
Mata tajam pria itu yang mengarah tajam kearah Istri Andreas. Dengan adanya pis4u yang masih berada di genggamannya membuat pria itu tak segan-segan ingin segera menancapkan pisau ini ke tubuh Wanita itu.
Andreas yang tidak tingal diam ia berusaha sekuat tenaga menggambil pis4u itu dari genggaman penj4h4t, selama hampir beberapa menit mereka beradu akhirnya kemenangan berpihak padanya setelah ia berhasil merebut dan melemparkannya kearah yang agak jauh.
Akan tetapi nasib buruk terjadi pada Andreas tanpa ia sadari terdapat-lah satu buah pis4u yang berada diatas nakas bersebelahan dengan sajian buah-buahan. Penjahat itu yang menyadarinya ia segera mengambilnya tak main-main ia kembali menancapkan pisau lancip itu berbalik tepat ke perut wijaya.
D4r4h segar telah mengalir dari perutnya dan membuat kemeja tidur yang dipakainya berubah menjadi merah darah. Sang istri yang melihat sang Suami tidak berdaya, teriakannya seketika histeris, tubuh yang seketika hampir tersungkur, rasa sakit, perih yang tiba-tiba menyerangnya membuat pandangan wijaya menjadi kabur begitu juga sang Istri.
Belum juga perkataan yang diucapkan oleh Andreas selesai, beberapa tusukan lagi terlepas dan tepat mengenai perutnya. Dar*h yang mengalir dengan deras membuat pria itu yang melihatnya ia hanya melihat dengan tatapan tawa sinis tidak ada langkah dari seseorang yang pria itu untuk bersimpati mau menolongnya yang terlihat sudah tidak berdaya dihadapannya.
Berteriak secara histeris membuat pandangan penjahat itu berbalik memandang kearah Wanita itu. Ketakutannya menjadi satu melihat pria jahat yang bersimbah dar4h itu perlahan-lahan mulai menghampirinya.
Rasa lemas semakin telah dirasa oleh Andreas. Tubuhnya yang seketika merosot kebawah yang akhirnya membuatnya tak tahan lagi, dengan bersimbah banyak dar*h akhirnya Andreas pun jatuh tersungkur.
Mulut yang seperti terkunci. Dan tubuh yang tidak mampu ia gerakkan, sesaat kemudian entah apa yang ada dibenak Pelaku saat ini. Melihat seorang yang telah tidak berdaya tepat dihadapannya, tidak ada rasa simpati yang hadir dalam benaknya. Tak tahu apa tujuan pertamanya, Andreas dengan langsung ia melangkahkan kakinya ke depan dan tepat di samping wanita yang dalam kondisi sudah tidak berdaya.
"Inilah akibatnya karena kamu sudah dengan beraninya menggagalkan rencana ku. Sekarang kamu sudah tidak berdaya lagi bahkan untuk jalan kamu sudah tidak sanggup lagi jadi apa kamu masih sanggup untuk menolong Wanita mu itu. Oo iya atau mungkin kamu mau melihat dia ikut terluka seperti yang kamu alami sekarang ini," ucapnya dengan tersenyum sinis.
"Jangan berani kamu mendekatinya atau aku akan bertindak pergi! Pergi anda dari sini!"
__ADS_1
"Ooo ancaman yang sangat menakutkan. Dan aku menjadi takut dengan ancaman kamu itu.
Selangkah penjahat itu berniat akan berniat ingin mencelakai Istri Andreas, sedangkan Andreas yang serasa tubuhnya sudah tidak mampu lagi untuk berdiri ia dengan berusaha bangkit berlari kearah istrinya dan mendekap tubuh istrinya dari dalam pelukannya.
Laki-laki yang sudah ancang-ancang sedari tadi berniat ingin menusukkan pisau ini, lagi-lagi tusukan itu telah salah sasaran dan tepat mengenai wijaya yang dimana ia telah mendekap tubuh istrinya.
Rasa sakit yang tidak tertahan telah ia rasa, dengan berusaha ia mendekap dan terus mendekap tubuh yang seketika mati rasa bahkan tenaga yang sedari tadi ia keluarkan untuk bertahan. Pelan-pelan tubuh Wijaya akhirnya merosot kebawah dan pelukan yang ia lakukan perlahan-lahan mulai terlepas kebawah.
Mata yang berkaca dan dipenuhi air matanya. Mulut yang seketika terkunci tidak bisa ia ucapkan sepatah kata pun lagi.
Pertolongan! Pada siapa ia ingin meminta pertolongan disaat jam yang sudah menunjukkan pukul 00:00 malam. Waktu bagi setiap orang untuk beristirahat sejenak mengistirahatkan tubuhnya.
Berniat akan berlari menghindari laki-laki bajingan yang ingin membunuhnya. Nasib baik tidak menyertainya setelah selangkah ia berhasil pergi, pelaku itu dengan langsung ia meluncurkan sebuah p1sto1 yang tepat mengenai perutnya hingga beberapa kali terjadi.
D4r4h yang seketika keluar dengan deras membuat wajahnya berubah memucat. Bahkan tubuh yang tadinya berdiri tegak, ia tak mampu lagi untuk bisa menopangnya. Tersungkur kebawah dengan d4r4h yang terus-menerus mengalir membuat ia yang melihat hanya melihatnya dengan tatapan senyum liciknya.
"Nasib yang sangat malang," ucapnya dengan tersenyum sinisnya.
Berusaha ingin meminta tolong tapi pada siapa ia ingin meminta bantuan.
__ADS_1
"Lihat Suami kamu sudah mati disini hanya ada kita apa tidak seharusnya sebelum aku memb*n*hmu kita nikmati masa-masa panas terlebih dulu!"ucapnya dengan senyum puasnya.
"Jangan mendekat! Jika anda berani mendekat maka anda akan menyesal jangan mendekat!"
Berbagai cara Cassandra yang berusaha menghindar, namun kesempatan dan langkahnya serasa tak mampu untuk ia bangkitkan belum lagi dalam keadaan tidak berdaya akibat temb4k4n itu apa mungkin ia mampu menghindar dari mau yang sudah mengancamnya ini.
Berusaha ia melemparkan beberapa barang kearah pelaku, tapi nyatanya apa yang dilakukannya tidak kunjung membuat hasil dan berbalik si pelaku yang nampak puas dan seketika gairahnya keluar melihat wanita bersimpuh dihadapannya yang hanya mengenakan piyama seksi yang sungguh-sungguh menggugah gairahnya akan keluar.
Menarik pergelangan tangan Cassandra dengan kasarnya, mendorongnya secara kasar diatas ranjang bermotif putih polos itu tubuh Cassandra serasa tak mampu lagi untuk menandingi tenaga dari laki-laki bejat yang sudah berhasil menindihnya, bersamaan dengan permainan penjahat yang perlahan-lahan mulai membelai hampir sekujur tubuh Cassandra dengan tangan kotornya.
"Lepaskan aku! Saya mohon Lepaskan aku!"suara Cassandra bersamaan dengan rintihan sakit yang ia rasa.
"Tidak semudah itu sayang. Malam ini aku akan bikin malam yang tidak akan terlupakan untukmu jadi mari kita nikmatilah!"
Mencengkram dengan kasar kedua tangan Cassandra, dirinya yang berusaha memb4bi buta melakukan pemberontakan tapi nyatanya tindakannya tidak membuahkan hasil, laki-laki itu terus saja memberikan hisapan brutal pada tubuh polos yang dimilikinya. Rasa sakit akibat tembakan itu pun tidak membuat penjahat berniat menghentikan aksi bejatnya, memberikan ampunan sekaligus rasa kasihannya pada tubuh wanita yang sudah berhasil ia kuasai itu.
Teriakan keras segera Cassandra utarakan bersamaan dengan rintihan sakit merasakan permainan kasar yang dilakukan penjahat yang sudah berhasil menguasai tubuh yang selama ini hanya ia jaga untuk sang suami tercinta.
Gesekan terus saja pria kejam itu lakukan tak memperdulikan dari raut wajah Cassandra yang serasa tak mampu lagi, hinga terlihat wajah cantik dari Cassandra nampak terdiam tak berkutik.
__ADS_1
BERSAMBUNG.