Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 7


__ADS_3

Keesokkan harinya Dokter Anggara


sudah datang dan menunggu di ruang


makan. Wulanpun telah selesai mandi lalu berpakaian baju rapi untuk bersiap


pergi ke kampus.


Saat menuruni tangga


ia menemukan seseorang yang sudah duduk di meja makan.


“Kak Anggra? ", Kata Wulan dengan


penasaran.


mengapa Dokter Anggra sudah


ada di rumah pagi-pagi begitu.


“Selamat pagi Wulan, perbiasakan jika bertemu dengan orang di pagi hari


kau harus menyapanya dengan ramah ", Kata Anggra memberi Nasehat yang lagi-lagi mengingatkan mengenai penyakitnya.


“Dan aku ingin jika kau selalu


memanggilku Dokter Anggra saja” ucapnya.


Ah Dokter ini sungguh banyak maunya, dan ia sungguh cerewet gumam Wulan dalam hati.


“Apa ada alasan mengapa aku harus memanggilmu dengan sebutan dokter? Bukankah kau belum terlalu tua untuk di panggil dokter?aku lebih nyaman jika mamanggilmu dengan sebutan Kak” kata Wulan sambil memakan rotinya.


“Tidak ada alasan apa-apa, aku hanya


ingin mengingatkanmu jika aku hanya seorang dokter di matamu “, Kata dokter Anggara dengan senyum di wajahnya.


Ini masih pagi-pagi dan kak Anggra sudah aneh begitu.


“Ingat sekarang kau harus memanggilku dokter Anggra, janji? ", Kata Dokter


Anggra sambil mengulurkan jari kelingkingnya di depan Wulan


“Tidak! Maksudku iya, tapi


kumohon jangan seperti anak kecil


harus berjanji seperti itu, terakhir


kali aku melakukannya dengan Kak Mattew itu berujung kepahitan yang tak bisa di jelaskan “, Kata Wulan dengan Wajah cemberut.


Sebenarnya aku bukan bermaksud membuatmu merasa aneh karena harus menyebutku panggilan seperti, aku hanya ingin jika tidak akan ada hal yang terjadi pada kita berdua di kemudian hari.


***


Saat di mobil


Sejak kapan Dokter Anggra jadi


sopirku? Gumam Wulan dalam hati dengan Wajah suntuk.


“Sejak hari ini, ayahmu menugaskanku


untuk selalu disampingmu ”,kata Dokter Anggra seolah-olah dapat membaca isi pikiran Wulan.


“Kau hanya bercanda bukan? Kau tak mungkin hanya mengurus diriku


selama sehari penuh”, Kata Wulan sambil memandang kesal pada Dokter Anggra.


“Iya lebih tepatnya aku akan selalu


berada disisimu selama 24jam” Kata Dokter Anggara dengan senyuman.


“Bagaimana bisa? apa sampai malam hari?


Kak Anggra tidur nanti dimana?", Tanya Wulan karena merasa bingung.


“Aku memang telah ditugaskan oleh


Pak Iskandar untuk tinggal dirumah


agar selalu menemanimu, tetapi itu hanya selama 4 bulan jadi kau tenang saja “kata Dokter Anggara.


“Hebat, ayahku memang bisa


melakukan segala hal, mengapa tak


ia sendiri saja yang selalu bersama denganku, hahaha benar juga mereka tak sama sekali memperdulikanku “kata Wulan sambil menundukkan kepala mencoba menyembunyikan kesedihan di wajahnya.


“Jangan berpikir seperti itu “, Kata Dokter Anggara sambil membelai rambut Wulan.


“Jangan mencoba untuk menyentuhku,


aku tak suka jika ada orang yang menyentuhku dengan seenaknya” Kata Wulan dengan kesal.

__ADS_1


Ada apa dengannya bukankah kemarin malam ia tidur bersama denganku?


Ia bahkan sampai tertidur pulas karena memelukku, tapi apa Wulan masih menganggapku sebagai orang asing? Benar


Baiklah akan ku buat kau begitu dekat denganku. Dengan begitu mempermudah proses penyembuhan.


Sesampainya di depan Lobby Wulan langsung turun sambil memegang beberapa buku di tangannya.


“Dokter Anggra kau tak perlu mengikutiku


untuk berada selama di kelas, aku tak ingin teman-temanku mengenalimu sebagai


Dokterku.


“Kalau begitu aku akan katakan pada


mereka jika aku adalah temanmu”, kata Dokter Anggra


“Jangan konyol mereka begitu mengenalku, aku tak pernah dekat dengan seorang pria sebelumnya. Sudah aku pergi dulu, aku sudah hampir terlambat.



Dari jauh Fernanda dan Arselia sudah


melihat percakapan Wulan dengan


seorang laki-laki, tentu itu membuat


mereka kaget setengah mati.


“Itu Wulan? Gila dia di antar sama cowok Nanda!!! Cowok itu kayaknya bukan dari Fakultas disini, aku tak pernah


melihatnya”, kata Arselia yang masih terpaku dengan ketampanan cowok yang berbicara


dengan sahabatnya itu.


“Selia ganteng banget, apa itu pacarnya Wulan ? ", Kata Fernanda dengan mulut


yang masih terbuka lebar karena merasa terpesona dengan daya tarik Dokter Anggra.


Saat melihat kepergian Wulan yang


mendekati kelas mereka berdua pun langsung memanggilnya.


“Wulan!!!!


Wulan pun menoleh ke arah


suara tersebut


“Iya, Apa dia siapa pacarmu? Tanya selia.


Mereka berdua masih tetap


menanyakan beberapa pertanyaan


mengenai Dokter Anggra, Wulan


tampak kesal karena kedua sahabatnya


itu memegang lengannya dengan Erat.


“Jangan memegangku seperti itu”kata


Wulan membuat kedua temannya itu langsung melepaskan tangan mereka dari lengan Wulan.


“Jawab dulu pertanyaan kami Wulan” kata Nanda.


“Dia itu.....


Baru ingin memberitahukannya tiba-tiba beberapa mahasiswa sudah berlarian


untuk masuk ke kelas duluan terdengar beberapa orang yang mengatakan jika


Dosen Killer tersebut sudah datang.


***


Akhirnya mereka bertiga langsung


masuk ke kelas dan duduk di


bangku ketiga,


“Selamat Pagi",


Tampak beberapa


Mahasiswa memberi salam kepada Dosen tersebut.


Nanda Masih dibuat penasaran


dengan sosok pria yang mengantar

__ADS_1


Wulan tadi sehingga ia sengaja bertanya dengan berbisik kecil ke telinga Wulan.


“Dia siapa? Apa dia pacarmu? Tanya Nanda.


“Hei,cmengapa kau tak menjawabnya Wulan? Aku pasti akan mati penasaran jika kau tak menjawab pertanyaanku “, kata Nanda sambil memberi kode pada Wulan.


Mungkin nanda sedang menghadapi


hari sialnya sampai ia di pergoki


bercakap di jam Mata Kuliah dosen


Killer tersebut.


“Kamu? Yang pake baju kemeja Biru datang menghadap sama saya setelah


kelas ini “,Kata dosen itu dengan keras membuat Nanda Tekejut


Sial, apa yang nanti kulakukan jika


harus berhadapan dengan Dosen


Killer ini gerutu Nanda dalam hati.


Karena tidak tega akhirnya Wulan dan Selia mengangkat tangan mereka juga.


“Maafkan saya Pak, saya juga tadi


berbicara dengan Nanda ", Kata Wulan.


“Iya, saya juga minta maaf karena


kami tidak focus di kelas bapak”, sambung Selia.


Kata kedua gadis itu tentu membuat


amarah Dosen Killer itu meluap-luap. Ia tampak geram dengan mahasiswa


sekarang yang sudah tidak suka belajar.


“Kalau begitu Kalian bertiga datang menemuiku di kantor sekarang juga “, Kata Dosen tersebut karena memang telah berakhir jam Mata kuliahnya.


Semua para Mahasiswa keluar dari


kelas kecuali 3 orang yang di panggil


tadi sedang menunggu dosen tersebut


untuk masuk ke kantor dan menunggu hukuman nanti yang akan dijalani oleh


mereka.


Dosen Killer itu sudah berjalan duluan


sambil membawa beberapa buku di tangannya.


“Nanti apa yang akan kita lakukan? Apa dia akan memberi nilai D kepada kita? Tanya Nanda sambil berbisik


“shutttt... diamlah Nanda, apa kau tidak


lihat Dosen Killer ini sedang berada didepan kita? ", Kata Selia sambil mencubit tangan Nanda.


“Awww ! Sakit Selia “, Kata Nanda dengan keras.


Mereka tak menyadari jika telah sampai di ruangan tersebut sampai suara keras


Nanda dapat di dengar oleh Dosen tersebut.


“Apa kalian belum juga merasa cukup


saat berbicara di jam Mata Kuliahku?


Umur kalian berapa sampai bertingkah seperti anak SMA begini” kata Dosen itu dengan jengkel


“Umur kami rata-rata 18 Tahun Pak,


dan kami memang baru lulus SMA Tahun ini “ kata Wulan dengan Wajah tanpa ekspresi.


“Beraninya kau mengatakan hal seperti itu padaku”, kata Dosen itu.


“Bukankah memang benar Pak, sesuai


dengan perkataan bapak jika Kami bertiga


Tiba-tiba mulut Wulan telah di bungkam


oleh kedua sahabatnya itu. Mereka tampak panik karena takut jika malah akan memperparah hukuman yang mereka terima nanti.


“Jangan berkata seperti itu Wulan diam saja “ bisik Selia.


Tentu kedua sahabatnya itu tahu betul mengenai penyakit gangguan mental


yang di rasakan oleh Wulan dimana ia kadang-kadang tak bisa memikirkan atau memperdulikan tentang perasaan orang lain.

__ADS_1


“Aku ingin bertemu dengan Orangtua/walimu Wulan”, kata Dosen itu dengan penuh amarah di wajahnya.


Bersambung


__ADS_2