
Anggra mendekati wajah
Wulan untuk marayunya
Jantung Wulan berdegup
kencang, ia menutup matanya dengan rapat-rapat, sambil mengepalkan kedua
tangannya yang gemetaran di depan dada.
Dokter Anggara tersenyum
saat melihat tingkah Wulan yang ketakutan karenanya.
“apa yang kau pikirkan
gadis kecil? “, bisik Anggara di telinga Wulan membuat gadis itu langsung
membuka matanya karena merasa kesal.
Wulan memandang wajah
Anggara dengan kesal
“Kak Anggara
menyebalkan! “, Kata Wulan kemudian mendorong tubuh Anggara lalu beranjak
pergi.
“hei! Aku bertanya ?
Anggara menahan tangan
Wulan agar ia tak beranjak pergi.
Wulanpun duduk di tepi
ranjang dengan wajah cemberut.
“Katakan padaku apa yang
kau harapkan? Tanya Anggara tanpa menyembunyikan senyum tawa di wajahnya.
“aa..aku...
Wulan ragu untuk
menjawabnya
“yah apa?
“aku... aku ingin....
Wulan tak dapat melihat
mata Anggara secara langsung sampai Anggara akhirnya memegang pipi Wulan
“mengapa pipimu menjadi
merah dan panas?
Itu menjadi hal yang
aneh karena seluruh ruangan di kamar itu AC telah di nyalakan.
“apa kau sakit Wulan?
Wulan menepis tangan
Anggara yang memegang pipinya
“aku ingin kau menciumku
tadi! Tidak bisakah kak Anggara peka kali ini saja “, kata Wulan dengan cepat
tanpa jeda. Saking malunya ia tak mau untuk menatap Anggara sambil menutupi
wajahnya karena malu.
Anggara yang
mendengarnya langsung tertawa terbahak-bahak. Suara tawanya nyaring didengar di
ruangan itu membuat Wulan lebih merasa kesal.
Uh kak Anggara mengapa
kau malah menertawakanku begitu? Hiks... aku malu tahu! Kau sungguh menyebalkan!
Melihat Wulan yang sudah
menutupi wajahnya membuat ekspresi wajah Anggara berubah menjadi serius.
“jangan menginginkan hal
aneh begitu. Kau masih terlalu kecil untuk membahasnya ataupun merasakannya “,
Kata Anggara sambil mengacak-acak rambut Wulan.
“ih kak Anggara menyebalkan!!
“sudahlah, kembali ke
kamarmu aku ingin beristirahat sebentar “, Kata Anggara kemudian beranjak
pergi.
__ADS_1
Wulan menahan tangan
Anggara, membuat Anggara menoleh ke arah gadis itu
“Kak Anggara?
Wulan menatap wajah Anggara dengan serius
Gadis itu kemudian memeluk tubuh Anggara dari belakang
“jangan mengacuhkanku,
apa kau lupa dengan janji mu padaku? Jangan menggantungku begitu.....
Apa kau tahu aku telah
menahan rindu selama 3 hari ini?
Jangan membuatku
menunggu terlalu lama...
Tanpa harus aku jelaskan
kau pasti sudah tahu...
Suasana menjadi hening....
Wulan cukup terbawa dengan suasana itu,
matanya berkaca-kaca
“Wulan maafkan aku
Anggara membalikkan
tubuhnya kemudian memegang pipi Wulan dengan lembut.
“apa kau pernah dengar
tentang cinta tak harus di ungkapkan dengan kata-kata?
“Kak Anggara aku ingin
mendengar isi hatimu, apakah kau juga mencintai sama sepertiku? Ataukah kau
hanya berniat ingin mempermainkanku?
“Aku tidak pernah
mempermainkanmu Wulan! Apakah kau pernah merasa aku mempermainkanmu?
Dengan cepat Wulan menjawab
“Yah pernah!
“barusan tadi!
“barusan tadi apa
maksudmu?
“kau tadi.....
“apa?
Wulan menghentikan
perkataannya. Ia hanya terdiam
“kak Anggara bilang tadi
kan jika cinta tak harus di ungkapkan dengan kata-kata”, Kata Wulan dengan
serius.
“yah itu benar
“jadi itu bisa di katakan cinta itu lebih penting dalam bentuk perbuatan daripada hanya dalam kata-kata.
“Yah
“kalau begitu perlihatkan padaku jika kau benar-benar mencintaiku”, Kata Wulan dengan sombong.
“perlihatkan maksudmu ?
bagaimana?
Aaaaaahhhhkkk Wulan
berteriak saking frustasi
“Aku baru tahu jika kak Anggara seperti robot dan susah di tebak!
Apa? Bukankah kau
sendiri yang susah di mengerti apa maumu sebenarnya?
“wulan tunggu...
“Lupakanlah aku tidak
ingin membahasnya. Anggap saja yang tadi itu tidak terjadi, aku sudah lelah
ingin kembali ke kamarku. Kak Anggara silahkan beristirahat “, Kata Wulan
kemudian pergi.
__ADS_1
Baru saja memegang
gagang pintu Anggara langsung mendorongnya kemudian mengunci pintu kamarnya.
Wulan lagi-lagi terkejut
dengan sikap Anggara yang tiba-tiba mendorong tubuh Wulan sampai tersandar di dinding dengan wajah kebingungan.
“apa yang kak Anggara lakukan?
“kau bilang ingin mendapat pembuktian bukan? Biar ku buktikan
tanpa di sangka Anggara mencium bibirnya dengan lembut membuat Wulan ingin menolak Anggara karena ia merasa terkejut
dengan sikap Anggara yang di lakukannya itu secara tiba-tiba.
“Kak Anggara hentikan...
Ciuman itu masih terlalu pasif karena Wulan nampaknya belum dapat membalas
bibir Anggara. Tapi tak membuat Anggra putus asa, ia tetap melanjutkan ciumannya.
“Kak”, suara erangan mulai terdengar di telinga Anggara membuatnya langsung
melancarkan lidahnya di sana. Perlahan Wulan mulai menerima setiap aksi yang
dilakukan Anggara. Sekarang ciuman itu telah berubah menjadi ciuman yang
bergairah dan panas. Tak ingin berhenti disitu Anggara mulai menyusuri pipi,
bibir, sampai turun ke leher. Perlakuan Anggara sepertinya membuat akal sehat
Wulan berkabut dan tertutupi.
Ia mulai menikmati dan luluh karena setiap belaian, dan perlakuan yang di lakukan Anggara. Rupanya
dua orang itu tak dapat bisa diam membuat buku-buku yang ada di atas meja di
sebelah mereka jatuh.
“Kak Anggara itu
Tak memperdulikan buku-buku yang jatuh di lantai Anggara pun melanjutkan
ciuman itu. Ciuman yang semakin lama semakin tak tertahankan itu membuat
Anggara menggendong tubuh Wulan sampai di atas ranjang, mereka pun
melanjutkan ciuman itu, Wulan yang dulu
masih pasif dan tak tahu apa-apa sekarang sudah mulai bisa mengikuti permainan
yang di pimpin oleh Anggara.
Suara erangan mulai terdengar tampaknya Wulan cukup menikmatinya. Baru saja
ingin membuka kancing baju Wulan tiba-tiba membuat Anggara dan Wulan tersadar, karena mendengar suara mobil yang datang dan terdengar tak asing bagi mereka.
“Ayah Ibu?
Anggara pun langsung menghentikan aktivitas bibir dan tangannya itu. Tentu masih
dengan nafas yang terengah-engah Wulan langsung bangun dari atas ranjangnya dan
merapikan rambut dan bajunya.
“itu ayah dan ibu, bagaimana ini Kak ?
“segera kembali ke kamarmu, dan langsung mandi. Jangan biarkan Ayah dan
ibumu melihat kau ada disini “, Kata Anggara.
Secepat Kilat Wulan langsung keluar dari kamar Anggara dan masuk kekamarnya
dan tak lupa mengunci pintu kamarnya.
Sial bagaimana bisa ayah dan ibu sudah pulang jam begini? Bukankah mereka
selalu pulang subuh?
Seperti kata Anggara tadi ia langsung masuk kekamar mandi untuk
membersihkan diri.
Ada seulas senyum di wajah gadis itu saat melihat kearah cermin kamar
mandi. Tapi...
“Yah Tuhan, apa ini? Ini... kenapa leherku seperti ini?
Sementara itu saat memasuki pintu rumah hal yang pertama kali di tanyai
oleh Pak Iskandar tak lain adalah Anak perempuan satu-satunya itu.
“Selamat sore Tuan Besar “, sapa ramah salah seorang pelayan
“Dimana Wulan?
“ada di kamarnya Tuan besar apa ada...
“Panggilkan dia turun kemari
Sesegera itu tanpa menanyakan alasan pelayan itu langsung menaiki tangga
untuk memberitahukan Wulan.
Bersambung
__ADS_1
Untuk hari minggu besok aku gak Update yah...mohon bersabar nanti kita bertemu lagi hari senin 🥰