
Kediaman yang terbilang mewah, seseorang terlihat termenung memikirkan akan sesuatu seolah-olah dalam benak pikirannya telah berperang akan masalah yang telah menimpanya. Pria itu terlihat hanya terdiam tanpa adanya seseorang yang menemaninya menambah rasa kesepian yang menyertai akan kehidupan pria tersebut.
Tak lama ketukan pintu terdengar dari luar ruangan ia berada, hanya menyebutkan kata masuk seseorang yang diluar lantas bergegas memasukinya, pria tampan lan kekar perlahan itu pun menghampiri pria yang sedari tadi hanya diselimuti rasa melamun nya.
"Ada apa? Apa perintah yang saya perintahkan sudah berhasil kamu laksanakan?"tanyanya tanpa melirik sekali pun.
"Seperti yang tuan inginkan saya sudah berhasil menjalankan perintah yang tuan tujukan. Dan seperti yang tuan minta tidak ada seorang pun yang tak jika tuan lah yang berbaik hati bersedia membantu para warga kurang mampu itu!"
"Baguslah aku suka cara kerjamu, baiklah!"
Terlihat seperti tidak merespon banyak ucapan yang barusan dia katakan, lantas pria kekar yang tak Rico anak buahnya ia menghampiri tuannya lebih dekat lagi.
"Kenapa tuan aku perhatikan tuan sedari tadi tidak banyak merespon perkataan saya? Seperti yang tuan minta tadi siang tuan tidak merasa menyesal kan telah membantu warga kurang mampu itu? Ingat tuan jika hendak bersedekah alangkah baiknya tuan bersedekah karena niat dan keyakinan tuan sendiri. Bukan hanya bersedekah hanya dengan cara terpaksa melakukannya melihat tuan seperti ada rasa menyesal apa tuan sungguh-sungguh tidak ikhlas melakukan sedekah ini?"
"Kamu salah Ric! Aku merasa menyesal bukan soal bersedekah, dengan hati yang tulus paling dalam aku ikhlas melakukan bersedekah ini karena hanya dengan cara ini aku mampu meringankan banyaknya dosa yang telah aku perbuat! Tapi rasa penyesalan yang terjadi kenapa tidak sedari dulu aku sadar atas semua kesalahan ini, kenapa tidak disaat ada Arabella aku sadar atas kesalahanku ini!"
"Memang pada dasarnya setiap orang akan mengalami yang namanya penyesalan bahkan saya sendiri pernah mengalaminya tidak mungkin jika di-dunia ini tidak ada orang yang pernah mengalami penyesalan entah itu hal kecil atau pun hal besar, begitu juga tuan penyesalan yang tuan alami tidak seharusnya tuan pikirkan secara serius sadar apa yang sudah terjadi memang tidak akan mungkin dibenahi seperti sedia kala!"
__ADS_1
"Iya yang kamu katakan memanglah benar Ric, jujur dulunya hidupku selalu dikelilingi akan yang namanya kebencian. Setelah kepergian kedua orang tuaku, menyaksikan sendiri pembantaian malam itu dalam diriku tidak ada lagi yang namanya kebaikan atau pun ketulusan, hingga akhirnya rasa benci dalam diriku dan dendam yang selalu membara mampu lenyap setelah Stella hadir dan mampu membuatku bisa melupakan semuanya. Tapi setelah kematian Stella aku rasa tidak ada lagi yang namanya ketulusan atau pun kehidupan bahagia yang aku rasakan nanti, bahkan memandang wanita yang jelas-jelas memiliki wajah yang sangat mirip belum mampu membuatku lupa akan cinta pertama itu?"
"Lantas dengan calon anak yang ada dikandungan almarhumah nyonya apa tuan tidak pernah menyesali semuanya?"
Sekejap Alex pun bungkam setelah mendengar pertanyaan yang barusan diucapkan Rico, sedetik mulutnya akan angkat bicara tapi semuanya telah gagal setelah bel pintu yang terdengar hingga tiga kali tekanan.
"Siapa itu? Apa tuan ada tamu?"tanya Rico.
"Entahlah mendingan kamu bukalah!"pinta Alex.
"Baiklah!"
"Kamu! Ada apa? Apa yang membuatmu melangkahkan kakimu kesini?"tegas Alex.
"Tenanglah tujuanku kemari aku tidak ingin mencari masalah, yang jelas kedatangan ku kemari ada hal yang sangat penting yang menurutku kamu juga berhak untuk tau, entah perkataan yang akan aku ucapkan akan membuatmu lega dan bahagia ataukah ekpresi yang akan kamu tunjukkan berbalik menjadi keegoisan dan kebencian yang akan kamu terima nanti?"
"Jika tujuan anda kesini ingin menyampaikan sesuatu cepat katakan jangan membuatku tambah bingung, ada apa?"
__ADS_1
"Hasil pemeriksaan atas kasus kematian yang dialami istri anda dinyatakan jika jasad itu memang jasad istri anda, tapi setelah adanya pemeriksaan kedua, aku yang sengaja melakukan tes darah untuk memastikannya, semuanya sangatlah keliru, dalam tes darah membuktikan jika golongan darah yang dimiliki wanita pada jasad itu adalah golongan O sedangkan yang aku tau golongan darah Arabella iyalah A karena aku sudah mengenalnya sejak sedari dulu jadi pastinya disini kita sudah bisa lihat jika aslinya jasad itu bukanlah jasad Arabella asli, melainkan jasad orang lain yang sengaja ditukar?"
"Tunggu jika jasad itu bukanlah jasad Nyonya Arabella kenapa KTP bahkan pakaian yang kenakan jasad itu asli milik Nyonya Arabella, jika dugaan anda benar siapa pelakunya dan apa maksud dari penukaran jenazah ini?"timpal Rico.
"Aku rasa ada sebuah rahasia yang mungkin tidak ingin disampaikan oleh banyak orang, aku tau siapa orang yang harus aku suruh buka mulut dan lihat saja nanti Rico ayo ikut aku!"
"Kamu ingin kemana?"tanya Maikel.
"Sekali lagi terima kasih atas bantuanmu karena udah mau memberitahuku soal kebenaran ini, tapi untuk selanjutnya maaf aku tidak bisa mengatakan kami ingin kemana!"
"Baiklah tidak seharusnya aku bertanya soal itu? Ini masalah pribadi jadi aku paham dengan maksud kalian baiklah pergilah!"
"Baiklah sekali lagi terima kasih!"
"Baiklah sama-sama."
Berlalu keduanya pergi dari arah yang berbeda, Alex dan juga Rico yang mengarah kearah kanan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sedangkan Maikel sendiri yang sudah menaruh rasa curiga padanya secara diam ia berencana membuntuti kemana mereka akan pergi. Dibilang tidak sopan tapi inilah yang sudah seharusnya dilakukan oleh Polisi.
__ADS_1
BERSAMBUNG.