Penjara Cinta Psikopat Kejam

Penjara Cinta Psikopat Kejam
Bab 34 " Begitu bodohnya "


__ADS_3

Setibanya mereka disalah satu kediaman yang amat megah lan mewah, pandangan Arabella terperanjat kaget tak percaya dimana ia menginjakkan kakinya.


Berdiri memandangi bangunan yang sangat kokoh, dirinya sesekali menepuk pipinya berharap apa yang ia lihat hanya mimpi nyatanya semua itu bukanlah mimpi melainkan sungguhan.


"Ini? Ini sungguh-sungguh rumah kamu?"


"Iya. Sejujurnya kediaman ini dulunya aku persiapkan untuk Stella jika suatu saat nanti kita telah menikah dan membina hubungan rumah tangga baru, tapi setelah tuhan merebutnya dan menjadikan kamu sebagai penggantinya aku rasa kamulah orang yang tepat untuk menempati rumah ini sekaligus menjadi tuan putri dari kerjaan ku ini. Aku akui ucapan yang aku katakan ini terlalu cepat untuk aku tunjukkan ke kamu, tapi aku tidak bisa menunggu terlalu lama apa kamu mau bersedia menjadi ibu dari calon-calon anakku nanti?"


"Entah aku harus menerima atau tidak? Sesungguhnya aku masih tidak percaya jika kamu akan sungguh-sungguh mengatakan kata-kata itu? Sadar siapa kamu aku rasa perubahan kamu ini terbilang sangat cepat dan tidak masuk akal! Jadi maaf! Aku belum bisa menerima permintaan kamu maafkan aku!"


"Tidak apa-apa aku juga tau bahkan aku juga sadar jika ucapan-ku ini akan sangat mengagetkan kamu, belum lagi sadar seperti apa perilaku yang aku tunjukkan aku sadar diri seseorang seperti ku memang akan sangat sulit untuk mendapatkan ampunan, tapi sama seperti kata yang aku ucapkan barusan aku tidak akan pernah menyerah kali ini kamu menolak-ku tapi aku pastikan suatu saat nanti kamu pasti akan menerimaku karena bukan Alex namanya jika dia akan menyerah mendapatkan apa yang ia inginkan jadi kamu paham kan maksudnya?"


"Aku harap apa yang aku rasakan ini hanya mimpi? Aku sangat bermimpi memiliki ikatan hubungan, menginginkan seseorang yang benar-benar tulus mencintai ku apa adanya, tapi setelah bertemu denganmu aku pikir hanya mimpi jika hidupku akan diratukan olehmu, tapi sekarang melihatmu mengatakan ini secara tulus iya? Iya aku bersedia menjadi ibu dari calon-calon anak kita nanti aku bersedia!"

__ADS_1


"Maksudmu?"


"Aku sengaja menolak-mu karena aku ingin tau apa balasan darimu setelah aku menolak-mu? Tapi setelah mendengar apa balasan yang aku katakan aku bersedia? Aku bersedia menerimamu dan bersedia menjadi Ibu dari calon anak-anak kamu nanti aku bersedia?"


"Kamu sungguh-sungguh bersedia?"


"Iya aku bersedia?"


Akan tetapi ternyata dugaan Arabella sangatlah salah. Jika ia tadinya mengira kalau Alex akan menciumnya, ternyata semua dugaan itu sangatlah tidak benar.


"Kenapa? Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu memejamkan mata kamu seperti itu? Apa kamu sangat menginginkan ciuman dariku?"ledek Alex yang akhirnya berhasil membuat Arabella merasa malu dan hanya bisa terdiam.


Bisik Alex yang kemudian membuat Arabella sedikit salah tingkah dan sedikit menahan malu. Sedangkan Alex ia hanya tersenyum melihat tingkah Arabella saat ini.

__ADS_1


"Tidak, siapa bilang! jawab Arabella yang sedikit malu yang akhirnya ia pun mengigit bibirnya sendiri.


"Terus ini apa maksudnya? Kenapa kamu malah mengigit bibirmu sendiri? Bukankah dengan menggigitnya itu sudah menunjukkan?"


"Its apa-apaan sih! Tidak! Itu tidaklah benar aku tiba-tiba ingin kekamar mandi, kamar mandi ada disebelah mana?"


"Kamu tingal kearah kanan nanti juga akan ketemu, apa kamu mau aku temenin?"


"Tidak! Tidak perlu!"ucap Arabella bergegas dia berlari menghindari perilaku Alex yang nampak sedang berusaha menggodanya.


"Satu jebakan telah masuk! Hanya gadis bodoh lah yang percaya jika aku sungguh-sungguh mencintaimu kalau bukan karena dendam kematian kedua orang tuaku aku pun tidak akan sudi mencintai apalagi sampai menggoda wanita sepertimu! Ini hanya sementara aku meratukan mu tidak akan lama kamu akan tau gimana rasanya di terjebak dalam hati sendiri, sungguh sangat menyenangkan bukan?"batin Alex dengan senyum sinisnya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2