Penjara Cinta Psikopat Kejam

Penjara Cinta Psikopat Kejam
Bab 61 " Tak Harus Melakukannya "


__ADS_3

Sedangkan Rendy yang saat itu hendak ingin menjenguk Alex langsung didalam lapas tahanan, dirinya tak mendapati diri Alex mendekam didalam sel itu lantas ia pun bertanya.


"Pak tahanan atas nama Alex Alexassa kemana? Apa tahanan itu dipindahkan ke lapas lain?"


"Tidak Pak Rendy, tahanan atas nama Alex Alexassa bukankah mendapatkan kesempatan diruang interogasi? Beberapa penjaga melakukan entah tindakan apa yang mereka lakukan padanya, tapi menurutku mereka menyuruh tahanan itu untuk angkat bicara dan buka mulut dalam kasus ini!"


"Kapan ini terlaksana bahkan aku tidak menyuruh anak buahku untuk melakukan interogasi itu baiklah akan aku periksa sendiri!"


"Baik kapten!"


Tubuhnya serasa remuk, babak belur sekujur tubuhnya membuat tubuh itu akhirnya melemah.


"Lihatlah tubuhmu ini sudah tidak berdaya! Kau sudah lemah bahkan yang aku lihat saat ini bukan lagi Alex Alexassa si tukang pembunuh yang dengan mudahnya memutilasi korbannya hanya dengan satu tindakan, anda sudah terpojok dengan cara apa lagi anda ingin membela diri dengan cara apa!"


"Sudah aku katakan aku tidak ada sangkut pautnya atas kematian wanita itu? Kematian yang dialami wanita itu aku akui akulah yang memang melakukannya, tapi jika disuruh berkata jujur siapa pembunuh wanita itu itu sungguh bukan aku! Bukan aku apa kalian ini sesusah ini untuk percaya padaku?"

__ADS_1


"Baiklah dengan cara sedikit damai masih belum membuatmu sadar jangan salahkan aku kalau aku juga tega memakai cara kasar ini, petugas!"


"Iya Pak!"


"Cepat cambuk dia keseratus kali, jika dia masih bertahan dan tetap ingin bungkam cepat tambah cambukan itu!"


"Tapi pak bukankah ini sudah kelewat batas? Itu bukan lagi cara dari interogasi, jika pak Purnomo ingin saran aku bisa memberikan saran dengan membuatnya mabuk, tapi dengan memberikan cambukan bahkan sampai seratus kali aku rasa ini akan berimbas pada kantor kepolisian ini jika dirinya sampai kenapa-kenapa pak, saya serius?"


"Ini perintahku jadi jangan pernah coba untuk memberikan saran pada atasanmu paham!"


"Jika hari ini aku akan mati atas siksaan kalian aku tidak peduli, kejahatan yang kita lakukan memang sudah seharusnya kita pertanggung jawabkan, tapi jika perbuatan itu sama sekali bukanlah ulah kita untuk apa kita harus bertanggung jawab, membela diri perlu jadi jika anda ingin membunuhku secara perlahan aku tidak masalah cepat lakukan aku tidak takut cepat lakukan!"


"Aku akui tekat kamu sangatlah angkuh, tapi sayang keangkuhanmu nyatanya tidak mampu untuk menolong mu!"


Memberikan cambukan tanpa ampun, tubuh Alex semakin tidak berdaya dirinya berteriak sekeras mungkin bahkan jeritan ia layangkan beberapa kali tapi nyatanya tak membuka mulutnya untuk mampu berkata dialah pelaku atas pembunuhan wanita termutilasi tersebut. Lebih memilih terluka bahkan m4ti jika pada kenyataannya bukan dialah pelaku yang sebenarnya dalam kasus pembunuhan yang dialami Mamanya Arabella.

__ADS_1


Wajahnya mulai memucat, mereka melayangkan cambukan itu hingga tak terhitung lagi berapa banyak tetesan keringat darah yang keluar dari tubuh Alex. Sekujur tubuhnya membiru, kulit yang tadinya putih mulus kini hanya terdiam merah darah dan dalam sekejap mata tubuh yang tadinya masih berusaha berdiri dengan tegaknya, kini dalam hitungan detik tubuh itu pun tersungkur tidak berdaya, terdengar akan suara pelan yang ia ucapkan tapi ucapannya tak mampu mendinginkan amarah mereka yang sudah diselimuti kemarahan.


Kedatangan**** yang dirasa sudah terlambat, tatapan matanya seketika terperanjat kaget melihat Alex yang sudah berlumuran darah dengan kondisi sangat memprihatinkan.


"Alex!" suara itulah yang akhirnya ia layangkan, bergegas menghampirinya membopong tubuh Alex dan memangkunya tatapannya tertuju pada kelima orang yang ikut memberikan tatapan tak terduga itu.


"Kapten? Apa yang kapten lakukan?"


"Harusnya aku yang tanya apa kalian sudah gila! Siapa yang menyuruh kalian untuk melakukan penyiksaan ini?"tegasnya.


"Ka ... kami?"ucapnya yang bingung ingin mengatakan apa.


"Cepat bantu aku membawanya keruangan kesehatan!"


"Baik Kapten!"

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2