Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 16


__ADS_3

Setelah makan malam selesai Tak disangka Mattew dan Indri datang ke rumah membuat semua orang terkejut dengan kedatangan mereka itu.


"Selamat Malam Mama, Papa ", kata Indri kemudian mendekati Meja makan mereka.


"Indri Menantu kesayangan ibu, kenapa datang tak memberi kabar terlebih dahulu? Tanya Bu Sherly kemudian memeluk Indri


"Ini atas permintaan Indri, katanya ia ingin mampir Karena sudah merindukan Ibu", kata Mattew.


Bu Sherly mengedipkan matanya


memberi isyarat


Terima kasih untuk informasi yang penting ini ibu, aku tahu kau sungguh mendukungku selalu, sampai berbagi informasi tentang Lelaki yang sedang dekat dengan Wulan dan sekarang sedang berada di rumah. Ini kesempatan yang langkah yang tak boleh di lewatkan begitu saja, dengan kehadiran pacar Wulan akan memberi isyarat kepada Mattew bahwa Wulan sudah melupakanmu dengan cepat. Melihat ekspresi wajah mu tentu sudah menjadi jawaban bagiku Mattew.


"Dia siapa Wulan? Tanya Mattew sambil


Menatap ke arah Angga.


Wulan tak langsung menjawabnya


Berbalik Indri yang spontan menjawabnya.


"Dia Pacar baru Wulan, benarkan Wulan?", Kata Indri sambil tersenyum bahagia.


"Ii.. iya dia pacarku ", kata Wulan.


Mattew dan Angga saling


berjabatangan satu sama lain dan saling memperkenalkan diri


Terlihat begitu jelas jika Mattew tak menyukai Angga sebagai pacar Wulan.


"Om tante saya pamit permisi pulang", kata Angga kemudian beranjak pergi.


"Iya hati-hati di jalan, nanti besok mampir lagi temani Wulan yah", kata Bu Sherly dengan antusias.


Wulan pun mengantar Angga


sampai depan rumah


"Besok datang lagi yah ", kata Wulan.


"Tentu saja, aku pergi yah sampai jumpa", kata Angga kemudian beranjak pergi.


Setelah melihat kepergian Angga Wulan langsung kembali ke dalam Rumah, ia masih melihat Jika kedua orang tadi yang baru datang menatapnya.


"Aku permisi ke atas untuk istirahat Karena capek, selamat Malam Ayah, Ibu", kata Wulan kemudian langsung menaiki tangga ke atas kamarnya.


"Tunggu Wulan! Mattew dan Indri bahkan baru datang mengapa kau tak menyambut kedatangan mereka?", Tanya Bu Sherly.


"Menyambut? Untuk apa ku sambut?


Aku bahkan tak menganggap tentang kehadiran mereka", kata Wulan tanpa menengok sedikit pun ke arah mereka.


"Jangan perdulikan Kata Wulan ia


Belum sembuh dari penyakitnya", kata Bu Sherly.


"Memangnya Wulan sakit apa Ma?", Tanya Indri dengan penasaran.


Ehemm...

__ADS_1


Pak Iskandar memberi isyarat kepada


Bu Sherly agar tak merahasiakan tentang


Penyakit Wulan


"Dia sakit demam itu saja, sehingga sekarang tampak begitu sensitif", kata Bu Sherly.


Berbeda dengan Indri Mattew sudah mengetahui tentang penyakit Anhedonia


Yang di derita Wulan.


"Jangan membahas hal lain lalu


bagaimana dengan kalian berdua?


Kapan kalian memberikan kami cucu? umur kami semakin bertambah tua tapi belum juga menggendong Bayi yang imut", Tanya Bu Sherly.


"Itu Ma kami sedang merencanakan


Aku dan Mattew tidak suka


terburu-buru", kata Indri sambil tertawa pura-pura malu


"Baguslah kalau begitu jangan menundanya terlalu lama", kata Pak Iskandar.


"Ibu ke dapur dulu yah... ", Kata Ibu sambil Memberi isyarat kepada Indri untuk mengikutinya ke belakang.


Sesampainya di belakang.


"Ada apa? Mengapa belum juga?


Bukankah kalian sudah menikah


Mengapa masih belum juga positif?


Tanya Bu Sherly dengan kesal.


"Aku selalu gagal Ma Ketika membujuk Mattew, ia selalu beralasan sibuk dengan


Pekerjaan kantornya, aku sampai capek


Menunggunya", kata Indri


"Kasih Obat ini Ketika ia minum nanti malam, jangan lupa campur dengan rapi agar dia tak mengetahuinya", Kata Ibu sambil memberikan obat yang ia pegang.


"Baiklah ibu, doakan agar aku berhasil yah", kata Indri.


"Tapi Mama? ada yang ingin ku tanyakan? kau pasti menyembunyikan sesuatu dariku bukan? tentang Wulan.. kau sudah berjanji akan mengatakan apapun tentang Rahasia Wulan, mengapa sekarang kau menutupinya?", tanya Indri


"Shhhtt... jangan Keras-keras, jadi begini Wulan itu punya Gangguan mental yang bernama Anhedonia, kau lihat di sana pria yang baru Masuk ke dalam Rumah itu Namanya Anggara, dia adalah dokter Psikiater Pribadi Wulan ", kata Bu Sherly sambil berbisik


"Gangguan mental? Anedonia itu apa Ma? tanya Indri karena tak mengerti tentang dunia medis.


"kau ini bodoh sekali sih Anhedonia. Ingat Namanya Anhedonia itu adalah ketika seseorang mengalami kehilangan atau penurunan dalam minat, motivasi dan kesenangan dalam beraktivitas atau Seseorang yang mengalami anhedonia tidak bisa menikmati aktivitas yang biasanya menyenangkan dan tidak bisa mencapai hal-hal yang membuatnya senang dan yang di alami Wulan sekarang itu adalah Anhedonia Fisik ", kata Ibu.


"Anhedonia Fisik itu apa ma? Tanya Indri kembali.


"ahhh kau cari tahu sendiri saja, pokokknya sekarang Wulan itu bisa di katakan GI...LA ", Kata Bu Sherly


"Gila? wah aku tidak menyangka dia sungguh gadis malang yang patut di kasihani", kata Indri.

__ADS_1


"Tak usah memperdulikannya, perdulikan saja dirimu itu, dan focus sampai bisa hamil anak Mattew maka semuanya selesai", kata Ibu.


"baik-baiklah Ma Tenang saja", kata Indri


***


"Kau mau pergi kemana? Tanya Ayah kepada Mattew.


"Ijinkan aku satu kali ini saja untuk bertemu dengan Wulan, aku berjanji tidak akan macam-macam padanya Ayah", kata Mattew mencoba untuk meyakinkan Ayah.


"Baik pergilah tapi pada ada batasnya,


kau tentu tahu kejadian tentang terakhir kali yang di perbuat olehmu sendiri bukan? aku tak ingin kau melakukan kesalahan untuk kedua kalinya ", kata Ayah.


"Baiklah tenanglah ayah", kata Mattew


Ketika itu Mattew berjalan ke kamar Wulan sesekali ia nenghela nafas panjang-panjang sampai akhirnya memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar Tersebut.


Tok...tok..tok


"Siapa? Kata Wulan dari dalam


"Ini aku, bisakah kita berbica sedikit? ", Tanya Mattew.


Wulan pun membuka pintu kamarnya.


Tak disangka Mattew langsung menerobos masuk ke dalam kamar tersebut.


"Kak Mattew tidak apa-apa masuk ke kamar ku? Apa ayah mengijinkannya? ", Tanya Wulan.


Sekarang Mattew sedang berada di depan jendela kamar Wulan, ia menatap pemandangan luar yang begitu indah. Yah dari semua kamar hanya kamar Wulan yang memiliki pemandangan Luar yang begitu indah.


"Bagaimana kabarmu?", Tanya Mattew.


"Aku? Aku baik-baik saja seperti


yang kau lihat, setidaknya aku bisa


Makan dengan normal dan tidak seperti dulu", kata Wulan sambil tersenyum


"Jangan menyembunyikan soal


Sakit mu itu padaku, aku tahu kau tidak sedang baik-baik saja", kata Mattew kemudian mendekati dan memeluk tubuh Wulan.


"Hentikan! Jangan menyentuh ku kak!!!


Kata Wulan sambil mendorong Tubuh Mattew agar ia menjauh.


Tak disangka Karena pintu kamar tersebut terbuka sedikit Dokter Anggra datang dan menyaksikan tentang kejadian Barusan.


"Wulan, aku membawakan makanan...


Kata-katanya terhentu sejenak setelah melihat Mattew sedang memeluk tubuh Wulan tapi tak di sangka jika Wulan mendorongnya untuk menjauh.


Wulan meninggalkan Mattew begitu saja. Sementara Mattew masih terdiam tak percaya jika Wulan tak ingin juga di sentuh olehnya *bagaimana bisa Wulan juga mengacuhkanku? Bukankah selama ini aku adalah satu-satunya orang yang akan selalu di percaya oleh Wulan? Mengapa sekarang?....


terlihat begitu jelas dimata Wulan ada begitu banyak kebencian ketika ia menatap ku tadi.. aku tak percaya ini


Sekarang semua telah berbalik.


gadis kecil yang menggemaskan selama ini yang ku Kenal telah berubah, ia tak seperti dulu lagi. kemana Wulan yang ku kenal dulu*?

__ADS_1


"Ayo kita makan di bawah kak", kata Wulan sambil memegang tangan Dokter Anggra.


__ADS_2