Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 56


__ADS_3

“kak Anggara kita akan kemana? Tanya Wulan


“Kita akan ke mall untuk


mencari makan kemudian sehabis itu kita menonton bioskop. Menurumu bagaimana?


Wulan berpikir keras


rupanya gadis itu tak berniat untuk ke tempat ramai seperti itu


“aku tak ingin kesana kak


“Lalu kita akan kemana?


Wulan melihat jam di


tangannya, jam menunjukkan telah pukul 16.39


Melihat cuaca yang cerah


sungguh menambah semangat Wulan, karena jika dilihat Cuaca


berpengaruh besar terhadap bagus tidaknya bulatan matahari saat terbit atau terbenam


“kita ke pantai kak, aku ingin kesana kak


Ide Wulan rupanya


membuat Anggara merasa aneh


“mengapa kita harus


kesana? Ini sudah sore Wulan apa kau tidak lapar? Tanya Anggara


“justru Karena ini sudah sore aku ingin melihat sunset di pinggir pantai, aku rasa itu akan sangat menyenangkan “, Kata Wulan


dengan semangat


“hm Baiklah terserah kau saja.


Anggara pun membalikkan


arahnya untuk menuju pantai sesuai yang dikatakan Wulan. Hanya menunggu 20


menit lamanya untuk sampai ke tempat itu. Setibanya disana Wulan tampak sangat


antusias.


Dipinggir pantai itu memang


banyak pepohonan yang menjadi sandaran yang nyaman apalagi dengan angin dari


arah laut yang bertiup menghangatkan hati. setelah memakirkan mobil gadis itu langsung turun dan


melihat sekeliling tempat itu, ada beberapa penjual yang menawarkan makanan


mereka agar menarik perhatian pengunjung.


Beberapa yang dijual


mulai dari pisang goreng, tahu goreng, jagung bakar, jagung rebus, bahkan tak

__ADS_1


lupa minuman yang tersedia tak kalah menggiurkan yang mereka jual mulai dari es


kelapa muda, nutri sari, teh hangat ataupun dingin dan sebagainya.


“Mumpung ini masih jam


17.00 bagaimana jika kita memesan beberapa makanan kak?


“terserah kau saja “, Kata Anggara


Mereka berdua pun duduk


di salah satu tempat duduk yang sudah di pilih Wulan.


“aku rasa kita berdua


salah memakai baju kak, pakaian santai seperti ini tidak cocok bermain di


pantai “, kata Wulan


“aku juga tidak tahu


jika kita akan ke pantai, tapi itu tidak masalah bukan? Kita juga hanya akan


makan


“tidak! Aku ingin


bermain air di tepi pantai, seharusnya kita membawa Kacamata hitam, topi atau payung


Anggara


menggelengkan kepalanya


Anggara hanya


tersenyum melihat tingkah gadis itu yang menggemaskan.


“kak Anggara? Aku ingin turun ke tepi pantai di bawah”, Kata Wulan


“tapi makanannya bagaimana? Tanya Anggara.


“suruh simpan saja dulu, aku ingin bermain dulu, lihatlah matahari mulai terbenam aku


tidak ingin menyia-nyiakan begitu saja ayo cepat kak ”, Gadis itu menarik tangan Anggara agar ia mengikuti langkah kakinya.


“baiklah


tunggu sebentar aku ingin menunda dulu makanan yang kita pesan tadi.


Setelah menunggu


Anggara berbincang kecil dengan salah seorang penjual itu akhirnya Anggara dan


Wulan turun di tepi pantai.


Gadis itu melepaskan kaus kaki dan sepatunya kemudian menaruhnya di bagasi mobil, membuat Anggara merasa bingung.


“kau bilang


tadi hanya akan turun melihat sunset mengapa kau membuka sepatumu?

__ADS_1


“jangan lupa jika aku mengatakan ingin bermain air di tepi pantai ini


Gadis itu


berjalan lebih dekat di tepi pantai


kalian dapat membayangkan betapa senangnya gadis itu saat melihat tenangnya suasana lautan apalagi pemandangan matahari yang tenggelam sungguh membuat hati hanyut dalam kedamaian. hanya sedikit pengunjung yang datang jadi tidak terlalu ramai. Angin yang bertiup dari arah laut


menambah kesan yang begitu menghanyutkan hati. Kecantikan gadis itu tak bisa di sembunyikan lagi, Anggara yang melihat Wulan memejamkan matanya ikut merasa senang sampai terlihat seulas senyum di wajahnya.


Anggara hanya


diam ia ingin memberikan jeda untuk membuat gadis itu tenang, Lelaki itu tak ingin jika hehadirannya hanya membuat gadis itu merasa terganggu. Anggara hanya memandang


wajah Wulan dalam diam, aku baru tahu sekarang jika gadis ini sangat menyukai


sunset. Yah memang sunset adalah pemandangan yang sangat indah, aku juga


sekarang baru menyadarinya.


“Kak Anggara?


Berjanjilah padaku untuk tidak akan pernah meninggalkanku “, Kata Wulan tentu


langsung membuat Anggara tersadar dari lamunannya tadi


Wulan tersenyum hambar


“lupakanlah


aku rasa kau mungkin tak bisa menjanjikan hal yang mustahil seperti itu”, kata Wulan


sambil menundukkan kepalanya kemudian memandang air pantai yang sili berganti


datang membasahi kakinya.


Sekarang wajah


Kekecewaan terlihat jelas di wajah gadis itu


“aku memang


terlalu egois jika hanya memikirkan perasaanku ini, maafkan aku kak...


Anggara


memegang tangan Wulan dengan lembut


“maafkan aku...


Anggara tak


bisa berbuat apa-apa karena seperti yang ia ketahui jika sekarang mereka telah


di ikuti oleh beberapa orang yang menjadi suruhan oleh gadis yang ia cintai


ini. Hubungan yang tidak di restui tentu menjadi sebuah alasan yang kuat


mengapa sampai ada beberapa orang yang mengikuti kemanapun mereka pergi dan


berada.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2