
SATU BULAN KEMUDIAN
"Terima kasih Tuhan! Terima kasih karena kau telah memberikan kebahagiaan kepada hamba, hamba serasa tidak percaya akhirnya apa yang hamba impikan benar-benar mampu hamba dapatkan terima kasih!"
Berbeda dengan kebahagiaan yang menyelimuti di setiap hari-hari gadis cantik itu, berbeda dengan Alex dirinya nampak murung berada dalam ruangan gelapnya tatapannya terlihat kosong layaknya sedang dibantai pada masalah yang menerpanya. Sekumpulan anak buahnya hanya mampu memberikan tatapan penasarannya tak tau masalah apa yang menimpa akan tuannya hingga salah satu dari mereka menghampiri Pria bertubuh kekar lan gagah tersebut. Menepuk pundaknya tak lama kesadaran pria itu pun beralih pada seseorang yang barusan membuyarkan lamunannya.
"Kenapa?"tanyanya dengan wajah garang.
"Maaf Tuan! Bukan maksud saya ingin menganggu anda, kami perhatikan anda melamun terus ada apa? Apa telah terjadi sesuatu dengan tuan?"tanya Rico salah satu anak buahnya yang menjadi andalannya.
"Tidak! Aku tidak kenapa-kenapa lupakanlah!"
"Baiklah jika tuan tidak kenapa-kenapa, oh iya selain itu aku perhatikan tuan belakangan ini sudah mulai dekat dengan Arabella apa itu tanda jika tuan sudah mulai lupa dengan balas dendam yang dulunya tuan ingin lakukan?"
"Kamu salah! Aku berperilaku baik pada wanita itu bukan karena aku sudah mulai mencintainya, lupa akan balas dendam itu tapi nyatanya semua ini sudah taktik dari rencana yang aku buat jadi pastinya kalian paham kan?"
"Tunggu! Jadi maksudnya semua perilaku bahkan perkataan manis yang tuan tunjukkan itu semua hanyalah taktik bahkan rencana yang tuan atur secara matang-matang?"
__ADS_1
"Iya semua itu sudah jadi rencana-ku dan sekarang rencana itu berjalan sangat lancar kan? Bahkan bisa dilihat kalian sendiri bahkan ikut percaya dan beranggapan jika aku memang sungguh mencintainya?"
"Jika semua ini sudah jadi jalan rencana yang tuan atur secara matang-matang? Kapan tuan akan mengakhirinya?"
"Kalian tidak perlu menunggu lama mungkin tidak akan lama lagi semuanya akan berjalan seperti semula. Dan kalian akan tau sendiri seperti apa rencana yang sesungguhnya itu nanti kalian juga akan melihatnya?"
Berjalan sendiri tanpa adanya seseorang yang menemaninya, Arabella yang sembari menjunjung beberapa kresek belanjaan, dirinya yang hendak memasuki mobil hitam beserta Supir yang telah menunggunya, pandangannya perlahan-lahan mulai buyar tatapannya seakan-akan tidak jelas, buram sesekali ia mengucek matanya tapi pandangannya mulai memburuk hingga sesaat kesadarannya mulai hilang tersungkur ketanah sebelum dirinya memasuki mobil tersebut. Sadar akan istri dari tuannya telah jatuh pingsan lantas supir tersebut bergegas membopong dan melarikannya kerumah sakit terdekat.
Satu dokter beserta suster yang telah menanganinya tak lama kesadaran wanita diatas brangkar itu pun perlahan-lahan mulai membaik, membuka matanya secara perlahan sadar akan adanya dua seseorang yang masih menanganinya.
"Dokter? Suster apa yang terjadi?"
"Baik Dok, oh iya sebenarnya apa yang terjadi dengan kondisi saya ini? Kenapa tiba-tiba saya jatuh pingsan tidak ada penyakit dalam yang saya alami kan Dok?"
"Anda janganlah cemas! Itu sudah biasa terjadi pada ibu muda seperti anda! Belum lagi usia kehamilan yang baru menginjak 3 Minggu sudah jadi hal biasa yang sering terjadi jadi selamat! Selamat atas kehamilan anda?"
"Tunggu! Jadi maksud dokter? Saya ... Saya hamil? Ucapan yang barusan Dokter katakan tadi sungguh-sungguh tidak bohong kan?"
__ADS_1
"Iya, apa yang saya ucapkan tadi sungguh-sungguh benar anda dinyatakan positif hamil dan usia kehamilan anda sudah memasuki usia 3 Minggu selamat! Selamat anda telah menjadi Ibu muda kabar ini pasti akan sangat membahagiakan buat suami anda?"ucap Dokter dengan senyum lepasnya.
"Alhamdulillah ini seperti mimpi? Akhirnya apa yang aku impikan sungguh-sungguh benar-benar akan aku rasakan menjadi seorang Ibu dan mendapat panggilan Mama aku sudah tidak sabar dengan semua waktu bahagia itu aku sungguh tidaklah sabar?"
"Kami cukup senang mendengar kabar ini, oh iya apa kamu perlu menelfon suami anda agar beliau bisa datang kesini?"
"Jangan! Biar aku saja yang memberikan kejutan ini padanya, dia pasti akan sangat bahagia mendengar kabar ini jadi dia belum berhak tau biar nanti saya yang memberitahunya?"
"Baiklah jika itu sudah jadi keputusan anda, kami sudah memberikan cairan infus pada tubuh anda kami rasa kesehatan anda tidak lama juga akan pulih, anda tidak dinyatakan sakit serius jadi jika anda masih merasa lemas satu hari lagi anda menetap disini juga tidak masalah! Tapi jika anda ingin pulang kami juga akan mengijinkan anda?"
"Aku sudah cukup berstamina Sus, apalagi mendengar kabar kehamilan ku kesehatanku seketika pulih jadi alangkah baiknya aku pulang saja!"
"Baiklah jika itu sudah jadi pilihan anda!"
"Baiklah saya akan membayar biaya administrasi dulu!"
"Baiklah!"
__ADS_1
BERSAMBUNG.