Penjara Cinta Psikopat Kejam

Penjara Cinta Psikopat Kejam
Bab 40 " Tidak bisa mempercayainya "


__ADS_3

"Aku sudah tidak sabar memberitahu kabar kalau aku hamil? Kira-kira seperti apa tanggapan Alex aku rasa dia akan sangat bahagia mendengar kabar ini, iya! Dia pasti akan sangat bahagia? Terima kasih sayang, terima kasih kamu telah hadir dalam kehidupan Papa dan Mama terima kasih!"


Seseorang terlihat sibuk dengan tugasnya yang masih berserakan, pandangannya yang tertuju pada layar laptop tak lama hadirnya tangan manis yang melilit pundaknya, sekaligus satu kecupan yang ia layangkan pada pipi si Pria, beralih Pria itu fokus pada seseorang itu.


"Sayang?"ucapnya dengan lembut.


"Sayang, kamu darimana aja kenapa kamu baru pulang?"


"Aku habis dari suatu tempat! Oh iya aku ada kabar baik aku juga ingin memberitahu kamu tentang kabar baik ini aku rasa kamu juga akan sangat penasaran?"


"Dari raut wajah kamu sudah terlihat kalau kamu sangat bahagia. Kabar baik apa yang berhasil membuat kamu sampai sebahagia ini ayo katakan?"


"Aku akan memberitahu kamu tapi kamu tutup mata ya?"


"Kenapa harus pakai cara tutup mata segala?"


"Sudahlah anggap aja ini sebagai suprise ya?"


"Baiklah demi istri kesayangan ku aku akan tutup mata!"

__ADS_1


Memejamkan kedua matanya secara perlahan, Arabella lalu meletakkan sepucuk surat putih beserta tespek bertanda garis merah dua yang sengaja ia letakkan pada tangan suaminya.


Membantu membuka matanya secara perlahan, Alex lalu melihat balik sesuatu yang tadi ditaruh diatas tangannya, membaca secara teliti isi dari surat itu, melihat tespek bertanda garis dua spontan ia menelan sali*anya, menatap balik seseorang yang ada disampingnya yang sedari tadi menunjukkan wajah bahagianya, Alex yang ikut terlihat tersenyum tak lama senyuman yang ia tunjukkan sekejap memudar. Melihat raut wajah Alex berubah menciut, mulutnya akhirnya mulai angkat bicara.


"Sayang kamu kenapa? Kenapa dari raut wajah kamu, kamu tidak menunjukkan kebahagiaan sama sekali yang seperti aku tunjukkan saat ini kamu tidak senang kalau aku hamil anak kita? Ini anak kamu kamu sungguh-sungguh tidak menginginkannya?"


"Apa kamu tau hari ini aku sangat bahagia? Bahkan sangking bahagianya aku tidak tau dengan cara apa aku harus menunjukkannya tapi apa kamu juga tau jika kebahagiaan yang aku rasakan ini bukan soal janin yang kamu kandung ini? Apa kamu ingin tau apa kebahagiaan yang aku maksud?"


"Aku sungguh-sungguh tidak tau apa maksud kamu? Katakan, ada apa? Apa yang membuat kamu bisa bahagia jika bahagia yang kamu maksud bukan soal adanya janin yang aku kandung ini? Ayo katakan?"


"Selama sebulan aku berpura-pura akting seolah-olah aku itu sangat menyukai bahkan sangat mencintai kamu layaknya seorang laki-laki yang sangat-sangatlah bodoh! Aku berhasil berpura-pura berkata manis sampai seseorang yang aku goda bahkan rayu luluh dengan mudahnya berhasil aku taklukkan hanya dengan sebuah godaan. Kamu tau kan apa maksud dari perkataan ku ini?"


"Aku harap apa yang aku dengar ini hanyalah sebuah halusinasi-ku atau pun mimpi buruk? Aku harap semua ucapan yang kamu katakan hanyalah mimpi iya hanya mimpi kan?"


Melayangkan satu tamparan tepat mengenai pipi manis sang Istri, memegang secara tak percaya dengan perilaku apa yang barusan ditunjukkan sang suami.


"Alex kamu!"


"Gimana dengan tamparan itu? Apa tamparan yang aku berikan sudah berhasil menyadarkan kamu kalau kamu itu sungguh-sungguh tidaklah bermimpi? Kamu sudah sadar kan?"

__ADS_1


Mencengkram rahang Arabella dengan kasarnya, menatapnya dengan tatapan tajam tak lupa ucapan kasar lan menyayat hati yang ia tuangkan mampu membuyarkan rasa bahagia yang tadinya terpancar dari wajahnya.


"Ingat kamu sudahlah kalah! Kamu beranggapan jika aku sangat mencintaimu bahkan kamu sendiri yang dengan mudahnya melepaskan kesucian kamu hanya untukku bukankah itu sudahlah hebat! Oh iya jika kamu berfikir dengan memberitahuku kabar bahagia ini apa kamu berfikir aku juga akan bahagia seperti yang kamu rasakan saat ini? Ingat dan selalu ingat baik-baik, seorang seperti Alex tidak akan pernah ataupun sudi sampai mau mengakui anak itu biarpun itu adalah anak kandungku sendiri, melihatmu sengsara bahkan meneteskan air mata darah pun aku tidak akan pernah mau Sudi untuk mengakuinya jadi paham kan?"


"Kenapa! Kenapa setega ini kamu terhadapku kenapa?"


"Sudahlah tidak usah kamu menangis seperti itu karena biarpun anda menangis itu tidaklah berguna untukku! Jika anda ingin tau apa alasan kenapa aku sampai tega bersikap seperti ini anda tanya sama Papa anda sendiri yang sudah ma*i dengan bertanya padanya anda juga akan tau apa alasan sampai-sampai aku tega menghancurkan hidupmu seperti ini! Rico ... Maikel?"


"Iya tuan!"


"Aku minta kurung dia dan ingat jangan sampai kalian membiarkannya untuk kabur paham!"


"Baik tuan!"


"Apa maksudnya ini? Apa kamu sekarang akan tega mengurungku disaat aku sedang mengandung anak kamu?"


"Sadarlah anak yang kamu kandung sampai mati pun aku tidak akan pernah mau mengakuinya! Dan istri bodoh seperti dirimu apa mungkin aku harus mengasihani seseorang seperti dirimu ini?" tegas Alex dengan tatapan tajam yang sedari ia tunjukkan padanya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2