
Berlalu pergi meninggalkan lokasi sasaran dengan sigap ia pun melajukan laju kendaraannya dengan kecepatan sangat tinggi. ini Rico pun akhirnya berhasil keluar dari wilayah zona merah tersebut.
Lima meter dari arah sasaran datanglah jet pribadi yang dimana diatas sana sudah terdapat-lah Alex yang sudah membawa senjata lengkap dan berhasil mengunci sasaran utamanya dari ketinggian 5 meter dari atas dan hanya menunggu menit Alex pun berhasil meluncurkan peluru yang akhirnya tepat mengenai sasaran utamanya yaitu Mobil Bok berwarna Putih.
Ledakan pun tidak bisa terhindari lagi setelah peluru api itu berhasil mengenai Mobil Bok yang diatasnya sudah ada dua peledak yang siap menantinya sedari tadi bunyi ledakan yang cukup tinggi membuat tanah pun bergetar.
Dan tadinya kondisi Mobil Bok yang masih utuh tanpa adanya lecet sedikit pun, kini yang tersisa hanyalah pecahan dan pecahan barang yang terurai berantakan dan berserakan di atas jalan beraspal tersebut.
Dan dalam waktu hanya 10 menit para pengendara yang tadinya terjebak dalam kemancetan lantaran plang yang tiba-tiba tertutup secara otomatis dan seperti ada seseorang yang telah memblokir jalan secara bersamaan membuat orang-orang pun merasa terheran sekaligus kebingungan.
Dan tidak menbutuhkan waktu lebih lama, akhirnya mereka pun mulai menjalankan lagi laju kendaraannya setelah plang yang tiba-tiba terbuka.
Dan hal ini membuat para Polisi yang mengetahuinya mereka pun merasa terheran apalagi mendengar bunyi ledakan yang cukup keras yang baru beberapa menit mereka dengar tadi.
Berhasil menjalankan misi ini Rico dan para anak buahnya akhirnya pergi meninggalkan tempat ini.
Mendengar ledakan yang terjadi dalam hitungan detik para Polisi akhirnya menelusuri arah asal suara itu berasal. Dan setelah mendapat laporan adanya ledakan hebat ditengah jalan membuat Polisi akhirnya turun tangan dan mendatanggi lokasi tersebut.
"Ledakan apa ini sebenarnya. Apa ini salah satu dari teror dan ancaman yang dilakukan beberapa geng Mafia itu?" tanya salah satu Polisi.
__ADS_1
"Bukan. Aku rasa ini tidak ada kaitannya dengan kasus mau pun tindak tero*isme yang dilakukan para geng Mafia untuk menakut-nakuti kita, tapi ini seperti sebuah rencana aksi menggagalkan sesuatu?"timpal Marsel sembari fokus pada pandangannya.
"Aku rasa mereka nekat menerobos karena ada sesuatu yang sedang mereka rencanakan. Dan aku rasa ledakan yang terjadi pada hari ini ada kaitannya sama rencana yang telah mereka rencanakan sekarang ini, tapi untuk lebih jelas apa motiv yang sebenarnya, kita masih perlu melakukan penyelidikan,"tegas Marsel lagi.
"Kapten setelah kita periksa secara teliti ternyata Mobil ini tidak dalam keadaan kosong, atau bisa dibilang ada sesuatu yang telah diangkut oleh Mobil Bok ini?"
"Diangkut, jadi Mobil Box ini ada isinya sebelum menggalami peledakan?"
"Iya seperti itu Kapten. Dan untuk memastikan apa isi yang terdapat didalamnya, kita perlu melakukan pengecekan dan menggambil sampel terlebih dulu!"ucapnya yang kemudian ia pun menggambil cairan yang sudah berceceran di aspal jalan.
Dilain tempat, Arabella yang akhirnya menginjakkan kediaman yang besar kan mewah, setibanya ia memasuki kediaman itu seseorang dengan tega datang dan menyiramkan seember air tepat kearahnya. Basah kuyup telah dirasa, menatap balik seseorang itu, Arabella dengan tegar dirinya hanya memberikan tatapan pasrah tidak meributkan jika tantenya sendiri yang tega melakukan semua ini padanya.
"Apa Tante sudah selesai menghina Mama? Apa semua perkataan kasar yang selama ini Tante lontarkan pada Mama masih belumlah puas bagi tante? Apa Tante sungguh-sungguh masih belum puas menghina kami?"
"Arabella sayang diam-lah! Diam-lah jangan bikin Tante kamu tambah marah jangan?"
"Tidak Ma! Selama ini Arabella sudah sangat-sangat menahan hinaan yang selama ini dilontarkannya. Arabella atau pun Mama sendiri juga punya hati jadi tidak sepantasnya dia masih berkata seperti itu, kita ini juga keluarganya apa pantas dia berkata seperti itu pada kami apa pantas?"
"Ternyata tambah dewasa kamu tambah semakin pintar ya? Tapi kepintaran bukan membuat hidup kalian berjaya tapi sebaliknya nasib kalian malah sebaliknya berada diujung jurang tanpa ada seorang pun yang akan menolong kalian. Apa kamu sadar dimana sekarang kamu menginjakkan kakimu ini? Kamu berada di tanahku apa kamu lupa kamu itu tidak punya apa-apa jadi selain kami apa mungkin ada seseorang lain lagi yang Sudi menampung orang-orang tidak berguna seperti kalian apa ada yang sudi?"
__ADS_1
"Biarpun kami orang-orang yang tidak berguna harusnya kalian memberikan kami ruang? Papaku juga saudara kalian jika sampai detik ini Papa masih hidup apa mungkin kalian apa memperlakukan kami seperti ini? Mana jiwa kemanusiaan kalian Mana?"
"Arabel? Benar yang dikatakan Tante kamu jika bukan kami yang sudi menampung kalian tingal disini siapa lagi yang bersedia memungut kalian? Kalian sadar jika bukan kami mungkin kalian sudah tinggal dikolong jembatan dan jadi gelandangan jadi harusnya kamu itu mengerti dan menurut apa kemauan istriku. Apa kamu mau kita usir dari rumah ini dan kalian menjadi gelandangan apa kalian mau?"
"Om! Om ini saudara kembar Papa, dulu waktu Papa masih hidup Om sangat menyayangiku bahkan pada Mama, Om juga sangat menghargainya tapi kenapa giliran Papa meningal Om juga berubah sifat pada kami bahkan om tidak pernah menunjukkan kebaikan atau pun ketulusan Om kenapa? Apa alasannya katakan pada Arabella katakan Om?"
"Hey anak gak guna apa pantas kamu berbicara seperti itu pada om kamu sendiri. Harusnya kamu itu bersyukur kita mau menampung kalian, kamu itu tidak bersyukur atau gimana? Apa selama ini kamu pikir kita peduli pada kalian. Jika aku disuruh memilih aku juga tidak setuju mas Retno alias papa kamu itu menikah dengan wanita ini, karena tidak kalian tidak kamu kalian sama-sama pembawa sial bahkan aku menduga keras kematian mas Retno yang setragis itu juga karena kalianlah penyebabnya, kalian orang pembawa kesialan bagi mas Retno paham kalian!"
"Cukup! Apa kematian suamiku tiga tahun yang lalu masih pantas untuk kalian ributkan? Mas Retno meninggal karena dibunuh dan bukan karena kecelakaan di Rel kereta itu, itu semua bukan murni kesialan kita bukan?"
"Terus jika bukan kalian biang kesialannya apa kamu punya bukti untuk bisa membuktikannya?"
"Sudah cukup! Sudah cukup kalian menghinaku. Kita punya hati dan perasaan dan sudah seharusnya aku harus pergi dari rumah terkutuk ini. Aku lebih memilih jadi gelandangan ketimbang aku harus tingal bersama dengan orang yang sama sekali tidak pernah menghargai kita, ayo Ma kita kekasih barang-barang kita tidak sepantasnya kita memohon-mohon pada manusia biadab seperti mereka ayo kita pergi!"
"Kamu ingin pergi dari rumah ini? Apa kamu serius, kita tidak salah dengar dengan uang apa kamu mampu membiayai biaya kos-kosan kamu apa kamu tidak salah ambil jalan?"
"Kehidupan yang kalian banggakan bahkan kekayaan yang kalian sombong kan hanya bersifat sementara, jika tuhan berkehendak maka dalam jangka satu menit pun kekayaan yang kalian miliki akan hilang lenyap dalam sekejab, kalian orang-orang yang perlu mendapatkan karma dan aku sangat yakin karma akan selalu ada jadi tunggulah karma kalian paham kan!"
"Hey anak kecil apa kamu berani mengancam kita?"
__ADS_1
BERSAMBUNG.