
BEBERAPA EPISODE MENUJU EPISODE TERAKHIR
Berdiri dipinggir jalan dengan lirikannya yang fokus kearah kiri mau pun kanan mencari target yaitu Angkutan umum mau pun Taksi yang biasa melintasinya. Namun sampai detik ini tak ada satu pun taksi mau pun angkutan yang melintas, melihat jam tangannya jiwanya mulai cemas tidak karuan sesaat dari arah kiri terdapat-lah taksi yang mulai mendekat kearahnya segera melambaikan tangannya taksi itu pun akhirnya terhenti.
Menghampiri dan berkata kearah Rumah sakit Medika Citra sang supir yang mengenakan topinya itu pun hanya menganggukkan kepalanya. Tak menyadari ada kejanggalan yang terjadi Arabella bergegas masuk menyadari jika waktunya sudah tidak terbatas lagi.
Sang supir yang kembali melakukan laju kendaraannya, sedangkan Arabella yang tak menyadari hal yang aneh dirinya hanya terdiam menunggu akan taksi sampai membawanya ketempat yang ingin ia tuju.
Selang beberapa menit rasa takut lan cemas tidak ikut serta dalam benak pikirannya. Pikirannya seketika kacau melihat arah yang ditujukan sang supir bukanlah kearah yang ingin ia inginkan melainkan berbanding balik.
"Ini? Ini kenapa arah yang bapak tuju sangat berbeda dengan permintaan saya? Saya ingin kerumah sakit Citra Medika kenapa bapak mengacaukannya?"
Tak menunjukkan akan balasan respon yang ditunjukkan sang supir, sang supir hanya menunjukkan senyum sinisnya berlalu sebuah tangan muncul dari belakang kursi Arabella berada.
Membius dari belakang dengan sap tangan yang sudah diberikan obat bius tak lama obat tersebut mulai menunjukkan akan reaksi, perlahan-lahan kesadarannya mulai menghilang, rencana yang berhasil sesuai rencana seseorang yang membiusnya itu pun melepaskan masker menampakkan wajah dari pelaku yang tak lain ialah Rendy dalang dari penyekapan ini.
"Sekarang apa yang harus kita lakukan?"tanya supir yang akhirnya buka mulut.
"Percepat kendaraan ini karena kita harus sampai di gedung ****, gedung itu sudah lama tidak beroperasi jadi aku rasa keputusan tuan Baron sangatlah tepat untuk melakukan rencana selanjutnya!"
"Baiklah!"
"Lihatlah gadis bodoh sepintar-pintarnya kamu? Kamu masih kalah cepat dengan kita jadi lihat kan?"
__ADS_1
Terduduk diatas kursi dengan kedua tangannya yang terikat tak lama kesadarannya mulai pulih.
Menatap sekelilingnya yang terdapat banyak pria berseragam hitam. Arabella yang belum sadar apa yang akan terjadi dalam benak pikirannya selalu bertanya-tanya apa yang akan terjadi padanya saat ini. Namun setelah melihat kearah dua pria yang mulai datang menghampirinya, tatapan licik mulai ia tunjukkan.
"Akhirnya kamu telah sadar juga anak manis gimana? Apa enak tidurnya?"
"Ini aku ada dimana? Kenapa Papa mengikatku di kursi ini ada apa? Apa yang mau Papa lakukan?"
"Papa? Tuan anda dengar sendiri kan gadis ini masih menyebutku dengan kata Papa?"
"Iya benar! Dan itulah yang membuatku sedikit tak percaya jika gadis yang kita manfaatkan ini sungguh-sungguh sangatlah bodoh!"
"Papa? Ada apa ini apa yang sebenarnya Papa katakan dan Om Baron apa maksud dari perkataan yang Om maksud itu siapa yang bodoh siapa?"
"Aku masih tidak paham apa maksud Om Baron berkata seperti itu? Sedari tadi kalian mengata-ngatai ku kalau aku bodoh tapi aku masih belum paham apa arti dari perkataan kalian. Bodoh? Apa maksudnya?"
"Tuan! Kayaknya tuan memang harus menjelaskan secara detail apa arti dari perkataan bodoh itu, dia sangat kebingungan jadi katakan dan perjelas saja siapa kita?"
"Sayang kamu pastinya tau kan siapa kita? Oh iya kamu kan lagi amnesia jadi pastinya kamu belum tau siapa kita tapi ...aku akan perjelas dari awal pertikaian ini mulai dari ke-salah pahaman antara kita, keluargamu dan juga lelaki bernama Alex itu.
Kejadian yang terjadi belasan tahun lalu kejadian dimana mungkin kamu belum dilahirkan di-dunia. Kejadian mengenaskan sekaligus tragedi besar telah terjadi disalah satu kediaman seseorang kaya raya dari keluarga Alex. Keluarga harmonis yang selama ini diselimuti dengan kebahagiaan dan kasih sayang, ketulusan yang terjadi diantara hubungan rumah tangga itu, belum lagi hadirnya sesosok anak kecil bernama Alex Alexassa yang membuat hubungan rumah tangga itu berselimut kebahagiaan yang sulit diartikan.
Lalu kehidupan mulai berubah dengan berjalannya waktu, lebih tepatnya pukul 00:00 malam, hari yang tadinya menjadikan waktu istirahat bagi semua orang untuk mengistirahatkan tubuhnya, tapi tidak dengan keluarga kaya raya itu, disaat semuanya telah tertidur pulas salah satu tragedi pembunuhan berantai telah terjadi disana, darah berlumuran layaknya cairan tinta yang setiap sudut membasahi ruangan itu.
__ADS_1
Dan apa kamu kejadian siapa pelaku dibalik kejadian mengenaskan itu? Apa kamu tau siapa pelakunya? Iya! Akulah pelakunya dan lebih menyenangkannya lagi akulah orang yang berhasil membunuh dan menyabotase tragedi itu layaknya saudara kembarku yang menjadi pelakunya.
Hingga belasan tahun kemudian anak kecil bernama Alex itu telah tumbuh menjadi Pria dewasa yang berniat membalaskan dendam kematian orang tuanya akibat kejadian keji pada masa lampau itu.
Dia telah berhasil membunuhnya tapi sayang dirinya telah gagal sepenuhnya karena orang yang ia bunuh bahkan mutil4si ternyata bukanlah pembunuh yang asli dalam kejadian mengerikan itu.
Dan apa kamu juga tau kematian Mama kamu? Kamu juga pastinya telah tertipu jika kematian Mama mu memang dialah orang yang telah berbuat tapi apa kamu sadar siapa pelakunya? Aku! Akulah orang yang telah membunuh, memperk*sa bahkan memutil4si wanita itu akibat dirinya sudah tau rahasia besar itu jadi bukankah hebat kan paman kamu ini?"
"Jadi ...jadi benar jika andalah orang yang telah membunuh Mamaku! Andalah orang yang dengan teganya membunuh bahkan memutilasi saudara ipar anda sendiri hanya karena nafsu anda? Anda kejam sesadis itukah anda bahkan terhadap saudara dan saudari ipar anda sendiri?"
"Tunggu! Apa anda sudah mengingat semuanya?"
"Iya! Iya aku sudah mengingat semuanya anda kejam! Aku tidak akan mengampuni anda, tidak akan!"
"Gila! Apa anda seberani ini? Anda tidak sadar dimana anda menginjakkan kaki anda? Bahkan disini hanya ada kita dan beberapa kawanan penjahat bahkan anda tidak mampu melakukan perlawanan apa anda seberani ini menantang kami?"
"Aku paham! Dan aku sadar ternyata aku sungguh bodoh karena percaya jika orang selicik anda mampu menipuku sampai sejauh ini?"
"Sudahlah tidak ada yang mampu anda sesali, ini semua sudah terjadi bahkan aku rasa hari ini anda juga akan menyusul Mamamu sadar jika semua rahasia ku sudah anda ketahui jadi apa anda sudah siap untuk menemui Mama anda di surga?"
"Kayaknya kita beri waktu sekiranya satu hari untuk dia meratapi nasibnya sekaligus agar dirinya mulai sadar jika dunia yang ia injak saat ini sudah saatnya untuk ia tinggalkan. Belum lagi kehamilannya yang baru menginjak usia 2 bulan kita kasih waktu ke dia untuk leluasa, kalian jaga dia dan ingat jangan sampai kabur paham!"
"Baik tuan!"
__ADS_1
BERSAMBUNG