Pengobat Hati

Pengobat Hati
.Episode 61


__ADS_3

“kembalilah ke kamarmu sekarang Wulan. Ayah tak ingin


melawan argumen denganmu sekarang”.


Anggara langsung bangun dari tempat duduknya kemudian


menarik tangan Wulan agar gadis itu mau kembali ke kamarnya tanpa melawan lagi.


“ayo Wulan kau bisa kembali bersamaku


Suasana berubah menjadi dingin, beberapa orang tampaknya


tak bernafsu makan lagi apalagi setelah kejadian tadi yang tidak mengenakan


hati mereka.


Saat di depan kamar Anggara langsung menghentikan langkah


kakinya, kemudian menatap ke arah gadis itu yang terlihat murung.


“aku hanya bisa mengantar mu sampai disini saja, kau bisa


beristirahat sekarang “, Kata Anggara


“kak Anggara akan segera pergi sekarang?”, kata wulan


Anggara hanya diam


“baiklah pergilah, sampai jumpa besok hari


Baru beranjak masuk ke kamarnya Anggara langsung menahan


tangan Wulan hingga gadis itu langsung menengoknya dengan perasaan bingung.


“jangan memikirkan hal-hal yang aneh “, kata Anggara


sambil memeluk tubuh Wulan.


“aku akan selalu bersamamu, melindungimu bahkan mendukung


setiap hal yang kau sukai. Bahkan hal yang terjelek sekalipun, aku tidak


perduli dengan perkataan orang lain, kau akan tetap menjadi Wulan kesayanganku


selamanya”, Kata Anggara.


“mendukung setiap hal yang kusukai? Apa kak Anggara juga


mendukung dengan perasaanku yang menyukaimu ? tidak maksudku adalah mendukung


perasaanku yang mencintai kak Anggara?


Anggara menatap wajah gadis itu, dan sebaliknya


Bagaimana bisa seorang yang biasa-biasa sepertiku ini


bisa bersama denganmu Wulan? Kau berasal dari latar belakang yang baik,


sedangkan aku? Aku hanyalah orang-orang yang yang di belakang jauh yang sama sekali


tidak pantas untuk bersamamu. Bermimpi memilikimu mungkin hanya bisa di


bayangkan lewat mimpi


“jangan pernah memikirkan perkataan ayah, maka aku juga


tak akan memikirkan perkataan ayah. Kak Anggara aku mencintaimu, sangat


mencintaimu, kumohon tetaplah bersamaku”, kata Wulan dengan mata berkaca-kaca.


Anggara tahu dengan keadaan mereka sekarang. Ia tahu


betul jika hampir di setiap sudut ruangan di rumah tersebut di pasang keamanan


lewat CCTV jadi setiap aktivitas yang mereka lakukan hampir bisa di pantau


dengan mudah.


“tenanglah, sekarang kau harus beristirahat karena besok


kau akan kekampus. Kau ada jam pagi bukan? Cepatlah masuk dan langsung tidur


“TIDAK! AKU TIDAK MAU!


Gadis yang sedang berada didepan Anggara bisa dikatakan


jika ia keras kepala dan susah di atur, jadi sekali lagi dengan segala cara


akhirnya Anggara bisa menemukan sebuah ide yang dapat membuat Wulan bisa


menuruti kata-katanya barusan.


“selamat malam, aku akan menjemputmu besok”, Kata Anggara


kemudian beranjak pergi .


“selamat malam juga kak “, Kata


Wulan kemudian menutup pintu kamarnya lalu menguncinya.


Anggara pun turun kemudian memberi


salam kepada Pak Iskandar sebelum ia kembali ke rumahnya.


“Pak Iskandar aku akan segera


kembali ke rumahku, selamat Malam”, Kata Anggara kemudian membungkuk memberi


salam.


“kembalilah besok pagi, tapi jangan


lupa dengan tugasmu


Hanya itu kata-kata terakhir yang


dikatakan oleh Pak Iskandar kemudian ia mengizinkan Anggara untuk pergi kembali


ke rumahnya tanpa basa-basi sedikitpun.


Saat keluar dari pintu depan Anggara


langsung mendekati salah seorang pelayan di rumah yang menjadi suruhan Wulan


untuk membawa mobilnya keluar dari rumah tersebut.

__ADS_1


Rupanya Anggara telah mengatur


sebuah rencana bersama dengan Wulan. Dan tentu saja atas berkat bantuan dari beberapa


orang pelayan di rumah tersebut. Bersyukur ada beberapa orang yang mau disogok


untuk melakukan setiap perintah Wulan. Yah selain Tuan Besar dan Nyonya besar


di rumah itu Wulan menjadi salah seorang yang cukup ditakuti karena mengingat


statusnya yang menjadi anak dari Pak Iskandar,


“kau bisa membawa kemana saja


mobilku ini, tapi ingat setelah aku meneleponmu untuk menjemputku kau harus


cepat kembali. Tapi kau harus kembali menungguku di depan gerbang, jangan masuk


kemari


Semua rencana telah selesai mulai


dari beberapa penjaga sampai beberapa pelayan yang siap menutup mulut mereka. Anggara


kini mendekati samping rumah yang bertepatan diatasnya adalah kamar Wulan. Ia tak


perlu repot-repot lagi untuk memanjat karena telah tersedia tangga di sampingnya


itu.


Pelan-pelan Anggara mulai memanjat


tangga tersebut sampai bisa mendekati kaca jendela gadis itu.


Wulan telah bersiap menunggu


kedatangan Anggara dari tadi, ia bahkan telah membuka pintu jendela tersebut


sejak tadi.


“Kak Anggara? Bagaimana ? apa


ketahuan? “, Tanya Wulan dengan khawatir


“jika ketahuan mana mungkin aku bisa


berada disini datang menemuimu.


“ahahah benar juga. Terima kasih kak


dan maafkan aku yang telah merepotkanmu.


“tidak apa-apa


Melihat Anggara yang kesulitan


ketika duduk di luar jendela membuat Wulan merasa khawatir apalagi jika melihat


kondisi Anggara yang terlihat tidak nyaman ketika harus duduk di atas jendela tersebut.


“ mau masuk ke kamarku? Ayo


kemarilah. Oh tunggu sebentar aku akan mengambil kursiku agar kau bisa...


berjanji pada diriku jika mulai sekarang aku tak akan pernah masuk ke kamarmu


lagi


Mendengar hal itu membuat Wulan


sedih


“baiklah, tapi apa kak Anggara tidak


apa-apa dengan duduk seperti itu?


“tidak apa-apa jangan


mengkhawatirkanku, aku laki-laki jadi harus kuat”, Kata Anggara.


“tapi ngomong-ngomong bagaimana


perasaanmu? Apa kau masih marah?


“marah? Untuk apa aku marah?


“marah karena mendengar berita


tentang kehamilan Indri barusan


Wulan tersenyum saat melihat


ekspresi Anggara


“aku tidak marah soal itu kak, untuk


apa? Aku marah karena ayah yang masih melarangku untuk dekat denganmu”, Kata


Wulan sambil mengambil obat di samping lemari ia berada


“tapi, maaf jika membuat mu


tersinggung. apa kau tidak merasa cemburu ?”, Tanya Anggara dengan hati-hati.


“cemburu? Hahaha untuk apa aku


cemburu karena hanya tentang kehamilan gadis jahat itu.


Wulan baru saja tersadar dengan


perkataan Anggara barusan.


“oh maksud kak Anggara aku cemburu


pada Kak Mattew?


Anggra tak menjawabnya ia hanya


menunggu jawaban Wulan


“aku tidak tahu sejak kapan mulai


merasa biasa jika menyangkut semua hal tentangnya, dan justru perasaanku yang


dulu sungguh mengagumi bahkan mencintainya sekarang telah berubah. Aku sekarang

__ADS_1


sangat membencinya. Aku tahu kau pasti akan melarangku agar tak membencinya


tapi, aku juga tak bisa menentukan perasaanku, aku tak bisa memilahnya dengan


baik kak. Jika dulu aku akan sangat mencintainya sekarang telah berubah aku


menjadi sangat membencinya.


Perkataan Wulan membuat Anggra diam dan


tersadar


“itulah sebabnya aku takut


Anggara tak sadar diri hingga


langsung mengatakan hal itu dari mulutnya, hal yang ia pikirkan entah mengapa


langsung terucap dimulutnya begitu saja. Tentu saja membuat Wulan merasa bingung.


“maksud kak Anggara apa?


“maksudku adalah....


Tiba-tiba saja terdengar suara Pak


Iskandar rupanya lelaki tua itu akan kembali ke perusahaannya lagi membuat Anggara


terkejut setengah mati. Dengan cepat Wulan langsung menarik Anggara agar masuk


ke dalam kamarnya dan bersembunyi di balik jendela dan langsung menutup


jendelanya tersebut.


jika tidak Pak Iskandar


dan sekretarisnya dengan cepat pasti akan melihat ke atas ke kamar gadis itu


untuk memeriksa jika ia telah tidur atau belum.


tak lupa Dengan cepat Wulan pun mematikan


lampu kamarnya dan bersembunyi bersama Anggara di balik jendela tersebut. Suasana


yang menegang mulai meredah apalagi ketika mendengar suara mobil yang mulai


menjauh.


Ada kelegaan yang marayap di sekujur


tubuh kedua orang tersebut. Anggra langsung membuang nafas yang sempat ia


simpan dalam-dalam tadi. tetapi Kini berganti Anggara menatap wajah


Wulan. Jarak mereka yang begitu dekat sekaligus suasana yang


gelap dikarenakan tidak ada pencahayaan yang menerangi mereka membuat


jantung Wulan berdebar-debar. dengan canggung gadis itu tertawa


seolah merasa lega


“syukurlah ayah sudah pergi hehehe


Senyuman Wulan rupanya tak merubah


apa-apa. Suasana menjadi serius ketika Anggara menatap wajah Wulan dengan


dekat.


Lengan yang saling bersentuhan, mata


yang saling memandang satu sama lain, bahkan jantung yang berdebar-debar.


Wulan hanya


bisa menggigit bibirnya.


Yah Tuhan apa yang sebenarnya ku


pikirkan. Sejak kapan aku mulai mesum begini, pergilah kumohon pergilah


Bayang-bayangan ketika mereka berdua


saling berciuman di masa lampau tengah menghantui pikiran gadis itu ia sampai tak sadar jika telah menutup matanya sekarang.


melihat Tingkah Wulan Anggara otomatis langsung tersenyum


“apa yang kau pikirkan Wulan? Apa kau


pikir aku akan menciummu?


Wulan langsung membuka matanya, dan


dengan kesal kemudian langsung beranjak pergi


“huh aku juga tak mengharap...


Anggara menarik tangan Wulan


menyentuh pipi gadis itu.


Mata Wulan mulai tertutup karena merasa hanyut dalam


belaian sentuhan apalagi ketika mereka sudah saling berciuman.


Ciuman yang membahagiakan dan


menenangkan hati barusaja terjadi. Sudah lama gadis itu menanti belaian lembut


dari tangan lelaki yang cintai itu.


Ciuman memang akan terasa romantis


apabila dilakukan oleh kedua sepasang lawan jenis yang saling mencintai. Mungkin


itu yang bisa di rasakan oleh Wulan. Dan Mungkin sampai gadis itu tertidur nanti ia


akan sampai membawanya sampai kedalam mimpi


****


Bersambung


Jangan lupa Like, comment, dan beri Pointnya yah.... biar aku semangat nulisnya

__ADS_1


__ADS_2