
Kediaman yang sangat besar, Arabella atau pun Alex yang perlahan-lahan melangkahkan kakinya masuk kedalam kediaman itu, kedua disambut pria tua yang sudah sejak sedari tadi. menunggu akan kehadirannya.
"Sayang kamu darimana aja kenapa kamu baru kembali apa yang terjadi? Kamu sungguh-sungguh tidak ada yang terluka kan?"
"Stella sungguh beruntung memiliki kakek sebaik dia,"batinnya yang tanpa sengaja malah menitihkan air matanya.
"Sayang kamu menangis? Ada apa?"
"Tidak ada apa-apa kok Kek, Stella bahagia akhirnya selama beberapa hari Stella tidak bertemu dengan kakek hari ini Stella bisa bertemu dengan kakek lagi, Stella sangat bahagia,"balasnya.
"Kamu terlihat pucat, kamu sepertinya sedang kecapean jadi beristirahatlah! Biar kakek ngobrol bersama dengan Alex masuklah!"
"Baik kek,"balas Arabella, sesaat ia berjalan menuju kearah ruangan dimana ruangan itu kamar dimana Stella berada.
"Oh iya Lex ada apa? Kakek melihat kalian terlihat ada sesuatu apa ada sesuatu lain yang kalian sembunyikan dari kakek?"
Mendengar ucapan yang dilontarkan kakek. Alex tanpa berkata mau pun memberikan alasan yang jelas, dirinya segera berlutut tepat dihadapan kakek, kakek yang melihat dirinya segera mencoba membangkitkan Alex tapi berusaha kakek memintanya untuk berdiri Alex bersikeras tetap berlutut sampai dirinya mengatakan yang sebenarnya apa alasannya bersujud seperti ini.
"Ada apa Lex apa yang membuat kamu berlutut seperti ini ada apa?"
__ADS_1
"Maafkan Alex Kek! Maafkan Alex?"
"Maafkan? Untuk apa, apa kesalahan kamu kenapa kamu malah meminta maaf pada kakek ada apa?"
"Sebenarnya selama kepergian Stella, kamu berdua telah bersama, aku akui aku tidak berhak untuk mengatakan ini tapi inilah yang sebenarnya maafkan Alex? Maafkan Alex jika tanpa persetujuan Kakek, Alex sudah berani menikung kakek dan menjadikan Stella sebagai istriku maafkan Alex? Maafkan Alex?"
"Apa maksud kamu?"
"Alex jujur selama ini kita sama-sama saling mencintai, hubungan kita yang selama ini kita lalui semuanya bohong jika kita hanya berteman dekat tanpa adanya spesial yang terjadi antara kami sekali lagi Maafkan kami jika kami tidak berkata jujur pada kalian maafkan kami!"
"Kakek sudah menebak pasti kalian berdua ada sesuatu, sekarang kakek cukup lega akhirnya kakek bisa melihat sebentar lagi kakek akan mengendong cucu sekaligus cucu kakek akan menjadi penerus PT. Antariksa grup ini terima kasih! Terima kasih!"
"Maaf jadi maksud kakek? Kakek sungguh tidak marah pada kami? Apa yang sudah kami lakukan sungguh-sungguh kakek memberikan dukungan?"timpal Arabella pada kakek.
"Stella sangat tidak percaya, Stella kita kakek akan marah dan menyuruh Stella untuk melepaskan Alex Stella sangat bahagia kek?"
"Alex? Sejak kapan kamu memangil Alex dengan sebutan itu? Bukankah biasanya kamu memangilnya dengan sebutan Kak Alex setiap kali bersanding dengan kakek?"
"Itu mungkin Stella sedikit grogi kek, Alex akui sejak kami memutuskan untuk kejenjang yang serius dia cukup tertutup dan agak grogi kalau ngomong sama Alex, jadi Alex rasa nama panggilan itu termasuk salah satu kesalahan sama yang ia perbuat?"
__ADS_1
"Iya kakek tau pasti bagimu sangatlah canggung untuk mengatakan sebutan kata itu, tapi tidak apa tidak akan lama kamu juga akan terbiasa kok sayang jadi nikmatilah masa-masa bulan madu kalian, kakek ingin beristirahat jadi tidak apa-apa kan kalau kakek tingal dulu?"
"Iya kek gak papa, Stella juga sedikit capek nanti akan beristirahat selamat beristirahat!"
Perginya kakek yang segera masuk kedalam kamarnya, tatapan Alex mau pun Arabella yang sesekali melirik kearah satu sama lain tak lama kedatangan dua orang menghampirinya mengalihkan pandangan Arabella atau pun Alex memandang seseorang itu.
"Jadi kalian sudah menikah? Kalian menikah atas nama cinta ataukah kalian menikah karena anda hanya menginginkan kekayaan yang dimiliki oleh Stella? Tapi sudahlah itu tidaklah penting yang terpenting sekarang kamu akan tau dengan siapa kamu akan berhadapan dan warisan itu? Apa kamu sungguh-sungguh percaya dan yakin jika kekayaan itu akan jatuh ketangan anda?"
"Benar yang dikatakan Stella wanita ini tidak kalah beda seperti Tante Verlanta, mereka memang sama-sama buta akan yang namanya harta. Anda sudah berani bermain api, bahan kematian Stella aku sangat yakin kematiannya itu ada hubungannya dengan anda jadi selama aku ada disini kita lihat saja siapa yang akan menang?"batinnya dengan memberikan tatapan liciknya.
"Kenapa anda memberikan tatapan seperti itu? Anda sungguh mulai berani padaku?"
Melangkah kakinya menghampiri Monika dengan pandangan yang sangatlah dekat, Arabella mulai membidikkan kata-kata yang akhirnya kata-kata itulah mampu mendiamkan akan kesombongan dari wanita dihadapannya ini.
"Katakan kecelakaan pada beberapa hari yang lalu itu ada sangkut pautnya dengan anda kan?" bisiknya.
"Kamu?"
"Kenapa? Apa kamu pikir aku tidak tau apa-apa? Aku tau kecelakaan itu pasti andalah salah satu orang yang ada sangkut pautnya, memang sekarang aku belum punya bukti tapi tunggulah sebentar lagi aku akan mempunyai bukti itu dan tak segan-segan aku akan menjebloskan anda ke penjara paham! Ayo Alex kita pergi!"ajak Arabella yang langsung mengandeng tangan Alex.
__ADS_1
"Gila! Berani sekali dia mengancam-ku seperti itu? Lihat saja kali ini kamu memang masih selamat tapi ingatlah tidak akan lama kamu juga akan menyusul kedua orang tuamu lihatlah nanti!"batinnya dengan menggenggam erat tangannya.
BERSAMBUNG.