Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 52


__ADS_3

Hari mulai malam, tak terasa gadis itu sudah tidur selama hampir 3 jam


lamanya. Ada seulas senyum di wajahnya, walaupun baru bangun wajah gadis itu


masih terlihat begitu cantik layaknya baru selesai mandi. Wulan berjalan keluar


kamarnya melihat sekeliling rumah itu, semuanya masih berjalan dengan


lancar-lancar saja tapi tapi ketika dia mengetuk pintu kamar Anggara.


“Kak Anggara?... Kak Anggara?.....


Merasa Panggilannya tak di jawab oleh pemilik kamar tersebut Wulan langsung


merasa aneh sampai ada seorang pelayan yang mendekati kamar itu lalu terlihat


ia di tangannya membawa kunci kamar.


“Apa kau melihat kak Anggara? “, Tanya Wulan


Pelayan itu menjawab sambil menundukkan kepalanya dengan sopan


“Maaf Nona, Dokter Anggara telah meninggalkan rumah ini sekitar 2 atau 3


jam yang lalu “, Kata pelayan itu


Wajah Wulan langsung terkejut, rupanya ia tak bisa mendengarkan perkataan


pelayan itu barusan sehingga ia mengulangi pertanyaannya.


“Ka..Kak Anggara dimana? Bi..bisakah kau mengatakannya sekali lagi


kepadaku? “, kata Wulan dengan terbata-bata.


“Maafkan saya nona, saya hanya diberi tugas untuk membersihkan ruangan


kamar ini “, Pelayan itu lagi-lagi menundukkan kepalanya dengan sopan.


“kau pasti bercanda bukan.......”, teriak gadis itu dengan histeris


Bukannya tadi baik-baik saja?


Ayah... yah itu benar... ini pasti ulah ayah dan Bu Sherly !!


Suara ketukan pintu yang keras terdengar dari pintu ruang kerja Pak


Iskandar.


“Maaf tuan itu adalah Wulan apa yang harus saya...


Tangan Pak Iskandar hanya memberi kode jika ia memberi izin untuk memberi


kesempatan masuk.


Saat sekretaris itu membuka pintu terdengar jika Wulan sedang mengamuk di


luar, ia bahkan sampai mengaduh mulut antar pengawal diluar.


“Ada apa? Mengapa kalian menghalangiku?


“Maaf nona tapi anda tidak boleh masuk sembarangan di ruang kerja


“memangnya kalian pikir aku siapa? Apa aku seorang penjahat? Aku ini


anaknya! Aku ingin berbicara hal penting dengannya ! jangan menghalangiku! Teriak


Wulan menjadi jadi karena kedua pengawal itu tak memberinya izin untuk masuk


Saat pintu terbuka Wulan menatap ke arah sekretaris ayahnya


“biarkan nona muda masuk


Mendengar perintah sekretaris itu kedua pengawal yang tadinya menghalangi

__ADS_1


langsung memberi Wulan jalan.


Wulan pun langsung masuk ke ruangan itu dengan ekspresi wajah penuh amarah


“ada apa sayang? Mengapa kau sampai menemui ayah disini? Tumben sekali


“jangan pura-pura tidak mengerti ayah! Kau tahu apa maksud kedatanganku ini!


Suasana hening Pak Iskandar hanya bisa diam


“Wulan ayah..


“ayah mengapa kau mengusir Kak Anggara dari rumah ini?”, Suara gadis itu


gemetaran tampaknya ia sudah menahan semua amarahnya sejak lama, dengan kedua


tangan yang terkepal. Bahkan airmatanya tak mampu ia sembunyikan hingga jatuh


membasahi pipinya.


“ayah tidak mengusirnya, kau tahu bukan apa tujuan Anggara datang ke rumah


ini? Dia hanya melakukan pekerjaannya, jika kau masih sakit ia akan membantumu


dan dengan cara lebih mudah yaitu tinggal di rumah ini. Kau yang sudah berpikir


lebih terhadapnya”, Kata Pak Iskandar dengan wajah dingin


Lelaki tua itu tampak santai saat duduk di meja kerjanya sedangkan Wulan ia


masih berdiri mematung untuk memperjuangkan perasaannya.


“aku tidak ingin berdebat dengan ayah, jadi ku harap kembalikan kak Anggara


di rumah ini seperti semula.


“asal kau tahu bukan ayah yang mengusirnya pergi dari rumah, melainkan


Iskandar


“jangan berbohong ayah.. aku kenal baik dengan Kak Anggara dia tidak.......


Saat mendengar keributan di ruang kerja Ibu tiri Wulan langsung masuk ke


ruang kerja itu, ia menemukan fakta sesuai yang ia tahu jika gadis itu sudah


mengetahui Anggara telah meninggalkan rumah ini.


“dalam waktu dekat ini dia akan melanjutkan studinya di luar negeri, apa


kau tahu itu Wulan ?


Luar negeri? Kapan?kak Anggara tak pernah mengatakannya padaku


“dia sudah merencanakannya sejak lama, tapi masih terhalang karena kontrak


pekerjaan dengan ayahmu. Kau masih belum sembuh jadi bagaimana bisa ia pergi “,


Sambung ibu tiri dari belakang.


“kalian semua berbohong padaku.. mana mungkin kak Anggara tak mengatakannya


padaku jika...


Bu sherly tersenyum sinis ke arah Wulan


“kau bilang tadi mengenal Anggara dengan baik, bagaimana bisa hal seperti


ini ia tak mengatakannya padamu. Mungkin ia tak ingin mendapat masalah


“tidak... aku memang sudah mengenal baik kak Anggara hanya...


“Anggara takut jika akan mendapatkan masalah, dan aku rasa sumber masalah

__ADS_1


itu adalah kau Wulan


Perkataan Bu Sherly telak membuat gadis itu terpukul dan sakit hati. Hatinya


bagaikan di iris-iris mendengar perkataan yang dikeluarkan oleh Ibu tirinya.


Kak Anggara ingin berkuliah di luar negeri tapi semua terhambat karena aku?


Aku yang menjadi sumber masalahnya? Tapi mengapa ia tak mengatakannya padaku


jika selama ini aku hanya...


“jangan terlalu memikirkan tentang cinta monyetmu itu Wulan, umurmu masih


terlalu mudah...


Mendengar perkataan Pak Iskandar gadis itu berubah menjadi kehilangan


kendali


“aaaaaaahhhkk sudah berapa kali aku katakan jika sekarang aku benar-benar


mencintai Kak Anggara mengapa kalian selalu menganggapku sebagai anak yang


masih baru mengenal cinta??? Kalian selalu menganggapku robot!!!!


suara gadis itu mulai melemah,


Airmata yang tak berhenti jatuh membasahi pipi Wulan, hatinya terasa begitu


sakit, tangannya bergetar karena kondisi psikolognya mulai terganggu. Menyadari


hal itu Pak Iskandar mulai panik ia langsung menyuruh sekretarisnya untuk


mengambil air putih.


“Ambilkan air putih untuk Wulan segera... cepat...


Sekretaris itu langsung memberikan Wulan segelas air putih di tangannya,


tapi bukannya menerima dan berterima kasih gadis itu justru menghempaskan gelas itu


tepat di meja Pak Iskandar berada. Gelas yang ia hancurkan bersamaan dengan


tangannya, membuat tangannya terluka, darah mulai mengalir di tangan gadis itu, tapi Wulan tak menujukkan


kesakitan.


Terdengar suara kaca beling yang hancur, membuat para pelayan diluar dapat


mendengar jika di ruang kerja Pak iskandar sedang terjadi keributan yang hebat.


Untuk pertama kalinya gadis itu bertindak seperti itu atau bisa di bilang


hilang kendali, ia biasanya selalu menunjukkan sisi penurut dan pendiamnya. Bu Sherly sangat terkejut melihat perbuatan Wulan yang sudah kelewatan.


“APA YANG KAU LAKUKAN WULAN? KAU MELUKAI TANGANMU!


Wulan hanya tersenyum sinis ke arah ayahnya dan menjawab dengan santai


sambil melepaskan gelas kaca yang sudah hancur itu di atas meja


“jangan khawatir, hatiku lebih hancur dari pada tanganku ini. Silahkan lanjutkan


apa yang menjadi rencana kalian. Kalian memiliki rencana? Sama aku juga, aku


sudah mengambil keputusan jika mulai sekarang aku ingin tinggal bersama dengan


Ibu di Amerika. Ku harap kalian tak akan menganggu gugat keputusanku itu


Gadis itu keluar dari ruangan itu sambil membanting pintu itu dengan keras.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2