Penjara Cinta Psikopat Kejam

Penjara Cinta Psikopat Kejam
Bab 29 " Meninggalnya Mama Arabella"


__ADS_3

"Gimana apa kalian sudah berhasil membawa wanita tua itu tepat dihadapan-ku?"ucap si pria bertubuh kekar, berbicara pada seseorang yang barusan menghadapnya.


"Maaf tuan! Kami telah gagal membawanya, setibanya kami dikediamannya, kita tidak menemukan wanita itu. Aku rasa dia telah pergi ke-suatu tempat makanya kita kehilangan jejak seperti sekarang ini?"


"Tapi jika dia pergi? Kemana perginya apa wanita itu berniat mencari putrinya?"


"Aku rasa jika dia mencarinya itu tidaklah mungkin! Terakhir kali kita bertemu kita telah meyakinkan jika Arabella telah aman berada pada kami, jadi aku rasa tidak ada kecurigaan yang akan dipikirkan oleh wanita itu.


Sedang dalam pembahasan antar ketiganya. Salah satu anak buah Alex mendatanginya, memberikan satu tundukkan kepada pria berwajah tampan lan kekar tersebut.


"Ada apa? Apa ada masalah yang terjadi?"


"Kita semua dalam bahaya tuan? Pihak Kepolisian sekarang sedang menyelidiki asal usul ditemukannya sesosok jasad Wanita yang dalam kondisi termutilasi, belum lagi ditemukannya rekamannya cctv setempat Rico dan Maikel yang membuang jasad itu telah meyakinkan Polisi setempat jika merekalah pembunuhnya. Seperti yang tuan ketahui Polisi sudah mulai curiga akan identitas asli kita?"


"Tunggu? Kami apa maksudnya?"timpal Rico yang tak tau menahu namanya ikut terangkat.

__ADS_1


"Iya apa maksudmu bilang kita pelakunya dan bagaimana mungkin kita membunuh seorang wanita sampai melakukan tindak mutilasi seperti itu? Ini gila! Kami sungguh-sungguh tidak pernah melakukannya tuan harus percaya! Tuan harus percaya?"


"Dimana tempat ditemukannya jasad itu?"timpal Alex.


"Dijalan **** Tuan!"


"Jarak dari lokasi kejadian dengan jarak kediaman Mamanya Arabella terbilang jauh! Ditemukannya jasad itu pukul 16:00, sedangkan kalian aku lihat lewat GPS pukul 15:00 masih berada di lokasi kediaman Mamanya Arabella jadi sangat tidak memungkinkan jika mereka yang membunuhnya.


Aku rasa pihak lain mencoba mengecoh Polisi untuk menangkap kita dengan adanya kasus ini! Sekarang tetap waspadalah kalian aku sarankan beberapa Minggu ini janganlah keluar! Jika kalian akan keluar usahakan menyamar atau tidak pakailah topeng yang mampu menyerupai seseorang sebelum kita mengungkap siapa sebenarnya seseorang yang telah membunuhnya. Dan untuk rekaman cctv itu usahakan sebisa mungkin hapus rekaman cctv itu, biarpun sudah beredar luas aku ingin cctv itu tidak sampai jatuh ke lain tangan paham!"


"Baik tuan!"


"Sejujurnya selain masalah ini ada hal lain lagi yang ingin saya katakan pada tuan!"timpal seseorang itu lagi, Alex yang tadinya sempat melamun kini lamunannya tertuju pada pria itu.


"Maksudnya?"

__ADS_1


"Wanita yang anda carilah yang menjadi korban termutilasi itu! Berikut beberapa foto yang sempat saya dapatkan dari pihak kepolisian anda perlu melihatnya.


Tubuh terpotong menjadi beberapa bagian antara kaki, tangan yang terpisah pada tubuh seseorang itu, lembaran yang tadinya berada tepat pada genggamannya, sekejap juga Alex akhirnya membanting lembaran itu tidak tau permainan apalagi ini, dirinya hanya mampu menatap kedua anak buahnya yang hanya takluk menundukkan kepalanya.


"Bagaimana mungkin ini semua bisa terjadi? Wanita ini menjadi korban pembunuhan sampai dimutilasi seperti ini, siapa? Apa alasan si pembunuh itu melakukannya?"


"Tuan? Apa jangan-jangan ini semua ada sangkut pautnya sama Tayger Lee? Apa Baron yang mengutus anak buahnya untuk membunuhnya, yang kita tau suaminya dalang dari pembunuh puluhan tahun silam karena untuk menghilangkan jejak agar kasus ini tidak semakin terbelit?"


"Jika Baron yang melakukannya aku rasa itu memang mustahil, tapi jika wanita itu tidak tau sifat asli suaminya mana mungkin dia yang menjadi imbas sangkut paut masalah ini?"


"Iya tuan, yang tuan katakan memang ada benarnya juga, dengan membunuhnya aku rasa ada rencana lain yang telah diatur oleh Baron entah apa itu aku rasa mulai saat ini kita harus mulai waspada?"


"Selanjutnya rencana seperti apa yang tuan telah atur secara matang-matang?"tanya Rico.


"Saat ini aku kehilangan rencana awal, awalnya aku berniat mengunakan Mamanya Arabella sebagai ancaman agar putrinya menuruti apa semua permintaan ku, tapi mengetahui kabar kematiannya ini aku rasa aku harus merubah total rencana yang sudah aku pikirkan matang-matang kemaren! Sekarang aku harus kerumah sakit!"

__ADS_1


"Baik tuan tetap waspadalah!"


BERSAMBUNG.


__ADS_2