Penjara Cinta Psikopat Kejam

Penjara Cinta Psikopat Kejam
Bab 26 " Fakta yang mengejutkan "


__ADS_3

Aku sadar tidak semua apa yang aku pikirkan sebelumnya akan terjadi seperti itu. Laki-laki keras kepala bahkan diriku bersedia menikahinya hanya atas dasar paksaan.


Hubungan kami terbilang tidak seharmonis seperti pasangan pada umumnya tapi aku sadar dia tidak seburuk yang aku kira, dia memang terlihat cuek dan tidak perduli terhadapku, tapi ternyata dibalik sifat cueknya itu keperduliannya perlahan-lahan mulai ia tunjukkan


Lamunan beserta senyuman manis terukir jelas dalam benak raut wajah cantiknya. Sadar atas apa yang barusan ia katakan, sesekali ia menepuk pipinya berharap apa yang barusan ia ucapkan tidak sungguh-sungguh ia katakan dengan mudahnya.


"Apa kamu sudah gila Ar? Apa kamu sadar secara diam-diam kamu memujinya apa kamu tidak tau dia laki-laki bermuka dua, sekarang dia bisa berbaik hati padamu, tapi apa kamu yakin kebaikannya ini akan berangsur lama? Tidak! Itu tidaklah mungkin jadi sadarlah!"


Bingung akan hatinya yang mampu mengatakan kata pujian pada laki-laki yang sudah bikin hidupnya amat sengara, dilain tempat seseorang duduk di-kursi kuasanya menyilangkan kedua kakinya sembari kedua tangannya yang sibuk mengerjakan beberapa file yang belum kunjung ia selesaikan.


Dari raut wajahnya terlihat ia sedang disibukkan dengan semua pekerjaannya, seseorang lantas mengetuk pintu ruangan kerja ini, arahan dari Alex yang memintanya masuk bergegas seseorang itu pun melangkahkan kakinya menghampiri Alex.

__ADS_1


"Rico ada apa? Apa yang membuatmu menemui ku secara tiba-tiba seperti ini?"


"Tuan! Kita dalam masalah besar?"


"Masalah besar! Maksudnya?"


Raut wajahnya terlihat kebingungan akan ucapan yang barusan diucapkannya tadi, dirinya lalu mengunci pintu yang kedap suara agar seseorang yang datang tidak mendengarkan akan ucapan yang diucapkan dari dalam ruangan ini.


"Selama ini ternyata kita telah ditipu olehnya? Gadis yang pada awalnya kami anggap polos tidak tau apa-apa ternyata dia salah satu anggota keluarga dari pembunuh bayaran yang beberapa tahun silam telah merenggut kebahagiaan tuan termasuk seseorang dari dalang pembunuhan berantai keluarga tuan! Ini tidak bisa dibiarkan kita harus bertindak tegas tuan!"


"Tunggu! Sedari tadi anda terus berkata tanpa membiarkanku bertanya apa yang sebenarnya terjadi! Sebenarnya ada apa? Apa maksud dari ucapan yang barusan kamu katakan tadi?"

__ADS_1


"Jika hanya dengan menjelaskan lewat mulut itu akan percuma! Alangkah baiknya tuan cermati serius lembaran data yang kami maksudkan tadi!"timpal Maikel dengan mengulurkan lembaran tebal padanya.


Membaca satu persatu kata yang tertulis pada lampiran beberapa lembar data tersebut. Fokus Alex yang tadinya hanya bisa melirik keduanya dengan tatapan kebingungan, kini fokusnya seketika memudar, sadar akan nama laki-laki yang tertera pada lampiran yang sedari tadi dibacanya.


"Ini ... Pria ini pembunuh kedua orang tuaku? Apa maksudnya?"ucapnya yang tak percaya.


"Tuan! Setelah tuan meminta kami beberapa waktu yang lalu memerintahkan kami mencari tau latar belakang istri anda? Kami dikejutkan dengan satu nama pria yang cantum pada kartu keluarganya termasuk nama Retno Rahendra, menurut kami nama itu tidaklah asing bagi kita. Tak lama kami sadar jika pria ini sangatlah percis seperti pembunuh yang dulunya pernah tuan lenyapkan dan memalsukan data kematiannya menjadi kecelakaan, jadi ...


"Sial! Bagaimana bisa kita sampai kecolongan seperti ini! Dia Putri dari pembunuh itu! Bahkan laki-laki itu sempat menodai mamaku sebelum ajal Mama menjemputnya apa mungkin setelah apa yang terjadi diriku akan membiarkan mereka bahagia biarpun di pembunuh itu sudah berhasil aku lenyapkan?"


"Sekarang apa rencana tuan? Apa tuan ingin melakukan hal yang sama yang dulunya pernah tuan lakukan pada Pria pembunuh ini?"tanya Rico, tatapan Alex yang dihasilkannya telah menunjukkan jika ekspresinya tidak perlu dijelaskan lagi.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2