
Saat menuruni tangga
terlihat ada senyuman manis di wajah gadis itu. Dengan pakaian yang rapi
terlihat ia baru saja selesai membersihkan diri.
“Ayah?
sebuah sambutan yang
langkah baru saja terjadi sore itu. Bukan hanya sambutan biasa melainkan di
sertai dengan pelukan yang sudah lama tak pernah di rasakan oleh Pak Iskandar.
Lelaki tua itu masih
menunjukkan wajah keterjutannya saat melihat Tingkah anak perempuannya ini.
“ayah? Apa kabar? Aku
sangat merindukanmu “, Kata Wulan yang masih belum melepaskan pelukannya itu.
Pak Iskandar akhirnya
memegang wajah Wulan karena masih merasa heran.
“Wulan? Apa kau
baik-baik saja? Maksudku adalah bagaimana kabarmu selama karantina? “, Tanya
Pak Iskandar dengan senyum kebahagiaan di wajahnya yang tak bisa ia sembunyikan.
“karantina? Semuanyavberjalan dengan lancar...
“Ayah tak percaya kau sudah banyak berubah
Seulas senyum masih menghiasi wajah lelaki tua itu
“itu semua berkat Kak
Anggara ayah... um maksudku Dokter Anggara “, Kata Wulan dengan senyum
malu-malu.
“Anggara? Ah benar juga dimana dia? Panggilkan kemari
Tak menunggu waktu yang
lama Anggara sudah ada di ruang tamu.
“Maaf membuat anda menunggu Pak Iskandar “, Kata Anggara menundukkan kepalanya dengan sopan.
“Tidak apa-apa
Pak Iskandar hanya
membalas senyum dengan ramah.
Tidak lama kemudian ibu
tiri Wulan keluar kamar kemudian duduk bersama dengan Pak Iskandar.
“sayang mengapa kau
belum berganti pakaian?
Tangan wanita itu tak
henti-hentinya membelai rambut suaminya, rupanya ia sedang menebar kemesraan di
depan Wulan.
“Ibu bagaimana kabarmu sekarang?
Tanya Wulan tentu membuat Bu Sherly terkejut.
Apa? Tumben sekali gadis
licik ini menegurku duluan, apalagi dengan senyuman yang munafik begitu
“sayang, Wulan sekarang
sudah banyak berubah”, Kata Pak Iskandar.
“Be..berubah apa maksudmu?
“Ada apa? Apa ibu tiriku
ini tidak senang dengan keadaan ku yang sudah tidak gila ini? “, Kata Wulan
telak membuat Bu Sherly sampai membelalakkan matanya.
“ka...kau pasti sedang bercanda Wulan
aa..aku tidak pernah menganggapmu gila
suara Bu Sherly Gemetaran seolah ia sedang memandang Wulan sebagai masalah yang besar bagi hidupnya.
Wulan tak
memperdulikannya, ia hanya memasang senyum di penuhi kemenangan. Bagaimanapun Pak Iskandar akan tetap di pihak Wulan sampai kapan pun itu, jika dulu memang dia selalu di anggap sebagai orang gila yang tak bisa apa-apa tapi sekarang
berbeda jika gadis itu telah sembuh total. Yah walaupun belum sepenuhnya tapi ia sudah bisa di katakan telah berubah. Lebih tepatnya
tidak sedingin dulu.
Wulan memegang lengan
Anggara dengan senyum malu-malu
“Ayah seperti yang kau
lihat sekarang aku sudah mulai berubah tidak seperti dulu lagi, aku ingin
mengatakan sesuatu kepadamu tentang hubungan asmaraku “.
Pak Iskandar rupanya tak
__ADS_1
ingin memberikan kesempatan Wulan untuk melanjutkan pembicaraannya
“aku sudah mengambil
kesimpulan, untuk sekarang karena kau sudah berubah ada baiknya jika Dokter
Anggara akan kembali tinggal dirumahnya sendiri “, Simpul langsung Pak
Iskandar.
Wajah Wulan berubah,
gadis itu tampaknya kesal saat mendengar apa yang dikatakan ayahnya.
“apa maksud ayah? Kak
Anggara tak akan tinggal lagi disini?”, tanya Wulan tak percaya
“yah itu benar, dia akan
kembali ke rumahnya sekarang. Hanya itu yang akan ayah Katakan silahkan kembali
kekamarmu Wulan”, Baru akan berdiri Wulan langsung menahan tangan Pak Iskandar.
“tidak ayah! Kau tidak
boleh begitu! Aku baru saja ingin mengatakan tentang hubungan ku dengan
seseorang yang ingin ku perkenalkan sebagai pacarku !
“Siapa pacar yang ingin
kau kenalkan Wulan? Jangan pikir karena kau sudah menjadi orang yang normal kau
bisa dengan mudahnya meminta izin untuk berpacaran dengan seseorang yang bahkan
latar belakangnya tak jelas “, Kata Bu Sherly Dengan senyuman sinis ke arah
Wulan.
“ayah kau pernah
mengatakan padaku bukan?
jika kau tak akan pernah melarangku berpacaran? Maka dari itu
aku rasa kau harus mengenal siapa pacarku “, Kata Wulan dengan serius.
suasana mulai menegang
Pak Iskandar hanya memandang wajah Wulan dengan senyuman sambil membelai rambut
gadis itu dengan lembut.
“ayah sudah capek,
silahkan berpacaran dengan siapa saja yang penting jangan pernah merusak nama
baik keluarga “, Kata Pak Iskandar kemudian masuk ke kamarnya.
Pak Iskandar masuk ke
ruang tamu itu.
“Kak Anggara aku rasa
ayah menyetujui hubungan kita “, Senyum Wulan sambil memeluk tubuh Anggara.
“yah itu benar
Anggara hanya tersenyum
menanggapi perkataan Wulan, ia hanya diam ketika Wulan memeluknya sambil mengambil nafas panjang-panjang.
Tiba-tiba ada dua
pelayan datang mendekati Wulan
“Maaf Nona muda, anda
harus kembali kekamar sesuai dengan perintah tuan besar “, Kata salah satu
pelayan itu
“kembali kekamar? Ada
apa? Mengapa? Aku tidak sedang ingin berada di kamar biarkan aku....
Tanpa di sadari dua
pelayan itu memegang kedua lengan Wulan dengan secara paksa agar gadis itu mau
menurut untuk kembali ke kamarnya.
“Heii... jangan
menyentuhku aku bisa kembali ke kamarku sendiri! Lepaskan tanganku!
“Wulan kumohon menurut
saja, dan kembalilah kekamarmu
Mendengar perkataan
Dokter Anggara Wulan pun menurutinya, tapi terlihat jelas jika gadis itu tak
ingin melepaskan tangan Anggara.
“Biarkan aku yang
mengantarnya kekamar “, Kata Anggara kepada dua pelayan itu
Kedua pelayan itu
menunduk memberi hormat sebelum pergi.
Wulan pun naik
__ADS_1
kekamarnya menurut saja dalam pikiran gadis itu mungkin ia akan
bersenang-senang nanti di kamar.
Wulan tersenyum senang
saat memasuki kamarnya, ia melihat ke sekeliling arahnya jika ada orang, dan
saat melihat suasana telah aman ia langsung memeluk Anggara
“Kak Anggara ?
Wulan menatap wajah
Anggara dengan serius
“apa kau benar-benar akan pergi?
Anggara hanya memasang
senyum manisnya lalu kemudian memeluk tubuh mungil gadis itu
“aku tak akan pergi
kemana-mana bukankah aku akan selalu berada di hatimu?
Wulan merasa senang
sekaligus merasa tenang. Hatinya yang khawatir mendadak berubah saat
mendengarnya.
Anggara mencium kening
Wulan untuk memberi jeda agar gadis itu tak akan memikirkan macam-macam lagi.
“Istirahatlah, aku tahu
kau pasti lelah “, Kata Anggara kemudian keluar dari kamar Wulan.
Wulan hanya menatap
kepergian Anggara dengan senyuman, entah apa yang menjadi dorongan hingga
gadis itu tak ingin melihat Anggara pergi begitu saja. Tangannya langsung menarik
Anggara agar masuk ke kamarnya kembali dan tak lupa ia menutup rapat-rapat
pintu kamar nya.
“Wulan apa yang...
Tak memberi kesempatan
Wulan langsung mencium bibir Anggara, perlahan ciuman itu mulai berlabuh
semakin dalam sampai ia lupa diri.
Anggara tak menolaknya ia justru membalas ciuman itu.
Aku hanya ingin
meninggalkan cinta yang tulus untukmu, ku harap ini akan menjadi kenangan yang
manis untuk kita kenang bersama Wulan. Karena seperti yang kau ketahui aku tak
akan pernah pantas untuk bersama denganmu.....
Hari mulai malam,
seluruh ruangan mulai gelap hanya di bantu dengan bantuan cahaya lampu hingga
bisa orang-orang yang berlalu lalang dapat melihat jelas.
Gadis itu masih tertidur
pulas, rupanya ciuman Anggara sungguh bisa membuat gadis itu terlelap dalam
tidur indahnya. Wulan tidak mengetahui apa maksud Anggara tadi yang bersifat baik dan
lembut padanya tapi cepat atau lambat ia pasti bisa akan belajar.
Semua aktivitas dirumah
masih berjalan seperti biasa, hari itu memang hari yang langkah bagi semua
orang karena Tuan besar ada di rumah di jam yang masih terbilang tak biasa seperti jam mereka pulang. Semua orang tahu jika Pak
Iskandar tak memiliki cukup waktu untuk bersantai dirumah, karena mengingat
pekerjaannya yang selalu membuatnya begitu sibuk.
Pak Iskandar masih duduk di sofa ruang kerjanya
“Dimana Wulan? Tanya ia
kepada sekretarisnya.
“Nona muda sedang berada
di kamarnya, ia sedang tidur “, Kata Sekretaris itu.
“Lalu bagaimana?
“Ia sudah kembali 30 menit yang lalu, rupanya sebelum pergi ia bertemu dengan Nona Muda sampai Nona
tertidur dan ia tak tahu apa-apa tentang rencana ini Tuan.
Rupanya jawaban
sekretaris itu tak cukup di terima oleh Pak Iskandar.
“hanya itu?
“jangan sampai membuat
Wulan tahu jika aku yang memisahkan mereka berdua dan aku tak ingin jika gadis itu
__ADS_1
membenciku!
Bersambung