
Suasana kembali memanas apalagi ketika Indri mengambil alih untuk berbicara
tampaknya ia ingin mengatakan sesuatu
hal yang begitu penting. Ekspresi wajahnya cukup meyakinkan semua orang.
Dengan tenang dia hanya tersenyum melihat betapa penasaran wajah kedua
orang yang sibuk menyimak arah pembicaraan tersebut.
“aku ingin mengatakan sesuatu yang penting ibu, tapi seperti akan terlihat
sangat egois jika aku hanya mengatakannya kepada kalian berdua. Aku rasa ada
baiknya jika aku mengatakan kepada semua orang. Tidak maksudku mengatakannya
kepada seluruh keluarga Iskandar”, Kata Indri sambil memasang senyum yang
paling terbaik.
“apa? Apa yang ingin kau katakan ? “, tanya Mattew kepada Indri dengan
memasang ekspresi bingung.
Kebingungan yang Mattew rasakan. Tentu saja karena meskipun ia adalah
suaminya entah mengapa Indri tak mengatakan apapun kepadanya.
Bahkan mereka tak membicarakannya sebelum datang ke rumah orang tuanya.
“ada apa sayang? Ibu mohon katakan saja. Jangan menggantung begitu, kau
pasti akan mengatakan sesuatu yang besar untuk kami bukan”, Kata Bu sherly.
“jangan begitu ibu, aku ingin menunggu kedatangan ayah saat kembali dari
kantor”, Kata Indri kemudian beranjak pergi ke kamarnya.
“Mattew apa kau mengetahui sesuatu? Tanya Ibu sambil mendekati putranya.
“tidak ibu, aku tak mengetahui apa-apa”, kata Mattew sambil menggelengkan
kepalanya.
“apa kau lupa dengan nasehat ibu selama ini? Jangan pernah menganggap Indri
seperti orang asing! Dia itu adalah istrimu! Dia istrimu Mattew!. Kau selalu
terlihat dingin kepadanya! Cobalah untuk membuka hatimu untuk gadis itu! Dia adalah
gadis terbaik yang pernah ibu pilih untuk menjadi pendampingmu ! sudah beberapa
bulan kalian bersama tapi mengapa kau belum juga bisa mencintainya?
Mattew hanya terdiam tanpa memandang wajah Bu Sherly
“maafkan aku ibu, tapi aku tak bisa
__ADS_1
Lelaki itu pergi ke kamarnya, dan meninggalkan Bu sherly
sendirian.
“Wulan ini sudah jam 9 Malam. apa kau tidak merasa mengantuk? Tanya Anggara.
“tidak kak, ayo main satu ronde lagi. Aku rasa kali ini aku pasti menang”,
Kata Wulan dengan antusias.
Suasana di dalam ruangan itu hanya terdengar dengan keributan permainan
dalam game. Permainan game itu milik Mattew tapi sudah lama tak di mainkan oleh
pemilik game tersebut. Sebagai gantinya beberapa kali Wulan yang menggantikan
memainkannya untuk mengisi waktu lowongnya.
Semenjak Mattew menikah gadis itu
tak pernah lagi mau bermain game tersebut. Sering kali ada beberapa pelayan di
rumah itu menawarkan diri untuk mau menemani Wulan bermain. Tapi jawabannya
selalu sama bahkan sikap gadis itu menolak mereka secara terang-terangan.
Aku tidak mau bermain lagi! Buang
saja permainan bodoh itu! Mataku sakit jika melihatnya
Gadis itu mulai membenci segala hal, dan barang-barang yang berkaitan dengan
Kebal telinga mungkin bisa di katakan seperti itu, beberapa kali gadis itu
bisa mendengar dengan jelas jika beberapa pelayan di rumah membicarakannya di
belakang.
*Bagaimana bisa kakak beradik bisa saling mencintai? Bukankah itu dilarang
dalam agama?
Aku dengar karena nona muda sangat menyukai Tuan kakaknya itu, sampai
akhirnya nyonya besar menikahkannya dengan kerabat dekatnya itu yang kalian
kenal bernama Indri. Aku rasa indri gadis yang tepat di pilihkan untuk menjadi
istri Tuan Mattew*.
Semua kenangan bahkan hal pahit perlahan mulai memudar gadis itu sekarang
bisa menunjukkan segala emosi yang ia rasakan. Bahkan sekarang beberapa orang
dapat melihat dengan jelas jika nona muda meraka sekarang telah berubah. Tentu saja
perubahan tersebut tidak terjadi begitu saja, melainkan berkat bantuan Dokter
__ADS_1
Anggara yang selama ini membantu gadis itu dari segala sisi.
Suara tawa berasal dari lantai bawah, membuat Mattew yang baru saja keluar
dari kamarnya langsung mencari keberadaan arah keributan suara tersebut.
Wulan? Tumben sekali ia ingin bermain permainan game milikku lagi. padahal dulu dia sangat membencinya. hahaha gadis ini memang tak pernah berubah.
Senyuman manis terlihat dari lelaki itu, tapi semuanya berubah ketika salah
seorang mendekati Wulan.
“ayo minum dulu, kau sudah berkeringat sejak tadi karena selalu berlompat
jika kau menang apalagi kalah. Hahaha memang kau lebih banyak kalah makanya kau
selalu berteriak tidak jelas begitu “, Kata Anggara sambil menyodorkan segelas
jus segar kepada Wulan.
“kak Anggara yang curang karena selalu mengerjaiku “, Kata Wulan sambil
memasang wajah cemberut.
“tapi kan aku selalu membiarkan kau menang, apalagi sampai 3 kali. Bukankah
aku ini terlalu bermurah hati “, Kata Anggara dengan bangga.
Setelah meneguk sampai habis jus tersebut Wulan sungguh merasa kesal
“jadi aku menang karena bantuan kak Anggara? Ih dasar kak Anggara jahat “,
Kata Wulan sambil menepuk pelan bahu Anggara.
Suara keributan karena kekesalan gadis itu terngiang jelas dalam ruangan
tersebut. Tapi ada seseorang yang merasa jengkel saat melihatnya.
“aku pikir kau tidak akan pernah menyukai permainan itu lagi, tapi rupanya
kau sudah kembali menyukainya “, kata Mattew dari belakang langsung membuat
kedua orang yang sedang asik bertengkar otomatis menengok ke arah kehadiran
orang tersebut.
“Kak Mattew
“hai Wulan apa kabar? Maaf Sejak tadi aku tak menyapamu
Gadis mengerutkan keningnya karena merasa aneh saat mendengarkan perkataan
Mattew
“kak Mattew aku rasa kau tidak perlu repot-repot untuk menyapaku, karena
sejujurnya aku tak pernah ingin melihat kehadiranmu lagi dirumah ini “, Kata Wulan
__ADS_1
secara terang-terangan.
bersambung