
Tiga hari telah berlalu Mama pergi meninggalkan aku, aku masih tidak percaya kenapa Mama begitu cepat ninggalin aku tanpa berpamit atau pun se'ucap kata yang Mama katakan padaku, maafkan aku! Maafkan aku sebagai Putri Mama, aku tidak bisa menjaga Mama maafkan Arabella ... maafkan Arabella Ma.
Matanya terlihat lebam menangis secara terus-menerus tak menghentikan air matanya sekalipun untuk surut. Puluhan bahkan ribuan air matanya setiap harinya menetas, tak menghiraukan wanita cantik itu untuk mampu menyudahi kesedihannya.
Dibalik rasa amat sakit yang tak tertahankan dalam hatinya yang paling dalam, dari pandangan jauh terlihat laki-laki gagah lan kekar hanya mampu memperhatikannya layaknya seorang bodyguard yang selalu siaga kapan pun untuknya, mulai mendekatinya, mengulurkan sapu tangan pada wanita itu, berbalik Arabella yang sadar akan kehadirannya tatapannya beralih menatapnya.
"Ambil dan usaplah air mata kamu! Sampai anda menangis darah pun anda tidak akan mampu mengembalikan nyawa Mama anda, sebagai seorang Putri harusnya anda mendoakan dan mengikhlaskan kepergiannya bukan malah menangis dan melakukan tindakan bunuh diri yang malah menunjukkan jika anda sangatlah rapuh dan tidak berguna! Ingat kematian Mama anda karena pembunuhan, jika anda melakukan bunuh diri dan meninggal menyusul kedua orang tuamu apa reaksi mereka disana? Apa anda mau memberikan tanggungan dosa pada mereka akibat perbuatan putrinya yang amat tidak berguna itu?"
"Apa tujuanmu kemari? Aku ingin sendiri bisakah anda pergi ijinkan aku untuk sendiri?"
"Aku tidak akan melakukannya! Jika aku pergi membiarkan Anda seorang diri berlarut-larut dalam kesedihan ini aku rasa anda tidak akan mungkin jika tidak melakukan hal nekat itu lagi, yang anda butuhkan semangat dan kepercayaan pada diri anda sendiri jangan bikin hanya gara-gara masalah ini anda putus asa mau mengakhiri kehidupan anda tau mencari tau siapa pembunuh dari Mama anda? Apa anda mau Mama anda gentayangan disana tidak tenang karena orang yang telah membunuhnya tidak kunjung tertangkap bahkan berkeliaran dengan bebas apa anda mau? Anda harus kuat! Anda harus kuat!"
*****_________________****
"Apa anda cukup membaik sekarang?"
__ADS_1
"Seperti yang anda lihat! Aku cukup lega,"
"Ngomong-ngomong soal identitas pembunuh itu apa anda sudah mengetahui siapa identitas dari seseorang itu?"
"Aku sudah tau siapa identitas seseorang itu? Tapi pelakunya tidak semudah itu untuk kita tangkap? Pelaku itu juga sama pelaku yang membunuh Papa 3 tahun yang lalu dan sampai sekarang aku pun masih belum tau dimana keberadaan seseorang itu, jadi aku rasa dalam kasus Mama pelaku itu aku rasa tidak akan mungkin tertangkap!"
"Kenapa bisa? Bukankah setiap kejahatan pasti bakal ada balasannya? Orang itu sudah menghilangkan dua nyawa apa anda semudah ini berpasrah tidak ingin mencari siapa dalang dibalik semua ini? Anda ingin membiarkannya? Tugas polisi hanya satu yaitu memberantas kejahatan dan menangkap penjahat apa segitu sulitnya bagi mereka untuk menangkap pelaku itu? Sehebat apa pelaku itu sampai-sampai pihak polisi tidak bisa mengatasinya?"
"Jika hanya berbicara memang mudah! Pelaku bukanlah orang biasa, mereka sudah ahli dalam bidangnya masing-masing tak terkecuali hanya dalam hal pembunuhan. Melakukan tindak mutilasi sekaligus menghilangkan jejak sampai tak terselip pun mereka bisa melakukannya, jadi jika soal kedua kasus ini sama-sama kehilangan jejak rekaman itu, aku sudah tidak kaget lagi mereka sudah profesional jadi jika melihat secara jelas seperti apa wajah tampang dari seseorang itu sampai saat ini pihak polisi pun masih belum mengetahuinya. Dan aku janji selama aku belum mati aku pastikan aku sendiri yang akan membunuhnya dengan kedua tanganku sendiri, nyawa harus dibayar dengan nyawa kali ini mereka masih bebas tapi aku pastikan kebebasan tidak lagi berguna jika sudah berhadapan denganku bahkan jika nyawaku sendiri yang jadi taruhannya aku tidak perduli!
"Aku akui anda sangatlah pemberani, menghadapi penjahat tidak semudah yang anda pikirkan, tapi melihatmu seperti ini, sudah seharusnya aku mendampingi mu, kita sama-sama butuh apa anda bersedia jika kita bekerjasama? Kamu membantuku mendapatkan apa yang Stella inginkan dan aku akan membantumu menangkap si penjahat itu apa anda bersedia?"
"Anda salah jika menyangkut soal nyawa apalagi soal Ibu aku tidak keberatan jika harus membantumu? Aku juga seorang anak jadi pastinya aku juga tau gimana rasanya kehilangan seseorang yang paling kita sayangi melebihi nyawa kita sendiri, jadi seperti yang aku katakan tadi aku serius ingin membantumu tapi jika kamu merasa keberatan aku tidak masalah! Kita bisa batalkan itu?"
"Jangan! Aku bersedia menerima tawaran anda, aku hanya tidak percaya jika anda sungguh-sungguh berniat membantuku belum lagi sadar seperti apa sifat anda hal inilah yang membuatku tidak percaya dengan perubahan anda ini?"
__ADS_1
"Mungkin kesadaran ku ini akan sangat mengejutkan mu! Jujur sebenarnya aku sendiri merasa bersalah kalau bukan karena keegoisan ku yang memisahkan kalian? Aku rasa hal ini tidak mungkin terjadi jadi maafkan aku jika aku ....
"Stop! Stop anda jangan bahas masalah ini, jelas semua ini takdir aku juga tidak pernah menyalahkan anda, aku harap perubahan anda ini benar-benar akan bersifat selamanya? Aku harap perubahan anda ini bukan hanya angin yang menepi berlalu ia pergi begitu saja tanpa sebab yang pasti jadi itulah yang aku harapkan sekarang!"
"Aku mengerti apa maksudmu! Oh iya selain itu ada hal lain yang ingin aku tunjukkan ke-kamu? Apa kamu bersedia? Sekalian aku juga minta mulai sekarang kamu jangan lagi memanggilku dengan sebutan anda? Aku rasa panggilan itu tidaklah cocok, sadar jika kita sudah sah menjadi sepasang Suami-istri aku rasa sudah saatnya kita memangil dengan sebutan nama masing-masing apa kamu bersedia?"
"Aku harap apa yang anda katakan ini sungguh-sungguh nyata? Aku harap anda tidak lagi bergurau apalagi mencoba menipuku? Baiklah mulai saat ini aku bersedia memanggilmu dengan sebutan nama aku bersedia Lex?"
"Itu lebih baik dan pastinya kita sudah tidak lagi merasa canggung, oh iya sebelumnya yang ingin aku katakan apa kamu bersedia ikut denganku?"
"Memangnya kemana kamu akan membawaku? Kamu gak lagi merencanakan yang tidak-tidak kan?"
"Kamu tenang saja aku tidak setega itu, aku berniat ingin mengajak kamu untuk pindah rumah. Aku sadar dengan tingal bersama kakek dan juga Tante Monika itu akan sangat berpengaruh buruk dan pastinya ancaman akan selalu datang menghadang mu, jadi akhirnya aku putuskan untuk menempati kediaman mewah yang dulunya sudah aku persiapkan kamu bersedia?"
"Baiklah aku bersedia,"balas Arabella.
__ADS_1
Mengandeng tangan Arabella, mengajaknya untuk memasuki mobil hitam yang sedari tadi telah menunggunya. Alex membukakan pintunya keduanya akhirnya masuk tak lama laju kendaraan itu mulai melaju hingga tak menunggu waktu lama keduanya telah sampai disalah satu kediaman yang cukup mewah.
BERSAMBUNG.