Penjara Cinta Psikopat Kejam

Penjara Cinta Psikopat Kejam
59 " Pertemuan"


__ADS_3

Sesosok laki-laki hanya mampu termenung, berada dalam sel tahanan pikirannya serasa ingin pecah memikirkan resiko besar apa yang akan terjadi dalam dirinya nanti, sesaat kemudian hadirnya sesosok pria berseragam polisi yang tanpa se'ucap kata polisi itu membuka borgol pintu sel tahanan tersebut.


"Pak kenapa borgolnya dibuka apa ada seseorang yang ingin mengunjungi ku?"ucapnya tapi tak mendapatkan respon baik pada Polisi tersebut.


"Iya ada cepat keluarlah!"balasnya.


"Baik Pak!"


Mengikuti setiap detik langkah Polisi yang mengantar tahanan untuk menemui seseorang yang ingin ia temuinya. Setelah sampai pada tempat yang mereka ingin tuju, pandangan Alex tak henti-hentinya berkedip berfikir apa yang ia lihat saat ini tidaklah bermimpi disiang bolong. Hadirnya wanita cantik berambut panjang yang sedari tadi telah menunggunya namun ekpresi yang ditunjukkan wanita itu sangat berbeda dengan ekpresi para pengunjung tahanan yang biasanya berkunjung untuk menemui orang yang dikasihinya.


"Ini? Apa yang aku lihat sungguh-sungguh tidak benar kan? Seseorang yang ada dihadapan ku ini sungguh-sungguh bukan kamu kan?"


"Sudahlah jangan banyak omong! Tujuanku kesini aku hanya ingin melihat seperti apa sih wajah penyesalan dari pembunuh berhati dingin yang dengan kejamnya membunuh pria itu tanpa rasa ampun bahkan memotongnya layaknya seperti seekor hewan? Tapi setelah aku melihatmu aku cukup bahagia belum lagi melihat wajah babak belur mu membuatku tambah semakin bahagia!"


"Ada apa dengan Arabella? Kenapa dari cara bicaranya dia seperti tidak tau jika seseorang yang aku bunuh adalah Papanya? Bahkan aku tau betul dia masih ingat tentang kejadian itu dan bersikeras ingin mengungkapkan fakta atas kematian Papanya tapi kenapa giliran sudah tau dia seperti tidak tau apa-apa?"batinnya.


"Kenapa? Apa hanya dengan beberapa ucapan yang aku ucapkan tadi sudah berhasil membuatmu kalah seperti ini? Bukankah membunuh adalah keahlian mu tapi kenapa kamu hanya mampu menunjukkan ekpresi seperti ini?"


"Aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi saat ini? Tapi aku tau betul siapa kamu, kamu tidak mungkin amnesia kan?"


"Ternyata tanpa aku kasih tau anda sudah paham jika aku memang amnesia tapi setidaknya jika aku amnesia aku masih mengingat akan kekejaman kamu terhadapku dan juga terhadap anak yang tidak berdosa ini dan untungnya Papa yang sangat mencintai ku mampu menyadarkan aku tentang siapa suamiku ini


"Arabella apa kamu tidak salah omong? Memang aku melihat kamu seperti tidak tau siapa aku dan aku akui aku memang jahat karena sudah bersikap jahat bahkan dengan teganya menelantarkan kamu mau pun anak kita tapi dengan kamu menyebut jika Papa kamu masih hidup aku rasa kamu salah besar! Papa kamu sudah meninggal beberapa tahun yang lalu mana mungkin kamu bisa lupa! Jika kamu pun lupa aku, harusnya kamu juga lupa jika Papa kamu sudahlah meninggal?"


"Omong kosong macam apa itu? Anda sudah dengan teganya membunuh istriku bahkan menelantarkan calon cucuku dan menyiksa putriku apa anda pantas disebut dengan sebutan menantu?"

__ADS_1


Timpal Rendy yang sekejap muncul dari belakang Alex setelah Alex mencoba menjelaskan semuanya pada Arabella apa yang terjadi. Mendengar akan ucapan sekaligus wajah dari Pria itu, raut wajah Alex seketika berubah total, ingat akan wajah dari pembunuh kedua orang tuanya belasan tahun yang lalu masih terbayang jelas seperti apa wajah dari pria kejam yang dengan kejinya menghabisi kedua orang tuanya.


Hatinya bahkan pikirannya sekejap beradu jadi satu, ingat jika pembunuh yang selama ini ia ingat sudah berhasil ia lenyapkan dengan kedua tangannya sendiri membuatnya akhirnya buka mulut.


"A ...anda? Aku ingat betul anda orang yang dengan kejinya membunuh kedua orang tuaku? Bahkan aku melihat jelas dengan kedua mataku sendiri jika anda telah menodainya? Aku berhasil membunuhmu tapi kenapa sekarang anda tiba-tiba hadir dihadapan-ku siapa anda? Siapa anda sesungguhnya?"


"Aku tidak tau apa maksud dari semua ucapan kamu tadi? Anda bilang jika Papaku telah meninggal belasan tahun lalu tapi sadar jika seseorang yang ada disampingku adalah Papaku apa mungkin aku harus percaya dengan tiupan anda?"


"Ini tidak masuk akal? Bagaimana bisa Arabella menganggap jika pria ini adalah Papanya sedangkan yang aku tau Papanya telah meninggal? Tapi yang jadi pertanyaan kenapa pria ini wajahnya sangat percis seperti Papanya Arabella siapa sebenarnya dia?"batin *""""" yang terus bertanya.


"Arabella kamu salah! Orang yang ada di sampingmu ini bukanlah Papa kamu dia bukanlah Papa kamu! Kamu jangan mau dibohongi olehnya dia pembohong? Dia pembohong?"


"Pembohong apa mungkin aku akan percaya dengan tipuanmu? Sudah kesekian kalinya anda selalu berbohong bahkan bertindak kasar padaku jadi apa mungkin aku harus mempercayai semua perkataan omong kosong mu itu!"


" Ara aku sungguh-sungguh tidaklah berbohong jika kamu sama sekali tidak percaya dengan semua perkataan ku setidaknya kamu akan percaya apa yang akan dikatakan oleh ***"", dia sahabat kamu sejak kecil jadi pastinya dengan penjelasan dia kamu akan percaya jika laki-laki yang kamu anggap Papa dia itu seorang pembohong! Kamu harus percaya padaku Ar! Kamu harus percaya?"


"Ini tidaklah benar! Arabella mengidap amnesia dan mungkin merekalah pelaku utama yang membuat Arabella jadi seperti ini dan jika aku berkata jujur ini akan mempengaruhi kondisi Arabella sekaligus membuat kondisinya dalam bahaya aku harus melakukan sesuatu!"batinnya.


"Pak apa anda sama sekali tidak dengar apa ucapan yang barusan aku katakan barusan?"


"Dia bohong! Semua kata yang diucapkan oleh tahanan ini jelas sangatlah bohong, dia hanya suami plin-plan yang hanya peduli pada kesenangannya sendiri bahkan dia sudah menunjukkan seperti apa sifat aslinya jadi aku bilang semua kata yang diucapkannya adalah bohong! Dialah pembohong yang asli!"


"Apa maksudmu? Jelas kamu juga tau apa penyebab utama kenapa aku bisa mendekam didalam sel ini? Dia sudah jelas-jelas pembohong kenapa kamu malah mendukungnya apa alasanmu? Apa!"


"Stop! Stop anda berkata omong kosong! Semua kata yang anda ucapkan itu omong kosong anda paham!"timpal polisi yang seketika menghentikan pemberontakan Alex.

__ADS_1


"Disini seseorang yang bisa aku percaya hanya kamu? Jika selama ini kamu benar-benar polisi yang ingin menegak hukum secara adil, kamu harus berhasil meluruskan kasus ini? Bahkan aku berani bersumpah jika bukan aku orang yang telah membunuh Mamanya Arabella. Aku memang telah membunuh Papanya tapi aku berani bersumpah jika bukan aku pelaku pembunuhan Mamanya Arabella bukan aku!"


"Apa kamu punya bukti jika bukan kamu pelaku pembunuhan Mamanya Arabella? Seseorang yang selama aku curigai hanya kamu? Bilang saja kamu tidak ingin memberatkan masa hukuman kamu makanya kamu tidak berani berkata jujur seperti ini? Bahkan aku sengaja berpura-pura tidak ingat bahkan tidak sadar jika kedua anak buah kamu yang terekam jelas dalam kamera cctv itu apa lagi yang ingin kamu sangkal semuanya bukti sudah mengarah ke kamu apa kamu masih ingin mengelak lagi? Apakah kamu harus pakai cara kasar agar pria seperti mu ini mampu berkata secara sejujurnya tentang masalah ini?"


"Kali ini aku tidak perduli jika diriku akan mendapatkan hukuman penggal bahkan hukuman mati! Tapi sebelum hukuman itu terjadi aku ingin kamu menyelematkan Arabella dari jeratan mereka, mereka telah membohonginya bahkan mereka mampu membunuh Arabella hanya dengan satu kedipan jadi aku mohon kali ini kamu percayalah padaku aku mohon!"


"Sudahlah disini tidak ada yang akan perduli terhadap dirimu sadar seperti apa kejahatan yang kamu perbuat tidak mengharuskan ku untuk percaya semua perkataan bohong kamu itu jadi sudahlah tidak seharusnya aku berlama-lama aku disini."


Langkahnya yang akan pergi menjauh dari pandangan suaminya dan dalam sekejap ucapan mulut pria itu seketika terbuka, wanita yang tadinya hendak akan pergi kini langkahnya itu pun terhenti.


"Aku tau aku memang salah! Bahkan berdosanya karena aku telah membunuh Papamu yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan pembantaian itu, kini aku sadar akulah yang bodoh aku! Tapi biarpun begitu aku masih ingin mengucapkan kata ini, maaf! Maaf jika aku telah membuatmu sengsara maafkan aku akibat kecerobohan ku, aku sudah dengan tega menghabisi nyawa Papa kamu maafkan aku! Maafkan aku!"


"Dengan kata maaf tidak akan ada perubahan yang akan terjadi, nasi yang sudah menjadi bubur sudah terlanjur hancur lebur bagiku memaafkan mu sama aja aku melenyapkan diriku sendiri. Aku baru akan memaafkan kamu jika kamu menjadi mayat yang membusuk bagiku penjahat sepertimu memang haruslah busuk karena itu yang tepat untuk anda dapatkan!"


Tak beralih darinya lagi, ia kembali melanjutkan langkahnya hingga dirinya mulai menjauh dari pria yang masih menjadi suaminya. Masuk kedalam mobil, disamping masih ada seseorang yang berpura-pura menjadi Papanya namun hatinya sama sekali tak berpaling atau pun percaya pada ucapan laki-laki barusan.


"Sayang kamu tidak apa-apa?"


"Tidak kok Pa, aku baik-baik saja Papa tenang saja,"balasnya.


"Apa setelah pria itu ucapkan kata-kata tadi kamu akan berfikir jika Papa telah berbohong?"


"Pria kejam itu tidak seharusnya untuk dipercayai, aku sama sekali tidak menggubris ucapannya jadi Papa tidak perlu khawatir!"


"Baik sayang sekali lagi terima kasih kamu sudah mau percaya pada Papa?"

__ADS_1


"Iya Pa, sama-sama!"


BERSAMBUNG.


__ADS_2