Penjara Cinta Psikopat Kejam

Penjara Cinta Psikopat Kejam
Bab 70. " Akankah Mereka Berhasil. "


__ADS_3

Sedang dalam pembahasan keduanya, salah satu Polisi datang menghampiri Angga.


"Kita dalam masalah?"ungkapnya Polisi itu.


"Masalah apa maksud kamu?"tanya balik Angga.


"Kamu menyuruh kita untuk memata-matai kediaman Baron begitu juga tempat tinggal yang ditempati wanita bernama Arabella itu? Namun sampai detik ini kita tidak melihat keberadaan dari Wanita tersebut, terakhir kali kita melihat wanita itu memasuki mobil hitam entah apa yang terjadi selanjutnya?"


"Kapan terakhir Arabella masuk kedalam mobil itu?"


"Sekiranya waktu pagi tadi sedangkan sampai detik ini kami memantau cctv dijalan tersebut tidak menunjukkan akan tanda-tanda dari kepulangan Arabella?"


"Apa ini tanda jika mimpiku sungguhlah nyata?"timpal Alex.


"Kamu jangan berkata seperti itu, mungkin Arabella pergi ke suatu tempat dan tidak ada sangkut pautnya dengan mimpi kamu, mimpi ya mimpi jadi kamu jangan memberatkan pikiran kamu hanya dengan mimpi? Kita akan cari dia sekarang cepat kerahkan semuanya!"


"Baik kapten!"


"Tunggu!" Sekejab langkah Angga pun terhenti.


"Kenapa?"tanya Angga.


"Apa aku boleh pinjam handphone kamu?"


"Untuk apa?"


"Aku ingin melakukan sesuatu? Ponsel kamu mampu mendeteksi letak lokasi seseorang yang kita panggil kan?"


"Iya, ponselku ada GPS nya kenapa?"


"Sudah nanti kamu juga akan tau!"


"Baiklah, ini!"

__ADS_1


Memberikan ponsel itu pada Alex, lalu dirinya mulai menekan beberapa angka nomor yang ia ingat, sesaat dirinya melihat nama Baron yang tertera pada nomor yang ia cari dan kemudian dirinya pun menghubungkannya.


Dilain tempat lebih tepatnya disalah satu lokasi disalah satu gedung tinggi wanita tidak berdaya hanya mampu terduduk diatas kursi dengan kedua tangan dan kaki yang terikat. Berusaha ia melepaskan diri namun yang ia lakukan tak kunjung membuahkan hasil.


Salah seorang Pria mendekatinya, melepaskan lakban yang sengaja dipasang untuk menutup mulut Arabella kini ia lepaskan kemudian.


"Sudahlah anda janganlah memberontak tindakan anda tidak akan membuahkan hasil? Ingatlah anda sedang hamil apa anda mau keguguran?"


"Cepat lepaskan aku! Apa yang ingin anda lakukan dengan menyandera ku? Lepaskan aku! Lepaskan aku!"


"Sabarlah gadis bodoh! Hari ini atau mungkin besok kamu juga akan bebas dari jeratan kami, kami gunakan kamu hanya untuk umpan agar pria itu masuk dalam jeratan kami, jadi sabarlah oke!"


"Aku pastikan sebelum pria yang kalian maksud apa masuk ke jeratan kalian? Aku pastikan kalian sendirilah yang akan terlebih dulu masuk ke jeratan rencana anda sendiri paham!"


"Huu sangat menakutkan mendengar ancaman kamu itu?"


Tak lama dering ponsel tiba-tiba terdengar dari telinga mereka. Rendy yang memberikan telefon itu pada Baron wajah sinisnya kembali terukir jelas, dirinya pun lantas mengangkatnya.


📞" Dengan siapa ini?"


📞" Apa maksudmu aku tidak mengerti! Baiklah ini kan yang anda cari?"balasnya dengan nada santai, dirinya lantas mendekatkan telefon tersebut dan menyuruhnya untuk buka mulut, namun tak ingin apa-apa terjadi pada Alex, Arabella dengan sudah payah dia berusaha untuk menolak angkat bicara.


📞" Apa maksud anda? Arabella sungguh-sungguh ada bersamamu kan?"


📞" Tunggulah satu menit lagi kalian juga akan tau!" Sekejab ia mematikan telefon itu, Alex yang belum selesai bicara teriakannya semakin menjadi namun itu semua percuma lantaran ponsel sudahlah ma*i.


📞" Sial! Apa maksud dia mematikan sambungan teleponnya? Satu menit? Apa ...."


Suara pesan lewat WhatsApp pun kembali terdengar, tanpa berkata banyak Alex lantas memeriksa pesan itu, melihat jelas wanitanya terikat rapi diatas kursi tersebut raut wajah amarahnya kembali memuncak.


"Sudah aku duga pasti dia pelakunya?"


"Kamu serius?"

__ADS_1


Memberikan ponselnya pada Angga, melihat sendiri wanita yang tak lain ialah Arabella sedang terikat di-kursi itu dirinya mulai panik.


"Kita kerahkan semuanya dan menutup lokasi tersebut agar pelaku tidak bisa keluar, dengan begitu kita akan mampu menyelamatkannya dari jeratan pria itu?"


"Tidak semudah itu! Itu gedung lama yang sudah tidak beroperasi sedangkan manusia yang kita hadapi bukanlah manusia lemah dan memiliki hati baik seperti malaikat! Kita bisa saja melakukan rencana mu tapi bukan Baron namanya jika dia tidak melakukan banyak cara lagi!"


"Terus rencana-mu apa?"


"Biar aku sendiri yang menghadapi Pria itu, dia sengaja menculik Arabella karena sesungguhnya orang satu-satunya yang ia incar adalah aku! Sedangkan Arabella aku sangat yakin mereka tidak akan mampu untuk melukainya kecuali hatinya kembali membeku!"


"Tapi gimana caranya sedangkan anda sendiri ditahan disini?"


"Untuk hari ini aku minta ijin untuk membebaskan ku satu hari saja, ini terbilang tidak masuk akal tapi aku janji setelah semua masalah ini selesai aku akan kembali menyerahkan diri kesini, tapi itu hanya dugaan-ku jika sesuatu lain terjadi aku tidak tau apa yang akan terjadi nanti, aku mohon!"


"Demi keselamatan seseorang aku mengijinkan kamu untuk bebas satu hari, jika sesuatu terjadi entah kamu yang memutuskan kabur aku sendiri yang akan mencari-mu sampai ketemu. Dan permintaan mu ini aku rela aku sendiri yang akan kena sangsi biarpun aku harus dipecat dan kehilangan pekerjaan ku, kali ini aku sangat berharap niatmu mendapatkan ijin dari lain?"


"Kali ini aku berpendapat sama kapten? Kami sepakat untuk membebaskan tahanan ini satu hari, biarpun imbasnya sangsi dan nasib kita sendiri yang akan kami dapat, tapi wanita itu memang harus diselamatkan!"


"Iya kami setuju!"


"Baiklah sekali lagi terima kasih atas dukungan kalian, aku janji jika aku mampu menyelematkan Istriku aku juga berjanji akan menangkap dua pria bedebah itu, kalau pun aku sanggup aku rela jika dalam keadaan kembali nanti aku sudah menjadi jasad sekalipun!"


Sesampainya ia lokasi tak jauh dari gedung menjulang tinggi itu, Angga dan Alex yang sudah ada dihalaman tersebut keduanya saling bertatap muka.


"Apa sekarang kita akan masuk?"tanya Angga.


"Iya kita sekarang harus masuk, tapi ingat yang boleh kesana hanya kita dan 5 orang lagi sedangkan tim yang lain aku tidak perbolehkan untuk masuk semua. Didalam sana pasti ada peledak yang bisa saja mereka ledakkan untuk menghabisi ku mau pun kita semua jadi sangat beresiko untuk kita masuk secara bersamaan!"


"Iya, yang kamu katakan memang ada benarnya jangan parkir mobil didalam gedung ini agar mereka tidak mengetahui akan kedatangan kita!"


"Baiklah!"


"Ya sudah kita masuk sekarang!"

__ADS_1


"Baiklah!"


BERSAMBUNG.


__ADS_2