
“kak Anggara kita akan kemana? Tanya Wulan
“Kita akan ke mall untuk
mencari makan kemudian sehabis itu kita menonton bioskop. Menurumu bagaimana?
Wulan berpikir keras
rupanya gadis itu tak berniat untuk ke tempat ramai seperti itu
“aku tak ingin kesana kak
“Lalu kita akan kemana?
Wulan melihat jam di
tangannya, jam menunjukkan telah pukul 16.39
Melihat cuaca yang cerah
sungguh menambah semangat Wulan, karena jika dilihat Cuaca
berpengaruh besar terhadap bagus tidaknya bulatan matahari saat terbit atau terbenam
“kita ke pantai kak, aku ingin kesana kak
Ide Wulan rupanya
membuat Anggara merasa aneh
“mengapa kita harus
kesana? Ini sudah sore Wulan apa kau tidak lapar? Tanya Anggara
“justru Karena ini sudah sore aku ingin melihat sunset di pinggir pantai, aku rasa itu akan sangat menyenangkan “, Kata Wulan
dengan semangat
“hm Baiklah terserah kau saja.
Anggara pun membalikkan
arahnya untuk menuju pantai sesuai yang dikatakan Wulan. Hanya menunggu 20
menit lamanya untuk sampai ke tempat itu. Setibanya disana Wulan tampak sangat
antusias.
Dipinggir pantai itu memang
banyak pepohonan yang menjadi sandaran yang nyaman apalagi dengan angin dari
arah laut yang bertiup menghangatkan hati. setelah memakirkan mobil gadis itu langsung turun dan
melihat sekeliling tempat itu, ada beberapa penjual yang menawarkan makanan
mereka agar menarik perhatian pengunjung.
Beberapa yang dijual
mulai dari pisang goreng, tahu goreng, jagung bakar, jagung rebus, bahkan tak
__ADS_1
lupa minuman yang tersedia tak kalah menggiurkan yang mereka jual mulai dari es
kelapa muda, nutri sari, teh hangat ataupun dingin dan sebagainya.
“Mumpung ini masih jam
17.00 bagaimana jika kita memesan beberapa makanan kak?
“terserah kau saja “, Kata Anggara
Mereka berdua pun duduk
di salah satu tempat duduk yang sudah di pilih Wulan.
“aku rasa kita berdua
salah memakai baju kak, pakaian santai seperti ini tidak cocok bermain di
pantai “, kata Wulan
“aku juga tidak tahu
jika kita akan ke pantai, tapi itu tidak masalah bukan? Kita juga hanya akan
makan
“tidak! Aku ingin
bermain air di tepi pantai, seharusnya kita membawa Kacamata hitam, topi atau payung
Anggara
menggelengkan kepalanya
Anggara hanya
tersenyum melihat tingkah gadis itu yang menggemaskan.
“kak Anggara? Aku ingin turun ke tepi pantai di bawah”, Kata Wulan
“tapi makanannya bagaimana? Tanya Anggara.
“suruh simpan saja dulu, aku ingin bermain dulu, lihatlah matahari mulai terbenam aku
tidak ingin menyia-nyiakan begitu saja ayo cepat kak ”, Gadis itu menarik tangan Anggara agar ia mengikuti langkah kakinya.
“baiklah
tunggu sebentar aku ingin menunda dulu makanan yang kita pesan tadi.
Setelah menunggu
Anggara berbincang kecil dengan salah seorang penjual itu akhirnya Anggara dan
Wulan turun di tepi pantai.
Gadis itu melepaskan kaus kaki dan sepatunya kemudian menaruhnya di bagasi mobil, membuat Anggara merasa bingung.
“kau bilang
tadi hanya akan turun melihat sunset mengapa kau membuka sepatumu?
__ADS_1
“jangan lupa jika aku mengatakan ingin bermain air di tepi pantai ini
Gadis itu
berjalan lebih dekat di tepi pantai
kalian dapat membayangkan betapa senangnya gadis itu saat melihat tenangnya suasana lautan apalagi pemandangan matahari yang tenggelam sungguh membuat hati hanyut dalam kedamaian. hanya sedikit pengunjung yang datang jadi tidak terlalu ramai. Angin yang bertiup dari arah laut
menambah kesan yang begitu menghanyutkan hati. Kecantikan gadis itu tak bisa di sembunyikan lagi, Anggara yang melihat Wulan memejamkan matanya ikut merasa senang sampai terlihat seulas senyum di wajahnya.
Anggara hanya
diam ia ingin memberikan jeda untuk membuat gadis itu tenang, Lelaki itu tak ingin jika hehadirannya hanya membuat gadis itu merasa terganggu. Anggara hanya memandang
wajah Wulan dalam diam, aku baru tahu sekarang jika gadis ini sangat menyukai
sunset. Yah memang sunset adalah pemandangan yang sangat indah, aku juga
sekarang baru menyadarinya.
“Kak Anggara?
Berjanjilah padaku untuk tidak akan pernah meninggalkanku “, Kata Wulan tentu
langsung membuat Anggara tersadar dari lamunannya tadi
Wulan tersenyum hambar
“lupakanlah
aku rasa kau mungkin tak bisa menjanjikan hal yang mustahil seperti itu”, kata Wulan
sambil menundukkan kepalanya kemudian memandang air pantai yang sili berganti
datang membasahi kakinya.
Sekarang wajah
Kekecewaan terlihat jelas di wajah gadis itu
“aku memang
terlalu egois jika hanya memikirkan perasaanku ini, maafkan aku kak...
Anggara
memegang tangan Wulan dengan lembut
“maafkan aku...
Anggara tak
bisa berbuat apa-apa karena seperti yang ia ketahui jika sekarang mereka telah
di ikuti oleh beberapa orang yang menjadi suruhan oleh gadis yang ia cintai
ini. Hubungan yang tidak di restui tentu menjadi sebuah alasan yang kuat
mengapa sampai ada beberapa orang yang mengikuti kemanapun mereka pergi dan
berada.
__ADS_1
bersambung