Penjara Cinta Psikopat Kejam

Penjara Cinta Psikopat Kejam
Bab 38 " Malam Yang Panas "


__ADS_3

SEBELUM MEMBACA BAB INI DIHARAPKAN DILEWATI DULU YA KARENA INI BULAN RAMADHAN. DAN BAB INI TERDAPAT ADEGAN RANJANGNYA JADI TERIMA KASIH ATAS PENGERTIANNYA


"Kenapa sekarang jadi kamu yang diam mematung seperti ini?"


"Aku sadar mungkin perubahan ku inilah yang membuatmu sulit percaya kalau aku memang sungguh-sungguh mencintai kamu, jadi aku sadar aku memang pantas mendapatkan semua ini aku tidak apa-apa kamu memang berhak untuk memilih!"


"Kamu bicara apa? Apa semudah itu kamu putus asa?"


"Tapi memang ini kan yang sesungguhnya kamu memang belumlah mencintaiku bahkan semua ucapan kamu tadi sudah menunjukkan jika kamu sendirilah yang dengan gampangnya putus asa? Sekarang aku tanya apa kamu perlu bukti untuk menunjukkan rasa cintaku ini?"tanya Alex.


"Baiklah jika itu memang membuatmu yakin iya aku memang perlu bukti! Aku memang perlu bukti jika kamu memang sungguh-sungguh mencintaiku?"


"Baiklah jika kamu ingin aku membuktikannya coba tatap mata aku, ayo tatap!"


"Apa maksud kamu menyuruhku untuk menatap mata kamu, tidak! Aku tidak mau!"


Memandang Arabella dari jarak yang sangat dekat, Arabella yang merasa takut ia hanya bisa menghindari akan tatapan itu


"Apa yang lakukan?" tanya Arabella yang merasa sedikit marah, akan tetapi melihat Alex yang menatap dirinya dengan tatapan serius Arabella dibuat takut lantaran Alex yang semakin menatap dirinya. Sekaligus perlahan lahan Alex semakin mendekatkan wajahnya ke arah Arabella yang seketika membuatnya tambah semakin bingung.


"Kamu? Apa yang inggin kamu lakukan, kenapa kamu menatap-ku dengan tatapan seperti itu?" tanya Arabella yang kemudian dia pun mundur perlahan-lahan. Melihat Arabella yang nampak cemas, Alex dengan langsung ia malah semakin mendekatkan dirinya pada Arabella yang akhirnya membuat Arabella tambah semakin terdesak lantaran dia sudah sangat terpojok lantaran posisinya yang terduduk di-kursi mobil.


Melihat Wanita dihadapannya bingung dengan menunjukkan tatapan sinisnya, tanpa berkata lagi Alex langsung menci*m bibir Arabella secara bringas.


Tersadar dengan apa yang dilakukan laki-laki ini sekarang, tubuh Arabella rasanya seperti terikat bahkan mulutnya tidak mampu untuk dia ucapkan satu kalimat pun lagi. Bahkan untuk memberontak rasanya ia tak sanggup.


Berusahalah ia ingin melepaskan dua bibir manis yang sama-sama bermain. Alex malah semakin menjadi dan terus ******* bibir terseksi tersebut hinga hampir tak terlihat.


Menyadari jika bibirnya secara terus-menerus di lahab oleh Alex tanpa henti. Arabella dengan kasar ia langsung mendorong tubuh Alex agar memperhentikan nafsunya, tapi semakin Arabella mencoba memberontak Alex malah semakin mempererat pelukannya seakan-akan tidak ingin melepaskan masa ini. Ikut berlarut dalam dalam hawa panas, Arabella nampak pasrah beberapa saat kemudian ia pun mengakhirinya


"Apa dengan ciuman ini kamu sudah percaya jika aku memang sungguh-sungguh tulus mencintai kamu?"


"Saat ini aku tidak tau lagi harus berkata apa? Jujur kali ini iya! Aku percaya jika kamu memang tulus mencintaiku terima kasih! Terima kasih!"

__ADS_1


Hari telah berlalu dengan cepatnya, pagi yang tadinya cerah penuh dengan gumpalan awan cerah yang sangat mendukung akan aktifitas setiap orang disiang harinya, kini berganti dengan malam bertabur ribuan bintang berkilau dengan cerahnya menampakkan suasana yang tidak mungkin dilupakan begitu saja.


Dan dalam disalah satu kediaman besar, disalah satu ruangan seseorang berwajah cantik jelita telah menunggu akan kehadiran sang pujaan hati, si pria yang kemudian datang tak lama ia mendapati istrinya telah menunggu diatas ranjangnya.


Melihat Arabella yang sudah bersiaga diatas ranjang dengan balutan piyama yang terlihat seksi jika dipandangnya.


"Apa ini? Apa dia sudah gila secepat inikah dia percaya jika aku sungguh-sungguh mencintainya? Tapi ini lebih bagus dan apa salah jika kali ini aku menganggap jika Stella lah orang yang ada dihadapan-ku saat ini?"batin Alex dengan senyum liciknya.


Meneguk sekali air lud4hnya, dirinya serasa puas dan bergairah melihat wanita cantik yang sudah berpose dengan membaringkan tubuhnya diatas ranjang. Biarpun pada aslinya bukan wanita yang sangat ia cintai yang bisa ia pandang dengan puas, melainkan Istri yang hanya berwajah mirip lah yang mampu membangunkan g4ir4hnya.


"Apa kamu sudah berani menggodaku?"ledek Alex dengan kedua tangannya yang ia lipatkan ke depan. Mendengar akan ucapan Alex yang ditunjukkan hanyalah sebuah senyuman.


"Jujur aku sangat merindukanmu sayang? Aku sangat merindukanmu?"


Perlahan-lahan langkah kaki Alex pun mulai mendekatinya. Tatapannya yang semakin menjadi sesaat ia memperhatikan bibir mungil yang dimiliki Gadis cantik yang sudah berada dihadapannya. Dan dalam pikirannya yang selalu terlintas bayang-bayang akan wajah Stella sang kekasih hatinya yang akhirnya mampu membangunkan jika gairahnya yang sudah lama terpendam.


Memandang kaki putih mulus yang terdapat pada istrinya tidak tahu perasaan apa yang dirasakan Alex saat ini, panas dingin mungkin perasaan itulah yang tepat ia gambarkan saat ini, ia tambah semakin mendekat lagi dan lagi.


Melihat Alex yang berniat inggin menc1umnya, lantas Arabella dengan sigap ia langsung melingkari pundak Alex dengan pandangannya yang sudah bersiap.


"Malam ini aku serahkan semuanya untukmu, aku berharap kamu tidak akan pernah mengecewakan aku, aku mau semua kata manis yang mampu kamu ucapkan akan berhasil kamu jalankan sebagai mana hatiku selalu menyebut namamu apa kamu bersedia?"


"Sekarang ini apa aku boleh memangil kamu dengan sebutan sayang? Aku sudah lama ingin memangil dengan sebutan ini tapi ketakutan ku hanyalah aku takut jika kamu menganggap aku hanya akan mempermainkan soal perasaan apa kamu bersedia?"


"Aku tidak masalah jika ingin memanggilku dengan sebutan itu sejujurnya aku juga sudah sangat merindukan sebutan itu untuk kamu berikan padaku,"balasnya.


Pandangan Alex yang sedari tadi hanya tersenyum licik, pandangannya terus saja terfokuskan pada bibir seksi merah jambu yang amat sangat menggoda, memainkan bibir Istrinya hingga berhasil melayangkan hisapan manis l3h3r Istrinya secara memba*i buta.


"Kali ini kemenangan sudah berpihak padamu Lex? Jadi nikmatilah!"batinnya.


Tak sampai disitu tangannya mulai nakal hingga melepaskan satu persatu tali piyama yang berada dalam ikatan pakaian yang dikenakan sang istri. Memandang sebuah pemandangan yang jarang ia lihat, ia nampak hanya tersenyum manis, bersamaan ia melepas sabuk yang melingkari pinggangnya. Tak sampai disitu ia mulai melepaskan satu persatu celana yang akhirnya menunjukkan sebuah pandangan yang mampu membangkitkan tangan Arabella untuk sesekali menutup kedua matanya.


"Kenapa kamu harus malu? Ini punyamu juga jadi sudah seharusnya kamu memandangnya sepuas hati sayang!"

__ADS_1


Berbalik Alex yang melihat lekuk tubuh Arabella yang begitu indah, Alex hanya bisa men99i9it bawah b*birnya seakan-akan g41rahnya tambah semakin terpancar jelas.


Perlahan-lahan Alex yang mulai mendekati wajah Arabella. Arabella pun akhirnya memejamkan matanya.


"Apa kamu sudah siap sayang?" bisik Alex mencoba meyakinkannya.


"Iya aku sudah siap tapi bisakah kamu pelan-pelan," balasnya yang sedikit malu.


"Kamu tenang saja aku tidak akan menyakitimu sayang. Aku janji," balas Alex yang kemudian ia pun mematikan lampu meja yang berada diatas nakas sampingnya.


"Permainan dimulai!"batin Alex dengan senyum yang amat merekah.


Menarik selimut hingga menutupi sekujur tubuh mereka. Sedangkan keduanya hanya mengenakan pakaian d4l4mnya. Sedangkan Alex g4ir4hnya seketika memuncak. Bahkan keringatnya yang mulai keluar ia akhirnya hilang kendali dan seketika langsung menikam b1b1r mungil Arabella yang sudah sedari tadi telah berada dihadapannya.


Suasana semakin memanas tak ingin sama-sama melepaskan dua bibir manis yang sama-sama bermain. Keduanya malah semakin menjadi dan terus ******* bibir satu sama lain hinga hampir tak terlihat. Semakin terbawa akan suasana masing-masing, Alex yang semakin menggila, Arabella malah ikut menikmati ci*man hangat tersebut.


Tangan Alex yang mulai meraba kemana-mana, bersamaan tangan itu mulai melepaskan tali B*a yang masih terpasang rapi pada tubuh wanitanya.


Dirinya kemudian langsung melepaskan tanpa adanya larangan dari wanita yang sudah nampak pasrah dibuatnya. Sebuah gumpalan dua gundukan besar putih mulus lan kenyal ia mainkan, bersamaan tangannya mulai meremas sesuka hatinya, memainkan secara memb4b1 buta seakan-akan anak kecil yang sedang bermain dengan puasnya.


Dirinya terus saja memainkannya sehingga Wanita dari pemilik barang itu hanya bisa mengerang kepuasan, mengigit bibirnya sendiri. Tak kalah tangan nakal Arabella mulai menggerayangi tubuh polos yang dimiliki sang Suami, tepat pada pucuk benda panjang lan menonjol ia mainkan dengan leluasa.


Suara des4h tambah semakin memancing Pria itu setelah si-pria yang mencoba menikmati dan mengisap cairan putih kental yang keluar dengan agak derasnya dari gundukan tersebut. Dan si Pria menikmatinya secara memb4b1 buta tanpa memberinya ampun.


Sang Wanita tangannya yang melingkari leher pria membuat des4h4n keduanya semakin menjadi sesaat sesuatu dari bawah berbentuk panjang menonjol mulai ia masukkan pada gua indah bertabur rimbunnya sesuatu seakan-akan berada dalam hutan yang sangat indah.


Keduanya lantas memulainya saling adu gesekan, dalam hawa yang amat kepanasan, Alex meng1g1t leher kanan Arabella yang membuatnya rintihan des*han pun terdengar sangat berdes4h dari mulut keduanya lagi.


Keringat basah yang ikut hadir pada keduanya tambah menambah suasana akan malam hangat ini. Sama-sama saling *****4* bibir satu sama lain membuat suasana ruangan ini sangatlah panas bagaikan adanya gempa yang terjadi.


Selesai melakukan ritual keduanya, satu pelukan lan kecupan akhirnya Alex berikan pada Wanita yang sudah ada dihadapannya. Tak percaya dengan apa yang ia rasakan saat ini, Arabella yang nampak pasrah ia akhirnya jatuh dalam pelukan sang suami.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2