Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 17


__ADS_3

Apa? bagaimana bisa? beraninya Wulan ? dia barusan mengacuhkanku?? Tidak... itu tidak mungkin... selama aku mengenalnya dia tak pernah sekalipun mengacuhkanku seperti itu... yah itu benar gumam Mattew dalam hati, ia mencoba untuk membela diri atas perlakuan Wulan tadi kepadanya.


Ketika ia melihat ke bawah di meja makan Wulan terlihat begitu bahagia dengan kehadiran pria yang sedang bersamanya itu yang tak lain adalah dokter Anggra.


Mereka berdua terlihat tampak begitu dekat


“Sayang? Mengapa kau keluar dari kamar Wulan? “, tanya Indri dengan wajah bingung.


“Aku tadi hanya ingin bertemu dengan Wulan“, Kata Mattew tetap masih terpaku menatap kedekatan Dokter Anggara dengan Wulan.


“Tapi bukankah Wulan ada di bawah dengan Anggara? Tanya Indri masih dengan ekspresi bingung.


“Kau mengenal pria yang sedang bersama dengan Wulan itu? Siapa dia? dia terlihat begitu dekat dengan Wulan Tanya Mattew kepada Indri.


“Dia Anggra, Dokter Pribadi Wulan kata Mama dia di pekerjakan di rumah ini khusus menangani penyakit mental Wulan “Kata Indri.


“Sudah berapa lama ia bekerja disini? Tanya Mattew lagi.


Rupanya Bu Sherly telah merahasiakan tentang Anggara yang menjadi Dokter Pribadi Wulan, Bu Sherly tak pernah menyinggung jika ada seorang pria yang tinggal di rumah tersebut untuk mengurus Wulan. Bu Sherly selalu mengatakan jika Wulan sedang baik-baik saja tanpa menceritakan sesuatu yang buruk tentangnya. Bahkan Semua hal yang burut terjadi Ia menyembunyikannya.


“Entahlah Mama tak mengatakan kapan ia mulai bekerja, hmmmm mungkin sudah dari Agustus sejak kau tinggal serumah denganku. Tapi sayang ada apa? mengapa kau tiba-tiba menanyakan hal itu kepada ku? “Kata Indri.


Mattew! Jangan bilang kau masih Mengkhawatirkan gadis gila itu! Mattew aku menjadi sangat membencinya jika kau menunjukkan sikap perhatian mu yang berlebihan begitu kepadanya. Wulan gadis gila itu!!!


Setelah mendengar jawaban Indri Mattew turun kebawah dan menghampiri meja makan Wulan berada.


“Bagaimana Enak? Tanya Dokter Anggra.


“Iya, aku menyukainya” kata Wulan sambil tersenyum.


“hahaha Anak pintar “kata Anggra sambil mengacak-acak rambut Wulan.


“Kak Anggra ku mohon hentikan! Kak Anggra kau selalu saja mengacak rambutku !apa kau tahu? kau sungguh menyebalkan tidak! tapi sungguh-sungguh menyebalkan!”, Kata Wulan dengan wajah kesal.


“Aku pikir kau tidak suka disentuh oleh siapapun”, Kata Mattew menyindir Wulan Kemudian duduk di meja tepat berhadapan dengan gadis itu.

__ADS_1


“Jawabannya Yah itu benar, aku memang paling benci jika disentuh “,kata Wulan.


“Jika kau membencinya mengapa Orang asing ini bisa memegangmu dengan sesuka hatinya?.......


Wulan tak menjawabnya


"Atau jangan-jangan sebenarnya selama ini kau hanya berpura-pura sakit agar bisa diberi perhatian lebih? Sambung Mattew telak membuat Wulan kesal.


Kata-kata yang keluar dari Mattew sungguh membuat Wulan terpukul, ia tak bisa terima dikatai seperti itu.


“Ja...jadi maksud kak Anggra aku suka mencari perhatian? Aa..apa aku sungguh terlihat begitu murahan dimatamu? “Kata Wulan dengan Terbata-bata dengan mata berkaca-kaca.


“Bukankah selama ini kau memang ingin terus diperhatikan? Orang yang suka Cari perhatian sepertimu sungguh terlihat menjijikkan Wulan “, Kata Indri dari belakang.


Tak disangka tubuh Wulan membeku diam, matanya sudah berkaca-kaca, sendok yang sedang ia pegang sekarang sudah jatuh ke lantai. Semua yang berada di atas meja ia hamburkan ke lantai sampai jatuh pecah membuat ruangan yang tadinya sepi langsung berubah menjadi dramatis.


Pak Iskandadar dan Bu Sherly langsung keluar kamar dan mendatangi ruang Makan dimana arah suara pecahan piring itu berasal.


“Wulan apa yang kau lakukan? Apa kau gila? Tanya Indri karena terkejut melihat semua piring kaca telah pecah jatuh di lantai.


Wulan tersenyum


" Kurasa karena kalian sudah menikah ada baiknya langsung pulang sekarang sudah malam pulanglah dengan damai, aku permisi! seperti kata kalian orang gila seperti ku perlu juga beristirahat “Kata Wulan kemudian beranjak pergi


Ah....


"Wulan?


suara kekhawatiran menyelimuti pikiran Pak Iskandar apalagi Mattew.


“Hati-hati Wulan kau sudah menginjak pecahan beling itu, sekarang diamlah “, Kata Anggra kemudian menggendong Wulan untuk pergi ke kamarnya.


Melihat kepergian Wulan yang di gendong oleh Anggra sungguh membuat Mattew geram, ia tak bisa menahan amarahnya.


“Sini lepaskan biarkan aku yang menggendongnya”, Kata Mattew

__ADS_1


“Tidak! Selain kak Anggra aku tak ingin ada bantuan orang lain apalagi itu darimu “kata Wulan dengan penuh amarah.


suara gadis itu bergetar Karena kondisinya yang tak memungkinkan. Mungkin dari semua orang yang ada di tempat itu hanya Anggaralah yang memahami keadaan Wulan.


Dan dengan sigap Melihat kaki Wulan yang penuh dengan darah Ayah dan Ibu langsung menyuruh pelayan untuk membersihkan tempat itu, dan menyuruh Mattew dan Indri pulang.


"Pelayan ambilkan Es batuh!!! Cepat! dan Mattew Indri


“Pulanglah, ini sudah terlalu malam”, Kata Ayah


***


Saat dikamar Dokter Anggra mengambil kotak P3K, Sebelum menangani luka, Dokter Anggra mencuci tangannya memakai sabun sekurangnya 1 menit, dengan membersihkan seluruh telapak tangan dengan baik. Wulan di bawah di kamar mandi karena Luka di kakinya harus dibersihkan dengan air bersih yang mengalir.


“Duduk di kloset itu dan jangan rewel, sekarang kau benar-benar terluka, jadi patuhlah padaku sekarang”,Kata Anggara.


“Baik dokter”, Kata Wulan kemudian duduk dengan tenang sesuai dengan perintah dokter Anggra.


Untungnya perdarahan tidak berlangsung lama, akhirnya Setelah dibersihkan dengan air mengalir, Dokter Anggra mengeringkan luka tersebut menggunakan kasa/kain dengan hati-hati, Wulan menatap Cara dokter Anggra menangani lukanya itu sungguh membuat ia terkagum-kagum.


Ternyata Kak Anggra keren juga jika sedang serius begitu, aku yang melihatnya sungguh merasa kagum. Melihatnya terlihat khawatir entah mengapa membuat hatiku terasa tenang dan senang. Aku merasa aneh sejujurnya


terakhir Dokter Anggra memberi lap dengan kain yang sudah dibasahi dengan larutan antiseptic.


Dokter Anggra kemudian menggendong Wulan sampai di atas ranjang.


"kemarilah, silahkan menangis dipelukanku. malam ini aku mengijinkanmu untuk menangis, keluarkan semua rasa sakit mu itu.


Apa aku terlihat begitu menyedihkan sampai kak Anggra Mengatakan begitu? aku memang tak bisa menyangkalnya Karena itu memang faktanya. Aku rasa aku adalah salah atau gadis Yang termenyedihkan sepanjang masa.


Entah mengapa Wulan pun menuruti kata Dokter Anggra ia kemudian memeluk tubuh Anggra, sungguh terasa nyaman Ketika ia menyandarkan kepalanya di dada Dokter Anggra.


Sekarang nyaman, yah sekarang hanya kak Anggra lah yang mengerti dengan kondisi ku


Terima kasih kak Karena sudah hadir di kehidupan ku. Aku sangat bersyukur dan tak pernah menyesali kehadiran mu sekarang.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2