Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 44


__ADS_3

Makan malam telah selesai, akhirnya para finalis boleh


istirahat kembali ke tempat masing-masing. Kamar Putri tentu terpisah dengan


Kamar Putra, dan perbedaan jarak antara kamar Putri dan kamar Putra cukup


terbilang sangat jauh. Kamar putri lebih jauh masuk kedalam lalu berbelok kiri,


sedangkan kamar putra langsung di temukan karena berhubung dekat dengan posisi


aula pada saat itu. Di dalam ruangan tersebut cukup luas mampu untuk menampung 13


gadis dan di tambah dengan 8 Senior yang menjadi panitia.


Disaat semua gadis tengah sibuk menghapus make up berbeda


dengan Wulan ia justru sibuk mencari jaringan sampai keluar minta izin karena


ingin menelpon. Untung saja dengan alasan ingin menelepon orang tua Wulan dapat


dengan mudah di izinkan namun tentu dengan syarat hanya di berikan waktu 15


menit lamanya.


Tanpa menunggu lama setelah mendapat jaringan Wulan


langsung menghubungi orang yang selama ini ia rindukan yang tak lain adalah


Dokter Anggra. Malam itu terasa dingin Wulan keluar mencari udara yang segar


tentu tak ada yang diluar karena semuanya sedang sibuk di kamar mereka


masing-masing untuk bersiap tidur, hanya penjaga atau yang bertugas menjadi


keamanan yang berjaga dan itupun mereka di area depan . Dengan keadaan yang cukup


membuat nyaman Wulan tak merasa takut meskipun hari sudah malam, karena biasanya gadis itu akan merasa takut jika sedang sendirian.


“Kak Anggra ? sudah tidur? Tanya Wulan dari telepon


“belum, ada apa?


“Aku merindukanmu kak “, Kata Wulan dengan penuh semangat


“yah aku juga sangat merindukanmu “, balas Anggra dari telepon.


Mendengar perkataan Anggra pipi Wulan langsung berubah


menjadi merah merona, ia tampaknya tak bisa menyembunyikan asmara cinta, sudah


seperti anak SMP yang sedang jatuh cinta Wulan tak bisa menahan perasaan yang


ada di dadanya. Ia sampai menutup mulutnya agar tak Berteriak.


Kak Anggra sangat merindukanku? Bukankah tadi aku hanya

__ADS_1


berkata merindukan tidak mengatakan sangat. Ahh rasanya aku ingin berteriak


saking senangnya.


“Aaaa


Teriak kecil Wulan telah membuat Anggra terkejut


“kau kenapa Wulan ?


“tidak kak, aku hanya... hanya melihat tikus tadi, yah tikus kecil dia berjalan di kakiku tadi”, Kata Wulan mencari alasan


“oh begitu rupanya, sekarang masuklah ke kamarmu aku tahu


kau sedang menyelinap keluar bukan?


“Tidak kak, aku tadi minta izin kok, oh iya aku menelepon


tentu ada alasannya! Tadi selama materi berlangsung aku bisa berani maju


kedepan untuk menjawab beberapa pertanyaan yang di ajukan tadi...


Wulan tak henti-hentinya menceritakan semua yang ia alami


tadi sampai akhirnya ia sampai lupa jika ia sudah berbicara dengan Anggra lebih


dari 15 menit lamanya.


“Kak Anggra menurutmu aku bagaimana sekarang? Tanya Wulan


dengan nada penuh keraguan.


jangan pernah mengingat apalagi mengungkit hal-hal yang akan membuatmu teringat


dengan masa lalumu yang kelam penuh kepahitan itu. Jangan lupa juga untuk


minum obatmu secara teratur “, Kata Anggra.


“tenang saja kak Aku akan selalu melakukan apapun yang


kau katakan, soal minum obat? itu masalah kecil “, Kata Wulan


“baguslah kalau begitu sekarang masuk ke ruangan tempat


kau beristirahat, dan jangan  lupa


sebelum tidur untuk minum obat. Sekarang aku juga akan segera tidur aku merasa


mengantuk dari tadi selamat malam, dan sampai jumpa Wulan"


tutut...


Belum sempat berkata ataupun menjawab Dokter Anggra sudah  langsung menutup teleponnya. Wulan tak ingin


menyerah ia mencoba untuk menelepon sekali lagi tapi semua sia-sia dokter Anggra

__ADS_1


rupanya sudah mematikan ponsel miliknya. Wulan hanya bisa menarik nafasnya


panjang-panjang.


Padahal aku belum mengutarakan semua isi perasaanku hari


ini pada Kak Anggra, aku juga bahkan belum sempat mengatakan selamat malam. aku


ingin bertanya juga soal Kak Anggra sudah makan malam ? seharian melakukan apa


saja? Bagaimana kabar kak Anggra dirumah? Aku bahkan belum sempat mengejek kak


Anggra


Tak disangka semua isi hati Wulan ia utarakan dengan


kata-kata membuat orang yang menepuk bahunya itu tentu mendengar semua ungkapan


isi hatinya itu.


“Hah “, Tepuk seseorang membuat Wulan berteriak karena


terkejut.


Aaaaaaaaahhh


“Kak Nando? Ternyata kak Nando rupanya “, Tangan Wulan


refleks memukul keras lengan Seniornya itu.


“maaf kak “, Kata Wulan yang tersadar dengan sikapnya


barusan tak sopan karena telah memukul seniornya apa lagi orang yang berdiri


didepannya ini adalah ketua panitia.


Tangan Wulan langsung di pegang oleh Nando karena ia


merasa kasihan melihat Wulan yang membungkuk sambil memohon maaf


“tidak apa-apa Wulan, aku yang salah tadi karena sudah mengagetkanmu dengan sengaja “, Kata Nando.


Wulan langsung menarik tangannya karena merasa risih ada


orang asing yang memegang tangannya tanpa izin.


“Kalau begitu aku permisi kembali kak “, Kata Wulan kemudian


beranjak pergi tapi pertanyaan Nando langsung membuat langkah kaki Wulan berhenti


“maaf aku lancang tapi aku mendengar sedikit


pembicaraanmu tadi di telepon, mengapa kau harus minum obat Wulan ? Tanya


Nando.

__ADS_1


Bersambung


Maaf yah belum sempat selipkan foto karena bakal lambat lulus reviewnya kalo pake gambar. semoga kalian mengerti yah....


__ADS_2