
Menempuh perjalanan menuju ketempat yang ingin mereka tuju, ketiganya berada dalam mobil, Rico yang fokus pada laju kendaraannya sedangkan Alex yang hanya diselimuti rasa lamunannya yang terus saja menyertai dalam benak pikirannya
"Jika kamu masih hidup inilah kesempatan buatku untuk menata kembali kehidupan yang hancur ini. Entahlah kali ini aku merasa sangat bersyukur akhirnya Tuhan memberiku kesempatan untuk menjadi ayah dari calon anak yang sudah sempat aku telantarkan terima kasih Tuhan! Terima kasih!"
Batinnya terus saja berkata, tak henti-hentinya mengucapkan kata syukur atas semua kemudahan yang diberikan pada Tuhan yang maha esa, raut wajahnya kembali tersenyum Rico mau pun Maikel yang sadar mereka hanya bisa mendukungnya.
"Kita senang akhirnya kita bisa melihat Tuan kembali tersenyum seperti ini? Melihat tuan mampu tersenyum itu artinya tuan sudah menunjukkan perubahan tuan yang mungkin tidak akan kita sangka-sangka ini?" timpal Maikel, sedangkan Alex hanya tersenyum.
"Oh iya Tuan jika Nyonya Arabella masih hidup lantas kemana dia? Apa ada kemungkinan jika dia telah diculik seperti yang kita tau sekarang sudah 1 Minggu sejak nyonya Arabella dinyatakan meninggal dalam kecelakaan kemaren? Dan jika bukan Tante Monika dalang dibalik semua ini lantas siapa? Apa tuan mencurigai Baron lah dalang dibalik semua ini?"
"Sama seperti yang kamu katakan barusan kali ini targetku mengarah ke Baron! Entah kenapa firasatku ku sangat menunjukkan jika dia alah dalang dibalik semua ini termasuk kecelakaan dan penemuan jasad yang diduga Arabella. Dalam masalah ini tidak mungkin tidak ada orang dalam yang ikut bersangkutan dalam masalah ini, tapi entah itu benar atau tidak ingin bertemu dengannya gimana pun keadaannya aku ingin bertemu dengan Arabella sadar jika selama ini kesalahanku sudah terlalu banyak yang aku perbuat padanya, jadi aku minta cepat cari dia tapi kalian harus secara diam-diam karena aku tidak mau orang yang bersangkutan dalam masalah ini tau jika aku sudah mengetahui kebenaran ini!"
"Baik tuan sama seperti keinginan tuan kita akan mencari nyonya Arabella sampai ketemu!"
"Tapi selain itu ada pertanyaan lain yang ingin aku tanyakan pada tuan? Jika suatu saat nanti nyonya Arabella kembali ke pelukan tuan apa tuan akan memperlakukannya seperti dulu, yaitu menyiksanya tanpa ampun?"
__ADS_1
"Tidak! Aku tidak akan pernah melakukan hal sekeji itu lagi, bisa bertemu dengannya itu sudah jadi hal yang sangat membahagiakan untukku apalagi dengan adanya janin yang ia kandung sudah seharusnya aku memberikan kasih sayang pada calon anak kandungku?"
"Syukurlah jika tuan sudah berubah aku cukup bahagia mendengarnya, memang sudah sepantasnya tuan berubah, kita sudah sampai mari kita turun tuan!"
"Baiklah!"
Berbeda dari kediaman lain lebih tepatnya disalah satu kediaman mewah lan megah seseorang berserta beberapa anak buahnya terlihat sibuk membahas akan sesuatu.
"Semuanya sudah berhasil aku selesaikan, membunuh Papa dan wanita itu juga sudah berhasil aku lenyapkan biarpun itu bukanlah ulahku tapi aku cukup lega dan kini yang jadi masalah gimana caranya aku menguasai balik semua kekayaan ini jika aslinya data wasiat yang asli telah Papa sembunyikan dengan sangat matang? Bahkan wanita itu yang aku paksa untuk mengaku semuanya telah sia-sia jadi apa yang harus aku lakukan selanjutnya?"
"Apa? Apa ada kabar baru?"
"Itu nyonya didepan ada tuan Alex yang ingin menemui Nyonya!"
"Alex? Untuk apa dia kemari?"gumamnya yang terheran sendiri.
__ADS_1
"Baiklah suruh dia masuk!"pinta Monika.
"Baik Nyonya!"
Berhadapan bersamaan dengan tatapan tajam yang sama-sama mereka lontarkan. Mengakhiri tatapan tajam tersebut, Alex yang tak ingin buang-buang waktu ia perlahan-lahan mulai menghampirinya.
"Sebenarnya apa mau anda? Apa tujuan anda kemari anda masih ingin mengintrogasi ku soal kematian wanita itu? Bukankah semuanya sudah jelas aku tidak ada sangkut paut atas kematian wanita itu apa anda kurang paham juga!"
"Anda janganlah banyak berkata semena-mena, aku melepaskan anda karena itu hanyalah permulaan tapi sekarang entah kenapa aku ingin sekali menjerat anda dan ingin anda berkata jujur soal kematian yang dialami Stella pada kecelakaan beberapa bulan yang lalu, awalnya aku sempat tidak percaya dan tidak ada pikiran jika andalah dalang dibalik semua ini, tapi aku ingat Arabella pernah berkata jika kematian Stella ada hubungannya denganmu pastinya anda bisa kan menjelaskannya?"
"Kenapa anda malah mempersulit keadaan? Dulu anda menuduhku jika akulah orang yang telah melenyapkan Arabella? Tapi kenapa giliran anda sudah tau kematiannya tidak ada sangkut pautnya dengan ku kenapa anda malah mempersulit dengan menuduh jika aku yang dengan teganya membunuh keponakan ku sendiri? Sebodoh dan sejahat nya diriku tidaklah mungkin jika aku setega itu aku membunuhnya apa anda sudah gila!"
"Anda memang bersikeras berkata jika bukan andalah pelakunya, tapi kenapa aku sama sekali tidak percaya? Bagiku berkata jujur atau pun tidak semua itu sudahlah menunjukkan siapa anda? Jadi janganlah coba-coba untuk membangkang apa anda paham!"
BERSAMBUNG.
__ADS_1