
Tak ada api tapi hati
memanas jika di lukiskan bagaikan di bakar oleh kobaran api yang menyala. Melihat seseorang yang dicintai
sedang dekat bersama orang yang paling dibenci sungguh membuat Wulan tak bisa
menahan amarahnya.
“Kak Anggra? “, sapa
Wulan kepada Anggara tapi ia menatap sinis ke arah Anggie.
“Hai Wulan, apa kabar?
Kata Anggie sambil tersenyum ke arah Wulan
“jangan sok akrab begitu
pada ku”, kata Wulan dengan acuh dan memalingkan wajahnya.
“kak Anggara ayo kita
pulang”, Kata Wulan sambil memegang tangan Anggra.
Mendengar perkataan
Wulan barusan Selia dan Nanda langsung terkejut
“Wulan? Bukankah kita
akan pergi jalan-jalan mengapa kau akan segera pulang?”, Tanya Nanda dengan Heran
“tidak, tidak jadi. Hari
ini aku akan mengunjungi ke suatu tempat bersama kak Anggra. Nanti di lain
waktu saja kita pergi. Maaf yah“, Kata Wulan
“baiklah, kalau begitu
kita pergi duluan yah”, Kata Nanda
“Maaf yah..
“yah tidak apa-apa Wulan. Santai saja", kata Selia.
Kedua sahabatnya itu pun
pergi tanpa dirinya. Wulan lebih memilih untuk mengamankan Anggra dari Anggie
“Wulan aku dengar kau
akan pergi bersama dengan mereka. Mengapa kau tidak jadi pergi? Tanya Anggie.
“ku rasa kita tak cukup
dekat untuk saling bertukar informasi “, Kata Wulan dengan nada ketus.
“Wulan kau tidak boleh
bersikap begitu pada Anggie“, Kata Anggra
“apa? Mengapa Kak Anggara membelanya?
“aku bukan membelanya
tapi.....
“sudahlah aku hanya akan
meluruskannya. Aku tadi bertemu dengan Kak Anggara tadi tak sengaja dan aku
memang ingin menyampaikan sesuatu yang penting kepadanya”, kata Anggie kemudian
memberikan kartu undangan kepada Wulan.
“tadi aku mengundang Kak
Anggra untuk datang. Ku rasa ada baiknya jika kau juga hadir di acara pesta
ulang tahun ku “, Kata Anggie sambil tersenyum.
Wulan hanya menatap
Anggie dengan kesal
“jangan Mimpi aku akan
datang ke acara pesta ulang tahunmu !”, Kata Wulan kemudian menarik tangan
Anggara
Wulan menolak untuk mengambil kartu undangan tersebut.
***
Saat di mobil Wulan
lebih memilih memalingkan wajahnya dan gadis itu hanya diam ketika di tanya
beberapa pertanyaan oleh Anggara.
“Mengapa kau sangat membenci Anggie ?
"hei jawab pertanyaan ku
“Wulan? Katakan padaku
sebenarnya apa yang menyebabkan sampai kalian saling membenci. Tapi jika aku
melihatnya sejauh ini hanya kau yang membenci Anggie. Anggie tak pernah
memperlakukanmu kasar
Wulan merasa lebih kesal saat mendengarnya
“jadi maksud kak Anggra
hanya aku yang terlihat jahat disini? Mengapa kak Anggra sekarang membelanya?
Apa kak Anggra menyukainya? Dia pacarmu kan ?
asumsi yang Tidak-tidak telah dikatakan oleh gadis itu.
“Wulan bukan seperti itu, jangan berpikir yang aneh-aneh!
Wulan hanya diam saat
mendengar segala nasehat yang di sampaikan Dokter Anggra kepadanya.
Sampai sekarang aku tak mengetahui hubunganmu dengan Anggie seperti apa.
Mungkin benar hanya aku yang disini yang menyukaimu kak. Aku hanya di anggap tidak berharga bagi hidup kak Anggra. Aku bahkan selalu di banding-bandingkan dengan gadis munafik itu gumam Wulan dalam hati.
“Kita ke mana sekarang? apa kau tidak ingin menyusul teman-temanmu? Tanya Dokter Anggra.
“pulang, aku tak ingin kemana-mana", kata Wulan dengan kesal.
Wulan memutuskan untuk berdiam diri di rumah. Perasaannya sekarang tidak
bisa di tebak antara kecewa dan benci.
Sesampainya dirumah gadis itu masuk ke kamarnya dan mengunci pintu
kamarnya. Wulan menjatuhkan dirinya ke ranjangnya yang begitu empuk. Memejamkan
matanya untuk menghilangkan penat yang begitu menganggu pikirannya.
sial disaat begini aku lupa mengerjakan Tugas-tugas ku
Setelah
beberapa menit lamanya ia memutuskan untuk mengerjakan tugasnya yang beberapa
hari telah menumpuk.
berkat semangatnya akhirnya
Satu demi satu tugas mata kuliah Wulan dapat mengerjakannya dengan lancar.
sampai tak disangka ia telah menghabiskan beberapa jam di kamarnya.
astaga sungguh melelahkan sekali.
jadi apa yang harus aku lakukan sekarang? Sudah hampir 4 jam aku berada di
kamar ini, dan Kak Anggra tidak mengetuk pintu kamarku. Yah kurasa dia pasti
sudah kembali kerumahnya.
memikirkannya sungguh membuat ku tambah kesal saja.
mungkin Anggra kembali ke rumahnya tapi Wulan benar-benar merasa sunyi. Ia lebih
memilih untuk berdiam diri di kamar di bandingkan harus beraktifivitas di luar
__ADS_1
kamar. Karena Faktanya sekarang Indri dan Mattew yang tinggal di rumah itu sungguh
membuat gadis itu tak nyaman.
Hari ini memang Mattew pergi kerja di Perusahaannya jadi ia tak akan bertemu dengannya. Tapi berbeda dengan Indri ia sekarang sedang di rumah
bermalas-malasan karena ia sedang hamil. Memang masih beberapa minggu kehamilannya tapi Indri selalu menujukkan sisi manjanya kepada semua orang terlebih kepada suaminya. Kata lebih tepatnya ia sedang memamerkan kebenaran jika ia sedang hamil.
Hari sudah sore tak
terasa sungguh membuat Wulan tak tahan lagi untuk keluar rumah. Ia memutuskan
untuk mengirim pesan duluan Dokter Anggra.
“kak Anggra? Bisakah kau
ke rumahku. Aku tunggu dalam 30 menit lagi”, kata Wulan dari pesan
Telepon berdering
rupanya dari Anggra
“Aku sedang di depan
rumahmu. Aku tidak kembali kerumah
Mendengar hal itu Wulan
langsung mematikan telepon tersebut dan langsung turun kebawah. Ia sudah mandi dan
berpakaian rapi untuk bersiap pergi ke suatu tempat sesuai yang telah ia rencana kan. Saat menuruni tangga gadis
itu terlihat begitu bersemangat
“mau kemana kau sampai
sudah berpakaian santai begini? Kata Indri dengan sirik
“itu bukan urusanmu
kakak Ipar”, kata Wulan dengan cuek
“hahaha jangan bersikap
seolah kau akan pergi berkencan Wulan kau tidak mungkin bisa...
“yah aku akan pergi
berkencan memangnya ada masalah apa denganmu? Wanita hamil sepertimu sebaiknya berdiam diri di rumah. untuk menjaga calon bayimu itu. Karena tidak lama lagi kau akan menjadi seorang ibu! IBU
RUMAH TANGGA yang akan mengurus anak-anaknya nanti. Jadi kau bisa pikirkan
bukan kau tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk berkencan sepertiku.
Kata-kata Wulan telak
membuat Indri terdiam, niat pertamanya ia ingin mengejek gadis itu tapi semua
berbalik gadis itu justru dengan jahatnya yang mengejeknya lebih dulu.
“Wulan !!! jaga ucapan mu itu kau!!!!
“hei kakak ipar jangan
membuang waktuku yang berharga hanya untuk mendengar ocehanmu itu! kau pasti tidak memiliki teman untuk mengaduh segala hal yang ingin kau katakan.
Wulan menghela nafasnya
“aku pergi dulu. Jangan
lupa untuk menghabiskan susu mu “, Bisik Wulan di telinga Indri.
Wulan pun beranjak pergi
menghindar dari pandangan Indri, ia kemudian keluar rumah dan mendapati Anggara
yang tengah duduk bersenda gurau bersama Satpam di depan Rumah. Wulan pun
memanggil dokter Anggra
“ada apa? Kau mau pergi
kemana? Tanya Anggara sambil melihat pakaian Wulan yang sudah rapi dan cantik.
“aku ingin pergi
berkencan, berikan kepadaku kunci mobilmu kak “, Kata Wulan dengan cuek menunjukkan
jika ia masih marah kepada Anggra
pergi berkencan dengan siapa? apa kau...“, tanya Anggra dengan heran
benarkan Huh rupanya kak Anggra
sama seperti Nanda yang menganggapku seperti gadis jomblo yang tak pernah
memiliki seorang kekasih satupun sungguh menyebalkan sekali sih
“sudah berikan saja
kunci mobilnya, jangan membuatku menunggu lagi. Aku ingin pergi sekarang kak Anggra sama saja seperti Indri “, Kata Wulan dengan kesal.
“apa kau sudah meminta
izin kepada Pak Iskandar?
“apaa? Tidak untuk apa
aku harus meminta izin kepada Ayah? Ia tak melarangku untuk berkencan dengan
siapapun
Wulan langsung merampas
kunci mobil yang sedang di pegang oleh Dokter Anggara ia langsung masuk ke
dalam mobil lalu menyalakan mesin tersebut. Tak disangka dokter Anggra juga
ikut masuk ke dalam mobil
“aku akan ikut juga
kemana pun kau pergi ", kata Anggra
Wulan tersenyum merasa
puas dan menang
Baguslah ini sesuai
dengan rencanaku
Sebenarnya Wulan bisa
saja membawa mobilnya yang sedang terparkir di bagasi. Tapi ia lebih memilih
untuk memakai mobil Anggra ia pikir jika memakai mobil Anggra tentu saja
pemilik mobil tersebut akan ikut bersama dengannya.
“kau akan pergi kemana Wulan?
Wulan tak menjawab perkataan Anggra
Perjalanan itu hanya
menempuh kira-kira 20 menit lamanya. Hingga akhirnya gadis itu memakirkan mobil
tersebut kemudian keluar dari mobil. Dari belakang Anggra mengikuti arah
langkah kaki Wulan
Sebenarnya gadis ini
akan berkencan dengan siapa sih?
Wulan pun masuk ke
sebuah Restaurant lalu kemudian duduk di kursi sudut yang tepat dekat dengan
kaca Restaurant tersebut. Rupanya gadis itu telah memesan kursi tersebut sejak
tadi sehingga tak ada orang yang bisa menduduki kursi yang gadis itu inginkan.
Tempatnya begitu strategis apalagi dengan meja yang disediakan berdekatan
dengan kaca yang transparan yang jika melihat ke arah sebelah kanan bisa
langsung berhadapan dengan hamparan laut yang luas. Bukan sebuah kebetulan belakang melainkan gadis itu telah mengaturnya sejak jika ia ingin melihat pemandangan sunset
sore yang mempesona.
Wulan sudah duduk di
__ADS_1
kursi yang telah ia pilih sejak tadi, tapi rupanya Dokter Anggra tak duduk
bersama dengannya. Dokter Anggra lebih memilih kursi yang jauh dari arah Wulan
tapi pandangannya kearah gadis itu masih bisa ia pantau meski dari arah jarak
jauh.
Sebenarnya siapa sih
yang akan berkencan dengan wulan
Sedang memikirkan hal
itu tiba-tiba Handphone Anggra bergetar tanda ada pesan masuk yang berisikan
pesan dari Wulan
“kak Anggra temani aku duduk disini
Anggra pun mendekati
Wulan lalu duduk tepat berhadapan dengan Wulan
“sebenarnya siapa yang
akan kau temui disini “, Tanya Anggra
“tunggu sedikit lagi,
aku rasa dia sedikit terlambat. Jika kak Anggra tidak keberatan bisakah kau menunggunya
disini sampai ia bisa sampai disini. Kumohon
Anggra menghela nafasnya
“yah baiklah.
Beberapa makanan yang
sudah di pesan telah tiba tapi bukan itu yang menjadi pusat perhatian gadis
itu. Wulan justru lebih memilih memandang ke arah hamparan laut yang luas. Cuaca
hari itu memang tak perlu di ragukan lagi karena Rupanya sedikit lagi matahari
akan terbenam.
Anggara melihat wajah
Wulan yang terlihat terpaku dengan pemandangan sunset tersebut. Gadis itu duduk
dengan tenang
Benar, kau sangat
menyukai sunset Wulan. Melihat mu begitu sungguh membuat hatiku merasa senang
dan tenang
“apa kau tahu? Sejak Ibu
ku menikah kembali tepat saat matahari terbenam ia pergi meninggalkanku. Waktu
itu aku berusaha terlihat tegar saat melihatnya pergi. Karena egois tidak memperlihatkan rasa kehilangan ku. tapi salah Aku justru berharap dia akan
kembali lagi bersamaku tapi nyatanya semua tidak berjalan seperti dugaanku
Mata Wulan berkaca-kaca
tapi ia masih focus melihat indahnya matahari terbenam itu. Tak disangka Anggra
memegang tangan Wulan dengan lembut.
“dulu aku selalu
menunggu kedatangannya saat matahari terbenam. Tapi dia tak pernah datang...
"Entah mengapa aku
mengatakannya pada kak Anggra maafkan aku kak karena sudah merusak suasana hari
ini.
“tidak apa-apa. Tak
peduli keadaanmu yang telah kehilangan ibumu tapi ambillah sisi positifnya
Wulan kau masih memiliki Ayah yang begitu menyayangimu sampai saat ini.
“sejujurnya orang tuaku
juga telah meninggal sejak aku masih kecil. Aku bahkan tidak pernah bertemu
dengan mereka secara langsung. Sampai akhirnya aku berakhir di besar disebuah
panti asuhan. Beberapa tahun kemudian aku di adopsi oleh seorang lelaki tua
yang begitu baik. Aku merasa beruntung karena ia selalu mendukungku dalam
segala hal, ia bahkan menyekolahkanku sampai perguruan tinggi. Aku sangat
bersyukur karena ia selalu menganggapku sebagai anak kandungnya. Ia begitu baik
meskipun adik tiriku selalu bertengkar denganku. Maaf jika selama ini selalu
tertutup kepadamu Wulan aku tak berniat seperti itu kepadamu”, Kata Anggra
Wulan tersenyum bahagia
ia merasa lega setidaknya sekarang Dokter Anggara sudah mau untuk menceritakan
kisah demi kisahnya pada Wulan.
“terima kasih kak
Mungkin kata-kata itu
yang dapat mewakilkan perasaan Wulan saat ini
“mengapa kau berterima
kasih?
“karena kak Anggra sudah
mau menceritakan latar belakangmu padaku.
Anggara tersenyum
“jangan menjadi gadis
yang lemah begitu. Wulan yang aku kenal tidak berhati lemah seperti ini “, Kata
Anggra sambil mengacak-acakkan rambut Wulan.
“kak Anggra hentikan ! “,
kata Wulan dengan sebal
suara tawa akhirnya terdengar dari arah Meja Wulan berada. Mereka berdua akhirnya dapat makan dengan tenang seperti biasanya.
Tapi saat makan Anggara baru tersadar Karena merasa aneh.
"Wulan ? bukankah tadi kau katakan akan bertemu dengan seseorang?
Wulan hanya Focus melahap makanan yang ada di piringnya.
" yah tentu, ada apa?
" mengapa dia belum datang juga?
dan aku sudah makan di meja di bersamamu bagaimana jika nanti dia datang?", tanya Anggra
"dia sudah datang ", kata Wulan
"dimana? terus mengapa dia tak datang menemui mu?
"dia sudah datang dari tadi dan sedang duduk berhadapan dengan ku sekarang", kata Wulan
Anggra terlihat bingung untuk meresapi perkataan Wulan barusan.
"sudah ayo makan
"tunggu..., tunggu jadi maksud mu... aku yang menjadi orang yang akan kau temui itu?", tanya Anggra
Wulan pun tersenyum saat mendengar perkataan Anggra
"yah begitulah, lebih tepatnya orang yang akan menjadi teman kencan ku sekarang
" dasar gadis bodoh!
" kak Anggra apa kau pikir aku mempunyai seorang teman lelaki? untuk di ajak? berkencan saja aku tak yakin jika mereka mau, membayangkannya saja aku merasa geli. sudah jangan pikirkan lagi", kata Wulan
"kau ini sungguh kelewatan Wulan
__ADS_1
Bersambung sampai bertemu hari senin