Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 50


__ADS_3

Saat menuruni tangga


terlihat ada senyuman manis di wajah gadis itu. Dengan pakaian yang rapi


terlihat ia baru saja selesai membersihkan diri.


“Ayah?


sebuah sambutan yang


langkah baru saja terjadi sore itu. Bukan hanya sambutan biasa melainkan di


sertai dengan pelukan yang sudah lama tak pernah di rasakan oleh Pak Iskandar.


Lelaki tua itu masih


menunjukkan wajah keterjutannya saat melihat Tingkah anak perempuannya ini.


“ayah? Apa kabar? Aku


sangat merindukanmu “, Kata Wulan yang masih belum melepaskan pelukannya itu.


Pak Iskandar akhirnya


memegang wajah Wulan karena masih merasa heran.


“Wulan? Apa kau


baik-baik saja? Maksudku adalah bagaimana kabarmu selama karantina? “, Tanya


Pak Iskandar dengan senyum kebahagiaan di wajahnya yang tak bisa ia sembunyikan.


“karantina? Semuanyavberjalan dengan lancar...


“Ayah tak percaya kau sudah banyak berubah


Seulas senyum masih menghiasi wajah lelaki tua itu


“itu semua berkat Kak


Anggara ayah... um maksudku Dokter Anggara “, Kata Wulan dengan senyum


malu-malu.


“Anggara? Ah benar juga dimana dia? Panggilkan kemari


Tak menunggu waktu yang


lama Anggara sudah ada di ruang tamu.


“Maaf membuat anda menunggu Pak Iskandar “, Kata Anggara menundukkan kepalanya dengan sopan.


“Tidak apa-apa


Pak Iskandar hanya


membalas senyum dengan ramah.


Tidak lama kemudian ibu


tiri Wulan keluar kamar kemudian duduk bersama dengan Pak Iskandar.


“sayang mengapa kau


belum berganti pakaian?


Tangan wanita itu tak


henti-hentinya membelai rambut suaminya, rupanya ia sedang menebar kemesraan di


depan Wulan.


“Ibu bagaimana kabarmu sekarang?


Tanya Wulan tentu membuat Bu Sherly terkejut.


Apa? Tumben sekali gadis


licik ini menegurku duluan, apalagi dengan senyuman yang munafik begitu


“sayang, Wulan sekarang


sudah banyak berubah”, Kata Pak Iskandar.


“Be..berubah apa maksudmu?


“Ada apa? Apa ibu tiriku


ini tidak senang dengan keadaan ku yang sudah tidak gila ini? “, Kata Wulan


telak membuat Bu Sherly sampai membelalakkan matanya.


“ka...kau pasti sedang bercanda Wulan


aa..aku tidak pernah menganggapmu gila


suara Bu Sherly Gemetaran seolah ia sedang memandang Wulan sebagai masalah yang besar bagi hidupnya.


Wulan tak


memperdulikannya, ia hanya memasang senyum di penuhi kemenangan. Bagaimanapun Pak Iskandar akan tetap di pihak Wulan sampai kapan pun itu, jika dulu memang dia selalu di anggap sebagai orang gila yang tak bisa apa-apa tapi sekarang


berbeda jika gadis itu telah sembuh total. Yah walaupun belum sepenuhnya tapi ia sudah bisa di katakan telah berubah. Lebih tepatnya


tidak sedingin dulu.


Wulan memegang lengan


Anggara dengan senyum malu-malu


“Ayah seperti yang kau


lihat sekarang aku sudah mulai berubah tidak seperti dulu lagi, aku ingin


mengatakan sesuatu kepadamu tentang hubungan asmaraku “.


Pak Iskandar rupanya tak

__ADS_1


ingin memberikan kesempatan Wulan untuk melanjutkan pembicaraannya


“aku sudah mengambil


kesimpulan, untuk sekarang karena kau sudah berubah ada baiknya jika Dokter


Anggara akan kembali tinggal dirumahnya sendiri “, Simpul langsung Pak


Iskandar.


Wajah Wulan berubah,


gadis itu tampaknya kesal saat mendengar apa yang dikatakan ayahnya.


“apa maksud ayah? Kak


Anggara tak akan tinggal lagi disini?”, tanya Wulan tak percaya


“yah itu benar, dia akan


kembali ke rumahnya sekarang. Hanya itu yang akan ayah Katakan silahkan kembali


kekamarmu Wulan”, Baru akan berdiri Wulan langsung menahan tangan Pak Iskandar.


“tidak ayah! Kau tidak


boleh begitu! Aku baru saja ingin mengatakan tentang hubungan ku dengan


seseorang yang ingin ku perkenalkan sebagai pacarku !


“Siapa pacar yang ingin


kau kenalkan Wulan? Jangan pikir karena kau sudah menjadi orang yang normal kau


bisa dengan mudahnya meminta izin untuk berpacaran dengan seseorang yang bahkan


latar belakangnya tak jelas “, Kata Bu Sherly Dengan senyuman sinis ke arah


Wulan.


“ayah kau pernah


mengatakan padaku bukan?


jika kau tak akan pernah melarangku berpacaran? Maka dari itu


aku rasa kau harus mengenal siapa pacarku “, Kata Wulan dengan serius.


suasana mulai menegang


Pak Iskandar hanya memandang wajah Wulan dengan senyuman sambil membelai rambut


gadis itu dengan lembut.


“ayah sudah capek,


silahkan berpacaran dengan siapa saja yang penting jangan pernah merusak nama


baik keluarga “, Kata Pak Iskandar kemudian masuk ke kamarnya.


Pak Iskandar masuk ke


ruang tamu itu.


“Kak Anggara aku rasa


ayah menyetujui hubungan kita “, Senyum Wulan sambil memeluk tubuh Anggara.


“yah itu benar


Anggara hanya tersenyum


menanggapi perkataan Wulan, ia hanya diam ketika Wulan memeluknya sambil mengambil nafas panjang-panjang.


Tiba-tiba ada dua


pelayan datang mendekati Wulan


“Maaf Nona muda, anda


harus kembali kekamar sesuai dengan perintah tuan besar “, Kata salah satu


pelayan itu


“kembali kekamar? Ada


apa? Mengapa? Aku tidak sedang ingin berada di kamar biarkan aku....


Tanpa di sadari dua


pelayan itu memegang kedua lengan Wulan dengan secara paksa agar gadis itu mau


menurut untuk kembali ke kamarnya.


“Heii... jangan


menyentuhku aku bisa kembali ke kamarku sendiri! Lepaskan tanganku!


“Wulan kumohon menurut


saja, dan kembalilah kekamarmu


Mendengar perkataan


Dokter Anggara Wulan pun menurutinya, tapi terlihat jelas jika gadis itu tak


ingin melepaskan tangan Anggara.


“Biarkan aku yang


mengantarnya kekamar “, Kata Anggara kepada dua pelayan itu


Kedua pelayan itu


menunduk memberi hormat sebelum pergi.


Wulan pun naik

__ADS_1


kekamarnya menurut saja dalam pikiran gadis itu mungkin ia akan


bersenang-senang nanti di kamar.


Wulan tersenyum senang


saat memasuki kamarnya, ia melihat ke sekeliling arahnya jika ada orang, dan


saat melihat suasana telah aman ia langsung memeluk Anggara


“Kak Anggara ?


Wulan menatap wajah


Anggara dengan serius


“apa kau benar-benar akan pergi?


Anggara hanya memasang


senyum manisnya lalu kemudian memeluk tubuh mungil gadis itu


“aku tak akan pergi


kemana-mana bukankah aku akan selalu berada di hatimu?


Wulan merasa senang


sekaligus merasa tenang. Hatinya yang khawatir mendadak berubah saat


mendengarnya.


Anggara mencium kening


Wulan untuk memberi jeda agar gadis itu tak akan memikirkan macam-macam lagi.


“Istirahatlah, aku tahu


kau pasti lelah “, Kata Anggara kemudian keluar dari kamar Wulan.


Wulan hanya menatap


kepergian Anggara dengan senyuman, entah apa yang menjadi dorongan hingga


gadis itu tak ingin melihat Anggara pergi begitu saja. Tangannya langsung menarik


Anggara agar masuk ke kamarnya kembali dan tak lupa ia menutup rapat-rapat


pintu kamar nya.


“Wulan apa yang...


Tak memberi kesempatan


Wulan langsung mencium bibir Anggara, perlahan ciuman itu mulai berlabuh


semakin dalam sampai ia lupa diri.


Anggara tak menolaknya ia justru membalas ciuman itu.


Aku hanya ingin


meninggalkan cinta yang tulus untukmu, ku harap ini akan menjadi kenangan yang


manis untuk kita kenang bersama Wulan. Karena seperti yang kau ketahui aku tak


akan pernah pantas untuk bersama denganmu.....


Hari mulai malam,


seluruh ruangan mulai gelap hanya di bantu dengan bantuan cahaya lampu hingga


bisa orang-orang yang berlalu lalang dapat melihat jelas.


Gadis itu masih tertidur


pulas, rupanya ciuman Anggara sungguh bisa membuat gadis itu terlelap dalam


tidur indahnya. Wulan tidak mengetahui apa maksud Anggara tadi yang bersifat baik dan


lembut padanya tapi cepat atau lambat ia pasti bisa akan belajar.


Semua aktivitas dirumah


masih berjalan seperti biasa, hari itu memang hari yang langkah bagi semua


orang karena Tuan besar ada di rumah di jam yang masih terbilang tak biasa seperti jam mereka pulang. Semua orang tahu jika Pak


Iskandar tak memiliki cukup waktu untuk bersantai dirumah, karena mengingat


pekerjaannya yang selalu membuatnya begitu sibuk.


Pak Iskandar masih duduk di sofa ruang kerjanya


“Dimana Wulan? Tanya ia


kepada sekretarisnya.


“Nona muda sedang berada


di kamarnya, ia sedang tidur “, Kata Sekretaris itu.


“Lalu bagaimana?


“Ia sudah kembali 30 menit yang lalu, rupanya sebelum pergi ia bertemu dengan Nona Muda sampai Nona


tertidur dan ia tak tahu apa-apa tentang rencana ini Tuan.


Rupanya jawaban


sekretaris itu tak cukup di terima oleh Pak Iskandar.


“hanya itu?


“jangan sampai membuat


Wulan tahu jika aku yang memisahkan mereka berdua dan aku tak ingin jika gadis itu

__ADS_1


membenciku!


Bersambung


__ADS_2