Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 59


__ADS_3

Suasana kembali memanas apalagi ketika Indri mengambil alih untuk berbicara


tampaknya ia ingin  mengatakan sesuatu


hal yang begitu penting. Ekspresi wajahnya cukup meyakinkan semua orang.


Dengan tenang dia hanya tersenyum melihat betapa penasaran wajah kedua


orang yang sibuk menyimak arah pembicaraan tersebut.


“aku ingin mengatakan sesuatu yang penting ibu, tapi seperti akan terlihat


sangat egois jika aku hanya mengatakannya kepada kalian berdua. Aku rasa ada


baiknya jika aku mengatakan kepada semua orang. Tidak maksudku mengatakannya


kepada seluruh keluarga Iskandar”, Kata Indri sambil memasang senyum yang


paling terbaik.


“apa? Apa yang ingin kau katakan ? “, tanya Mattew kepada Indri dengan


memasang ekspresi bingung.


Kebingungan yang Mattew rasakan. Tentu saja karena meskipun ia adalah


suaminya entah mengapa Indri tak mengatakan apapun kepadanya.


Bahkan mereka tak membicarakannya sebelum datang ke rumah orang tuanya.


“ada apa sayang? Ibu mohon katakan saja. Jangan menggantung begitu, kau


pasti akan mengatakan sesuatu yang besar untuk kami bukan”, Kata Bu sherly.


“jangan begitu ibu, aku ingin menunggu kedatangan ayah saat kembali dari


kantor”, Kata Indri kemudian beranjak pergi ke kamarnya.


“Mattew apa kau mengetahui sesuatu? Tanya Ibu sambil mendekati putranya.


“tidak ibu, aku tak mengetahui apa-apa”, kata Mattew sambil menggelengkan


kepalanya.


“apa kau lupa dengan nasehat ibu selama ini? Jangan pernah menganggap Indri


seperti orang asing! Dia itu adalah istrimu! Dia istrimu Mattew!. Kau selalu


terlihat dingin kepadanya! Cobalah untuk membuka hatimu untuk gadis itu! Dia adalah


gadis terbaik yang pernah ibu pilih untuk menjadi pendampingmu ! sudah beberapa


bulan kalian bersama tapi mengapa kau belum juga bisa mencintainya?


Mattew hanya terdiam tanpa memandang wajah Bu Sherly


“maafkan aku ibu, tapi aku tak bisa

__ADS_1


Lelaki itu pergi ke kamarnya, dan meninggalkan Bu sherly


sendirian.


“Wulan ini sudah jam 9 Malam. apa kau tidak merasa mengantuk? Tanya Anggara.


“tidak kak, ayo main satu ronde lagi. Aku rasa kali ini aku pasti menang”,


Kata Wulan dengan antusias.


Suasana di dalam ruangan itu hanya terdengar dengan keributan permainan


dalam game. Permainan game itu milik Mattew tapi sudah lama tak di mainkan oleh


pemilik game tersebut. Sebagai gantinya beberapa kali Wulan yang menggantikan


memainkannya untuk mengisi waktu lowongnya.


Semenjak Mattew menikah gadis itu


tak pernah lagi mau bermain game tersebut. Sering kali ada beberapa pelayan di


rumah itu menawarkan diri untuk mau menemani Wulan bermain. Tapi jawabannya


selalu sama bahkan sikap gadis itu menolak mereka secara terang-terangan.


Aku tidak mau bermain lagi!  Buang


saja permainan bodoh itu! Mataku sakit jika melihatnya


Gadis itu mulai membenci segala hal, dan barang-barang yang berkaitan dengan


Kebal telinga mungkin bisa di katakan seperti itu, beberapa kali gadis itu


bisa mendengar dengan jelas jika beberapa pelayan di rumah membicarakannya di


belakang.


*Bagaimana bisa kakak beradik bisa saling mencintai? Bukankah itu dilarang


dalam agama?


Aku dengar karena nona muda sangat menyukai Tuan kakaknya itu, sampai


akhirnya nyonya besar menikahkannya dengan kerabat dekatnya itu yang kalian


kenal bernama Indri. Aku rasa indri gadis yang tepat di pilihkan untuk menjadi


istri Tuan Mattew*.


Semua kenangan bahkan hal pahit perlahan mulai memudar gadis itu sekarang


bisa menunjukkan segala emosi yang ia rasakan. Bahkan sekarang beberapa orang


dapat melihat dengan jelas jika nona muda meraka sekarang telah berubah. Tentu saja


perubahan tersebut tidak terjadi begitu saja, melainkan berkat bantuan Dokter

__ADS_1


Anggara yang selama ini membantu gadis itu dari segala sisi.


Suara tawa berasal dari lantai bawah, membuat Mattew yang baru saja keluar


dari kamarnya langsung mencari keberadaan arah keributan suara tersebut.


Wulan? Tumben sekali ia ingin bermain permainan game milikku lagi. padahal dulu dia sangat membencinya. hahaha gadis ini memang tak pernah berubah.


Senyuman manis terlihat dari lelaki itu, tapi semuanya berubah ketika salah


seorang mendekati Wulan.


“ayo minum dulu, kau sudah berkeringat sejak tadi karena selalu berlompat


jika kau menang apalagi kalah. Hahaha memang kau lebih banyak kalah makanya kau


selalu berteriak tidak jelas begitu “, Kata Anggara sambil menyodorkan segelas


jus segar kepada Wulan.


“kak Anggara yang curang karena selalu mengerjaiku “, Kata Wulan sambil


memasang wajah cemberut.


“tapi kan aku selalu membiarkan kau menang, apalagi sampai 3 kali. Bukankah


aku ini terlalu bermurah hati “, Kata Anggara dengan bangga.


Setelah meneguk sampai habis jus tersebut Wulan sungguh merasa kesal


“jadi aku menang karena bantuan kak Anggara? Ih dasar kak Anggara jahat “,


Kata Wulan sambil menepuk pelan bahu Anggara.


Suara keributan karena kekesalan gadis itu terngiang jelas dalam ruangan


tersebut. Tapi ada seseorang yang merasa jengkel saat melihatnya.


“aku pikir kau tidak akan pernah menyukai permainan itu lagi, tapi rupanya


kau sudah kembali menyukainya “, kata Mattew dari belakang langsung membuat


kedua orang yang sedang asik bertengkar otomatis menengok ke arah kehadiran


orang tersebut.


“Kak Mattew


“hai Wulan apa kabar? Maaf Sejak tadi aku tak menyapamu


Gadis mengerutkan keningnya karena merasa aneh saat mendengarkan perkataan


Mattew


“kak Mattew aku rasa kau tidak perlu repot-repot untuk menyapaku, karena


sejujurnya aku tak pernah ingin melihat kehadiranmu lagi dirumah ini “, Kata Wulan

__ADS_1


secara terang-terangan.


bersambung


__ADS_2