
“kembalilah ke kamarmu sekarang Wulan. Ayah tak ingin
melawan argumen denganmu sekarang”.
Anggara langsung bangun dari tempat duduknya kemudian
menarik tangan Wulan agar gadis itu mau kembali ke kamarnya tanpa melawan lagi.
“ayo Wulan kau bisa kembali bersamaku
Suasana berubah menjadi dingin, beberapa orang tampaknya
tak bernafsu makan lagi apalagi setelah kejadian tadi yang tidak mengenakan
hati mereka.
Saat di depan kamar Anggara langsung menghentikan langkah
kakinya, kemudian menatap ke arah gadis itu yang terlihat murung.
“aku hanya bisa mengantar mu sampai disini saja, kau bisa
beristirahat sekarang “, Kata Anggara
“kak Anggara akan segera pergi sekarang?”, kata wulan
Anggara hanya diam
“baiklah pergilah, sampai jumpa besok hari
Baru beranjak masuk ke kamarnya Anggara langsung menahan
tangan Wulan hingga gadis itu langsung menengoknya dengan perasaan bingung.
“jangan memikirkan hal-hal yang aneh “, kata Anggara
sambil memeluk tubuh Wulan.
“aku akan selalu bersamamu, melindungimu bahkan mendukung
setiap hal yang kau sukai. Bahkan hal yang terjelek sekalipun, aku tidak
perduli dengan perkataan orang lain, kau akan tetap menjadi Wulan kesayanganku
selamanya”, Kata Anggara.
“mendukung setiap hal yang kusukai? Apa kak Anggara juga
mendukung dengan perasaanku yang menyukaimu ? tidak maksudku adalah mendukung
perasaanku yang mencintai kak Anggara?
Anggara menatap wajah gadis itu, dan sebaliknya
Bagaimana bisa seorang yang biasa-biasa sepertiku ini
bisa bersama denganmu Wulan? Kau berasal dari latar belakang yang baik,
sedangkan aku? Aku hanyalah orang-orang yang yang di belakang jauh yang sama sekali
tidak pantas untuk bersamamu. Bermimpi memilikimu mungkin hanya bisa di
bayangkan lewat mimpi
“jangan pernah memikirkan perkataan ayah, maka aku juga
tak akan memikirkan perkataan ayah. Kak Anggara aku mencintaimu, sangat
mencintaimu, kumohon tetaplah bersamaku”, kata Wulan dengan mata berkaca-kaca.
Anggara tahu dengan keadaan mereka sekarang. Ia tahu
betul jika hampir di setiap sudut ruangan di rumah tersebut di pasang keamanan
lewat CCTV jadi setiap aktivitas yang mereka lakukan hampir bisa di pantau
dengan mudah.
“tenanglah, sekarang kau harus beristirahat karena besok
kau akan kekampus. Kau ada jam pagi bukan? Cepatlah masuk dan langsung tidur
“TIDAK! AKU TIDAK MAU!
Gadis yang sedang berada didepan Anggara bisa dikatakan
jika ia keras kepala dan susah di atur, jadi sekali lagi dengan segala cara
akhirnya Anggara bisa menemukan sebuah ide yang dapat membuat Wulan bisa
menuruti kata-katanya barusan.
“selamat malam, aku akan menjemputmu besok”, Kata Anggara
kemudian beranjak pergi .
“selamat malam juga kak “, Kata
Wulan kemudian menutup pintu kamarnya lalu menguncinya.
Anggara pun turun kemudian memberi
salam kepada Pak Iskandar sebelum ia kembali ke rumahnya.
“Pak Iskandar aku akan segera
kembali ke rumahku, selamat Malam”, Kata Anggara kemudian membungkuk memberi
salam.
“kembalilah besok pagi, tapi jangan
lupa dengan tugasmu
Hanya itu kata-kata terakhir yang
dikatakan oleh Pak Iskandar kemudian ia mengizinkan Anggara untuk pergi kembali
ke rumahnya tanpa basa-basi sedikitpun.
Saat keluar dari pintu depan Anggara
langsung mendekati salah seorang pelayan di rumah yang menjadi suruhan Wulan
untuk membawa mobilnya keluar dari rumah tersebut.
__ADS_1
Rupanya Anggara telah mengatur
sebuah rencana bersama dengan Wulan. Dan tentu saja atas berkat bantuan dari beberapa
orang pelayan di rumah tersebut. Bersyukur ada beberapa orang yang mau disogok
untuk melakukan setiap perintah Wulan. Yah selain Tuan Besar dan Nyonya besar
di rumah itu Wulan menjadi salah seorang yang cukup ditakuti karena mengingat
statusnya yang menjadi anak dari Pak Iskandar,
“kau bisa membawa kemana saja
mobilku ini, tapi ingat setelah aku meneleponmu untuk menjemputku kau harus
cepat kembali. Tapi kau harus kembali menungguku di depan gerbang, jangan masuk
kemari
Semua rencana telah selesai mulai
dari beberapa penjaga sampai beberapa pelayan yang siap menutup mulut mereka. Anggara
kini mendekati samping rumah yang bertepatan diatasnya adalah kamar Wulan. Ia tak
perlu repot-repot lagi untuk memanjat karena telah tersedia tangga di sampingnya
itu.
Pelan-pelan Anggara mulai memanjat
tangga tersebut sampai bisa mendekati kaca jendela gadis itu.
Wulan telah bersiap menunggu
kedatangan Anggara dari tadi, ia bahkan telah membuka pintu jendela tersebut
sejak tadi.
“Kak Anggara? Bagaimana ? apa
ketahuan? “, Tanya Wulan dengan khawatir
“jika ketahuan mana mungkin aku bisa
berada disini datang menemuimu.
“ahahah benar juga. Terima kasih kak
dan maafkan aku yang telah merepotkanmu.
“tidak apa-apa
Melihat Anggara yang kesulitan
ketika duduk di luar jendela membuat Wulan merasa khawatir apalagi jika melihat
kondisi Anggara yang terlihat tidak nyaman ketika harus duduk di atas jendela tersebut.
“ mau masuk ke kamarku? Ayo
kemarilah. Oh tunggu sebentar aku akan mengambil kursiku agar kau bisa...
berjanji pada diriku jika mulai sekarang aku tak akan pernah masuk ke kamarmu
lagi
Mendengar hal itu membuat Wulan
sedih
“baiklah, tapi apa kak Anggara tidak
apa-apa dengan duduk seperti itu?
“tidak apa-apa jangan
mengkhawatirkanku, aku laki-laki jadi harus kuat”, Kata Anggara.
“tapi ngomong-ngomong bagaimana
perasaanmu? Apa kau masih marah?
“marah? Untuk apa aku marah?
“marah karena mendengar berita
tentang kehamilan Indri barusan
Wulan tersenyum saat melihat
ekspresi Anggara
“aku tidak marah soal itu kak, untuk
apa? Aku marah karena ayah yang masih melarangku untuk dekat denganmu”, Kata
Wulan sambil mengambil obat di samping lemari ia berada
“tapi, maaf jika membuat mu
tersinggung. apa kau tidak merasa cemburu ?”, Tanya Anggara dengan hati-hati.
“cemburu? Hahaha untuk apa aku
cemburu karena hanya tentang kehamilan gadis jahat itu.
Wulan baru saja tersadar dengan
perkataan Anggara barusan.
“oh maksud kak Anggara aku cemburu
pada Kak Mattew?
Anggra tak menjawabnya ia hanya
menunggu jawaban Wulan
“aku tidak tahu sejak kapan mulai
merasa biasa jika menyangkut semua hal tentangnya, dan justru perasaanku yang
dulu sungguh mengagumi bahkan mencintainya sekarang telah berubah. Aku sekarang
__ADS_1
sangat membencinya. Aku tahu kau pasti akan melarangku agar tak membencinya
tapi, aku juga tak bisa menentukan perasaanku, aku tak bisa memilahnya dengan
baik kak. Jika dulu aku akan sangat mencintainya sekarang telah berubah aku
menjadi sangat membencinya.
Perkataan Wulan membuat Anggra diam dan
tersadar
“itulah sebabnya aku takut
Anggara tak sadar diri hingga
langsung mengatakan hal itu dari mulutnya, hal yang ia pikirkan entah mengapa
langsung terucap dimulutnya begitu saja. Tentu saja membuat Wulan merasa bingung.
“maksud kak Anggara apa?
“maksudku adalah....
Tiba-tiba saja terdengar suara Pak
Iskandar rupanya lelaki tua itu akan kembali ke perusahaannya lagi membuat Anggara
terkejut setengah mati. Dengan cepat Wulan langsung menarik Anggara agar masuk
ke dalam kamarnya dan bersembunyi di balik jendela dan langsung menutup
jendelanya tersebut.
jika tidak Pak Iskandar
dan sekretarisnya dengan cepat pasti akan melihat ke atas ke kamar gadis itu
untuk memeriksa jika ia telah tidur atau belum.
tak lupa Dengan cepat Wulan pun mematikan
lampu kamarnya dan bersembunyi bersama Anggara di balik jendela tersebut. Suasana
yang menegang mulai meredah apalagi ketika mendengar suara mobil yang mulai
menjauh.
Ada kelegaan yang marayap di sekujur
tubuh kedua orang tersebut. Anggra langsung membuang nafas yang sempat ia
simpan dalam-dalam tadi. tetapi Kini berganti Anggara menatap wajah
Wulan. Jarak mereka yang begitu dekat sekaligus suasana yang
gelap dikarenakan tidak ada pencahayaan yang menerangi mereka membuat
jantung Wulan berdebar-debar. dengan canggung gadis itu tertawa
seolah merasa lega
“syukurlah ayah sudah pergi hehehe
Senyuman Wulan rupanya tak merubah
apa-apa. Suasana menjadi serius ketika Anggara menatap wajah Wulan dengan
dekat.
Lengan yang saling bersentuhan, mata
yang saling memandang satu sama lain, bahkan jantung yang berdebar-debar.
Wulan hanya
bisa menggigit bibirnya.
Yah Tuhan apa yang sebenarnya ku
pikirkan. Sejak kapan aku mulai mesum begini, pergilah kumohon pergilah
Bayang-bayangan ketika mereka berdua
saling berciuman di masa lampau tengah menghantui pikiran gadis itu ia sampai tak sadar jika telah menutup matanya sekarang.
melihat Tingkah Wulan Anggara otomatis langsung tersenyum
“apa yang kau pikirkan Wulan? Apa kau
pikir aku akan menciummu?
Wulan langsung membuka matanya, dan
dengan kesal kemudian langsung beranjak pergi
“huh aku juga tak mengharap...
Anggara menarik tangan Wulan
menyentuh pipi gadis itu.
Mata Wulan mulai tertutup karena merasa hanyut dalam
belaian sentuhan apalagi ketika mereka sudah saling berciuman.
Ciuman yang membahagiakan dan
menenangkan hati barusaja terjadi. Sudah lama gadis itu menanti belaian lembut
dari tangan lelaki yang cintai itu.
Ciuman memang akan terasa romantis
apabila dilakukan oleh kedua sepasang lawan jenis yang saling mencintai. Mungkin
itu yang bisa di rasakan oleh Wulan. Dan Mungkin sampai gadis itu tertidur nanti ia
akan sampai membawanya sampai kedalam mimpi
****
Bersambung
Jangan lupa Like, comment, dan beri Pointnya yah.... biar aku semangat nulisnya
__ADS_1