Penjara Cinta Psikopat Kejam

Penjara Cinta Psikopat Kejam
Bab 27" Dalam bahaya "


__ADS_3

"Nyawa harus dibayar dengan nyawa biarpun aku sendiri sudah berhasil melenyapkannya aku rasa satu nyawa masih belumlah cukup! Melihatmu berserta Mamamu terlihat bahagia diatas penderitaan-ku! Apa mungkin aku akan ikut mendukung kebahagiaan kalian itu? Tidak! Kebahagiaan tidak akan berpihak pada kalian disaat diriku masih sanggup menginjakkan kakiku di tanah ini, lihatlah jika waktunya tiba nanti kamu akan tau gimana rasanya kehilangan seseorang yang sangat kita sayangi!"


Mengeluarkan ponsel yang berada dalam sakunya, ia menekan salah satu nomor dan tercantum didalamnya. Menghubungi seseorang itu dengan tatapan matanya yang tajam.


"Segera lakukan sekarang!"


"Baik tuan!"


Seorang wanita agak tua sedang termenung meratapi nasibnya diruang tamu kediamannya sendiri. Hanya menunjukkan ekpresi wajah kecewa layaknya menunggu akan kehadiran seseorang nyatanya kehadiran seseorang itu tidak kunjung muncul memenuhi panggilan akan rasa rindu yang sudah ia ia rasakan.


"Sudah lima hari sejak Arabella pamit ijin akan kerja diluar kota, kos-kosan ini terlihat sangat sepi tanpa kehadirannya, sebenarnya apa yang terjadi dengan Arabella sekarang kenapa tumben-tumben'nan Arabella tidak memberiku pesan sejak 3 hari yang lalu? Ini bukan sifat Arabella aku yakin telah sesuatu terjadi dengannya tapi apa? Dimana ia berada sekarang?"


Lamunan wanita itu terlihat menyertainya. Duduk di bangku meja makan beserta menu-menu makanan yang sudah siap tersaji, nyatanya tidak membangkitkan seleranya untuk menikmati semua menu yang sangat menggugah selera yang sudah terpampang kelas dihadapannya.

__ADS_1


Tak lama suara ketukan pintu tiba-tiba terdengar, fokus wanita itu yang tadinya hanya menatap meratapi nasib makanannya, kini fokusnya tertuju pada suara ketukan itu. Tanpa menunggu langkahnya mulai bangkit mendekati pintu asal suara itu berasal. Membuka secara perlahan, wanita itu dikejutkan dengan hadirnya dua laki-laki berjas hitam yang beberapa hari ini telah mengantarnya kembali ke kos-kosan.


"Anda? Kalian kan pria muda yang kemaren mengantarkan saya pulang kan? Anda teman Putri saya kan?"


"Iya Tante kita teman dari Arabella, tujuan kami datang kemari kami hanya ingin menjemput Tante atas suruhan Arabella, Putri tante, dia tidak bisa datang dikarenakan sakit demam berdarah dan saat ini ia dirawat di rumah sakit, jadi kita datang untuk menjemput Tante atas suruhannya apa Tante bersedia?"


"Apa? Arabella putriku sakit? Dia ... Dia tidak serius kan?"


"Baiklah saya akan ikut dengan kalian! Tunggulah!"


Membawa tas beserta ponselnya, tanpa rasa curiga Mama Arabella ikut atas tujuan yang ditujukan kedua pria itu.


Hanya mengikuti setiap langkah keduanya, Mamanya Arabella akhirnya telah memasuki mobil hitam yang siap dilajukan oleh mereka.

__ADS_1


Memandang wanita itu dengan tatapan senyum liciknya, kedua pria itu melirik kearah satu sama lain menyembunyikan akan rencana yang sudah dipersiapkan sejak sedari tadi.


"Kalau boleh tau dimana rumah sakit Arabella dirawat? Kenapa kita tidak kunjung sampai, jika Putri saya di rawat intensif di-rumah sakit Citra Medika, Rumah sakit itu kan jarak dari kediaman saya terbilang dekat dan mungkin tidak sampai membutuhkan waktu sekiranya setengah jam? Bahkan paling lama biasanya hanya satu jam ada apa? Siapa kalian sebenarnya kalian tidak lagi membohongi saya kan?"


Raut wajah Mamanya Arabella terlihat cemas diselimuti dengan rasa ketakutannya yang amat menjadi, berbicara pada kedua pria dihadapannya nyatanya keduanya tidak kunjung memberikan penjelasan selain memberikan respon tertawa secara sinis seolah-olah rencananya telah berhasil.


"Ada apa? Kalian sungguh bukan pria yang aku temui kemaren? Bahkan aku rasa kalian sungguh pria yang berbeda siapa? Siapa kalian?"


"Rencana yang sangat sempurna! Kita berhasil mengelabui mu dan ikut terjebak dengan jebakan ini, apa anda terkejut? Oh iya pastinya anda sangat terkejut! Belum lagi aku pria yang anda kenal jadi pastinya anda masih sangat ingat jelas kan siapa saya?"


Muncul seseorang dari belakang kursi yang ditumpanginya, menyahut akan ucapan yang barusan dilontarkan Mamanya Arabella spontan itu juga Mamanya Arabella tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya setelah tau siapa seseorang yang menimpali pembicaraannya barusan.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2