
Hari mulai malam, tak terasa gadis itu sudah tidur selama hampir 3 jam
lamanya. Ada seulas senyum di wajahnya, walaupun baru bangun wajah gadis itu
masih terlihat begitu cantik layaknya baru selesai mandi. Wulan berjalan keluar
kamarnya melihat sekeliling rumah itu, semuanya masih berjalan dengan
lancar-lancar saja tapi tapi ketika dia mengetuk pintu kamar Anggara.
“Kak Anggara?... Kak Anggara?.....
Merasa Panggilannya tak di jawab oleh pemilik kamar tersebut Wulan langsung
merasa aneh sampai ada seorang pelayan yang mendekati kamar itu lalu terlihat
ia di tangannya membawa kunci kamar.
“Apa kau melihat kak Anggara? “, Tanya Wulan
Pelayan itu menjawab sambil menundukkan kepalanya dengan sopan
“Maaf Nona, Dokter Anggara telah meninggalkan rumah ini sekitar 2 atau 3
jam yang lalu “, Kata pelayan itu
Wajah Wulan langsung terkejut, rupanya ia tak bisa mendengarkan perkataan
pelayan itu barusan sehingga ia mengulangi pertanyaannya.
“Ka..Kak Anggara dimana? Bi..bisakah kau mengatakannya sekali lagi
kepadaku? “, kata Wulan dengan terbata-bata.
“Maafkan saya nona, saya hanya diberi tugas untuk membersihkan ruangan
kamar ini “, Pelayan itu lagi-lagi menundukkan kepalanya dengan sopan.
“kau pasti bercanda bukan.......”, teriak gadis itu dengan histeris
Bukannya tadi baik-baik saja?
Ayah... yah itu benar... ini pasti ulah ayah dan Bu Sherly !!
Suara ketukan pintu yang keras terdengar dari pintu ruang kerja Pak
Iskandar.
“Maaf tuan itu adalah Wulan apa yang harus saya...
Tangan Pak Iskandar hanya memberi kode jika ia memberi izin untuk memberi
kesempatan masuk.
Saat sekretaris itu membuka pintu terdengar jika Wulan sedang mengamuk di
luar, ia bahkan sampai mengaduh mulut antar pengawal diluar.
“Ada apa? Mengapa kalian menghalangiku?
“Maaf nona tapi anda tidak boleh masuk sembarangan di ruang kerja
“memangnya kalian pikir aku siapa? Apa aku seorang penjahat? Aku ini
anaknya! Aku ingin berbicara hal penting dengannya ! jangan menghalangiku! Teriak
Wulan menjadi jadi karena kedua pengawal itu tak memberinya izin untuk masuk
Saat pintu terbuka Wulan menatap ke arah sekretaris ayahnya
“biarkan nona muda masuk
Mendengar perintah sekretaris itu kedua pengawal yang tadinya menghalangi
__ADS_1
langsung memberi Wulan jalan.
Wulan pun langsung masuk ke ruangan itu dengan ekspresi wajah penuh amarah
“ada apa sayang? Mengapa kau sampai menemui ayah disini? Tumben sekali
“jangan pura-pura tidak mengerti ayah! Kau tahu apa maksud kedatanganku ini!
Suasana hening Pak Iskandar hanya bisa diam
“Wulan ayah..
“ayah mengapa kau mengusir Kak Anggara dari rumah ini?”, Suara gadis itu
gemetaran tampaknya ia sudah menahan semua amarahnya sejak lama, dengan kedua
tangan yang terkepal. Bahkan airmatanya tak mampu ia sembunyikan hingga jatuh
membasahi pipinya.
“ayah tidak mengusirnya, kau tahu bukan apa tujuan Anggara datang ke rumah
ini? Dia hanya melakukan pekerjaannya, jika kau masih sakit ia akan membantumu
dan dengan cara lebih mudah yaitu tinggal di rumah ini. Kau yang sudah berpikir
lebih terhadapnya”, Kata Pak Iskandar dengan wajah dingin
Lelaki tua itu tampak santai saat duduk di meja kerjanya sedangkan Wulan ia
masih berdiri mematung untuk memperjuangkan perasaannya.
“aku tidak ingin berdebat dengan ayah, jadi ku harap kembalikan kak Anggara
di rumah ini seperti semula.
“asal kau tahu bukan ayah yang mengusirnya pergi dari rumah, melainkan
Iskandar
“jangan berbohong ayah.. aku kenal baik dengan Kak Anggara dia tidak.......
Saat mendengar keributan di ruang kerja Ibu tiri Wulan langsung masuk ke
ruang kerja itu, ia menemukan fakta sesuai yang ia tahu jika gadis itu sudah
mengetahui Anggara telah meninggalkan rumah ini.
“dalam waktu dekat ini dia akan melanjutkan studinya di luar negeri, apa
kau tahu itu Wulan ?
Luar negeri? Kapan?kak Anggara tak pernah mengatakannya padaku
“dia sudah merencanakannya sejak lama, tapi masih terhalang karena kontrak
pekerjaan dengan ayahmu. Kau masih belum sembuh jadi bagaimana bisa ia pergi “,
Sambung ibu tiri dari belakang.
“kalian semua berbohong padaku.. mana mungkin kak Anggara tak mengatakannya
padaku jika...
Bu sherly tersenyum sinis ke arah Wulan
“kau bilang tadi mengenal Anggara dengan baik, bagaimana bisa hal seperti
ini ia tak mengatakannya padamu. Mungkin ia tak ingin mendapat masalah
“tidak... aku memang sudah mengenal baik kak Anggara hanya...
“Anggara takut jika akan mendapatkan masalah, dan aku rasa sumber masalah
__ADS_1
itu adalah kau Wulan
Perkataan Bu Sherly telak membuat gadis itu terpukul dan sakit hati. Hatinya
bagaikan di iris-iris mendengar perkataan yang dikeluarkan oleh Ibu tirinya.
Kak Anggara ingin berkuliah di luar negeri tapi semua terhambat karena aku?
Aku yang menjadi sumber masalahnya? Tapi mengapa ia tak mengatakannya padaku
jika selama ini aku hanya...
“jangan terlalu memikirkan tentang cinta monyetmu itu Wulan, umurmu masih
terlalu mudah...
Mendengar perkataan Pak Iskandar gadis itu berubah menjadi kehilangan
kendali
“aaaaaaahhhkk sudah berapa kali aku katakan jika sekarang aku benar-benar
mencintai Kak Anggara mengapa kalian selalu menganggapku sebagai anak yang
masih baru mengenal cinta??? Kalian selalu menganggapku robot!!!!
suara gadis itu mulai melemah,
Airmata yang tak berhenti jatuh membasahi pipi Wulan, hatinya terasa begitu
sakit, tangannya bergetar karena kondisi psikolognya mulai terganggu. Menyadari
hal itu Pak Iskandar mulai panik ia langsung menyuruh sekretarisnya untuk
mengambil air putih.
“Ambilkan air putih untuk Wulan segera... cepat...
Sekretaris itu langsung memberikan Wulan segelas air putih di tangannya,
tapi bukannya menerima dan berterima kasih gadis itu justru menghempaskan gelas itu
tepat di meja Pak Iskandar berada. Gelas yang ia hancurkan bersamaan dengan
tangannya, membuat tangannya terluka, darah mulai mengalir di tangan gadis itu, tapi Wulan tak menujukkan
kesakitan.
Terdengar suara kaca beling yang hancur, membuat para pelayan diluar dapat
mendengar jika di ruang kerja Pak iskandar sedang terjadi keributan yang hebat.
Untuk pertama kalinya gadis itu bertindak seperti itu atau bisa di bilang
hilang kendali, ia biasanya selalu menunjukkan sisi penurut dan pendiamnya. Bu Sherly sangat terkejut melihat perbuatan Wulan yang sudah kelewatan.
“APA YANG KAU LAKUKAN WULAN? KAU MELUKAI TANGANMU!
Wulan hanya tersenyum sinis ke arah ayahnya dan menjawab dengan santai
sambil melepaskan gelas kaca yang sudah hancur itu di atas meja
“jangan khawatir, hatiku lebih hancur dari pada tanganku ini. Silahkan lanjutkan
apa yang menjadi rencana kalian. Kalian memiliki rencana? Sama aku juga, aku
sudah mengambil keputusan jika mulai sekarang aku ingin tinggal bersama dengan
Ibu di Amerika. Ku harap kalian tak akan menganggu gugat keputusanku itu
Gadis itu keluar dari ruangan itu sambil membanting pintu itu dengan keras.
Bersambung
__ADS_1