Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 49


__ADS_3

Anggra mendekati wajah


Wulan untuk marayunya


Jantung Wulan berdegup


kencang, ia menutup matanya dengan rapat-rapat, sambil mengepalkan kedua


tangannya yang gemetaran di depan dada.


Dokter Anggara tersenyum


saat melihat tingkah Wulan yang ketakutan karenanya.


“apa yang kau pikirkan


gadis kecil? “, bisik Anggara di telinga Wulan membuat gadis itu langsung


membuka matanya karena merasa kesal.


Wulan memandang wajah


Anggara dengan kesal


“Kak Anggara


menyebalkan! “, Kata Wulan kemudian mendorong tubuh Anggara lalu beranjak


pergi.


“hei! Aku bertanya ?


Anggara menahan tangan


Wulan agar ia tak beranjak pergi.


Wulanpun duduk di tepi


ranjang dengan wajah cemberut.


“Katakan padaku apa yang


kau harapkan? Tanya Anggara tanpa menyembunyikan senyum tawa di wajahnya.


“aa..aku...


Wulan ragu untuk


menjawabnya


“yah apa?


“aku... aku ingin....


Wulan tak dapat melihat


mata Anggara secara langsung sampai Anggara akhirnya memegang pipi Wulan


“mengapa pipimu menjadi


merah dan panas?


Itu menjadi hal yang


aneh karena seluruh ruangan di kamar itu AC telah di nyalakan.


“apa kau sakit Wulan?


Wulan menepis tangan


Anggara yang memegang pipinya


“aku ingin kau menciumku


tadi! Tidak bisakah kak Anggara peka kali ini saja “, kata Wulan dengan cepat


tanpa jeda. Saking malunya ia tak mau untuk menatap Anggara sambil menutupi


wajahnya karena malu.


Anggara yang


mendengarnya langsung tertawa terbahak-bahak. Suara tawanya nyaring didengar di


ruangan itu membuat Wulan lebih merasa kesal.


Uh kak Anggara mengapa


kau malah menertawakanku begitu? Hiks... aku malu tahu! Kau sungguh menyebalkan!


Melihat Wulan yang sudah


menutupi wajahnya membuat ekspresi wajah Anggara berubah menjadi serius.


“jangan menginginkan hal


aneh begitu. Kau masih terlalu kecil untuk membahasnya ataupun merasakannya “,


Kata Anggara sambil mengacak-acak rambut Wulan.


“ih kak Anggara menyebalkan!!


“sudahlah, kembali ke


kamarmu aku ingin beristirahat sebentar “, Kata Anggara kemudian beranjak


pergi.

__ADS_1


Wulan menahan tangan


Anggara, membuat Anggara menoleh ke arah gadis itu


“Kak Anggara?


Wulan menatap wajah Anggara dengan serius


Gadis itu kemudian memeluk tubuh Anggara dari belakang


“jangan mengacuhkanku,


apa kau lupa dengan janji mu padaku? Jangan menggantungku begitu.....


Apa kau tahu aku telah


menahan rindu selama 3 hari ini?


Jangan membuatku


menunggu terlalu lama...


Tanpa harus aku jelaskan


kau pasti sudah tahu...


Suasana menjadi hening....


Wulan cukup terbawa dengan suasana itu,


matanya berkaca-kaca


“Wulan maafkan aku


Anggara membalikkan


tubuhnya kemudian memegang pipi Wulan dengan lembut.


“apa kau pernah dengar


tentang cinta tak harus di ungkapkan dengan kata-kata?


“Kak Anggara aku ingin


mendengar isi hatimu, apakah kau juga mencintai sama sepertiku? Ataukah kau


hanya berniat ingin mempermainkanku?


“Aku tidak pernah


mempermainkanmu Wulan! Apakah kau pernah merasa aku mempermainkanmu?


Dengan cepat Wulan menjawab


“Yah pernah!


“barusan tadi!


“barusan tadi apa


maksudmu?


“kau tadi.....


“apa?


Wulan menghentikan


perkataannya. Ia hanya terdiam


“kak Anggara bilang tadi


kan jika cinta tak harus di ungkapkan dengan kata-kata”, Kata Wulan dengan


serius.


“yah itu benar


“jadi itu bisa di katakan cinta itu lebih penting dalam bentuk perbuatan daripada hanya dalam kata-kata.


“Yah


“kalau begitu perlihatkan padaku jika kau benar-benar mencintaiku”, Kata Wulan dengan sombong.


“perlihatkan maksudmu ?


bagaimana?


Aaaaaahhhhkkk Wulan


berteriak saking frustasi


“Aku baru tahu jika kak Anggara seperti robot dan susah di tebak!


Apa? Bukankah kau


sendiri yang susah di mengerti apa maumu sebenarnya?


“wulan tunggu...


“Lupakanlah aku tidak


ingin membahasnya. Anggap saja yang tadi itu tidak terjadi, aku sudah lelah


ingin kembali ke kamarku. Kak Anggara silahkan beristirahat “, Kata Wulan


kemudian pergi.

__ADS_1


Baru saja memegang


gagang pintu Anggara langsung mendorongnya kemudian mengunci pintu kamarnya.


Wulan lagi-lagi terkejut


dengan sikap Anggara yang tiba-tiba mendorong tubuh Wulan sampai tersandar di dinding  dengan wajah kebingungan.


“apa yang kak Anggara lakukan?


“kau bilang ingin mendapat pembuktian bukan? Biar ku buktikan


tanpa di sangka Anggara mencium bibirnya dengan lembut membuat Wulan ingin menolak Anggara karena ia merasa terkejut


dengan sikap Anggara yang di lakukannya itu secara tiba-tiba.


“Kak Anggara hentikan...


Ciuman itu masih terlalu pasif karena Wulan nampaknya belum dapat membalas


bibir Anggara. Tapi tak membuat Anggra putus asa, ia tetap melanjutkan ciumannya.


“Kak”, suara erangan mulai terdengar di telinga Anggara membuatnya langsung


melancarkan lidahnya di sana. Perlahan Wulan mulai menerima setiap aksi yang


dilakukan Anggara. Sekarang ciuman itu telah berubah menjadi ciuman yang


bergairah dan panas. Tak ingin berhenti disitu Anggara mulai menyusuri pipi,


bibir, sampai turun ke leher. Perlakuan Anggara sepertinya membuat akal sehat


Wulan berkabut dan tertutupi.


Ia mulai menikmati dan luluh karena setiap belaian, dan perlakuan yang di lakukan Anggara. Rupanya


dua orang itu tak dapat bisa diam membuat buku-buku yang ada di atas meja di


sebelah mereka jatuh.


“Kak Anggara itu


Tak memperdulikan buku-buku yang jatuh di lantai Anggara pun melanjutkan


ciuman itu. Ciuman yang semakin lama semakin tak tertahankan itu membuat


Anggara menggendong tubuh Wulan sampai di atas ranjang, mereka pun


melanjutkan  ciuman itu, Wulan yang dulu


masih pasif dan tak tahu apa-apa sekarang sudah mulai bisa mengikuti permainan


yang di pimpin oleh Anggara.


Suara erangan mulai terdengar tampaknya Wulan cukup menikmatinya. Baru saja


ingin membuka kancing baju Wulan tiba-tiba membuat Anggara dan Wulan tersadar, karena mendengar suara mobil yang datang dan terdengar tak asing bagi mereka.


“Ayah Ibu?


Anggara pun langsung menghentikan aktivitas bibir dan tangannya itu. Tentu masih


dengan nafas yang terengah-engah Wulan langsung bangun dari atas ranjangnya dan


merapikan rambut dan bajunya.


“itu ayah dan ibu, bagaimana ini Kak ?


“segera kembali ke kamarmu, dan langsung mandi. Jangan biarkan Ayah dan


ibumu melihat kau ada disini “, Kata Anggara.


Secepat Kilat Wulan langsung keluar dari kamar Anggara dan masuk kekamarnya


dan tak lupa mengunci pintu kamarnya.


Sial bagaimana bisa ayah dan ibu sudah pulang jam begini? Bukankah mereka


selalu pulang subuh?


Seperti kata Anggara tadi ia langsung masuk kekamar mandi untuk


membersihkan diri.


Ada seulas senyum di wajah gadis itu saat melihat kearah cermin kamar


mandi. Tapi...


“Yah Tuhan, apa ini? Ini... kenapa leherku seperti ini?


Sementara itu saat memasuki pintu rumah hal yang pertama kali di tanyai


oleh Pak Iskandar tak lain adalah Anak perempuan satu-satunya itu.


“Selamat sore Tuan Besar “, sapa ramah salah seorang pelayan


“Dimana Wulan?


“ada di kamarnya Tuan besar apa ada...


“Panggilkan dia turun kemari


Sesegera itu tanpa menanyakan alasan pelayan itu langsung menaiki tangga


untuk memberitahukan Wulan.


Bersambung

__ADS_1


Untuk hari minggu besok aku gak Update yah...mohon bersabar nanti kita bertemu lagi hari senin 🥰


__ADS_2