Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 58


__ADS_3

Beberapa hidangan telah tersusun rapi di atas meja. Anggara merasa lega


setidaknya beberapa orang suruhan Pak Iskandar boleh berguna untuk beberapa hal


apalagi ketika tadi mereka bermain air dipantai ia sudah berpesan kepada salah


seorang mata-mata itu untuk langsung memesan makanan yang


tadi yang sempat tertunda untuk langsung memesannya lagi jika mereka telah selesai.


saat melihat Dokter Anggara dan Wulan telah berhenti


bermain Air ia langsung memesan kembali makanan tersebut.


Gadis itu masih memasang wajah cemberut karena jawaban Anggara tadi


Tapi semuanya langsung berubah ketika melihat di atas meja sudah


tersusun  rapi pisang goreng, jagung


bakar dan minuman segar es kelapa muda telah di atas meja, dan tentu terlihat sungguh menggiurkan.


“ayo cepat makan”, Kata Anggara


Bukannya langsung makan Wulan justru mengambil handphone miliknya kemudian


memotretnya.


“tunggu kak


Anggara hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya


“kak Ayo tersenyum “, Kata Wulan sambil memotret ke arah Anggra


“tidak, jangan aku tak suka berfoto


Gadis itu tak mendengarkannya ia justru mengajak Anggara dengan paksa


sampai lelaki itu mau di ajak berfoto bersama.


Bukan hanya sebuah foto melainkan beberapa video memperlihatkan kebersamaan


mereka saat di tepi pantai.


“kak Anggara ayo tersenyum


Tawa renyah gadis itu masih terdengar di telinga Anggara saat Wulan


beberapa kali mengulang kembali isi rekaman video yang ia rekam tadi.


“sudah ayo makan


Mereka berdua boleh menyantap makanan yang tersedia di atas meja itu dengan


tenang, meskipun Anggra beberapa kali melihat ke arah kedua orang suruhan Pak


Iskandar apalagi saat mereka memandang ke arah Anggara dengan tatapan membenci.


Aku tahu kalian pasti melihat keadaan aku dan Wulan sejak tadi. Anggra


Helaan nafas yang berat terlihat jelas di wajah Anggara

__ADS_1


“ada apa kak? “, Tanya Wulan kemudian mengikuti tatapan arah Anggra yang


berpusat ke seseorang.


“tidak bukan apa-apa


“siapa yang kak anggra lihat ?


Wulan cukup merasa curiga dengan gerak-gerik dokter Anggara.


Anggara hanya membalas dengan senyuman ke arah Wulan


“sudah ku katakan buka apa-apa. Jangan memikirkan hal-hal


yang aneh Wulan


setelah selesai makan Anggra pun masih menyempatkan diri untuk berbicang-bincang kecil dengan Wulan.


"Rupanya kau senang berfoto, aku baru menyadarinya Wulan ", kata Anggra melihat Wulan yang masih focus melihat foto-foto di ponsel miliknya itu.


tersadar akan perkataan Anggra itu Wulan pun menjawab


" tidak, aku hanya ingin melakukannya, itu bukanlah sebuah hobby


"lantas untuk apa kau berfoto-foto sejak tadi? aku lihat bukan hanya makanan yang kau foto tapi juga pemandangan, air laut, sampai aku kau jadikan sebagai modelnya. apakah sebenarnya kau ingin menjadi fotografer?", tanya Anggra.


Gadis itu terdiam, ia terlihat serius


" aku tak berniat menjadi fotografer,


aku hanya ingin mengambil beberapa hal untuk menjadikannya sebagai kenangan.


gadis itu terdiam, angin yang bertiup kencang cukup membuat hati terbawah dengan suasana.


*************


Saat memasuki pintu gerbang rumah dari kejauhan Wulan melihat sebuah mobil


yang terihat tidak asing baginya. Kebahagiaan yang berlebihan akan berujung


kesedihan, mungkin kata-kata itu yang bisa melukiskan keadaan Wulan sekarang. Seperti


yang dikatakan Ibu tirinya tadi jika Kakak tiriya akan datang menginap di rumah


itu. Tapi Wulan tak tahu jika mereka akan datang secepat itu ke rumah. Wajah Wulan


langsung berubah, ia menjadi pendiam saat memasuki rumah, tidak tahu mengapa


Lelaki yang di sampingnya itu tampak selalu peka dengan setiap perubahan yang


di rasakan oleh Wulan dimana ketika gadis itu sedang senang, sedih bahkan jika


sedang merasa tidak nyaman.


Beberapa pengalaman yang Anggra saksikan beberapa bulan yang lalu sudah


menjadi wujud nyata jika Wulan membenci kehadiran kedua orang yang sudah duduk


manis di ruang tamu itu. Wulan hanya masuk berjalan terus, tanpa memandang


ataupun melirik ke arah tamu yang datang itu.

__ADS_1


“wulan anak mama sudah pulang, hei kemari dulu mengapa kau hanya melewati


kami begitu saja “, kata Bu Sherly dengan senyum penuh di wajahnya


Gadis itu tak membalikkan badannya menghadap Bu Sherly itu hanya berdiri di


tempatnya


“aku rasa aku tak perlu repot-repot untuk menyambut kedatangan kalian


dirumah ini “, jawab Wulan denga dingin kemudian melangkah meninggalkan mereka


kemudian disusul oleh anggara di belakangnya.


Entah mengapa Bu sherly selalu bersikap baik kepada Wulan jika sedang


berada bersama dengan Mattew. Rupanya anak kandungnya itu pernah berpesan untuk


selalu memperlakukan Wulan dengan baik, selayaknya seperti kasih sayangnya yang


ia berikan kepada Mattew.


“apa Wulan masih membenci Ibu? Tanya Mattew


“ti..tidak, kami justru sekarang sudah lebih baikkan daripada


sebelum-sebelum


“jangan berbohong ibu, aku bisa melihat sikapnya kepadamu bahkan kepada


kita semua dia tak...


“dia memang masih Wulan yang dulu Mattew. Tidak ada yang berbeda darinya


dan tidak ada yang istimewa dari gadis penghalang itu”, Kata Bu Sherly


“Ibu apa kau masih merencakan hal itu?


Bu Sherly tak menjawabnya, ia hanya terdiam dan membisu


“lupakanlah ibu, aku tak pernah berniat untuk menjadi penerus...


“jangan memperdulikannya Wulan selalu seperti itu jika sedang lelah. Ibu


sedang tak ingin saling melawan Argumen dengan mu untuk sekarang ini”, Kata Bu


Sherly sambil tersenyum menyembunyikan keadaan jika sebenarnya Wulan sangat tak


menyukai kehadiran mereka


“aku akan menyusul Wulan kekamarnya, ibu tenanglah


Baru akan berdiri Indri langsung menahan suaminya itu


“sayang bagaimana bisa kau mengganggunya disaat Wulan sedang merasa lelah? Duduklah


kembali ada yang ingin ku bicarakan dan tolong bersikap sebagai seorang yang


sudah memiliki istri! Aku sekarang adalah Istrimu!“, kecam Indri kepada Mattew


BERSAMBUNG

__ADS_1


seperti biasa untuk hari minggu aku gak Update. jadi sampai bertemu hari senin


__ADS_2