Penjara Cinta Psikopat Kejam

Penjara Cinta Psikopat Kejam
Bab 49 " Sudah terlambat "


__ADS_3

"Bodoh! Bisa-bisanya kalian kehilangan jejak satu Wanita saja, kalian ini laki-laki bagaimana bisa kalah sama wanita lemah! Kalian itu tidak berguna! Kalian tidak berguna!"


"Maafkan kami Nyonya Maafkan Kami! Kejadiannya terjadi begitu sangat cepat, melihat kondisinya yang lemas kita tidak menyangka jika wanita itu akan berhasil kabur terbebas dari kita maafkan kami! Maafkan kami!"


"Ini gawat! Jika wanita itu berhasil melarikan diri pasti ada seseorang yang telah membantunya,lokasi itu hanya berbatasan sungai dan jurang jika dia tidak jatuh kesana, pasti telah ada seseorang yang telah menolongnya. Dan jika dia berhasil pulih akulah yang dalam ancaman dia sudah mengetahui rahasia itu termasuk rahasia aku yang telah membunuh Papa angkatku! Aku harus berbuat cepat! Cepat kalian sisir satu persatu lokasi itu hingga sungai beraliran deras itu kalian paham!"


"Baik nyonya kita akan menjalankan perintah nyonya permisi!"


Dilain tempat pria kekar lan tampan yang hanya sibuk dengan urusannya sendiri, lantas seseorang mulai mendatanginya.


"Tuan maaf menganggu waktu anda! Ini sudah hampir 24 jam kurang kabar nyonya sampai detik ini tidak muncul? Saya takut apa yang saya takutkan sungguh-sungguh terjadi, istri tuan akan meninggal ditangan wanita itu akibat dirinya tidak mau mengatakan yang sejujurnya, melihat sendiri Istri tuan tipe orangnya lebih memilih terluka dan melindungi orang lain saya takut ini sungguhan terjadi padanya jadi tuan harus berbuat sesuatu! Tuan harus berbuat sesuatu untuk mencarinya!"


"Baiklah siapkan mobil!"


"Baik tuan!"


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


"Maaf nyonya seperti permintaan yang kemaren nyonya punya kita sudah menyisir semua tempat dari tempat hilangnya gadis itu, dan sampai detik ini kami telah gagal menemukannya tidak ada tanda-tanda jika wanita itu telah tercebur ke sungai beraliran deras itu, tapi salah satu anak buah nyonya menemukan satu sendal yang mungkin nyonya bisa pikirkan apa nyonya kenal dengan pemilik sandal ini?" Memberikan sandal berwarna pink, lantas Monika mengambilnya mengingat dengan jelas sandal ini dirinya seperti pernah melihatnya. Dan setelah berfikir secara serius ingatannya mulai pulih ingat betul jika pemilik sandal ini memang Arabella.

__ADS_1


"Tunggu! Bukankah ini sandal milik Gadis itu? Pertama kali gadis itu disekap aku ingat jelas dia memakai sandal ini! Jadi benar jika wanita itu kemungkinan terjatuh Ke Sungai itu? Dia telah jatuh kedalam sungai beraliran deras itu?"


"Jika nyonya sangat yakin jika pemilik sandal ini memang wanita itu, berarti kemungkinan tipis bagi gadis itu untuk selamat, sungai itu beraliran tinggi bahkan kabar yang sudah banyak beredar di sungai ini berpenghuni buaya ganas yang tidak main-main kejamnya. Dan dengar-dengar juga sudah banyak korban yang berjatuhan jika memang dia sungguh-sungguh jatuh kesana dan jadi santapan buaya itu apa kira-kira rencana nyonya selanjutnya apa nyonya memiliki rencana lain lagi?'


"Kali ini aku sungguh-sungguh yakin jika gadis itu telah tewas disantap buaya, tinggal menunggu kabar selanjutnya semua kekayaan itu pasti akan jatuh ketangan ku! Melihat ahli waris telah ma*i jadi bukankah ini hebat tanpa aku harus membunuhnya dengan susah payah dia sendirilah yang memberikan nyawanya pada buaya rawa itu?"


"Saya tau nyonya saat ini sangatlah senang! Tapi sebelum nyonya merasa bahagia alangkah baiknya nyonya juga secepatnya memikirkan rencana lain. Memang saat ini bukan nyonya yang membunuhnya tapi mendengar kabar tewasnya bukankah semua bukti kasus kematiannya menjalar ke nyonya?"


"Iya! Benar jga yang kamu katakan secepatnya aku memang harus memikirkan cara agar bukan aku yang menjadi sasaran utama Tewasnya wanita itu. Baiklah itu terlalu mudah jangan terlalu dipikirkan serius, mari kita nikmati kemenangan kita ayo nikmatilah!"


"Baik nyonya!"


Kaget siapa yang datang anak buah itu hanya mampu tertunduk, tanpa basa-basi seseorang yang tak lain ialah Alex dirinya bersama ketiga anak buahnya langsung masuk tanpa adanya perintah atau pun larangan dari si pemilik rumah.


Sadar kedatangan seseorang yang juga mengejutkan dirinya, Monica lantas bangkit dari tempatnya, menghampiri mereka tak lupa tatapan tajam keduanya tak bisa mereka hindari lagi.


"Anda! Angin apa yang membuat anda tiba-tiba datang kemari apa anda ada masalah?"


"Hentikan omong kosong anda! Tujuanku kemari pastinya anda juga sudah tau dan mungkin tidak perlu diperjelas anda juga sudah tau?"

__ADS_1


"Jika anda ingin mengatakan sesuatu katakan saja! Membelit ucapan anda malah mempersulit ku memahami apa itu ucapan anda jadi katakan! Katakan apa yang anda cari disini?"


"Baiklah jika dengan cara damai tidak juga membuahkan hasil, anda pastinya tau kan dimana Arabella sekarang? Anda pastinya tau kan dimana istriku berada?"


"Anda lucu dia istrimu kenapa anda malah mencarinya kesini?"


"Saya tau jelas seperti ada ekpresi orang yang lagi ketakutan. Dan ketakutan yang anda hasilkan dari wajah anda ini sudah membuktikan jika anda memang tau dimana dia jadi katakan! Katakan dimana dia ayo katakan?"


"Anda punya bukti apa berani menuduhku seperti ini? Aku tidak tau! Aku tidak tau dimana dia jadi jangan coba-coba untuk menghakimi-ku, paham!"


"Baiklah jika dengan cara damai anda masih tidak mau mengakuinya anda akan menyesal! Anda akan menyesal karena anda akan tau seperti apa sifat asliku ini! Rico!"


"Bawa dia ke ruang khusus kakek?"


"Baik tuan!"


"Kalian mau bawa aku kemana? Apa yang ingin kalian lakukan apa! Lepaskan aku! Lepaskan aku!"


"Anda sendirilah yang menginginkan semua ini paham!"gertak Alex dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2