
Dokter Anggra masih memejamkan matanya. Ada begitu banyak hal yang mengganggu pikirannya saat itu. Tiba-tiba telepon genggamnya bergetar tanda ada pesan WhatsApp yang masuk, dan ternyata itu pesan dari Pemilik kamar sebelah.
"Kak Anggra sudah tidur?", Tanya Wulan isi dari pesan tersebut.
"Belum, ada apa? ", Balas Anggra.
Saat membacanya Wulan langsung cepat-cepat keluar kamar dan mengetuk pintu kamar Anggra.
Tok...tok...tok
Wulan? Ini sudah tengah malam dasar
anak ini benar-benar merepotkan sekali.
Anggra pun langsung membuka pintu tersebut.
"Ada apa? Mengapa anak kecil sepertimu belum tidur juga?", Tanya Anggra.
"Aku ingin tidur bersama kak Anggra malam ini", Kata Wulan langsung menerobos masuk ke dalam Kamar Anggra.
"Wulan tidur di kamar mu saja!
"Tidak! Bukankah kak Anggra pernah tidur bersama ku sebelumnya? Mengapa sekarang kak Anggra jadi pemalu begitu?
Apa malu? Dasar anak gadis ini sungguh tidak tahu tentang konsekuensinya nanti jika sepasang lawan jenis tidur bersama tentu akan mengakibatkan sesuatu hal yang besar?
"Itu dulu! sekarang tidak boleh, dan aku tidak malu! Sebaliknya kau yang harus malu meminta seorang pria untuk tidur bersama di satu ranjang", Kata Anggra.
"Kak Anggra ? ", Kata Wulan dengan serius sambil menatap wajah Anggra.
"Hmm? Ada apa?
__ADS_1
"Apa kau tahu besok aku sudah mulai karantina dan mungkin akan menginap selama 3 hari lamanya", kata Wulan
"Yah, aku tahu terus ada apa?
"Apa kau tidak akan merindukan ku?", Tanya Wulan dengan polos
Deg...deg...
Mengapa jantung ku berdebar begini?
Aku pasti punya penyakit jantung, karena setiap kali berbicara hal yang serius dengan kak Anggra aku selalu gugup dan berdebar!
Suasana di kamar itu sungguh terasa begitu canggung, apalagi ketika kedua sepasang lawan jenis yang masih muda saling menatap satu sama lain. Bukan hanya Wulan tapi Anggra juga sebaliknya, jantung kedua anak muda itu sungguh tak bisa digambarkan dengan kata-kata.
"Tentu saja aku akan sangat merindukanmu
Kata-kata itu sungguh membuat jantung Wulan berdebar, Wajahnya langsung berubah menjadi merah merona, Ia bahkan menjadi salah tingkah ketika menatap Anggra yang saat itu duduk tepat di sebelahnya.
"Yah?
"Sepertinya aku memiliki penyakit lain", Kata Wulan dengan cemas.
"Apa? Apa kau sedang merasa sakit? Tapi dimana? Tanya Anggra
"Jantung ku kak", Kata Wulan membuat Dokter Anggra mengerutkan keningnya karena merasa aneh dan bingung.
Bukankah Wulan tak memiliki rekam medis penyakit yang berbahaya sebelumnya?
Aku tidak mungkin melewatkan semua tentang kesehatan Wulan.
"Jantung mu kenapa? ", Tanya Anggra lagi.
__ADS_1
"Aku merasa aneh kak, setiap kali bersama denganmu jantungku sungguh menganggu. Jantung ku berdebar dengan kencang seperti baru saja melihat penampakan hantu", Kata Wulan dengan serius.
"Ahahaha itu berarti kau sedang jatuh cinta", Kata Anggra sambil tertawa terbahak-bahak.
Tapi tunggu kau sedang jatuh cinta dengan siapa? Aku? Itu tidak mungkin bukan?
"Aku mencintaimu kak
Tiba-tiba perkataan yang keluar dari Wulan langsung membuat Anggra terdiam, ekspresi wajahnya tak bisa di tebak Tidak terlihat jika ia senang atau sedih saat mendengarnya.
"Ka..kau bilang apa barusan? ", Kata Anggra dengan terbata-bata, ia tampak tak percaya.
Wulan menundukkan kepalanya, ia tampak malu jika melihat mata Anggra secara langsung.
"Kau pasti bercanda kan? ", Kata Anggra
"Aku benar-benar mencintaimu kak!
Aku sungguh tak bisa memilah perasaan ku dengan benar tadi, dan yang kucintai sebenarnya Kak Anggra bukan Kak Leon ", Kata Wulan tetap masih menundukkan kepalanya.
"Ba.. bagaimana bisa?
Anggra tampak tak percaya dengan pengakuan Wulan malam itu, perasaannya berubah menjadi campur aduk, meski pada Awalnya ia hanya berniat untuk bermain dengan Wulan sebelum gadis itu tidur. Tapi semuanya di luar rencananya, semua pertahanan yang selama ini ia bangun Tiba-tiba langsung roboh dengan keadaan sekarang.
"Selama ini aku selalu menyuruhmu agar kau memanggilku dengan sebutan dokter! Dan itu salah satu alasannya Wulan agar kau tidak melibatkan perasaan!
"Jadi maksud Kak Anggra aku tidak boleh mencintai mu? ", Kata Wulan dengan mata berkaca-kaca.
"Sesuai dengan perkataan mu tadi! kau tidak boleh menaruh perasaan padaku karena aku hanya sebatas Psikiater untuk mu Wulan", Kata Anggra dengan tegas.
"Jadi kak Anggra tak menyukai ku?", Tanya Wulan dengan mata berkaca-kaca
__ADS_1