
"Baiklah kali ini aku akan ikuti saran darimu, atas permintaan mu aku akan menjaga Arabella jadi disini kamu fokuslah saja dalam masa tahanan oke!"
"Baiklah!"
"Oh iya berhubung hubungan kita sudah mulai membaik bolehkah aku meminta satu permintaan?"
"Permintaan? Permintaan apa itu?"
"Aku ingin kamu mengabulkan permintaan ku yaitu membawa Arabella kesini, entah dengan cara apa aku ingin kamu membawanya kemari karena aku ingin meminta maaf kepadanya apa kamu bersedia?"
"Bukankah kamu sendiri juga tau jika kalau pun kamu meminta maaf sejuta kali pun dia tidak akan mungkin mau memaafkan mu! Hatinya sudah terlanjur dipenuhi dengan dendam yang sangat besar jadi percuma! Percuma kamu menyuruhnya dia tidak akan pergi apalagi sampai datang kesini untuk mau memaafkan kamu!"
"Di Dunia ini semua orang juga pastinya akan mengalami yang namanya kegagalan, entah kegagalan karena apa tapi yang jelas manusia yang terus berusaha sampai apa yang ia inginkan akan berhasil. Biarpun aku tingal di dalam sel ini aku akan terus berusaha memohon ampunan sampai dia mau memaafkan ku jadi tolong! Tolong kabulkan permintaan ku aku mohon!"
"Baiklah sebagai seseorang yang percaya sama kamu aku akan bantu kamu untuk membawa Arabella kemari, entah berhasil atau tidak aku tidak bisa janji, kamu tunggulah!"
"Terima kasih Ang! Terima kasih kamu sudah banyak membantuku terima kasih!"
"Ya sudah aku harus pergi masih ada tugas yang harus saya kerjakan!"
"Baiklah pergilah dan ingat pesanku!"
"Baiklah aku akan usahakan!"
__ADS_1
Aku sangat bersyukur biarpun kebahagiaan tidak berpihak padaku, tapi aku sangat bersyukur akhirnya keadilan mulai terlihat. Seseorang yang tidak pernah aku sangka-sangka akhirnya dia mulai mempercayaiku dan itulah yang membuatku cukup lega sekarang!
Biarpun masa tuaku masih akan menetap ditempat sesempit ini aku tidak perduli aku sadar ini semua sudah seharusnya aku perbuat, di-dunia ini tidak ada kejahatan yang tidak akan kalah melawan kebaikan sama halnya seperti diriku semua ini sudah pantas aku terima karena akulah penyebab utamanya dan aku akui itu.
Meratapi nasibnya, hanya mampu mendongakkan kepalanya keatas, sadar semua perbuatannya harus ia jalani dan dirinya sudah siap dengan resiko besar jika kejahatannya harus dibalas dengan hukuman mati.
Namun jika semua ini sampai terjadi satu hal yang inginkan yaitu bertemu kembali dengan Arabella disaat-saat terakhirnya nanti, entah mampu ataupun tidak dia sangat ingin jika Arabella mau menemuinya.
Disaat Angga yang sedang mengendarai mobil, saat ini ia masih terpikirkan akan bayang-bayang ucapan yang barusan dikatakan Alex berjanji akan membawa Arabella untuk menemuinya memang sudah seharusnya ia kabulkan permintaannya itu.
Sesampainya ia dikediaman yang cukup besar yaitu kediaman Baron, dirinya lantas mengetuk pintu tersebut, tak berlangsung lama pintu itu mulai terbuka hadirnya salah satu asisten rumah tangga mulai memperhatikan dari ujung kaki sampai ujung kepala Angga, mengenakan pakai biasa tak membuat curiga jika dirinya adalah Polisi.
"Maaf Mas sedang cari siapa?"tanya sang asisten rumah tangga.
"Gimana ya? Tuan Baron dan tuan Rendy melarang saya untuk mengijinkan non Arabella menemui siapa pun? Belum lagi Tuan juga sangat takut jika nona Arabella akan terluka, saya tidak berani jadi maaf saya tidak bisa mengijinkan anda, maaf!"
"Baiklah jika itu sudah jadi keputusan Bibik saya tidak masalah, Bibik juga hanya sedang menjalankan perintah, saya tidak apa-apa."
"Sekali lagi maafkan saya! Maafkan saya!"
"Iya tidak apa-apa Bik, permisi!"
"Baik Mas!"
__ADS_1
Langkahnya yang mulai menjauh dari pintu itu, dirinya yang hendak akan masuk kedalam mobil, ia dikejutkan dengan teriakan seseorang yang memangilnya. Beralih menatap balik arah suara itu, dia melihat wanita cantik berambut panjang yang mulai menghampirinya.
"Arabella kamu?"
"Anda seseorang yang kemaren aku temui sedang bersama pria kejam itu, ada apa? Apa yang membuat anda kemari dan berani untuk menemui saya?"
" Aku sengaja kesini karena aku ingin kamu menemui Alex? Aku tidak tau apa kedatangan ku kesini akan membuahkan hasil atau malah sebaliknya? Tapi aku sangat berharap kamu mau menjenguknya aku mohon?"
"Ada apa? Apa yang membuatmu jadi bertingkah seperti ini? Bukankah kamu benci padanya? Bahkan menjadi Polisi bukankah sudah jadi tanggung jawab anda untuk mengusut tuntas masalah kejahatan termasuk tidak membiarkan pria kejam itu bebas?"
"Kali ini aku tidak lupa akan tugasku untuk menuntas semua kasus kejahatan tak termasuk memenjarakan pria bernama Alex? Tapi aku kesini hanya ingin menyampaikan keinginannya jadi aku mohon? Aku mohon sekali ini saja kamu menemuinya aku mohon?"
"Baiklah jika itu keinginanmu aku akan mengabulkannya. Besok aku bakal bertemu dengan Pria itu jadi tenanglah!"
"Anda serius?"
"Iya aku serius! Jika anda masih tidak percaya anda bisa langsung mendatangi kediaman ini!"
"Baiklah aku percaya dan aku akan menunggumu besok. Baiklah hanya itu yang ingin aku ucapkan jadi terima kasih! Terima kasih anda sudah bersedia untuk menemuinya terima kasih!"
"Jika hanya itu yang ingin anda ucapkan apa anda bisa pergi dari sini?"
"Baiklah aku akan pergi sekali lagi terima kasih!"
__ADS_1
BERSAMBUNG