Penjara Cinta Psikopat Kejam

Penjara Cinta Psikopat Kejam
Bab 19 " Memulai sandiwara "


__ADS_3

Masuk kedalam salah satu ruangan yang biasa menjadi tempat beristirahat bagi Stella. Alex maupun Arabella yang sudah berada didalamnya pun, sesekali Arabella melirik kearah Alex yang sedari tadi hanya terdiam tanpa menunjukkan suaranya.


"Apa yang terjadi dengan anda? Kenapa tumben anda hanya terdiam seperti ini?"


"Rupanya seorang seperti dirimu cukup berani menghadapi wanita lampir itu? Aku kira setibanya anda dikediaman mewah ini, dirimu hanya akan menunjukkan sikap diam layaknya seekor tikus yang sudah terperangkap akan jebakan kucing,"ucapnya lantas ia duduk disalah satu sofa.


"Terus sekarang apa yang akan kita lakukan? Apa mungkin kita harus tidur satu ranjang ini?"


"Aku sudah menunjukkan anda pada Kakek. Dia juga sudah sangat percaya jika seseorang yang barusan ia temui memang cucu kandungnya, tapi sadarlah kejadian ini tidak akan menyelematkan anda akan masalah yang akan terjadi selanjutnya. Tante Monika sangatlah licik, dia bisa melakukan apapun asal apa yang ia minta berhasil ia dapatkan. Dan anda? Keberuntungan anda sekarang berpihak padamu tapi yakin dan selalu waspadalah jika ini hanya terjadi sesaat, melihat anda kembali kesini maka seribu cara bisa ia lakukan tak terkecuali membuat nyawamu yang akan jadi taruhan! Sudah malam cepatlah tidur aku akan tidur di Sofa ini!"


"Tunggu!"


Berniat akan merebahkan tubuhnya di Sofa, pandangannya teralihkan setelah Arabella yang mempertanyakan sesuatu padanya.


"Kita sekarang sudah berada didalam tempat yang aku rasa akan membahayakan nyawa kita masing-masing. Aku sedikit penasaran apa alasan pertama anda kenapa anda bersikeras ingin Perusahaan PT. Antariksa grup ini jatuh ketangan orang yang tepat. Apa karena anda ingin mengabulkan permintaan Stella semasa dia masih hidup, anda mengorbankan semuanya untuknya?"


"Bagiku apa yang aku punya hanyalah Stella. Sedangkan anda? Tugas anda hanya berpura-pura sebagai dia, tapi satu hal yang harus anda ketahui tidak mudah bagiku untuk menerima pernikahan ini termasuk menerima anda sebagai istriku, jadi sebelum anda berfikir yang tidak-tidak, berharap diriku akan mudah menerima hubungan ini, jangan harap! Jangan harap anda sampai bisa berfikir sampai disana karena itu sudah tidak akan pernah terjadi, jadi paham kan! Besok waktumu untuk berkunjung ke Perusahaan itu, bersedia atau tidak diriku ingin anda melakukan perintahku dengan baik tanpa membongkar siapa anda sebenarnya jadi paham kan?"


"Aku masih bingung apa alasanmu menjebak-ku dalam masalah yang cukup rumit ini. Jika hanya atas dasar meninggalnya Stella itu semua terjadi karena takdir, kita semua tidak menginginkan semua ini tapi jika dengan kornea mata ini aku akui aku sangat berterima kasih karena dia bersedia mengorbankan semuanya kornea mata ini untukku!"


"Jika anda sudah selesai ngomong cepat tidurlah! Karena diriku tidak ingin banyak bercakap dengan anda, tidurlah!"


Tak menghiraukan istri yang masih ada dihadapan dengan tatapan sendunya. Alex yang merasa tak perduli akan dirinya, ia lebih memilih memainkan ponselnya ketimbang harus berbicara atau pun memberikan tatapan pada istrinya saat ini.

__ADS_1


Di-dunia ini tidak ada seorang wanita yang ingin hubungan rumah tangganya bernasib seperti ini? Ingin sekali aku pergi, menceraikan laki-laki ini tapi sadar kemampuanku tak mampu untuk melakukannya.


Apalagi melihat pengorbanan dan juga pemberian kornea mata ini, sudah seharusnya aku bertahan biarpun rasanya sakit tapi ini harus sadar kehidupanku memang pada dasarnya sudah sangat menyakitkan," Dengan lamunan yang sedari tadi menyertainya, Alex sadar Arabella yang hanya menatapnya dengan tatapan sendu


"Apalagi yang ingin anda tunggu? Apa anda masih tidak dengar aku berkata apa tadi?"ucapnya dengan tatapan tegasnya. Beranjak dari tempat ia berdiri, membaringkan tubuhnya diatas ranjang seolah-olah ia membalas akan sikap yang ditunjukkan oleh suaminya ini.


******_________________________*****


Berhadapan dengan Perusahaan besar, dengan bangunan kokoh lan indah tak mampu mempercayai Arabella dimana ia menginjakkan kakinya saat ini. Hanya mampu memandang Perusahaan ini, dirinya tak percaya jika percaya atau pun tidak dialah pewaris utama yang berkesempatan emas mendapatkan warisan yang sangat tidak terduga ini.


Aku berharap apa yang aku lihat hanya semua mimpi? Selama ini aku sedang bermimpi jika suatu saat nanti aku akan bisa menjadi seseorang yang berhasil sukses dengan caraku sendiri, tapi apa yang aku lihat sungguh-sungguh tidak bisa aku percayai jika akhirnya aku mampu menggapainya


Tapi sadarlah Arabella pencapaian yang sesungguhnya semua ini bukanlah untukmu, warisan ini atas nama Stella sedangkan kamu? Kamu hanya manusia beruntung yang bisa merasakan semua kekayaan ini biarpun ini semua hanyalah kekayaan salah sasaran sadarlah!"batin Arabella yang sesekali ia menitihkan air matanya.


"Sudah waktunya untuk masuk! Usap air matamu!"perintahnya tanpa memperdulikan Arabella.


"Sayang, kamu tidak apa-apa kan? Kamu lagi tidak enak badan kenapa kakek perhatikan kamu gemetar? Kamu sakit?"


"Tidak Kek, Stella baik-baik saja kok hanya saja Stella akui terlalu cepat berada diposisi seperti ini apalagi menjadi calon pemimpin baru jujur sangat membuat Stella bingung harus seperti apa? Jujur Stella masih ragu dengan keputusan kakek?"


"Sayang, bukankah dulu kakek sudah pernah bilang jika perusahaan ini otomatis akan jadi milikmu. Dan sekarang kakek sudah mengambilkannya, kakek yakin dan percaya jika kamu bisa diandalkan?"


"Iya Kek, Stella akan tetap berusaha jadi kakek janganlah cemas!"

__ADS_1


"Baiklah, kakek tidak bisa lama-lama tidak apa-apa kan kalau kakek tingal dulu?"


"Iya Kek!"


Sedang dalam membicarakan Kakek dan juga Arabella, Alex yang sadar jika ponselmu berbunyi ia lantas mengangkatnya.


📞" Iya Rico ada apa?"


📞" Tuan! Ada masalah penting yang harus tuan selesaikan, mari cepat kesini!"


📞" Penting apa? Apa telah terjadi masalah yang serius?"tanyanya yang terlihat panik.


📞" Saya tidak bisa mengatakannya sekarang! Alangkah baiknya tuan segeralah kemari!"


📞" Baiklah aku akan segera kesana tunggulah!"


" Alex ada apa? Apa ada masalah denganmu?"


" Ini Kek, temanku barusan mengatakan ada masalah yang terjadi, jadi saya pamit pergi untuk menemuinya!"


"Baiklah pergilah aku rasa temanmu sangat membutuhkan bantuanmu!"


"Baiklah aku pergi dulu!"

__ADS_1


"Ada apa dengan laki-laki itu? Siapa sebenarnya dia?"batinnya dengan rasa penasarannya


BERSAMBUNG.


__ADS_2