Penjara Cinta Psikopat Kejam

Penjara Cinta Psikopat Kejam
Bab 47 " Siapakah Pria itu "


__ADS_3

"Nyonya sekarang apa yang akan nyonya lakukan apa kita perlu membuangnya ke jalanan?"


"Jangan! Dengan membuangnya ke jalanan itu sama aja kita memberitahu polisi tentang kejahatan yang telah kita perbuat!"


"Terus selanjutnya apa yang akan nyonya lakukan?"


"Buanglah ke sungai entah sungai mana yang kalian pakai yang jelas aku ingin dia tidak akan bisa menghirup udara segar lagi! Aku ingin dia m*ti secara perlahan apa kalian paham!"


"Baik nyonya kita akan menjalankan perintah nyonya, tingal nunggu kabar kematiannya nyonya akan menguasai semuanya, tapi sebelum itu nyonya harus mengatur rencana dengan matang untuk untuk melenyapkannya, sadar jika gadis ini juga sangat berpengaruh pada perusahaan, saya rasa jika dia m*ti secara mendadak banyak orang akan bertanya-tanya apa penyebab dari kematiannya?"


"Iya! Benar yang anda katakan tidak semudah itu kita bisa melenyapkannya, jika dengan cara membunuh bagiku itu cara yang sangatlah mudah! Tapi meyakinkan seseorang untuk jangan menyangkutkan kematiannya aku rasa itu akan berpengaruh buruk pada perusahaan selanjutnya!"


"Iya yang Nyonya katakan memanglah benar!"


"Baiklah untuk saat ini jangan bu*uh dia dulu! Aku masih perlu memikirkan cara selanjutnya tapi perintahku kalian jangan biarkan dia jangan sampai kabur kalian paham!"


"Nyonya tenang kami akan lakukan perintah nyonya!"


"Baiklah aku pergi dulu kabari jika ada masalah!"


"Baik nyonya!"


Setelah beberapa jam dirinya masih meringkuk di lantai yang dingin itu, rasanya tubuhnya sangat remuk akibat pukulan yang Monika perintahkan tadi. Sedari tadi ia hanya mampu termenung, ingin sekali air matanya tumpah tapi rasanya ia juga lelah dan tampaknya air matanya itu sudah mulai mengering tak bisa untuk ia keluarkan lagi.


Ia menatap sekeliling-nya, merasa haus tapi tidak ada satu pun minuman. Mencoba melepaskan ikatan kedua tangannya, dengan berusaha keras ia mencoba melepaskan akhirnya usahanya telah mengkhianati hasil, Gadis itu mulai bergeser ke arah dinding di sampingnya, berharap bisa berdiri dengan berpagutan dinding. Dirinya mencoba berdiri dengan tangan yang memegang erat dinding di sampingnya, ia berusaha namun gagal dan selalu gagal.

__ADS_1


"Aku harus bisa! Aku harus bisa, bantu Mama sayang, bantulah Mama!"


Tak mau menyerah, ia mulai kembali lagi mencoba untuk bangun dan alhasil usahanya tidak mengkhianati hasil, berkali-kali ia mengucapkan kata syukur karena masih bisa berdiri.


Dirinya berjalan terseok-seok menuju ke pintu utama ruangan ini. Ia tak tau apakah penjaga di sana berjaga-jaga dengan ketat atau hanya berjaga di samping saja.


Tampaknya keadaan sedang berpihak kepada gadis itu, para anak buah yang dikerahkan untuk menjaga ruangan itu sedang tertidur lelap. Dan tanpa sadar secara perlahan Arabella berhasil melewatinya jalanan dihadapan mereka secara berhati-hati tanpa adanya suara berisik.


Arabella lalu mulai mempercepat langkahnya, untung saja ia hapal jalanan ini, ia tahu di mana saja ia bisa menembus untuk kejalan raya. Arabella keluar melalui lorong dari sebelah kiri, setelah itu ia semakin mempercepat langkahnya.


Arabella masih berjalan tak tentu arah. matanya sudah sayu, mungkin kelelahan karena tak berhenti berlari sedari tadi. Gadis itu terjatuh di atas rumput-rumput yang membaluti tanah hutan itu. Sejauh mungkin apapun ia berlari, yang ia lihat hanyalah daun kering yang ia dapatkan bersamaan langkahnya yang tak tentu arah sesekali ia mengusap keringatnya yang menetes didahi.


Gadis itu meringkuk, memeluk lututnya dan membenamkan wajahnya di celah lututnya. Air mata tak henti menetes dari kedua sudut matanya, entah kenapa hidupnya menjadi seperti ini? Gadis berambut panjang itu pun masih meratapi nasibnya.


Segerombolan laki-laki dengan ekspresi khas masing-masing mulai mencari keberadaan seseorang yang tak lain ialah Arabella. Sadar jika tawanan mereka telah berhasil kabur tanpa dugaan mereka. Mereka semua masuk kedalam hutan itu tanpa rasa takut sedikitpun. Karena mereka sudah terbiasa, bahkan malam hari pun sudah biasa.


"Kamu benar! Kita memang harus berpencar!" balas temannya mengiyakan ucapan sang anak buah.


"Kalian! Dengar ini baik-baik! Untuk lebih memudah pencarian sebaiknya kita berpencar!" teriak temannya dengan suara lantang.


"Baiklah!" balas para temannya itu dengan serempak.


Bergegas berlari, mencari dari berbagai arah para anak buah itu akhirnya menyisir semua jalanan mau pun yang biasa dilalui para pengendara termasuk jalan utama di arah tempat penyanderaan Arabella.


Sedangkan Arabella yang tadinya menyempatkan istirahat telinganya seketika bergetar mendengar jelas suara pria kekar yang terus saja memangil namanya. Mulai panik lantaran ia mendengar suara itu semakin mendekat, seketika membuatnya mati berdiri dipenuhi dengan rasa takutnya yang seketika menghampirinya.

__ADS_1


"Sial mereka itu sadar kalau aku kabur aku harus pergi sekarang!" ucapnya segera ia pun mempercepat jalannya.


Melanjutkan lagi perjalanannya. Dan kondisinya yang sudah lemas, membuat raut wajah Arabella terlihat memucat.


Berjalan dengan menahan rasa sakit itu. Arabella akhirnya bisa berlega hati setelah arah yang ia lalui tepat disampai jalanan beraspal biar pun jalanan sangat sepi.


Langkahnya sengaja ia percepat untuk menghindari kejaran mereka, hingga suatu kejadian tak terduga disaat ia berlari dengan sekuat tenaga, sebuah suara keras tak bisa dihindarkan lagi, hadirnya mobil hitam yang tiba-tiba melaju kearahnya dari arah berlawanan telah mengagetkannya hingga fokus gadis itu seketika hilang.


Sama-sama terkejut sebuah hantaman keras tak bisa terhindar yang akhirnya membuat gadis cantik itu tersungkur jatuh ke aspal, sengaja melindungi janin yang ada dikandungan-nya dan berbalik mengakibatkan kepala si gadis terbentur pembatas jalan dengan sangat kerasnya, pandangannya mulai buyar tatapannya seakan-akan buram tak jelas seperti apa aslinya.


Melihat langkah kaki Pria bersepatu hitam menghampirinya, pandangan Arabella semakin menghilang tak jelas arah,sesaat dirinya pun tak sadarkan diri.


"Cepat angkat wanita ini!"perintah Pria itu.


"Baik Tuan!"balas anak buahnya.


Membaringkan tubuhnya diatas ranjang, kedua pria itu hanya menatapnya penuh dengan wajah kelicikan, didampingi salah satu pria berseragam dokter yang memeriksanya, keduanya menunggu dengan sesaat tak berselang lama Pria berjas putih itu lantas menghampiri kedua pria tadi.


"Gimana Dok apa yang telah terjadi dengan wanita itu? Apa dia baik-baik saja dia tidak m*ti kan?"


"Anda tenang saja wanita itu baik-baik saja, janin yang ia kandung tidak terluka parah hanya saja ....."


"Hanya saja apa Dok?"tanya pria itu.


"Saya rasa dia sempat melindungi perutnya untuk jangan sampai mengalami benturan keras, akibatnya benturan keras telah ia dapatkan, jadi berdoalah semoga dia baik-baik saja!"

__ADS_1


"Baik Dok!"


BERSAMBUNG


__ADS_2