Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 48


__ADS_3

Masih mendekap lengan


Wulan dengan posesif Anggara tak lupa menyodorkan tangannya untuk mengajak


berkenalan dan tak lupa ia menyebut namanya.


“Perkenalkan Nama saya


Anggara calon suami Wulan “, Kata Anggra dengan sombong.


Huh siapa sebenarnya


laki-laki ini? gerutu Nando dalam hati


“ah, saya Nando. Ketua


panitia pemilihan Putra-Putri Fakultas tahun 2020, senang bertemu denganmu “,


Kata Nando dengan memberikan pesona yang tak kalah menggiurkan.


Disana ada beberapa


orang yang membicarakan pemandangan mereka itu.


“*apa mereka berdua


sedang memperebutkan Wulan?


“Lihatlah gadis itu


sungguh beruntung di kelilingi dua orang tampan, aku ingin menjadi Wulan.


“sepertinya Wulan cukup


beruntung bisa dekat dengan orang-orang tampan seperti mereka


“yang sedang memegang


tangan Wulan itu pacarnya?


“gila tampan sekali*


Melihat ada seseorang


yang dikenalnya membuat Anggie mendekati mereka.


“Kak Anggara? Apa kabar? “, Kata Anggie tanpa sadar menarik tangan Anggra tentu


langsung membuat tangan kirinya terlepas dari lengan Wulan.


Anggie? Huh gadis ini


selalu datang mengganggu kenyamanan hidupku, dia bahkan terlihat sok akrab


dengan Kak Anggra.


“Anggie? Baik,


Anggra hanya membalas


sapaan Anggie dengan ramah tentu sikapnya itu langsung membuat Wulan kesal


karenanya.


“Kak Anggra aku capek,


sebaiknya kita langsung pulang saja “,Kata Wulan langsung menarik tangan Anggra


melangkah maju ke arah mobil.


“oh iya kalau begitu


kami kembali ke rumah duluan yah “, Kata Anggra kemudian terpaksa mengikuti


langkah kaki Wulan.


“Nanti kita bicara lagikak


Teriak Anggie dari luar,


mobil Anggara kemudian melaju meninggalkan lobby sampai tak terlihat.


Saat di mobil suasana


menjadi hening Wulan lebih memilih untuk tidur di kursi depan dimana ia duduk


sambil memakai Earphone miliknya.


“Wulan ? siapa Nando?


Tanya Anggra memecahkan kesunyian di dalam mobil itu.


Wulan tak menjawab


“Wulan? Apa kau sedang


marah padaku?


Kenapa kau harus bertanya lagi sih?


“hei ? jawablah pertanyaanku


Wulan pun menjawab


“siapa sebenarnya Anggie? Dia terlihat begitu dekat dengan Kak Anggara?


Hening

__ADS_1


Anggara terdiam karena


tak bisa menjawab pertanyaan Wulan


“jadi kak Anggara dapat


mengambil kesimpulan jika Aku juga tak akan menjawab segala pertanyaan yang di


ajukan oleh kak Anggara jika kak Anggara sendiri yang menutup diri jika di


tanya soal masalah pribadi “, Kata Wulan dengan kesal.


Ada satu hal yang selalu


mengganggu pikiran ku sampai detik ini!


Anggie! Dia... mengapa


terlihat selalu dekat dengan Kak Anggra!


Kak Anggara bahkan


selalu bersikap baik dan lembut kepadanya! Ah sungguh menyebalkan!


Suasana di dalam mobil


sudah bisa dikatakan sesepi kuburan baik Anggara ataupun Wulan tak ada yang


bisa mencairkan suasana itu.


Mereka tiba di rumah


Wulan langsung naik ke kamarnya dan menyuruh salah satu pelayan rumah untuk


menuruni semua barang bawaannya di bagasi. Dokter Anggra rupanya melihat segala


gerak-gerik anak itu. Seperti biasa suasana dirumah sepi hanya dikelilingi oleh


beberapa pelayan saja. Wulan sudah terbiasa dengan kesibukkan orang tuanya, ia


memang tak mengharapkan akan disambut baik oleh orangtuanya.


Ayah? Dan ibu tiriku? Ahhaha


memangnya apa yang kalian harapkan dari pada mereka. Apapun yang menjadi


kebutuhan akan di turuti oleh mereka sekecil pun. Bahkan hal yang tak


kubutuhkan sekalipun, selain semua barang didunia kasih sayang mereka mungkin


yang tak dapat di penuhi oleh mereka. Ahahaha tenanglah masih ada seseorang


yang bisa memberiku kasih sayang .......


Sepertinya dia marah


Wulan mengunci pintu


kamarnya, setelah selesai mandi ia langsung duduk termenung di tepi ranjang


miliknya.


Kak Anggra ? dia


mengacuhkanku? Mengapa dia tak ingin membujukku?


Wulan sungguh frustasi


dibuatnya, ia sungguh berharap jika Anggra akan mengetuk pintunya dan bermohon


agar memaafkannya. Faktanya tidak lelaki itu lebih memilih tidur daripada harus


menghadapi luapan emosi gadis yang sedang mabuk cinta itu.


Wulan putus asa, ia


akhirnya membuka kunci kamarnya


Gadis itu berharap


mungkin nanti Anggara akan mengetuk pintu kamarnya nanti.


Setelah membuka kunci


kamarnya Wulan langsung naik ke atas ranjang untuk menunggu Anggra di balik


pintu itu.


1 menit


15 menit


Setengah jam berlalu


tidak ada yang terdengar mengetuk di balik pintu kamarnya. Wulan tampak kesal


menunggu terlalu lama.


Oke tarik nafas mungkin


itu karena pintu kamarku yang tertutup,


Wulan memutuskan untuk


membuka pintu kamarnya, lagi ia kemudian naik ke atas ranjangnya sambil membuka


laptopnya.

__ADS_1


Itu akan menjadi


senjatanya agar nanti jika Anggra datang ke kamarnya ia bisa beralasan dengan


mengotak-atik laptopnya agar terlihat sibuk.


Rencananya tak berjalan


dengan mulus, rasanya gadis itu akan berteriak histeris karena apa yang


diharapkannya tak terjadi sesuai dengan rencananya.


KAK ANGGARA!!!!!!


Wulan berteriak nama Kak


Anggara kemudian menerobos masuk ke kamarnya.


Terlihat wajah Anggara


sedang tertidur pulas layaknya anak kecil yang tak ingin di ganggu. Mulutnya terbuka


sedikit sampai bisa dikatakan jika Anggara sudah terlelap tidur dari tadi.


Ah rupanya dia sedang


tidur, pantas saja tak terlihat batang hidungnya


Wulan duduk di tepi


ranjang dekat dengan posisi tidur Anggara


Ia tak henti-hentinya


melihat wajah tampan Anggara, bahkan tangannya tak bisa diam. Tangannya memegang


pipi Anggara dengan lembut. Ada seulas senyum di pipi Wulan ketika memegang


bibir Anggara.


Ah bibir ini. Hihihi bibirnya


sangat menggoda berwarna pink


Tanpa di bantu Lipstik


atau pewarna bibir lainnya. Tangan Wulan memang tak bisa diam, ia penasaran


jika tak memegangnya.


Ini moment yang tidak


boleh di lewatkan,


Wulan mengambil ponsel


miliknya untuk memotret Anggara yang mulutnya terbuka saat tidur.


Cekrek... cekrek


Satu dua buah foto telah


berhasil di ambilnya membuat Wulan tersenyum puas


Tidak ada hal yang lain


yang membuat gadis itu terkejut


Anggara rupanya sudah


terbangun, dengan cepat ia langsung merampas handphone yang digunakan Wulan


sambil menarik tubuh gadis itu sampai jatuh berbaring di atas ranjang yang tadi


ia gunakan.


“Kkkk...kak Anggara ?


Deg...deg... deg....


Posisi mereka yang


membuat Wulan terkejut apalagi dengan jarak yang begitu dekat seperti sekarang


ini,


Jika tadi jarak wajah


mereka yang masih terpaut jauh sekarang berbeda, jarak wajah mereka sungguh


sangat dekat.


Posisi yang tentu


membuat merinding apalagi dengan ekspresi wajah nakal kak Anggara.


“Jangan memancingku


Wulan “, Kata Anggara dengan suara parau dengan hembusan nafas yang hangat.


"Apa ? memancing? Memangnya


aku berbuat apa tadi? ", tanya Wulan dengan suara gemetar


shutttt


tangan Anggra menutup Wulan agar tak mengatakan apapun

__ADS_1


"bukankah kau bilang sangat merindukan ku?


__ADS_2