Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 25


__ADS_3

Sesampainya


dirumah Wulan langsung masuk ke kamar Anggra, ia tidak bisa menemukan seseorang


yang sedang ia cari itu.


Kemana


Kak Anggra pergi? Bukankah dia sendiri yang bilang diluar ada begitu banyak


virus menyebar. Perkataannya memang sungguh tak bisa di percaya gumam Wulan


dalam hati.


Baru keluar


dari kamar ia langsung bertemu dengan dua pasang bola mata yang ia cari dari


tadi. Saat menatapnya Wulan tampak begitu kesal, tapi Anggra tidak bergeming dan


acuh dengan tingkah Wulan yang mengganggu dari tadi.


“Kak


Anggra dari mana? Malam-Malam begini baru pulang?


Anggra


tak memperdulikan dengan perkataan Wulan, ia hanya sibuk melonggarkan dasinya


dan berniat untuk mengganti pakaiannya. Karena tidak ingin dilihat oleh Wulan


saat berganti akhirnya Anggra mendorong tubuh Wulan agar keluar dari kamarnya.


“Kak


Anggra mengapa kau mendorong tubuhku keluar? Aku ingin bicara denganmu kak “,


Kata Wulan sambil meronta-ronta tak ingin di dorong keluar.


“Aku


ingin berganti pakaian Wulan, kau tidak boleh ada di kamarku “, Kata Anggra


dengan tegas


Karena


merasa kesal Wulan langsung mencium pipi Anggra sambil menjinjit. Betapa terkejutnya


Anggra dengan perlakuan Wulan barusan.


“Apa yang kau lakukan Wulan? Tanya Anggra dengan


ekspresi Bingung.


“Aku hanya memberimu hukuman karena telah


mengacuhkanku beberapa kali apa yang salah? Kata Wulan dengan Judes seolah-olah

__ADS_1


sikapnya barusan tidak di anggap sebuah kesalahan.


*hihihi aku sejak kapan seberani ini mencium seorang laki-laki hahaha untung saja kak Anggra cukup tampan jadi enak di pandang Ketika di cium.


ih apasih pikiranku ini*


“itu tidak boleh dilakukan!!


Wulan langsung memotong perkataan Anggra


“Kak Anggra sendiri yang bilang hanya Kak


Anggra yang boleh ku cium dan tidak boleh dilakukan pada pria lain“,Kata Wulan dengan


penuh kepercayaan diri.


*Apa sejak


kapan...


Astaga benar


juga, jadi dia sudah tahu itu bukan sebuah mimpi? Tapi bagaimana sampai ia


tahu? Tidak pasti dia hanya ingin memancingku*


Perkataan


Wulan membuat Anggra terdiam sejenak, Ekspresi Wajahnya tak bisa di tebak


membuat Wulan timbul beberapa pertanyaan di kepalanya.


kak katakan kau benar-benar melakukannya malam itu bersamaku, itu tidaklah


hanya sebuah mimpi biasa, tapi sebenarnya kenyataan terjadi. Ayolah katakan


Wulan tampaknya


begitu berharap jika Anggara akan mengatakan yang sebenarnya. Tapi kenyataannya


berbalik dengan harapannya.


Jtakk


jari tangan Anggra sudah menyentil kening Wulan membuat ia menahan sakit dan


otomatis terkejut dengan sikap Anggra.


“kak Anggra


sakit tahu”, Kata Wulan sambil memegang keningnya dengan mata berkaca-kaca. Ia sengaja membumbuhi dengan


sedikit drama agar Anggra nanti akan merasa bersalah dengan


perlakuannya barusan, ia bertujuan agar Anggra akan merasa kasihan dan


mengatakan yang sebenarnya sesuai dengan harapannya saat ini.


Wulan

__ADS_1


masih memegang keningnya dengan ekspresi wajah seolah-olah menahan sakit yang


tidak bisa di tahan


“Sakit kak....


Anggra


tak bisa melihat gadis kecilnya yang imut menahan sakit karena ulahnya. Tak menunggu


lama ia langsung luluh dengan akting Wulan meskipun dengan jelas sebenarnya itu


hanya sebuah akting murahan yang dapat di ketahui langsung oleh Anggra.


“Sini


biarku lihat keningmu “, Kata Anggra sambil menarik tangan Wulan agar duduk di


sofa dan untuk memeriksa keningnya. Wulan pun patuh dengan setiap perkataan


Anggra


Ternyata


aku terlalu keras saat menyentilnya tadi sampai sudah Semerah ini, pantas saja ia meringis kesakitan.


Anggra


menarik nafasnya


Ia kemudian


turun kebawah untuk mengambil sesuatu.


“Tunggu


sebentar disini, dan jangan kemana-mana “, Kata Anggra kemudian beranjak pergi.


Yah


ampun kak aku hanya berakting soal sakit keningku ini, aku hanya ingin mencari


perhatianmu saja tapi perlakuanmu sungguh kelewatan. Huh pasti beberapa salep


nanti yang akan ia olesi, memangnya sudah separah apa lukaku ini gumam Wulan dalam


hati.


Anggra


pun masuk ke kamar sambil memegang nampan berisi es batu membuat Wulan


terkejut.


“Apa Es batu lagi? Tapi aku kan.


Pikiran Wulan langsung kemana-mana


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2