Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 63


__ADS_3

Tak ada api tapi hati


memanas jika di lukiskan bagaikan di bakar oleh kobaran api yang menyala. Melihat seseorang yang dicintai


sedang dekat bersama orang yang paling dibenci sungguh membuat Wulan tak bisa


menahan amarahnya.


“Kak Anggra? “, sapa


Wulan kepada Anggara tapi ia menatap sinis ke arah Anggie.


“Hai Wulan, apa kabar?


Kata Anggie sambil tersenyum ke arah Wulan


“jangan sok akrab begitu


pada ku”, kata Wulan dengan acuh dan memalingkan wajahnya.


“kak Anggara ayo kita


pulang”, Kata Wulan sambil memegang tangan Anggra.


Mendengar perkataan


Wulan barusan Selia dan Nanda langsung terkejut


“Wulan? Bukankah kita


akan pergi jalan-jalan mengapa kau akan segera pulang?”, Tanya Nanda dengan Heran


“tidak, tidak jadi. Hari


ini aku akan mengunjungi ke suatu tempat bersama kak Anggra. Nanti di lain


waktu saja kita pergi. Maaf yah“, Kata Wulan


“baiklah, kalau begitu


kita pergi duluan yah”, Kata Nanda


“Maaf yah..


“yah tidak apa-apa Wulan. Santai saja", kata Selia.


Kedua sahabatnya itu pun


pergi tanpa dirinya. Wulan lebih memilih untuk mengamankan Anggra dari Anggie


“Wulan aku dengar kau


akan pergi bersama dengan mereka. Mengapa kau tidak jadi pergi? Tanya Anggie.


“ku rasa kita tak cukup


dekat untuk saling bertukar informasi “, Kata Wulan dengan nada ketus.


“Wulan kau tidak boleh


bersikap begitu pada Anggie“, Kata Anggra


“apa? Mengapa  Kak Anggara membelanya?


“aku bukan membelanya


tapi.....


“sudahlah aku hanya akan


meluruskannya. Aku tadi bertemu dengan Kak Anggara tadi tak sengaja dan aku


memang ingin menyampaikan sesuatu yang penting kepadanya”, kata Anggie kemudian


memberikan kartu undangan kepada Wulan.


“tadi aku mengundang Kak


Anggra untuk datang. Ku rasa ada baiknya jika kau juga hadir di acara pesta


ulang tahun ku “, Kata Anggie sambil tersenyum.


Wulan hanya menatap


Anggie dengan kesal


“jangan Mimpi aku akan


datang ke acara pesta ulang tahunmu !”, Kata Wulan kemudian menarik tangan


Anggara


Wulan menolak untuk mengambil kartu undangan tersebut.


***


Saat di mobil Wulan


lebih memilih memalingkan wajahnya dan gadis itu hanya diam ketika di tanya


beberapa pertanyaan oleh Anggara.


“Mengapa kau sangat membenci Anggie ?


"hei jawab pertanyaan ku


“Wulan? Katakan padaku


sebenarnya apa yang menyebabkan sampai kalian saling membenci. Tapi jika aku


melihatnya sejauh ini hanya kau yang membenci Anggie. Anggie tak pernah


memperlakukanmu kasar


Wulan merasa lebih kesal saat mendengarnya


“jadi maksud kak Anggra


hanya aku yang terlihat jahat disini? Mengapa kak Anggra sekarang membelanya?


Apa kak Anggra menyukainya? Dia pacarmu kan ?


asumsi yang Tidak-tidak telah dikatakan oleh gadis itu.


“Wulan bukan seperti itu, jangan berpikir yang aneh-aneh!


Wulan hanya diam saat


mendengar segala nasehat yang di sampaikan Dokter Anggra kepadanya.


Sampai sekarang aku tak mengetahui hubunganmu dengan Anggie seperti apa.


Mungkin benar hanya aku yang disini yang menyukaimu kak. Aku hanya di anggap tidak berharga bagi hidup kak Anggra. Aku bahkan selalu di banding-bandingkan dengan gadis munafik itu gumam Wulan dalam hati.


“Kita ke mana sekarang? apa kau tidak ingin menyusul teman-temanmu? Tanya Dokter Anggra.


“pulang, aku tak ingin kemana-mana", kata Wulan dengan kesal.


Wulan memutuskan untuk berdiam diri di rumah. Perasaannya sekarang tidak


bisa di tebak antara kecewa dan benci.


Sesampainya dirumah gadis itu masuk ke kamarnya dan mengunci pintu


kamarnya. Wulan menjatuhkan dirinya ke ranjangnya yang begitu empuk. Memejamkan


matanya untuk menghilangkan penat yang begitu menganggu pikirannya.


sial disaat begini aku lupa mengerjakan Tugas-tugas ku


Setelah


beberapa menit lamanya ia memutuskan untuk mengerjakan tugasnya yang beberapa


hari telah menumpuk.


berkat semangatnya akhirnya


Satu demi satu tugas mata kuliah Wulan dapat mengerjakannya dengan lancar.


sampai tak disangka ia telah menghabiskan beberapa jam di kamarnya.


astaga sungguh melelahkan sekali.


jadi apa yang harus aku lakukan sekarang? Sudah hampir 4 jam aku berada di


kamar ini, dan Kak Anggra tidak mengetuk pintu kamarku. Yah kurasa dia pasti


sudah kembali kerumahnya.


memikirkannya sungguh membuat ku tambah kesal saja.


mungkin Anggra kembali ke rumahnya tapi Wulan benar-benar merasa sunyi. Ia lebih


memilih untuk berdiam diri di kamar di bandingkan harus beraktifivitas di luar

__ADS_1


kamar. Karena Faktanya sekarang Indri dan Mattew yang tinggal di rumah itu sungguh


membuat gadis itu tak nyaman.


Hari ini memang Mattew pergi kerja di Perusahaannya jadi ia tak akan bertemu dengannya. Tapi berbeda dengan Indri ia sekarang sedang di rumah


bermalas-malasan karena ia sedang hamil. Memang masih beberapa minggu kehamilannya tapi Indri selalu menujukkan sisi manjanya kepada semua orang terlebih kepada suaminya. Kata lebih tepatnya ia sedang memamerkan kebenaran jika ia sedang hamil.


Hari sudah sore tak


terasa sungguh membuat Wulan tak tahan lagi untuk keluar rumah. Ia memutuskan


untuk mengirim pesan duluan Dokter Anggra.


“kak Anggra? Bisakah kau


ke rumahku. Aku tunggu dalam 30 menit lagi”, kata Wulan dari pesan


Telepon berdering


rupanya dari Anggra


“Aku sedang di depan


rumahmu. Aku tidak kembali kerumah


Mendengar hal itu Wulan


langsung mematikan telepon tersebut dan langsung turun kebawah. Ia sudah mandi dan


berpakaian rapi untuk bersiap pergi ke suatu tempat sesuai yang telah ia rencana kan. Saat menuruni tangga gadis


itu terlihat begitu bersemangat


“mau kemana kau sampai


sudah berpakaian santai begini? Kata Indri dengan sirik


“itu bukan urusanmu


kakak Ipar”, kata Wulan dengan cuek


“hahaha jangan bersikap


seolah kau akan pergi berkencan Wulan kau tidak mungkin bisa...


“yah aku akan pergi


berkencan memangnya ada masalah apa denganmu? Wanita hamil sepertimu sebaiknya berdiam diri di rumah. untuk menjaga calon bayimu itu. Karena tidak lama lagi kau akan menjadi seorang ibu! IBU


RUMAH TANGGA yang akan mengurus anak-anaknya nanti. Jadi kau bisa pikirkan


bukan kau tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk berkencan sepertiku.


Kata-kata Wulan telak


membuat Indri terdiam, niat pertamanya ia ingin mengejek gadis itu tapi semua


berbalik gadis itu justru dengan jahatnya yang mengejeknya lebih dulu.


“Wulan !!! jaga ucapan mu itu kau!!!!


“hei kakak ipar jangan


membuang waktuku yang berharga hanya untuk mendengar ocehanmu itu! kau pasti tidak memiliki teman untuk mengaduh segala hal yang ingin kau katakan.


Wulan menghela nafasnya


“aku pergi dulu. Jangan


lupa untuk menghabiskan susu mu “, Bisik Wulan di telinga Indri.


Wulan pun beranjak pergi


menghindar dari pandangan Indri, ia kemudian keluar rumah dan mendapati Anggara


yang tengah duduk bersenda gurau bersama Satpam di depan Rumah. Wulan pun


memanggil dokter Anggra


“ada apa? Kau mau pergi


kemana? Tanya Anggara sambil melihat pakaian Wulan yang sudah rapi dan cantik.


“aku ingin pergi


berkencan, berikan kepadaku kunci mobilmu kak “, Kata Wulan dengan cuek menunjukkan


jika ia masih marah kepada Anggra


pergi berkencan dengan siapa? apa kau...“, tanya Anggra dengan heran



benarkan Huh rupanya kak Anggra


sama seperti Nanda yang menganggapku seperti gadis jomblo yang tak pernah


memiliki seorang kekasih satupun sungguh menyebalkan sekali sih


“sudah berikan saja


kunci mobilnya, jangan membuatku menunggu lagi. Aku ingin pergi sekarang kak Anggra sama saja seperti Indri “, Kata Wulan dengan kesal.


“apa kau sudah meminta


izin kepada Pak Iskandar?


“apaa? Tidak untuk apa


aku harus meminta izin kepada Ayah? Ia tak melarangku untuk berkencan dengan


siapapun


Wulan langsung merampas


kunci mobil yang sedang di pegang oleh Dokter Anggara ia langsung masuk ke


dalam mobil lalu menyalakan mesin tersebut. Tak disangka dokter Anggra juga


ikut masuk ke dalam mobil


“aku akan ikut juga


kemana pun kau pergi ", kata Anggra


Wulan tersenyum merasa


puas dan menang


Baguslah ini sesuai


dengan rencanaku


Sebenarnya Wulan bisa


saja membawa mobilnya yang sedang terparkir di bagasi. Tapi ia lebih memilih


untuk memakai mobil Anggra ia pikir jika memakai mobil Anggra tentu saja


pemilik mobil tersebut akan ikut bersama dengannya.


“kau akan pergi kemana Wulan?


Wulan tak menjawab perkataan Anggra


Perjalanan itu hanya


menempuh kira-kira 20 menit lamanya. Hingga akhirnya gadis itu memakirkan mobil


tersebut kemudian keluar dari mobil. Dari belakang Anggra mengikuti arah


langkah kaki Wulan


Sebenarnya gadis ini


akan berkencan dengan siapa sih?


Wulan pun masuk ke


sebuah Restaurant lalu kemudian duduk di kursi sudut yang tepat dekat dengan


kaca Restaurant tersebut. Rupanya gadis itu telah memesan kursi tersebut sejak


tadi sehingga tak ada orang yang bisa menduduki kursi yang gadis itu inginkan.


Tempatnya begitu strategis apalagi dengan meja yang disediakan berdekatan


dengan kaca yang transparan yang jika melihat ke arah sebelah kanan bisa


langsung berhadapan dengan hamparan laut yang luas. Bukan sebuah kebetulan belakang melainkan gadis itu telah mengaturnya sejak jika ia ingin melihat pemandangan sunset


sore yang mempesona.


Wulan sudah duduk di

__ADS_1


kursi yang telah ia pilih sejak tadi, tapi rupanya Dokter Anggra tak duduk


bersama dengannya. Dokter Anggra lebih memilih kursi yang jauh dari arah Wulan


tapi pandangannya kearah gadis itu masih bisa ia pantau meski dari arah jarak


jauh.


Sebenarnya siapa sih


yang akan berkencan dengan wulan


Sedang memikirkan hal


itu tiba-tiba Handphone Anggra bergetar tanda ada pesan masuk yang berisikan


pesan dari Wulan


“kak Anggra temani aku duduk disini


Anggra pun mendekati


Wulan lalu duduk tepat berhadapan dengan Wulan


“sebenarnya siapa yang


akan kau temui disini “, Tanya Anggra


“tunggu sedikit lagi,


aku rasa dia sedikit terlambat. Jika kak Anggra tidak keberatan bisakah kau menunggunya


disini sampai ia bisa sampai disini. Kumohon


Anggra menghela nafasnya


“yah baiklah.


Beberapa makanan yang


sudah di pesan telah tiba tapi bukan itu yang menjadi pusat perhatian gadis


itu. Wulan justru lebih memilih memandang ke arah hamparan laut yang luas. Cuaca


hari itu memang tak perlu di ragukan lagi karena Rupanya sedikit lagi matahari


akan terbenam.


Anggara melihat wajah


Wulan yang terlihat terpaku dengan pemandangan sunset tersebut. Gadis itu duduk


dengan tenang


Benar, kau sangat


menyukai sunset Wulan. Melihat mu begitu sungguh membuat hatiku merasa senang


dan tenang


“apa kau tahu? Sejak Ibu


ku menikah kembali tepat saat matahari terbenam ia pergi meninggalkanku. Waktu


itu aku berusaha terlihat tegar saat melihatnya pergi. Karena egois tidak memperlihatkan rasa kehilangan ku. tapi salah Aku justru berharap dia akan


kembali lagi bersamaku tapi nyatanya semua tidak berjalan seperti dugaanku


Mata Wulan berkaca-kaca


tapi ia masih focus melihat indahnya matahari terbenam itu. Tak disangka Anggra


memegang tangan Wulan dengan lembut.


“dulu aku selalu


menunggu kedatangannya saat matahari terbenam. Tapi dia tak pernah datang...


"Entah mengapa aku


mengatakannya pada kak Anggra maafkan aku kak karena sudah merusak suasana hari


ini.


“tidak apa-apa. Tak


peduli keadaanmu yang telah kehilangan ibumu tapi ambillah sisi positifnya


Wulan kau masih memiliki Ayah yang begitu menyayangimu sampai saat ini.


“sejujurnya orang tuaku


juga telah meninggal sejak aku masih kecil. Aku bahkan tidak pernah bertemu


dengan mereka secara langsung. Sampai akhirnya aku berakhir di besar disebuah


panti asuhan. Beberapa tahun kemudian aku di adopsi oleh seorang lelaki tua


yang begitu baik. Aku merasa beruntung karena ia selalu mendukungku dalam


segala hal, ia bahkan menyekolahkanku sampai perguruan tinggi. Aku sangat


bersyukur karena ia selalu menganggapku sebagai anak kandungnya. Ia begitu baik


meskipun adik tiriku selalu bertengkar denganku. Maaf jika selama ini selalu


tertutup kepadamu Wulan aku tak berniat seperti itu kepadamu”, Kata Anggra


Wulan tersenyum bahagia


ia merasa lega setidaknya sekarang Dokter Anggara sudah mau untuk menceritakan


kisah demi kisahnya pada Wulan.


“terima kasih kak


Mungkin kata-kata itu


yang dapat mewakilkan perasaan Wulan saat ini


“mengapa kau berterima


kasih?


“karena kak Anggra sudah


mau menceritakan latar belakangmu padaku.


Anggara tersenyum


“jangan menjadi gadis


yang lemah begitu. Wulan yang aku kenal tidak berhati lemah seperti ini “, Kata


Anggra sambil mengacak-acakkan rambut Wulan.


“kak Anggra hentikan ! “,


kata Wulan dengan sebal


suara tawa akhirnya terdengar dari arah Meja Wulan berada. Mereka berdua akhirnya dapat makan dengan tenang seperti biasanya.


Tapi saat makan Anggara baru tersadar Karena merasa aneh.


"Wulan ? bukankah tadi kau katakan akan bertemu dengan seseorang?


Wulan hanya Focus melahap makanan yang ada di piringnya.


" yah tentu, ada apa?


" mengapa dia belum datang juga?


dan aku sudah makan di meja di bersamamu bagaimana jika nanti dia datang?", tanya Anggra


"dia sudah datang ", kata Wulan


"dimana? terus mengapa dia tak datang menemui mu?


"dia sudah datang dari tadi dan sedang duduk berhadapan dengan ku sekarang", kata Wulan


Anggra terlihat bingung untuk meresapi perkataan Wulan barusan.


"sudah ayo makan


"tunggu..., tunggu jadi maksud mu... aku yang menjadi orang yang akan kau temui itu?", tanya Anggra


Wulan pun tersenyum saat mendengar perkataan Anggra


"yah begitulah, lebih tepatnya orang yang akan menjadi teman kencan ku sekarang


" dasar gadis bodoh!


" kak Anggra apa kau pikir aku mempunyai seorang teman lelaki? untuk di ajak? berkencan saja aku tak yakin jika mereka mau, membayangkannya saja aku merasa geli. sudah jangan pikirkan lagi", kata Wulan


"kau ini sungguh kelewatan Wulan

__ADS_1


Bersambung sampai bertemu hari senin


__ADS_2