
Aku sadar kehidupan yang kita jalani terus berjalan tanpa adanya halangan yang akan menghalangi akan hadirnya kebahagiaan itu sendiri.
Aku bahagia akhirnya sekian lama aku berfikir kebahagiaan tidak akan berpihak padaku, kali ini aku percaya jika setiap kebahagiaan seseorang sangatlah ada, hanya butuh kesabaran lah bagi setiap orang untuk berhasil melewati tahap sulit dalam badai yang dilaluinya.
Dengan bercermin wajah bahagianya terlihat sangat nampak tidak bisa ia sembunyikan lagi. Bahkan beberapa kali ia mencoba menyembunyikan, hal itu lagi-lagi gagal dan selalu gagal.
"Ada apa ini? Kenapa melihat perilaku Alex yang berubah seperti itu hatiku malah jadi berbunga-bunga seperti ini? Bahkan godaannya tadi sungguh-sungguh sangatlah sulit untuk aku taklukkan? Apa benar aku sudah mulai menyukainya? Tidak! Itu pasti tidaklah benar iya tidaklah benar?"
Memandang langit yang amat cerah tanpa adanya awan mendukung yang berseliweran mendukung akan suasana ini. Pandangan Arabella nampak takjub akan adanya dua bintang yang saling berdekatan dengan indahnya. Sinaran yang dihasilkannya membuatnya serasa ikut terjatuh dalam suasana yang amat membahagiakan ini.
Sebuah tangan kemudian mulai melilit tubuhnya dari belakang, seorang pria yang tiba-tiba datang kemudian menenggelamkan kepalanya pada leher jenjang sang istri, bersamaan dengan belaian dan kecupan manis yang ditunjukkan pria tampan tersebut pada sang Istri. Sadar siapa yang datang dirinya nampak canggung merasakan bel4i4n hangat yang ditunjukkan suaminya sendiri.
"Lex ini sungguh-sungguh kamu yang melakukannya?"
"Kenapa? Apa kamu tidak percaya jika aku memang sungguh mencintaimu?"
"Bukan! Bukan seperti itu maksudnya? Aku sedikit tidak enak ketika harus berpelukan seperti ini apalagi ini pertama kalinya ada laki-laki kecuali Papaku yang mau memelukku dengan tulus seperti ini?"
__ADS_1
"Kamu tidak perlu canggung aku Suami kamu jadi sudah seharusnya aku melakukannya. Apa kamu menyukai dengan kecup4n yang aku berikan barusan?"ledeknya yang tetap saja membel4inya.
"Apa kamu akan terus melakukan hal ini? Jika tiba-tiba saja ada seseorang yang datang dan memergoki kita apa yang akan kamu lakukan?"tanyanya dengan nada cemas.
"Aku rasa selain kita tidak akan ada lagi seseorang yang akan menganggu suasana indah ini. bukankah kamu juga tau kalau dikediaman ini hanya ada kita berdua? Ataukah kamu sengaja menggodaku karena kamu takut jika aku akan terus bertindak kelewatan lebih dari ini?"
"Aku sadar dengan siapa aku berhadapan saat ini,"ledeknya.
"Oh iya berhubung suasana kali ini sangat mendukung ada sesuatu yang ingin aku tanyakan sama kamu? Aku berharap mendengar pertanyaan ku ini kamu mampu membalasnya dengan jujur, jadi katakanlah apa kamu pernah atau pun masih membenciku?"
"Apa aku harus menjawab semua pertanyaan kamu?" tanya Arabella dengan air matanya yang tidak bisa berhenti mengalir.
"Entahlah aku sendiri masih tidak menyadari kenapa aku bisa sekuat ini menghadapi laki-laki seperti dirimu? Bahkan kalau aku mampu aku juga bisa meninggalkan kamu, tapi sayangnya hanya mulut yang mampu terucap, sedangkan hati? Nyatanya hati-ku tidak semudah itu untuk melakukannya.
Bagiku mencintai itu sudah jadi hal istimewa yang aku impikan dan ingin aku dapatkan selama ini. Jodoh? Kita tidak tahu siapa jodoh kita sama halnya dengan kita.
Walaupun sejak sedari awal kita tidak saling memiliki hati satu sama lain, berpisah karena adanya sebuah paksaan tapi sekarang dengan bisa berdiri langsung dihadapan-mu. Bahkan bisa berpelukan seperti ini aku sudah sangat yakin jika kamulah jodoh-ku kamulah jodoh yang selama dikirim Tuhan untuk menjaga-ku, jadi itulah jawabanku!"
__ADS_1
"Terus jika soal cinta apa kamu sudah mulai mencintaiku?"
"Jika kamu tanya apa aku mencintaimu? Jujur saat ini aku masih tidak tau apa aku sudah bisa mencintaimu apa belum? Karena aku sendiri tidak tau apa yang aku rasakan saat ini. Tapi sadar semua orang berhak untuk memilih dan berubah jadi aku putuskan setelah perubahan kamu ini aku tidak masalah jika aku harus mencintai Pria seperti dirimu ini?"
Dekapan hangat telah diberikan Alex. Memeluknya dengan sangat erat, bahkan hampir membuat Arabella sesak nafas lantaran sangking eratnya Alex mendekap tubuh mungil itu tapi semua itu tidak menyurutkan rasa bahagia dari keduanya.
Beberapa menit mereka berpelukan, Alex mengakhiri pelukan itu ketika ingat dirinya masih punya satu tanggungan lagi.
Alex yang kemudian dia pun membalikkan badan Arabella menghadap kearahnya.
"Memang wanita yang ada dihadapan ku ini bukanlah Stella orang yang aku sangat sayangi tapi melihat wajah kalian sangat percis apa salah jika aku menganggap wanita yang ada dihadapan ku ini wanita yang dulunya pernah aku kagumi melebihi diriku sendiri?"batinnya dengan menunjukkan senyumannya.
Karena terlalu mendalami perasaan, menganggap jika wanita dihadapannya ialah Stella, Alex pun akhirnya memberanikan diri mendekati b1b1r mungil Arabella yang memakai lipstik minyak tersebut. Perlahan-lahan dirinya rasanya inggin sekali mengigit bibir mungil tersebut, hanya berjarak sekitar lima senti Alex sudah hampir berhasil menguasai b1b1r tersebut.
Niat Alex yang inggin sekali m*ngec*p bibir Arabella sekali saja. Akan tetapi belum juga Alex berhasil menyentuh bibir mungil tersebut, ia sudah keduluan dengan telunjuk jari Arabella yang menghalangi dengan menyentuh bibir Alex secara balik.
"Aku lupa kalau kamu belumlah mandi jadi cepat mandilah,"ucapnya dengan tersenyum puas melihat sang suami menciutkan bibirnya dirinya nampak puas bisa mengerjainya.
__ADS_1
"Sial! Hampir saja aku ceroboh menyebut nama Stella dihadapannya?"batinnya Alex yang merasa lega berlalu ia pun masuk kedalam kamar mandi untuk melakukan ritualnya. Sedangkan Arabella sesekali pandangannya melirik kearah kamar dengan wajah senyumnya. Langkahnya mulai mendekati kamar itu hendak akan melakukan sesuatu yang sudah seharusnya ia lakukan.
BERSAMBUNG.