
Setelah berganti Pakaian santai Wulan pun terpaksa ikut makan malam dengan Anggie, jika bukan Karena Kak Anggra yang bermohon ia tak sudi untuk ikut dengan mereka.
"Naik Mobilmu saja Anggra, aku tadi datang dengan Taksi Online. Jadi bisakan naik Mobilmu?", Kata Leon
"Yah terserah kau saja", kata Anggra.
Wulan pun duduk di depan bersama dengan Anggra sedangkan Leon duduk di kursi kedua bersama dengan Anggie.
Sebenarnya apa hubungan Wulan dengan Kak Anggara? Ini mobil Kak Anggara tapi di penuhi dengan barang-barang Wulan. Apa mereka pacaran? Tapi Kak Anggra tidak pernah cerita kalo ia sedang dekat dengan Seorang wanita. Dan Wulan tentu saja memiliki hubungan dengan Mattew.
Apa sebelumnya terjadi hal yang besar sampai aku melewatkannya? Apa dia sekarang sudah putus dengan Kak Mattew?? Dan sekarang menjalin hubungan dengan Kak Anggara.
Lagi-lagi begitu banyak pertanyaan menganggu kepala Anggie.
"Kak Leon? Kita mau ke mana?", Tanya Anggie kepada Leon.
Tuh kan Anggie saja memanggil Pak Leon dengan Sebutan 'Kak' terus mengapa aku tidak boleh? Bukankah kami sama-sama mahasiswa? Ih dasar pilih-pilih kasih gumam Wulan dalam hati.
"Tenang saja,
Anggara sudah tahu dimana Tempat Restaurant itu berada", kata Leon.
Setelah menempuh perjalanan kurang dari 15 menit akhirnya mereka pun sampai di suatu tempat Restaurant yang begitu indah. Restaurant itu tampak di hiasi dengan pernah-pernik yang romantis, ada beberapa tema couple yang tampaknya di kunjungi oleh beberapa pasangan mulai dari yang pacaran sampai ada yang sudah menikah.
Saat memasukinya Anggra tampak begitu terusik dengan suasana Restaurant itu.
"Apa kau sedang sakit sampai memilih Restaurant ini untuk kita kunjungi?", Kata Anggra sambil mengerutkan keningnya Karena merasa kesal.
"Yah berhubungan kita datang dengan pasang-pasangan jadi ku rasa tidak ada salahnya", Kata Leon terlihat seperti mencari alasan.
__ADS_1
Mereka pun duduk di sebuah meja yang ternyata di sediakan khusus untuk Double date, membuat Mereka tampak terlihat bingung.
"Ini beneran Mbak? Kenapa meja kita di hiasi dengan tema Romantis seperti ini?", Tanya Anggie dengan bingung.
"Iya Kak, berhubung ini Hari Pertama Restaurant ini buka jadi semua Ruangan dan meja kami hiasi dengan Pernah-pernik Romantis. Dan kalian adalah Double date yang beruntung hingga mendapat meja khusus ini", kata salah satu pelayan di Restaurant itu.
"Ah begitu rupanya pantas saja Terima kasih Mbak", kata Anggie dengan malu.
Mereka berempat pun duduk sambil memesan beberapa makanan yang akan di pesan nanti. Karena lama menunggu akhirnya Leon pun mengangkat sebuah perbincangan agar suasana itu tidak sehening kuburan Karena sepi.
"Anggara sejak kapan kau menjadi Dokter Pribadi Wulan?", Tanya Leon memecahkan keheningan suasana di meja itu.
"Entahlah mungkin sekitar 3 bulan yang lalu", kata Anggara dengan singkat.
"Dokter Pribadi? Siapa yang sakit? Tanya Anggie dengan Ekspresi bingung
Siapa yang sakit? Apa Wulan? Tapi bukankah Kak Anggara Seorang Psikiater? Apa jangan-jangan Wulan mengalami...
"Dia..
"Oh yah ngomong-ngomong. Bagaimana kabarmu Anggara? Sudah lama aku tidak mendengar kabarmu dengan Priskila ", Kata Leon
Priskila? Siapa dia Gumam Wulan dalam hati
"Aku sudah lama tak berhubungan dengan dia, bagaimana dengan mu? Apakah dia tak kembali bersamamu?", Tanya Kembali Anggra membuat Ekspresi Wajah Leon berubah.
"Sudah lah jangan membahasnya lagi", kata Leon dengan Canggung.
"Siapa dia Kak? ", Tanya Wulan
__ADS_1
"Dia.. dia bukan siapa-siapa. Hanya teman lama", kata Anggra.
Bohong.. kau bahkan tak bisa memandang mataku dengan benar, sudah terlihat jelas jika kau memiliki masa lalu dengannya.
Ah kak Anggra aku membencimu kau selalu menyembunyikan hal Pribadi mu dariku.
Wulan tak henti-hentinya memaki Anggra dalam hati.
"Kak Leon? Priskila teman kuliahmu?", Tanya Anggie tak kalah penasaran.
"Yah begitulah", kata Leon sambil tersenyum
Mereka makan sampai habis tidak ada keributan sama sekali yang terjadi karena tampaknya Baik Wulan ataupun Anggie terlihat Cemberut saat mendengar sosok Priskila tadi yang mereka sebut.
"Aku permisi ke Toilet dulu", kata Wulan kemudian beranjak pergi.
Sesampainya di Toilet tak di sangka Anggie mengikutinya dari belakang, ia sibuk mencuci tangannya sambil merapikan Baju dan rambutnya.
"Apa kau kenal sama Priskila?", Tanya Wulan
"Tidak, tapi aku pernah mendengar namanya Pada Kak Anggara", kata Anggie
"Jangan terlalu dekat dengan Kak Anggara", sambung Anggie.
Kata-katanya membuat Wulan tampak kesal dibuatnya.
"Mengapa? Apa urusanmu jika aku dekat dengannya?", Kata Wulan dengan judes.
"Aku tidak akan pernah membiarkan kau dekat dengannya", kata Anggie kemudian beranjak pergi.
__ADS_1
Anggie? Jangan katakan lagi jika kau mencintai orang yang sama dengan yang kucintai juga. Dunia ini terlalu luas untuk kita berdua memperebutkan.