
Seribu pertanyaan ingin sekali ia tanyakan akan tetapi mulutnya serasa terkunci. Bahkan ia tidak mempercayai apa yang sedang ia lihat saat ini. Berharap ini semua adalah mimpi tapi nyatanya ini beneran terjadi.
BEBERAPA TAHUN KEMUDIAN
Disalah satu pemakaman datanglah seorang Wanita cantik berambut panjang yang datang bersama dengan anak kecil sekiranya umur 5 tahun. Mereka lalu mendekati, berjalan menghampiri salah satu makam dengan batu nisan yang bertuliskan Alex Alexassa Verlano, mereka lantas duduk bersebelahan dengan makam tersebut.
" Lihatlah siapa yang aku ajak kemari kamu pasti bahagia kan melihat perkembangan Putra kita semakin hari dia tambah semakin pintar?"ucapnya tak henti-hentinya menitihkan air matanya, anak kecil yang melihat Mamanya menangis dirinya spontan mengusap air mata Mamanya tersebut.
"Mama kenapa menangis? Bagas ada disini jadi jangan nangis ya?"ucap anak kecil itu dengan sedikit suara yang belum terlalu jelas.
"Iya sayang Mama tidak akan menangis kok, sini peluk Mama?"Beralih anak kecil itu menghampiri lebih dekat Mamanya dan memberikan pelukan hangatnya untuk sang Mama tercinta.
Aku bahagia disaat umurmu tidak lagi panjang, ke-salah pahaman itu sudah menunjukkan titik terang dalam masalah yang telah berpuluh-puluh tahun telah kamu pendam dengan amarah. Dan emosi yang akhirnya menjadikan kamu sebagai pribadi kejam seperti ini.
Dan aku bersyukur disaat semua orang yang aku sayangi telah tiada masih ada seseorang yang akhirnya membuatku bersemangat melanjutkan kehidupan ini. Belum lagi kesadaran ku disaat aku amnesia telah pulih, aku telah sadar dengan semuanya termasuk wasiat dan rahasia yang diberitahu Kakek mampu aku lanjutkan lagi. Aku bersyukur dengan semuanya biarpun hanya Bagas yang aku punya tapi dengan kehadiran Putra kita aku mampu mendapatkan semangat hidup lebih berarti lagi.
Membelai batu nisan bertuliskan nama suaminya air mata terus saja berlinang dari kedua sudut mata cantiknya. Tak lama seseorang telah memangilnya dirinya lantas mengalihkan pandangannya kebelakang melihat seseorang yang memangilnya yang tak lain ialah kedua anak buah Alex yang selama ini telah ditahan, dan akhirnya setelah lima tahun kemudian mereka mampu bebas menghirup udara segar ini lagi.
"Kami senang setelah lima tahun berlalu kami masih sempat untuk bertemu dengan nyonya lagi, gimana apa nyonya baik-baik saja?"
"Seperti yang kalian lihat aku baik-baik saja aku juga cukup bisa melupakannya?"
__ADS_1
"Mama? Kedua om ini siapa? Apa mereka teman Mama?"
"Iya sayang kedua om ini teman Mama dan Papa, dan pasti nya kedua om ini juga sangat menyayangi kamu seperti Mama menyayangi kamu ya kan om ya?"
"Iya sayang kami teman dari Mama dan Papa kamu, berapa usia kamu sekarang sayang?"
"Usia Bagas lima tahun om!"
"Anak yang pintar, baiklah ikut dengan kami berdua kamu akan membelikan kamu eskrim yang kamu suka apa kamu bersedia?"
"Iya Bagas memang suka dengan eskrim coklat, tapi Mama tidak mengijinkan Bagas untuk memakan eskrim itu?'
"Kasihan sekali tapi kamu jangan sedih mama melarang kamu bukannya dia jahat! Tapi ini demi kebahagiaan kamu sayang kamu makan banyak coklat itu tidak baik buat kesehatan gigi kamu apa kamu mau ompong?"
"Oke siap anak yang pintar, ayo om Gibran dan Om Verrel kita pergi sekarang?"
"Oke om!"
"Lihatlah Lex putra kamu ini sudah sangat pintar sekarang, bahkan hanya beberapa menit mereka bertemu dengan kedua sahabatmu Putra kita sudah menunjukkan keakraban pada sahabat kamu, terima kasih! Terima kasih telah memberikan dua seseorang yang mampu jadi pelindung kami terima kasih."
Dari kejauhan dirinya melihat Putranya sedang bermain dengan teman-teman seusianya, dilain itu Verrel, Gibran dan Arabella ketiganya mulai berbincang lagi.
__ADS_1
"Putra kalian sangatlah pintar? Seandainya saja tuan masih hidup mungkin beliau orang yang paling bahagia bisa mendapatkan Putra setampan dan sepintar Putra kalian?"puji Gibran yang selain dia Verrel pun ikut memujinya.
"Iya yang dikatakan Gibran memanglah benar! Putra kalian sangatlah tampan dan pastinya kepandaiannya tidak jauh seperti yang dimiliki tuan Alex, jika saja Tuan masih hidup tuan pasti akan sangat bahagia tapi Tuhan punya cara yang lain."
" Oh iya Nyonya selain itu ada hal lain lagi yang ingin saya tanyakan pada Nyonya? Bukan apa-apa tapi saya sangat penasaran jika tidak menanyakan soal ini. Putra kalian sudah berumur lima tahun, nyonya juga sudah lama menjanda apa Nyonya tidak kepikiran untuk menikah lagi setidaknya cara itu akan membuat hati nyonya kembali terisi dan pastinya juga Bagas ada seorang Papa yang akan menemaninya nanti?"tanya Gibran namun sepertinya tidak mendapatkan respon langsung. Mendengar pertanyaan dari Gibran tak membuat wanita disampingnya langsung menjawab pertanyaan Gibran tersebut.
"Nyonya maafkan saya! Maafkan saya jika saya sudah menyakiti perasaan nyonya maafkan saya! Maafkan saya!"
"Kamu tidak perlu meminta maaf apa yang kamu tanyakan itu memang ada benarnya? Aku tidak tau apa aku bisa disebut dengan sebutan tukang egois karena hanya memikirkan kebahagiaan ku sendiri yang tak ingin menikah lagi dan lebih memilih hidup bersama hanya bersama sang putra? Tapi dibalik itu semua hal itulah yang membuatku tambah tenang hati tidak semudah membalikkan fakta? Aku bisa saja menikah lagi tapi aku tidak tau apa aku mampu menemukan ketulusan seseorang yang mampu menganggap putraku sudah seperti Putra kandungnya sendiri? Belum lagi perasaan yang masih ada sampai saat ini hal itulah yang membuatku memutuskan lebih baik menjanda ketimbang aku harus menikah namun cinta itu masih tersimpan rapi?"
"Setiap orang pasti ingin bahagia? Aku rasa kebahagiaan Nyonya sudah ada untuk Bagas? Yang saya lihat biarpun nyonya tidak menikah lagi tapi hal itu sudah menunjukkan jika nyonya terlihat sangat bahagia. Dan setiap keputusan apalagi menikah itu hak setiap orang masing-masing tak terkecuali untuk nyonya sendiri, ini jalan yang nyonya pilih dan kita akan mendukung Nyonya, kamu bangga pada nyonya biarpun Tuan kita sudah sangat jahat Nyonya masih setia menyimpan hatinya hingga lima tahun lamanya terima kasih! Terima kasih atas kesetiaan yang nyonya berikan untuk tuan kami terima kasih!"
"Oh iya nyonya berhubung kami sudah bebas sudah saatnya kita meresmikan panti asuhan milik Tuan alex? Kami dapat kabar jika panti itu sudah berhasil berdiri dengan kokoh dan kabarnya sudah banyak anak yatim yang akan menempati tempat itu?"
"Itu ide bagus semakin cepat itu akan tambah semakin baik aku setuju aku juga tidak sabar panti itu akan segera diresmikan secara umum? Berhubung kakek juga mewariskan semua kekayaan padaku sebisa mungkin aku akan ikut membantu dalam perkembangan panti tersebut!"
"Nyonya dan tuan memang manusia yang baik, baiklah kami tidak bisa berlama-lama kami akan urus acaranya besok jadi nyonya tidak masalah kan kalau kita tinggal dulu?"
"Iya tidak apa-apa kalian pergilah besok aku dan juga Bagas akan kesana untuk menghadirinya!"
"Baik nyonya ya sudah kami pergi dulu!"
__ADS_1
"Silahkan!"
BERSAMBUNG.