
"Kali ini aku tidak tau apa aku yang bodoh karena dengan mudahnya percaya sama perkataan dari tahanan itu, tapi jujur entah kenapa sekarang aku malah mempercayainya!"jelas Polisi.
"Sama halnya seperti dirimu entah kenapa kali ini firasatku memang sama seperti dugaan-mu!"
"Baiklah tunggu apa lagi kita segeralah kesana kabari aku jika kalian sudah menemukannya!"
"Baik kapten!"
Sesampainya mereka di lokasi A, beberapa polisi yang sengaja menyamar menjadi Intel tak terkecuali juga kapten sendiri, mereka terlihat mulai memperhatikan akan suasana aman melihat akan gerak-gerik seseorang yang dirasa mencurigakan.
"Suasana nampak aman cepat kita masuklah satu persatu ke gudang kumuh itu!"
"Baik kapten!"
Memasuki gudang itu yang dibilang ruangannya sangatlah kecil, semua sorotan mata mulai memperhatikan akan sesuatu yang ditujukan oleh Alex beberapa waktu yang lalu. Sorotan matanya mulai terbuka lebar setelah salah satu Polisi membongkar tata letak dari salah satu tumpukan kardus bekas yang dirasa sedikit mencurigakan, berhasil membongkarnya pandangan semuanya tertuju pada besi kotak keabuan yang sama percis yang ditujukan oleh Alex.
"Kapten ini sungguhan besi yang dikatakan oleh tahanan pada waktu itu?"
"Iya, ini sungguh besi persegi panjang yang dimaksud olehnya, jadi benar jika didalam ini memang ada pintu rahasia uang masuk ke salah satu ruangan rahasia yang bisa dibilang dengan sebutan Markas?"
"Kita tidak bisa berlama-lama kapten, ini sudah sangat menunjukkan jadi tunggu apa lagi cepat kita masuk!"
"Baiklah cepat masuklah lakukan semua perintah dan cara yang kemaren ditunjukkan olehnya!"
"Baik kapten!"
Membuka besi persegi panjang yang tanpa mereka sangka didalamnya terdapat anak tangga yang menjulang kebawah, tanpa arah yang pasti mereka terus saja mengikuti setiap langkah lan arah dimana anak tangga itu mulai menjalar kebagian tersebut.
"Terus ikuti anak tangga ini dan ingat tetap waspada!"perintah Kapten.
"Baik Kapten!"
Sesampainya mereka disalah satu pintu yang juga sama-sama terbuat dari bahan anti peledak, disampingnya mereka melihat sebuah kode sandi yang dirasa kode tersebut kode rahasia untuk memasuki ruangan dalam sana.
__ADS_1
"Disini ada pintu anti baja jadi benar jika didalam sana juga pastinya ada ruangan rahasia yang entah apa isi didalamnya. Aku ingat ucapan Alex yang mengatakan jika kita ingin masuk segera ketik kode kalau tidak salah dengar sebutan TAYGER LEE ...iya kata itu coba tekan kata yang barusan aku sebut!"
"Baik tuan!"
Mengetik dua kata yang ditujukan oleh kapten, tak lama kode yang barusan ia ketik telah menunjukkan reaksi, sekejap pintu itu terbuka dengan sendirinya, bak seperti melihat pemandangan yang jarang mereka lihat, sekejap mata tatapan mereka semua terperanjat kaget melihat sebuah pemandangan adanya ratusan senjata ilegal yang berbaris rapi dipajang dalam beberapa almari kaca.
"Ini sungguh-sungguh senjata ilegal yang biasa kami temukan ketika sedang melakukan razia bukan?"tanya salah satu Polisi yang tidak bisa habis pikir.
" Benar yang dikatakan tahanan itu jika disini terdapat banyak senjata ilegal tapi pertanyaannya dengan cara apa mereka bisa membelinya sampai sebanyak ini jika kapten sendiri juga tau kita selalu rajin untuk pemeriksaan maupun razia seperti yang tadi Pak Rangga ucapkan?"
"Seperti yang kalian tau yang namanya penjahat pastinya punya seribu cara untuk menyelesaikan permasalahan, jika hanya menyangkut soal hal ilegal bagiku itu sudah tidak jadi ketakutan bagi penjahat yang mampu menimbun banyaknya senjata ini!"
"Terus sekarang apa rencana kapten? Kita sudah menemukan banyaknya senjata ini, jika kita tidak segera melenyapkannya semua masalahnya akan menjadi rumit!"
"Sama seperti tujuan awal kita, kita datang hanya untuk menyelidiki dan tanpa dugaan kita semua ini benar nyatanya, jadi sekarang kamu panggil semua tim untuk memblokir tempat ini. Dan jangan sampai membiarkan satu pun orang untuk masuk kecuali itu hanya petugas yang diutus untuk menyelidikinya jadi paham kan! Baiklah ikutlah denganku kita perlu memeriksa bagian ruang yang lainnya!"
"Baik tuan!"
"Kapten ... kapten ...." panggil seseorang itu berlari itu orang pun menghampirinya.
"Iya kapten! Itu dari ruangan sebelah sana kamu menemukan salah satu ruangan yang penuh akan tumbuhan ganja, tidak diketahui berapa banyak tumbuhan yang berada dalam pot tapi perkiraan kita totalnya paling banyak menjadi 50 pot dan itu hanya ada di bagian kanan belum yang dibagikan kirinya!"
"Ribuan tanaman ganja ini mah Fix penjahat ini lebih sadis dari penjahat bernama Alex itu?"
"Tidak disangka tertangkapnya Alex mampu membongkar sekumpulan penj4h4t yang selama ini telah bersembunyi, tetap waspada dan carilah lebih banyak lagi barang bukti dalam markas persembunyian ini!"
"Baik kapten!"
"Oh iya apa tim yang lain sudah sampai! Jika sudah segera pasang tanda polisi kita masih perlu bertanya pada Alex! Aku rasa dia tau banyak tentang pengedar ini?"
"Baik kapten!"
"Sial polisi sudah tau tempat persembunyian kita, aku harus keluar dari markas ini lewat jalan darurat yang kedua, bos Baron harus segera tau!"batin seseorang yang tanpa dugaan mereka telah mengetahuinya, lewat Cctv yah terpasang seseorang itu lantas bergegas pergi.
__ADS_1
Tempat yang tadinya sunyi lan sepi tanpa adanya tanda-tanda akan kecurigaan siapa pun orang. Puluhan polisi sudah mulai berdatangan memenuhi wilayah A. Memasang garis polisi secara keseluruhan dan melakukan tes sidik jari pada semua barang-barang bukti yang ada di dalam markas tersebut. Melakukan pemindahan barang tanpa adanya sentuhan dari tangan orang lain, semua barang-barang mulai dialihkan pada satu tempat rahasia untuk melakukan pemeriksaan kedua.
"Kapten kenapa kita harus memindahkan semua batang ini ketempat baru? Bukankah jika tetap disini akan tetap aman karena adanya penjagaan ketat dari beberapa Polisi? Bahkan melihat harus polisi yang sudah ada bukankah itu sudah menakutkan niat mereka?"
"Permasalahannya kita kali ini sedang berhadapan dengan pembunuh sungguhan! Pembunuh sekaligus kejahatan tersadis melebihi penjahat seperti Alex! Satu pintu keluar rahasia mereka berani lakukan jadi tidak memungkinkan lagi mereka jika diluar sana masih ada pintu rahasia yang tidak kamu ketahui termasuk Alex sendiri!"
"Iya yang kapten katakan Memang ada benarnya, terus langkah selanjutnya apa yang akan kapten lakukan apa kita perlu memberikan surat panggilan pada pelaku utama mendengar jelas jika Alex yang bilang sendiri jika sasaran utama atas nama Baron?"
"Jika soal itu kita tidak perlu menunda lagi, cepat kita datangi kediaman atas nama Baron!"
"Baik Kapten!"
Melihat pemberitaan atas ditemukannya Markas yang menimbun puluhan senjata ilegal sekaligus barang haram tersebut. Pria cukup tua itu emosinya akhirnya mulai mengebu-ngebu taringnya seakan-akan ingin keluar melihat kejahatannya akhirnya telah terbongkar satu persatu.
"Sial! Bagaimana bisa Markas ku diketahui oleh Polisi!"
"Sudah aku duga semua ini pasti ulah Alex! Seseorang yang ingin cari gara-gara sama tuan, bahkan hanya dia yang tau akan rahasia tuan jadi siapa lagi kalau bukan dia!"
"Brengsek! Rupanya dia masih berani berhadapan dengan ku! Apa dia tidak takut istrinya sekaligus calon anaknya ada dalam genggaman tanganku, kapan saja aku bisa melenyapkannya apa dia sungguh-sungguh ingin menentang ku!"
"Tapi menurutku yang jadi masalah bukan soal itu tuan! Polisi sudah mengetahui markas persembunyian tuan, bahkan sidik jari kita masih tertempel jelas pada ribuan barang-barang tersebut jadi dengan cara apa kita mampu menyangkalnya? Sadar terbongkarnya kasus ini sangatlah dadakan bahkan mereka juga sudah memindahkan barang-barang itu semua ditempat yang sangat aman jadi gimana cara kita menyabotasenya tuan? Dan gimana jika Polisi tiba-tiba datang untuk menangkap kita?"
"Jika itu sampai terjadi yang perlu kita lakukan hanyalah bersandiwara dan berakting dihadapan Polisi itu, jika kita menunjukkan akan kepanikan kita itu sudah jelas kita membongkar sendiri siapa kita, Polisi tidak akan curiga jika bukan Alex yang memberitahunya jadi tetap waspada dan jangan sangat lengah kalian paham! Tapi selain itu kita masih punya tugas untuk membungkam mulut Alex agar mulutnya tidak tambah semakin menyebar, berita ini harus segera lenyap entah gimana caranya aku ingin aku bisa bebas dalam masalah dan kasus ini paham!"
"Paham tuan, kita akan lakukan apa permintaan yang taun tujukan, tapi untuk melenyapkannya gimana cara untuk melakukan itu semua sadar Alex saat ini berada dalam lapas?"
" Bakar penjara itu!"
"Tuan yakin? Itu tidak terlalu sadis sadar didalam sana ada banyak tahanan apa tuan ingin membantai semuanya?"
"Saat ini aku tidak peduli dengan nyawa mereka, mati mau pun hidup itu bukanlah urusanku!"
"Baik tuan!"
__ADS_1
BERSAMBUNG.