
Sesampainya
dirumah Wulan langsung masuk ke kamar Anggra, ia tidak bisa menemukan seseorang
yang sedang ia cari itu.
Kemana
Kak Anggra pergi? Bukankah dia sendiri yang bilang diluar ada begitu banyak
virus menyebar. Perkataannya memang sungguh tak bisa di percaya gumam Wulan
dalam hati.
Baru keluar
dari kamar ia langsung bertemu dengan dua pasang bola mata yang ia cari dari
tadi. Saat menatapnya Wulan tampak begitu kesal, tapi Anggra tidak bergeming dan
acuh dengan tingkah Wulan yang mengganggu dari tadi.
“Kak
Anggra dari mana? Malam-Malam begini baru pulang?
Anggra
tak memperdulikan dengan perkataan Wulan, ia hanya sibuk melonggarkan dasinya
dan berniat untuk mengganti pakaiannya. Karena tidak ingin dilihat oleh Wulan
saat berganti akhirnya Anggra mendorong tubuh Wulan agar keluar dari kamarnya.
“Kak
Anggra mengapa kau mendorong tubuhku keluar? Aku ingin bicara denganmu kak “,
Kata Wulan sambil meronta-ronta tak ingin di dorong keluar.
“Aku
ingin berganti pakaian Wulan, kau tidak boleh ada di kamarku “, Kata Anggra
dengan tegas
Karena
merasa kesal Wulan langsung mencium pipi Anggra sambil menjinjit. Betapa terkejutnya
Anggra dengan perlakuan Wulan barusan.
“Apa yang kau lakukan Wulan? Tanya Anggra dengan
ekspresi Bingung.
“Aku hanya memberimu hukuman karena telah
mengacuhkanku beberapa kali apa yang salah? Kata Wulan dengan Judes seolah-olah
__ADS_1
sikapnya barusan tidak di anggap sebuah kesalahan.
*hihihi aku sejak kapan seberani ini mencium seorang laki-laki hahaha untung saja kak Anggra cukup tampan jadi enak di pandang Ketika di cium.
ih apasih pikiranku ini*
“itu tidak boleh dilakukan!!
Wulan langsung memotong perkataan Anggra
“Kak Anggra sendiri yang bilang hanya Kak
Anggra yang boleh ku cium dan tidak boleh dilakukan pada pria lain“,Kata Wulan dengan
penuh kepercayaan diri.
*Apa sejak
kapan...
Astaga benar
juga, jadi dia sudah tahu itu bukan sebuah mimpi? Tapi bagaimana sampai ia
tahu? Tidak pasti dia hanya ingin memancingku*
Perkataan
Wulan membuat Anggra terdiam sejenak, Ekspresi Wajahnya tak bisa di tebak
membuat Wulan timbul beberapa pertanyaan di kepalanya.
kak katakan kau benar-benar melakukannya malam itu bersamaku, itu tidaklah
hanya sebuah mimpi biasa, tapi sebenarnya kenyataan terjadi. Ayolah katakan
Wulan tampaknya
begitu berharap jika Anggara akan mengatakan yang sebenarnya. Tapi kenyataannya
berbalik dengan harapannya.
Jtakk
jari tangan Anggra sudah menyentil kening Wulan membuat ia menahan sakit dan
otomatis terkejut dengan sikap Anggra.
“kak Anggra
sakit tahu”, Kata Wulan sambil memegang keningnya dengan mata berkaca-kaca. Ia sengaja membumbuhi dengan
sedikit drama agar Anggra nanti akan merasa bersalah dengan
perlakuannya barusan, ia bertujuan agar Anggra akan merasa kasihan dan
mengatakan yang sebenarnya sesuai dengan harapannya saat ini.
Wulan
__ADS_1
masih memegang keningnya dengan ekspresi wajah seolah-olah menahan sakit yang
tidak bisa di tahan
“Sakit kak....
Anggra
tak bisa melihat gadis kecilnya yang imut menahan sakit karena ulahnya. Tak menunggu
lama ia langsung luluh dengan akting Wulan meskipun dengan jelas sebenarnya itu
hanya sebuah akting murahan yang dapat di ketahui langsung oleh Anggra.
“Sini
biarku lihat keningmu “, Kata Anggra sambil menarik tangan Wulan agar duduk di
sofa dan untuk memeriksa keningnya. Wulan pun patuh dengan setiap perkataan
Anggra
Ternyata
aku terlalu keras saat menyentilnya tadi sampai sudah Semerah ini, pantas saja ia meringis kesakitan.
Anggra
menarik nafasnya
Ia kemudian
turun kebawah untuk mengambil sesuatu.
“Tunggu
sebentar disini, dan jangan kemana-mana “, Kata Anggra kemudian beranjak pergi.
Yah
ampun kak aku hanya berakting soal sakit keningku ini, aku hanya ingin mencari
perhatianmu saja tapi perlakuanmu sungguh kelewatan. Huh pasti beberapa salep
nanti yang akan ia olesi, memangnya sudah separah apa lukaku ini gumam Wulan dalam
hati.
Anggra
pun masuk ke kamar sambil memegang nampan berisi es batu membuat Wulan
terkejut.
“Apa Es batu lagi? Tapi aku kan.
Pikiran Wulan langsung kemana-mana
Bersambung
__ADS_1