
Sudah sebulan kamu pergi meninggalkan aku. Dan selama ini kenapa bayang-bayang mu selalu menyitari pikiranku, kenapa sesusah ini aku melupakan kamu Stella, kenapa?
Jujur memang sekarang sudah ada seseorang yang sangat percis seperti dirimu wajah bahkan suaranya sangatlah mirip, tapi kenapa setiap kali aku melihatnya bukan bayang-bayang akan dirimu ketika aku bertemu dengannya, tapi kenapa selalu bayang-bayang akan Papanya yang dengan kejinya menghabisi kedua orang tuaku tanpa rasa ampun dan hal itulah yang akhirnya mendorongku untuk melakukan balas dendam ini.
Jika cara kematian tidak bisa aku lakukan kenapa aku tidak pakai caraku sendiri untuk membalasnya hanya tinggal menunggu waktu bahkan detik apa yang aku inginkan akan segera tercapai dan aku sudah tidak sabar ingin melihat air mata darahnya keluar secara langsung yang aku lihat dengan tatapan telanjang ku aku sudah tidak sabar.
Dan kamu tenang saja soal hati dan perasaan aku tidak akan pernah berkhianat apalagi sampai berpindah lain hati, biarpun wajah kalian sama aku pastikan aku tidak akan pernah benar-benar menyukainya kamu tenanglah!"
Menabur berbagai jenis bunga pada makam sang kekasih yang telah pergi, dengan wajah tabah dirinya terus menabur bunga itu hingga tak lama suara seseorang terdengar manis dari arah belakangnya. Sadar akan suara seseorang itu, pandangannya beralih menatapnya.
"Arabella?"
"Alex? Kamu disini?"tanyanya seseorang itu, beralih Alex pun bangkit sadar jika Arabella lah orang yang berkunjung ke makam Stella. Menatapnya dengan tatapan cemas takut jika apa yang barusan ia ucapkan tak sengaja terdengar olehnya.
"Apa dia mendengar semua ucapan yang barusan aku katakan tadi? Tapi jika dia mendengarnya kenapa tidak nampak raut marahnya yang terlihat sekarang?"batinnya yang terus saja menatapnya dengan tatapan cemas.
"Ada apa Lex? Kenapa wajah kamu jadi memerah gitu? Kamu ....
"Apa kamu mendengar semua ucapan yang barusan aku katakan tadi?"tanyanya.
"Maksudnya?"tanyanya tidak mengerti.
__ADS_1
"Iya aku kemari hanya bermaksud untuk mengunjungi makam Stella, aku tidak ada maksud lain jadi apa kamu akan marah jika aku datang kesini secara diam-diam tanpa memberitahumu?"
"Astaga Alex? Kenapa pikiran kamu cepat sekali menjalar kesana? Aku sama sekali tidak ada pikiran apalagi sampai berpikir yang tidak-tidak seperti itu? Aku tau lagi kamu datang kesini hanya untuk mengunjunginya apalagi aku juga sadar jika dia juga wanita yang sangat kamu cintai sebelum kamu mencintaiku jadi mana mungkin aku akan melarang kamu, aku baik-baik saja aku juga tidak masalah jika kamu akan selalu mengunjunginya?"
"Terima kasih ya Ar? Aku sangat beruntung mempunyai istri se'pengertian seperti diriku terima kasih!"
"Iya sama-sama, ya sudah ijinkan aku ikut menaburkan bunga ini ya?"
"Silahkan,
"Oh iya selain itu ada sesuatu yang ingin aku bicarakan pada Stella, biarpun aku hanya mampu mengungkapnya didepan batu nisannya aku ingin apa yang aku rasakan mampu aku luapkan padanya jadi apa kamu tidak keberatan jika kamu meninggalkan aku seorang diri disini?"
"Iya aku akan mengijinkan kamu, aku tau kamu pasti ingin mengatakan sesuatu padanya termasuk mengucapkan rasa terima kasih jadi silahkan bicaralah aku tunggu di mobil?"
Setelah perginya Alex dari pandangan Arabella, Arabella menaburkan beberapa genggaman bunga itu pada makam yang bertuliskan nama Stella Ananta bersamaan dengan air matanya yang seketika mengalir dengan derasnya.
"Aku tidak tau apa ucapan yang aku katakan ini sudah bersifat kadaluarsa. Aku sangat berhutang Budi padamu Stella, aku tidak tau lagi dengan cara apa aku mampu mengucapkan rasa terima kasihku ini padamu.
Memberikan kornea mata ini, aku akhirnya bisa melihat semua pemandangan yang amat sangat indah ini. Belum lagi mendapatkan suami yang juga tulus mencintai ku aku serasa tidak percaya jika seseorang seperti diriku mampu mendapatkan rasa perhatiannya pada seseorang seperti Alex.
Maafkan aku bukan maksud aku, aku jajat karena tega merebut dia darimu, aku sadar tidak seharusnya aku mencintai seseorang kekasih dari seorang penolong berbaik hati seperti dirimu jadi sekali lagi Maafkan aku! Maafkan aku aku telah lalai mencintainya maafkan aku!"
__ADS_1
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
"Kamu kenapa? Apa kamu ada masalah kenapa aku perhatikan sejak pergi dari makam Stella raut wajah kamu nampak murung, kamu sakit?"
"Tidak! Aku baik-baik saja, aku hanya merasa tidak pantas mendapatkan semua ini!"
"Maksud kamu apa?"
"Aku sadar dengan mencintai kamu bukankah ini sama halnya aku mengkhianatinya? Dia sudah banyak menolongku termasuk mengorbankan kornea mata ini aku tidak seharusnya mencintai kamu dan kita tidak seharusnya akrap seperti ini?"
"Ar? Lihatlah aku! Semua ini terjadi sudah Tuhan yang mengaturnya, aku sadar dan sangat yakin kamulah jodohku? Tuhan memberikan jalan sampai Stella tewas karena Tuhan sudah mengatur rencana untuk mendekatkan kita hingga hubungan kita jadi sedekat dan menjadi suami-istri seperti ini, aku mohon jangan lagi kamu beranggapan kamu tidaklah pantas untukku karena jujur aku sangat tidak suka jadi aku mohon! Mohon jangan ulangi lagi ya?"
"Tapi?"
"Tidak ada tapian janjilah kepadaku kalau kamu tidak akan pernah ninggalin aku aku mohon berjanjilah!"
"Baiklah jika itu sudah jadi saran kamu aku janji aku tidak akan meningalkan kamu dan berjanjilah padaku juga kalau kamu tidak akan pernah menyembunyikan Sedikit rahasia apapun lagi padaku berjanjilah!"
"Iya aku janji!"
"Terima kasih!
__ADS_1
BERSAMBUNG.