
Pagi itu terasa sangat menyenangkan, Cuaca yang cerah dengan ditandai dengan adanya
Udara yang terasa kering, serta sinar matahari terasa terik karena tidak ada awan. Suhu udara saat cuaca cerah tidak terlalu tinggi, dan memang terasa dingin pada malam hari. Cuaca cerah pagi itu tidak terlihat ada tanda-tanda akan turun hujan.
Dokter Anggra sudah bangun pagi-pagi memasak sarapan yang nanti akan dibawah oleh Wulan. Ia memasak Nasi goreng spesial untuk di bawah nanti oleh Wulan. Saat Dokter Anggra sibuk di dapur berbeda dengan Wulan, ia masih tenggelam dalam mimpi indahnya.
Mobil telah bersiap untuk berangkat, Sarapan yang di masak bahkan juga telah selesai. Anggra menunggu Kedatangan Wulan di bawah. Saat menuruni tangga Wulan tak bisa menyembunyikan senyum kebahagiaannya itu. Tak henti-hentinya ia menyebarkan pedona kecantikannya pagi itu.
Dokter Anggra pun memasukkan beberapa barang bawaan keperluan Wulan nanti disana. Setelah selesai Mereka pun meninggal rumah dan melajukan Mobil untuk menuju Fakultas Tempat Karantina nanti di adakan.
Saat di mobil
"Kak Anggra? Kak tidak lupa kan dengan janji semalam?", Kata Wulan yang masih memasang ekspresi Wajah bahagia.
"Janji? Maksudmu janji seperti apa?", Tanya Dokter Anggra berlagak sok lupa dengan kejadian semalam.
Puk...
Wulan menepuk lengan Anggra dengan keras. Ia tampak kesal mendengar perkataan Anggra.
"Kak Anggra gimana sih! Masa soal semalam lupa! ", Kata Wulan dengan cemberut.
"Hahaha aku cuma bercanda Wulan, jangan di masukkan di dalam hati", kata Anggra kemudian memegang tangan Wulan dengan erat tapi masih tetap focus mengemudi.
Wajah Wulan bersemu merah saat melihat Anggra Langsung memegang tangannya. Suasana dalam mobil langsung berubah menjadi romantis, Rasanya Wulan mendapat keadaan yang langkah dihidupnya. Merasakan cinta yang terbalaskan sungguh terasa begitu langkah dihidupnya, Karena kalian tahu betul soal hubungan Wulan sebelumnya yang tak pernah berhasil.
Wulan sudah mulai Berkembang maju lebih cepat sekarang, mungkin karena motivasi dan dorongan dari orang tercinta salah satunya Anggra.
"Semangat untuk hari pertama mu karantina Wulan, ingat bukan dengan perkataanku? Selalu terlihat aktif dalam kegiatan apapun, membantu orang lain dan mencoba lebih dekat dengan mereka, yang terutama yakinlah jika aku selalu berada di sisimu", kata Anggra.
"Tenang saja kak.
Meskipun perkataan Wulan singkat namun mengandung makna yang mendalam, Anggra sangat bersyukur melihat Wulan sekarang sudah tak terlihat seperti robot. Ia sekarang sudah bisa menunjukkan segala emosi yang ia rasakan.
__ADS_1
"Kenapa kak Anggra senyum-senyum sendiri begitu? Kak Anggra terlihat sungguh menyeramkan", kata Wulan membuat mereka berdua tak bisa menahan tawa di dalam mobil.
Akhirnya mereka pun sampai di depan Fakultas, membuat Wulan tampak tak ingin untuk melangkah keluar dari mobil.
"Wulan ingat dengan janji kita bukan? Aku akan memberikan jawaban tentang perasaanku setelah kau pulang dari karantina, jadi semangatlah ", Kata Anggra.
Benar juga, aku tidak boleh sampai lupa dengan janji itu, karantina ini hanya berlangsung selama 3 hari,
3 hari tidak bertemu dengan kak Anggra sungguh tak akan membuat ku kehilangan dirinya. Yah hanya selama 3 hari gumam Wulan dalam hati.
"Baiklah kak, Jangan lupa untuk selalu mengabariku", Kata Wulan.
"Memangnya kalian diizinkan untuk menggunakan telepon genggam? Bukannya itu di larang?
"Ah benar juga, tapi berjanjilah tunggu kepulangan ku di rumah. Tunggu sampai aku kembali", Kata Wulan dengan wajah cemas.
"Hahaha tenang saja, aku akan selalu di rumah sampai kau pulang nanti ", kata Anggra kemudian mengecup kening Wulan.
"Terima kasih kak, Kalau begitu aku pergi dulu yah ", Ucap Selama tinggal Wulan tampaknya tak bisa di terima Anggra.
"Haruskah kita melanjutkannya di
rumah? ", Kata Anggra dengan Nada sensual.
"Ayo kak", Kata Wulan tak mau kalah
Anggra hanya menjawab perkataan Wulan dengan tertawa terbahak-bahak.
Dasar anak ini tak bisa mengendalikan dirinya
"lalu bagaimana dengan Karantina ?
"tidak usah di lanjutkan kak
__ADS_1
"Bodoh! Sudah ayo turun. Jika tidak nanti orang-orang akan curiga dengan aktivitas kita yang mencurigakan di dalam mobil.
Wulan pun turun dari Mobil, dan Anggra membawa Segala barang Wulan di Lobby, tempat yang telah di tentukan oleh para senior. Tampaknya sudah hadir beberapa Peserta di sana sampai terlihat Anggie yang menatap kedatangan Wulan dengan Wajah sinis.
"Kak Anggra? Kok datang gak bilang-bilang sebelumnya?", Kata Anggie
"Mengapa harus mengabarimu dulu? Kak Anggra datang bukan karena ingin bertemu dengan mu! ", kata Wulan
"Aku datang untuk mengantar Wulan, Oh yah
kalian berdua Jangan lupa untuk saling support satu sama lain ", Kata Anggra membuat Wulan dan Anggie kesal.
Cih amit-amit jika harus saling support dengan Wulan, membayangkan saja aku merasa Geli, apa jadinya jika itu terjadi.
Kedua gadis itu tampak jelas tak saling akur, sampai ada beberapa orang yang membicarakan tentang mereka.
*Memangnya mengapa sampai Anggie begitu membenci Wulan? pasti Wulan melakukan sebuah kesalahan fatal padanya.
Aku dengar mereka dulu teman baik tapi entah mengapa sekarang berubah menjadi saling membenci
Aneh sekali melihat mereka berdua.
aku rasa Pria tampan itu sedang di rebut oleh kedua gadis itu, Tampaknya Wulan yang menang sehingga Anggie m membencinya*.
Percakapan itu tak ada yang ingin mengalah membuat Anggra yang memutuskan untuk mengakhiri perselisihan yang saling melawan argumen.
"Sudah-sudah, Aku pulang dulu. Jangan lupa untuk tetap semangat Wulan", Kata Anggra sambil senyum ke arah Wulan.
ehem....
Anggra pun menatap Anggie,
"Jangan lupa untuk tetap semangat juga Anggie ", sambung Anggra.
__ADS_1
*Ah dasar dua anak ini memang tak bisa di pertemukan.
Bersambung*