
Langkah kaki seorang wanita perlahan-lahan mulai menghampiri pria terbaring diatas ranjang, dengan kondisi yang cukup memprihatinkan sekaligus tidak keberdayaannya tatapan Wanita itu seolah-olah tidak perduli akan kondisi pria tua itu yang sudah mulai tidak stabil, pria berwajah pucat itu mulai sadar akan hadirnya wanita itu, Pria yang tak lain Papa kandungnya sendiri itu pun mulai angkat bicara, mulutnya yang mulai menyebut nama seseorang yang spontan telah memperjelas wanita itu apa tujuan pertama ia menghampiri pria tidak berdaya itu
"Stella! Itu sungguhan kamu sayang kamu datang lagi untuk menjenguk Kakek? Ini sungguh kamu?"
"Bisa-bisanya dalam kondisi seperti ini Papa masih mampu menyebut nama itu? Disini seseorang yang bertatap muka dengan Papa itu aku Monika bukan Stella apa Papa segitu sangat menyayanginya?"
"Monika? Kamu Putri yang juga Papa sayangi Papa merasa nyawa Papa tidak akan lama lagi jadi Papa mohon ijinkan Papa untuk menemui Stella ijinkan Papa untuk menemuinya Papa mohon?"
"Apa Pa? Apa alasan pertama kenapa Papa segitu sayangnya pada gadis bernama Stella itu? Aku juga Putri Papa biarpun aku hanya anak angkat apa pantaskah Papa pilih kasih pada Putri Papa sendiri? Dulu waktu Kak Andara masih hidup Papa selalu membanggakannya dan mengabaikan aku biarpun aku hanya Putri angkat Papa, hingga setelah Kak Andara meninggal pun Papa masih memperlakukan Monika berbeda seperti Putri Papa sendiri apa segitu bencinya Papa padaku sampai-sampai Papa menghancurkan aku seperti ini?"
"Kamu salah sayang! Di-dunia ini tidak ada orang tua yang membedakan kasih sayang antar putra-putrinya, Papa melakukan semua ini ini demi kebaikan kamu! Papa akui kamu terlalu iri sama Kakak kamu makanya didalam hatimu hanya ada kebencian dan kebencian yang menguasai pikiranku sadarlah Papa juga sangat menyayangi kamu! Papa sangat menyayangi kamu!"
__ADS_1
"Bohong! Papa hanya mampu berucap tapi kenyataanya Papa tidak pernah melakukannya Papa hanya omong kosong! Papa hanya omong kosong!"
"Kenapa sayang? Kenapa kamu jadi punya hati sejahat ini bahkan Kakak kamu tidak pernah sekali pun menyakiti kamu, tapi kenapa kamu dengan teganya membunuhnya kenapa?"
"Papa? Omong kosong macam apa itu? Papa tau darimana kalau aku yang telah membunuh kak Andara itu kecelakaan jadi Papa tidak bisa menyalahkan aku!"
"Kamu salah! Berpuluh-puluh tahun Papa bersikap bodoh seakan-akan Papa tidak tau rencana busuk apa yang telah merasuki pikiranmu! Bahkan Papa juga tau dibalik tragedi kecelakaan yang menewaskan Kakak dan Kakak ipar kamu! Papa tau siapa dalang dibalik semua ini Papa tau! Papa sengaja tidak melaporkan kamu karena Papa harap kamu akan berubah tapi nyatanya Papa salah! Papa salah kamu tidak pernah mau berubah bahkan kecelakaan yang dialami Stella dan hampir menewaskannya itu semua juga ulah kamu kan?"
"Iya Papa memang sudah punya bukti kuat untuk memenjarakan kamu! Sekarang Papa lega disaat umur tua Papa ini, Papa sudah menemukan pengganti seseorang untuk menjebloskan kamu ke polisi! Dengan bantuannya Papa rasa hanya dengan cara ini kamu mampu berubah sayang! Hanya dengan cara ini?"
"Jadi maksud Papa? Papa sangat yakin jika rencana Papa itu akan berjalan dengan sangat sempurna? Tadinya Monika ingin bertanya ucapan apa saja yang kemaren kalian ucapkan tapi sekarang tanpa Monika harus bertanya Monika tau pembicaraan apa yang kalian bicarakan? Monika sadar Monika sangat jahat! Monika akui memang benar Monika lah orang yang telah membunuh Kak Andara apa Papa tau apa alasan pertama kenapa Monika sampai tega melakukan semua ini? Ini semua tidak akan terjadi kalau bukan Papa yang suka membanding-bandingkan kita? Jadi sekarang Papa tau kan apa resiko terbesarnya jika seseorang berani menggagalkan rencana Monika?"
__ADS_1
"Kamu sudah kehilangan akal Monika! Kamu sudah kehilangan akal!"
"Iya ... Monika akui Monika sangat jahat tapi Monika akan lebih jahat jika Monika sampai berhasil menghabisi Papa sendiri, Papa bukan Papa kandungku jadi apa mungkin aku harus memberikan kesempatan kedua atau pun membiarkan Papa tetap hidup disaat semua rahasia ku sudah terbongkar? Tapi sudahlah kayaknya aku tidak perlu merubah pikiran lagi, sekarang cepat kasih tau dimana letak semua dokumen penting, sertifikat sekaligus semua aset-aset berkas asli yang lainnya karena Monika tau berkas yang Papa tunjukkan pada Monika itu semua palsu jadi mana? Dimana Papa menyembunyikannya?"
"Lebih baik Papa ma*i daripada Papa harus menyerahkan semua warisan ini pada anak tidak tau diri sepertimu Papa tidak akan pernah melakukannya!"
"Baiklah jika itu jalan yang Papa pilih Monika tidak keberatan, sejujurnya Monika sudah tau selain Papa siapa seseorang yang akan mengatakan ini, Monika lihat Papa sudah sangat menderita jadi biarkan Monika membantu Papa meringankan beban Papa. Ini Monika ada obat khusus dan obat ini tidak akan pernah ada seseorang yang akan mengetahuinya karena tanaman yang digunakan sungguhlah langka apa Papa tau manfaat dari Anggrek biru bukankah Papa sendiri yang pernah bilang jika anggrek ini sangatlah berbahaya lantaran sekali minum organ seseorang itu akan rusak secara perlahan dan tanpa Papa sadari Papa sudah mengkonsumsi obat dari racikan anggrek biru mematikan ini secara terus-menerus, dan obat yang Monika kasih ini khasiatnya lebih tinggi karena seseorang yang sudah meminumnya tidak akan mungkin jika orang itu akan selamat! Jadi sekarang Monika titip pesan sama Kak Andara pasti disana Kak Andara sudah sangat menanti Papa selamat tingal!"
Secara paksa Monika memaksa Papanya untuk menelan pil itu, dengan susah payah keduanya saling memberontak tapi tenaga yang dimiliki Papanya tidak sebanding dengan tenaga Monika yang terus saja memaksanya secara kasar hingga akhirnya pil itu telah berhasil masuk kedalam mulut Papanya
Sadar bahaya besar telah mengancamnya berusaha ia ingin bangkit meminta tolong, tapi nyatanya semua usahanya telah gagal, kondisinya yang semakin parah tak memungkinkan dia untuk mencoba meminta bantuan, leher yang serasa seperti tercekik semakin menyerang. Bersamaan dengan rasa sakit yang dirasa sekujur tubuh tak mampu lagi menolongnya untuk selamat dari tindakan pembunuhan yang dilakukan Putri angkat yang selama ini telah ia anggap sudah seperti Putri kandungnya sendiri!"
__ADS_1
BERSAMBUNG.