
Keesokkan harinya Dokter Anggara
sudah datang dan menunggu di ruang
makan. Wulanpun telah selesai mandi lalu berpakaian baju rapi untuk bersiap
pergi ke kampus.
Saat menuruni tangga
ia menemukan seseorang yang sudah duduk di meja makan.
“Kak Anggra? ", Kata Wulan dengan
penasaran.
mengapa Dokter Anggra sudah
ada di rumah pagi-pagi begitu.
“Selamat pagi Wulan, perbiasakan jika bertemu dengan orang di pagi hari
kau harus menyapanya dengan ramah ", Kata Anggra memberi Nasehat yang lagi-lagi mengingatkan mengenai penyakitnya.
“Dan aku ingin jika kau selalu
memanggilku Dokter Anggra saja” ucapnya.
Ah Dokter ini sungguh banyak maunya, dan ia sungguh cerewet gumam Wulan dalam hati.
“Apa ada alasan mengapa aku harus memanggilmu dengan sebutan dokter? Bukankah kau belum terlalu tua untuk di panggil dokter?aku lebih nyaman jika mamanggilmu dengan sebutan Kak” kata Wulan sambil memakan rotinya.
“Tidak ada alasan apa-apa, aku hanya
ingin mengingatkanmu jika aku hanya seorang dokter di matamu “, Kata dokter Anggara dengan senyum di wajahnya.
Ini masih pagi-pagi dan kak Anggra sudah aneh begitu.
“Ingat sekarang kau harus memanggilku dokter Anggra, janji? ", Kata Dokter
Anggra sambil mengulurkan jari kelingkingnya di depan Wulan
“Tidak! Maksudku iya, tapi
kumohon jangan seperti anak kecil
harus berjanji seperti itu, terakhir
kali aku melakukannya dengan Kak Mattew itu berujung kepahitan yang tak bisa di jelaskan “, Kata Wulan dengan Wajah cemberut.
Sebenarnya aku bukan bermaksud membuatmu merasa aneh karena harus menyebutku panggilan seperti, aku hanya ingin jika tidak akan ada hal yang terjadi pada kita berdua di kemudian hari.
***
Saat di mobil
Sejak kapan Dokter Anggra jadi
sopirku? Gumam Wulan dalam hati dengan Wajah suntuk.
“Sejak hari ini, ayahmu menugaskanku
untuk selalu disampingmu ”,kata Dokter Anggra seolah-olah dapat membaca isi pikiran Wulan.
“Kau hanya bercanda bukan? Kau tak mungkin hanya mengurus diriku
selama sehari penuh”, Kata Wulan sambil memandang kesal pada Dokter Anggra.
“Iya lebih tepatnya aku akan selalu
berada disisimu selama 24jam” Kata Dokter Anggara dengan senyuman.
“Bagaimana bisa? apa sampai malam hari?
Kak Anggra tidur nanti dimana?", Tanya Wulan karena merasa bingung.
“Aku memang telah ditugaskan oleh
Pak Iskandar untuk tinggal dirumah
agar selalu menemanimu, tetapi itu hanya selama 4 bulan jadi kau tenang saja “kata Dokter Anggara.
“Hebat, ayahku memang bisa
melakukan segala hal, mengapa tak
ia sendiri saja yang selalu bersama denganku, hahaha benar juga mereka tak sama sekali memperdulikanku “kata Wulan sambil menundukkan kepala mencoba menyembunyikan kesedihan di wajahnya.
“Jangan berpikir seperti itu “, Kata Dokter Anggara sambil membelai rambut Wulan.
“Jangan mencoba untuk menyentuhku,
aku tak suka jika ada orang yang menyentuhku dengan seenaknya” Kata Wulan dengan kesal.
__ADS_1
Ada apa dengannya bukankah kemarin malam ia tidur bersama denganku?
Ia bahkan sampai tertidur pulas karena memelukku, tapi apa Wulan masih menganggapku sebagai orang asing? Benar
Baiklah akan ku buat kau begitu dekat denganku. Dengan begitu mempermudah proses penyembuhan.
Sesampainya di depan Lobby Wulan langsung turun sambil memegang beberapa buku di tangannya.
“Dokter Anggra kau tak perlu mengikutiku
untuk berada selama di kelas, aku tak ingin teman-temanku mengenalimu sebagai
Dokterku.
“Kalau begitu aku akan katakan pada
mereka jika aku adalah temanmu”, kata Dokter Anggra
“Jangan konyol mereka begitu mengenalku, aku tak pernah dekat dengan seorang pria sebelumnya. Sudah aku pergi dulu, aku sudah hampir terlambat.
Dari jauh Fernanda dan Arselia sudah
melihat percakapan Wulan dengan
seorang laki-laki, tentu itu membuat
mereka kaget setengah mati.
“Itu Wulan? Gila dia di antar sama cowok Nanda!!! Cowok itu kayaknya bukan dari Fakultas disini, aku tak pernah
melihatnya”, kata Arselia yang masih terpaku dengan ketampanan cowok yang berbicara
dengan sahabatnya itu.
“Selia ganteng banget, apa itu pacarnya Wulan ? ", Kata Fernanda dengan mulut
yang masih terbuka lebar karena merasa terpesona dengan daya tarik Dokter Anggra.
Saat melihat kepergian Wulan yang
mendekati kelas mereka berdua pun langsung memanggilnya.
“Wulan!!!!
Wulan pun menoleh ke arah
suara tersebut
“Iya, Apa dia siapa pacarmu? Tanya selia.
Mereka berdua masih tetap
menanyakan beberapa pertanyaan
mengenai Dokter Anggra, Wulan
tampak kesal karena kedua sahabatnya
itu memegang lengannya dengan Erat.
“Jangan memegangku seperti itu”kata
Wulan membuat kedua temannya itu langsung melepaskan tangan mereka dari lengan Wulan.
“Jawab dulu pertanyaan kami Wulan” kata Nanda.
“Dia itu.....
Baru ingin memberitahukannya tiba-tiba beberapa mahasiswa sudah berlarian
untuk masuk ke kelas duluan terdengar beberapa orang yang mengatakan jika
Dosen Killer tersebut sudah datang.
***
Akhirnya mereka bertiga langsung
masuk ke kelas dan duduk di
bangku ketiga,
“Selamat Pagi",
Tampak beberapa
Mahasiswa memberi salam kepada Dosen tersebut.
Nanda Masih dibuat penasaran
dengan sosok pria yang mengantar
__ADS_1
Wulan tadi sehingga ia sengaja bertanya dengan berbisik kecil ke telinga Wulan.
“Dia siapa? Apa dia pacarmu? Tanya Nanda.
“Hei,cmengapa kau tak menjawabnya Wulan? Aku pasti akan mati penasaran jika kau tak menjawab pertanyaanku “, kata Nanda sambil memberi kode pada Wulan.
Mungkin nanda sedang menghadapi
hari sialnya sampai ia di pergoki
bercakap di jam Mata Kuliah dosen
Killer tersebut.
“Kamu? Yang pake baju kemeja Biru datang menghadap sama saya setelah
kelas ini “,Kata dosen itu dengan keras membuat Nanda Tekejut
Sial, apa yang nanti kulakukan jika
harus berhadapan dengan Dosen
Killer ini gerutu Nanda dalam hati.
Karena tidak tega akhirnya Wulan dan Selia mengangkat tangan mereka juga.
“Maafkan saya Pak, saya juga tadi
berbicara dengan Nanda ", Kata Wulan.
“Iya, saya juga minta maaf karena
kami tidak focus di kelas bapak”, sambung Selia.
Kata kedua gadis itu tentu membuat
amarah Dosen Killer itu meluap-luap. Ia tampak geram dengan mahasiswa
sekarang yang sudah tidak suka belajar.
“Kalau begitu Kalian bertiga datang menemuiku di kantor sekarang juga “, Kata Dosen tersebut karena memang telah berakhir jam Mata kuliahnya.
Semua para Mahasiswa keluar dari
kelas kecuali 3 orang yang di panggil
tadi sedang menunggu dosen tersebut
untuk masuk ke kantor dan menunggu hukuman nanti yang akan dijalani oleh
mereka.
Dosen Killer itu sudah berjalan duluan
sambil membawa beberapa buku di tangannya.
“Nanti apa yang akan kita lakukan? Apa dia akan memberi nilai D kepada kita? Tanya Nanda sambil berbisik
“shutttt... diamlah Nanda, apa kau tidak
lihat Dosen Killer ini sedang berada didepan kita? ", Kata Selia sambil mencubit tangan Nanda.
“Awww ! Sakit Selia “, Kata Nanda dengan keras.
Mereka tak menyadari jika telah sampai di ruangan tersebut sampai suara keras
Nanda dapat di dengar oleh Dosen tersebut.
“Apa kalian belum juga merasa cukup
saat berbicara di jam Mata Kuliahku?
Umur kalian berapa sampai bertingkah seperti anak SMA begini” kata Dosen itu dengan jengkel
“Umur kami rata-rata 18 Tahun Pak,
dan kami memang baru lulus SMA Tahun ini “ kata Wulan dengan Wajah tanpa ekspresi.
“Beraninya kau mengatakan hal seperti itu padaku”, kata Dosen itu.
“Bukankah memang benar Pak, sesuai
dengan perkataan bapak jika Kami bertiga
Tiba-tiba mulut Wulan telah di bungkam
oleh kedua sahabatnya itu. Mereka tampak panik karena takut jika malah akan memperparah hukuman yang mereka terima nanti.
“Jangan berkata seperti itu Wulan diam saja “ bisik Selia.
Tentu kedua sahabatnya itu tahu betul mengenai penyakit gangguan mental
yang di rasakan oleh Wulan dimana ia kadang-kadang tak bisa memikirkan atau memperdulikan tentang perasaan orang lain.
__ADS_1
“Aku ingin bertemu dengan Orangtua/walimu Wulan”, kata Dosen itu dengan penuh amarah di wajahnya.
Bersambung