendengarkan penjelasan darinya apa sebenarnya yang menyebabkan dia pergi meninggalkan ku.
"Wulan... Kau harus ingat satu hal...
Aku akan menjadi satu-satunya orang yang akan selalu berada disisimu baik sedang bahagia ataupun terpuruk", kata Anggra sambil memegang tangan Wulan untuk meyakinkannya.
"Kalau begitu menikahlah denganku kak", kata Wulan tanpa malu sekali pun ia langsung katakan di Depan Anggra.
Anggra sungguh terkejut sampai terbatuk-batuk karena tersedak.
"Apa yang kau katakan barusan?", Tanya Anggra
"Tidak lupakan kak suapi aku lapar ", kata Wulan seenaknya tanpa melihat ekspresi wajah Anggra yang terkejut.
"Kak aku lapar", kata Wulan dengan judes.
Huh anak ini, moodnya sungguh
tak bisa di tebak
Mau tak mau dokter Anggra pun menyuapi sesendok bubur yang masih hangat itu. Dengan sabar ia menyuapi Wulan sampai habis, tak lupa ia langsung menyuruh Wulan untuk minum.
"Beristirahatlah, jangan tidur terlalu malam. Itu tidak baik, kau terlalu banyak menghayal itu tidak bagus. Dan Jangan memikirkan hal-hal yang menyakitkan. Pikirkan saja betapa tampannya wajahku ini, bagaimana Tuhan Mengaruniakannya padaku", kata Anggra sambil memperagakan
layaknya iklan Tv.
__ADS_1
"Cih melihat wajah mu saja aku ingin muntah rasanya", kata Wulan dengan nada mengejek.
"Hahaha... Kalau begitu aku pergi bye...", Kata Anggra kemudian beranjak pergi.
"Tunggu kak...
Wulan menahan tangan Anggra, dengan wajah cemas
"Tapi.. Kapan Ibuku menjengukku? Semenjak aku kena penyakit ini dia belum juga datang menemui ku...
Dokter Anggra tidak langsung menjawab perkataan Wulan, ia merasa sedih dengan kenyataan yang harus di terima Wulan. Tapi ia tak mungkin untuk mengatakan yang sebenarnya pada Gadis malang itu.
"Aku dengar dari Pak Iskandar Sekarang Ibumu masih sibuk bekerja. Sudah ku katakan jangan terlalu banyak berpikir itu tidak baik untuk kesehatanmu...
Sekarang tidurlah ", kata Anggra
Tak disangka di akhir katanya di mengecup kening Wulan.
Wulan pun memejamkan matanya saat di cium oleh Anggra
"I..ini kecupan se.. selamat tidur
Kata Anggra mencoba untuk menetralkan pikiran negatif Wulan.
"Memangnya aku berkata apa sampai kau harus menjelaskan begitu padaku?
Ah benar juga, kenapa aku yang salah tingkah. Tapi aku senang Wulan tak merasa risih dengan sentuhan yang ku berikan padanya, apalagi itu sebuah kecupan. Tunggu sebenarnya apa yang ku lakukan sampai harus mengecup keningnya. Anggara kau pasti sudah gila...
"Tidak apa-apa, mulai Besok jika akan tidur kak Anggra harus memberiku kecupan selamat malam", kata Wulan kemudian memejamkan matanya untuk tidur.
"Apa? Tapi tadi aku kan hanya berinisiatif saja untuk..
__ADS_1
"Shttt keluar dan masuk ke kamar mu kak, jangan tidur terlalu malam itu tidak baik untuk kesehatan mu juga kak", kata Wulan memperagakan tangannya seperti yang di katakan Anggra padanya barusan.
Astaga anak ini sejak kapan ia menjadi pintar begini.