Penjara Cinta Psikopat Kejam

Penjara Cinta Psikopat Kejam
Bab 67 " Mulai Merasakan kecurigaan. "


__ADS_3

Berjalan seorang diri ingatannya terus saja mengingat akan bayang-bayang ucapan dari kedua pria itu.


"Mendengar ucapan dari Pria itu kenapa sekarang aku tambah sedikit yakin jika yang diucapkan pria kejam itu memang sungguhlah benar? Tapi jika Pria yang selama ini ada disampingku bukanlah Papaku? Apa rencana dia sampai-sampai memikirkan rencana gila seperti ini?"


Menunggu akan taksi atau pun angkutan yang melintas, seseorang terlihat memperhatikan dari ujung kepala sampai ujung kaki. Tanpa berfikir kedua kali seseorang itu langsung meneriakinya dan menyebut nama Arabella. Mendengar seseorang sedang memangil namanya lirikan matanya mulai memandang balik kearah suara itu berasal.


Sesosok wanita cantik sudah muncul dihadapannya, spontan memberikan pelukan erat pada Arabella membuat Arabella yang merasa bingung tidak tau apa-apa dirinya langsung melepaskan pelukan dari wanita tersebut.


"Arabella ini beneran kamu? Aku tidak lagi salah lihat kan?"


"Siapa anda apa aku kenal dengan anda? Ataukah kita pernah bertemu?"


"Ar! Kamu ini kenapa? Kenapa pertanyaan kamu jadi aneh gitu harusnya aku yang tanya ada apa denganmu? Kenapa kamu malah menghindari dariku dan memutuskan hubungan kita sebagai sahabat? Kamu gak ingin dekat lagi denganku lagi sampai-sampai kamu bertanya seolah-olah kamu tidak kenal lagi jika aku ini sahabat kamu?"


"Maaf! Tapi aku sungguh-sungguh tidak ingat dengan anda? Memang ini kelihatannya gila tapi aku sungguh-sungguh tidak ingat dengan anda dan nama yang barusan anda sebut tadi itu beneran namaku tapi bagaimana bisa anda kenal denganku sedangkan aku sendiri tidak ingat dengan anda?"


"Aku tidak tau apa yang membuatmu jadi kelihatan asing seperti ini? Jika dibilang kamu bukanlah Arabella aku sungguh-sungguh tidak percaya jika kamu bukanlah Arabella tapi kelihatannya kamu itu memang sungguh-sungguh Arabella apa kamu sedang amnesia kamu gak mungkin amnesia kan?"


"Beberapa waktu yang lalu Papa bilang kalau aku memang amnesia mungkin karena itulah aku tidak mengingatmu?"


"Papa? Kamu gak lagi ngigo kan? Ar! Jika kamu memang amnesia aku bisa percaya itu tapi ucapan kamu yang mengatakan jika Papa kamu yang memberitahumu itu yang tidak mungkin?"


"Kenapa tidak mungkin memang itu yang Papa katakan beberapa Minggu yang lalu?"


"Aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi sama kamu! Tapi jelas kamu mengatakan jika Papa kamu memberitahumu itu sungguh tidaklah mungkin karena Papa kamu sudah meninggal sudah sangat lama jadi kamu sungguh-sungguh tidak apa-apa kan?"


"Papaku sudah meninggal kamu pasti sedang bercanda kan? Oh aku sadar kamu pasti kompolotan si penjahat itu yang bersikeras bilang kalau papaku telah meninggal? Kamu anak buahnya laki-laki bernama Alex itu kan?"


"Ar! Sadarlah kamu yang harusnya berfikir secara jernih Papa kamu sungguh-sungguh telah meninggal sekitar lima tahun yang lalu. Bahkan kematian mengenaskan yang dialami Papa kamu sampai detik ini aku dengar-dengar pelakunya barulah tertangkap, jadi bagaimana mungkin kamu bisa berkata jika Papa kamu masih hidup jika aslinya tubuh Papa kamu sudah terbilang tidak utuh apa mungkin manusia yang telah meninggal kembali bangkit dari alam kuburnya itu tidaklah mungkin Ar! Itu tidaklah mungkin?"


"Jika kamu beranggapan jika Papa sudahlah meninggal apa kamu punya bukti? Atau gini aja aku masih ada foto Papa mungkin dengan menunjukkan foto ini kamu akan sadar jika yang benar dan siapa yang salah!"

__ADS_1


"Baiklah ayo tunjukkan aku sangat ingin tau seperti apa wajah dari seseorang yang kamu bilang jika dia Papa kamu ayo tunjukkan?"


Menunjukkan satu lembar foto pria pada Serra, pandangan Serra tak henti-hentinya teralihkan pada gambar foto yang dipegangnya, dirinya bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi sekarang ini.


"Ini ...ini memang Papa kamu tapi tidak mungkin jika kamu foto bareng sama Papa kamu disisi lain Papa asli kamu sudahlah meninggal ini tidaklah mungkin Ar! Kamu pasti bercanda aku yakin kamu pasti bercanda?"


"Tapi apa dari tatapan ku ini terlihat jelas jika aku sedang bercanda? Jujur sekarang ini aku tidak tau mana yang harus aku percayai tiga orang berkata jika Papa telah meninggal tapi disisi lain pria yang aku kira Papaku dia masih ada disampingku saat ini jadi mana mungkin aku akan mengganggap jika semua ini gila?"


"Aku ingat! Papa kamu memiliki saudara kembar yang sama percis seperti dirinya? Kamu pernah mengatakannya disaat kita dulu masih seringnya bertemu. Dan entah kenapa sekarang ini dugaan-ku menjalar ke pria ini, dia memang sangat mirip dengan Papa kamu tapi aku berani jujur bahkan bersumpah jika dia asli bukan Papa kamu dia bukanlah asli Papa kamu jadi kamu harus percaya! Entah apa yang direncanakan Pria ini tapi aku sungguh berani jujur aku tidaklah bohong jadi aku mohon percayalah!"


"Aku sedikit bingung dengan semua ini? Aku akan tanya langsung kepadanya aku harus pergi!"


"Arabella kamu mau kemana kita belum selesai ngomong Ar!"


"


"


"


"Itu Pa, tapi Arabella merasa bosan makanya Arabella keluar untuk cari angin Papa habis darimana?"


"Papa ada urusan dadakan sayang jadi tadi malam Papa tidak sempat untuk pulang ya sudah masuklah


"Baik Pa!"


"Kamu harus berhati-hati Ar! Orang yang berkata jika dia bukanlah asli Papa kamu ada tiga orang, jika dia memang sungguhan paman kamu, kamu harus tau apa alasan jelas kenapa dia membohongimu selama ini sampai-sampai berpura-pura jadi Papamu ingat waspadalah!"


Berada dikamar dengan perasaan campur aduk, lirikan matanya memperhatikan setiap sudut ruangan ini jika pada biasanya dirinya tidak menunjukkan wajah takut kan cemasnya, tidak dengan hari ini dirinya mulai menunjukkan akan ketakutannya. Berlalu dia masuk kedalam salah satu ruangan yang tak lain kamar dari seseorang yang berpura-pura menjadi Papanya, ia melihat sebuah sisir beserta sisa rambut yang masih terbelit disana.


"Rambut? Mungkin dengan rambut ini aku bisa tau fakta yang sebenarnya siapa pria itu? Jika dia bukanlah Papa asliku maka dia akan lihat nanti!"

__ADS_1


Rendy yang saat ini berada di ruangan tamu sembari membaca koran kabar hari ini. Langkah Arabella mulai mendekat.


"Pa?"tanyanya beralih pria itu menatap kearahnya.


"Iya ada apa sayang?" Menatap balik Arabella, melihat Arabella seperti ingin akan pergi dirinya lalu bangkit dari tempat duduknya.


"Arabella kamu mau kemana?"


"Arabella mau keluar sebentar Pa! Arabella lupa ingin membeli sesuatu dan ini sangat penting Papa tidak masalah kan kalau Arabella pergi lagi sekarang?"


"Iya tidak apa-apa kok sayang hati-hatilah!"


"Iya Pa, Assalamualaikum!"


"Waalaikumsalam."


Perginya Arabella dari pandangan matanya. Lirikan mata Rendy seketika berubah, seperti tau yang sebenarnya telah terjadi bergegas ia mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya, menghubungi seseorang.


"Ada apa Ren? Apa ada masalah yang terjadi?"


"Tuan kita dalam masalah! Arabella dia sudah mulai menunjukkan kecurigaan pada kita?"


"Apa dia sudah ingat semuanya?"


"Aku rasa dia belum ingat semuanya tapi dari cara dia berkata dia seperti sedang ingin mencari tau siapa kita sebenarnya? Belum lagi aku punya firasat dia ingin kerumah sakit setelah mengambil stempel rambutku yang masih tersisa di sisir?"


"Baiklah sudah waktunya kita mengakhiri semuanya jalankan rencana yang sudah kita atur serapi mungkin untuk menjebak Alex agar masuk kedalam jebakan ini. Dan untuk wanita itu? Kamu tau kan apa yang harus kamu lakukan pada wanita bernama Arabella itu?"


"Tuan tenang saja aku sudah siap menjalankannya mati kita selesaikan sekarang!"


"Baik tuan!"

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2