Penjara Cinta Psikopat Kejam

Penjara Cinta Psikopat Kejam
Bab 13 " Apa rencana mereka "


__ADS_3

"Tante ini apa maksudnya? Apa Tante sungguh-sungguh ingin menolong Mama dan bersimpati pada kita ataukah apa yang Tante lakukan ada maksud lain dibalik semua ini?"


"Harusnya kamu bersyukur ada Tante disini, kamu lupa kamu itu tidak punya siapa-siapa selain Tante jadi harusnya kamu itu menerimanya tanpa banyak mengeluh atau pun sewot paham!"


"Aku tau gimana caranya berterima kasih pada seseorang. Tapi sekarang aku sangat penasaran apa yang membuat Tante tiba-tiba berbaik hati seperti kita? Bahkan kehadiran Tante yang secara tiba-tiba siapa yang memberitahu Tante, jadi katakan apa mau Tante ayo katakan?"


"Sekarang Tante tanya jika seumpama aku memberitahu semua alasannya sekarang. Apa kamu berubah pikiran menolak tawaran baik saya ini termasuk anda ingin membunuh Mama anda secara perlahan jika operasi tidak segera dilakukan? Apa melihat kondisi Mama kamu dalam keadaan sekarat seperti ini anda masih bisa menyengkal-nya lagi? Baiklah jika anda sangatlah penasaran memang dibalik sifat baik saya ini ada sesuatu yang saya inginkan padamu. Aku bersedia membayar semua biaya rumah sakit Mama kamu asal? Asal kamu bersedia bekerja ditempat penghibur untuk melayani setiap pelanggan yang ingin mencicipi tubuh kamu ini apa kamu bersedia?"


"Sudah aku duga Tante pasti punya cara licik lain untuk merencanakan semua ini. Kadang aku berfikir apa Tante sungguh-sungguh tidak kasihan padaku aku ini keponakan Tante apa Tante sungguh-sungguh tidak kasihan padaku?"


"Sudahlah jangan memperbelit keadaan, aku hanya meminta kamu untuk melayani para pria itu hanya beberapa hari sampai hutang kamu lunas apa yang kamu ributkan aku tidak menyuruh kamu untuk mengorbankan nyawa kamu jadi sudahlah turuti saja permintaan kamu ayo turutilah!"


"Tuhan maafkan Hamba jika kali ini hamba lemah hamba tidak bisa berfikir secara jernih. Ini nyawa Mama yang dalam pertaruhkan jika aku tidak bertindak aku akan kehilangan Mama aku tidak mau kehilangan seseorang yang Kedua kalinya aku tidak mau!"


"Apa yang kamu pikirkan apa kamu sungguh-sungguh menolak tawaranku tadi? Kamu ingin aku membatalkan tindakan operasi itu?"


"Jangan! Aku mohon jangan aku bersedia mengabulkan permintaan Tante aku bersedia melayani para pria itu aku bersedia


"Baguslah harusnya sedari dulu kamu mengatakan ini anak yang pintar,"ucapnya dengan tersenyum sinis.


Ruangan yang hanya ada Arabella dan juga Mamanya, Arabella terlihat memegang erat tangan mamanya, tak lama salah satu jarinya terlihat ada pergerakan


"Mama? Mama sudah sadar mana yang sakit ma! Mana?"


"Sayang kita kenapa ada disini apa yang terjadi?"


"Mama kemaren barusan saja terjatuh, pendarahan otak didalam yang akhirnya mengharuskan Mama untuk menetap disini tapi tak apa ada Arabella disini Mama jangan cemas ya?"


"Aku bersyukur Mama sudah sadar. Sekali lagi Maafkan hamba tuan, maafkan hamba jika hamba harus mengorbankan kesucian hamba maafkan hamba!"batinnya yang tanpa sengaja air matanya pun terjatuh.


"Sayang kamu menangis? Ada apa?"


"Tidak ada apa-apa kok Ma, Arabella takut Mama akan pergi meninggalkan Arabella dan menyusul Papa makanya Arabella nangis,"balas Arabella, Mamanya yang melihat air mata putrinya terus saja terjatuh dirinya lantas mengusapnya.


"Sayang Mama tidak akan pernah ninggalin kamu jadi kamu jangan nangis lagi ya?"


"Iya Ma!"

__ADS_1


"Oh iya Arabella lupa, Arabella sudah dapat pekerjaan di restoran jadi apa Mama tidak keberatan jika Arabella tidak bisa menjaga Mama? Arabella janji nanti sore Arabella akan menemani Mama jadi Mama jangan cemas!"


"Mama sangat bahagia akhirnya kamu bisa mendapatkan pekerjakan juga. Kamu juga butuh pekerjakan Apalagi ini kerja pertama kamu jadi tidak apa-apa lakukanlah Mama tidak apa-apa jika harus sendiri disini,"balas Mamanya.


"Ya sudah Ma, karena ini sudah waktunya Arabella untuk berangkat, Arabella pergi dulu ya jaga kondisi Mama dan ingat jangan sampai lupa untuk makan ya?"


"Iya sayang Mama akan jaga kondisi Mama kamu jangan cemas cepat berangkatlah!"


"Iya Ma, ya sudah Arabella berangkat dulu Assalamualaikum!"


"Waalaikumsalam berhati-hatilah!"


"Iya Ma!"


Keluar dari ruangan rawat Mamanya, langkahnya serasa berat nada dering yang tiba-tiba bergetar tanpa henti mengharuskan Arabella akhirnya mau tidak mau dirinya segera mengangkatnya.


📞" Iya Tante."


📞"Pastinya kamu masih ingat kan sama tawaranku kemaren? Ini sudah waktunya jadi cepat kemari lah aku sudah menunggumu dihalaman parkiran rumah sakit."


Tanpa membalas lama-lama ucapan yang diucapkan Tantenya, Arabella segera mematikan sambungannya beralih langkahnya mulai menjurus keluar dimana halaman yang ditujukan pada Verlanta barusan.


"Beritahu Tuan Alex kita siap menjalankan rencana yang kedua!"


"Baiklah!"


Dalam perjalanan menulusuri bariton Rumah sakit terdapat-lah dua pria yang menggunakan seragam putih yang tak lain adalah seragam buat penjaga, sembari menggenakan masker yang menutupi sebagian wajahnya.


Tidak jelas apa taktik mereka seseorang itu terlihat mulai memasuki ruangan rawat nomor 30 dimana ruangan itu ruangan Mamanya Arabella dirawat.


Cekleek.


Suara langkah kaki seseorang yang hendak memasuki ruangan rawat Mamanya Arabella berada. Seseorang itu yang tak lain adalah dua pria tadi.


Dan di situasi yang sama, pada jam itu Mamanya Arabella pun serasa tidak bisa tertidur melihat kedatangan seseorang yang mulai membuka pintu ruangan ini, pandangannya memandang dua Pria berseragam penjaga yang sudah menghampirinya.


"Penjaga ada apa? Apa ada pemeriksaan terhadap saya?" tanya Mamanya Arabella tapi tidak dihiraukan oleh mereka.

__ADS_1


"Kalian, kenapa kalian pada kompak diam, saya sedang bertanya pada kalian?" tanya Mamanya lagi.


Sama sekali tidak menanggapi pertanyaan yang diucapkan wanita sedikit tua yang berada di hadapannya. Salah satu dari pria itu pun menyuntikkan obat tidur kedalam selang infus Mamanya Arabella yang berada disebelah kanan dan tidak membutuhkan waktu lama, obat penenang itu pun mulai bereaksi sesaat kemudian ia pun perlahan-lahan mulai memejamkan kedua matanya.


"Misi pertama kita sudah selesai, sekarang giliran misi yang kedua. Dan sekarang giliran kamu yang mengatasinya, biar aku yang membawa wanita tua ini keluar dari Rumah sakit ini!" gumam Rico pada Maikel.


"Baiklah akan aku jalankan rencana yang selanjutnya," balas Maikel kemudian.


Mendapat perintah menyelesaikan misi yang kedua, salah satu dari pria itu pun keluar dan pergi meninggalkan ruangan rawat ini. Dan sesaat kemudian ia pun menghampiri bagian administrasinya yang dimana disana terdapat dua wanita yang sedang bertugas.


"Anda siapa? Kelihatannya saya belum pernah melihat anda disini?" tanya salah satu wanita bagian administrasi.


"Saya penjaga baru disini," balasnya.


"Ohh pantesan."


"Oh iya tadi ada seseorang yang mencari anggota keluarganya yang kebetulan dirawat di Rumah sakit ini juga, dan dia kesusahan mencari ruang rawat keluarganya jadi saya mau membantu dengan mencarikan data langsung pasien itu, jadi kamu gak keberatan kan kalau aku mengutak-ngatik komputer ini?" tanya Maikel pada mereka.


"Ya jelas saya tidak keberatan, kebetulan saya masih sibuk jadi carilah sendiri ya?" balasnya.


"Baiklah!.


Mendapat ijin untuk mengutak-ngatik laptop tersebut, Maikel pun lantas mencari data atas pasien yang bernama Marsya Aninditya Wanita berumur hampir 60 tahunan.


"Untung saja aku dengan cepat menemukan nama asli dari Ibu tua itu kemaren. Jadi ini akan mempermudah bagiku meretas namanya disini,"batinnya dengan tersenyum sinis.


Setelah mengutak-ngatik laptop selama kurang lebih 30 menit, ia pun akhirnya menemukan data atas nama pasien Marsya Aninditiya. Tanpa berfikir ia pun lantas menghapus data tersebut untuk menghilangkan jejak.


KLIK.


Penghapusan berhasil.


"Berhasil, misi kedua telah berhasil," batinnya dengan tersenyum.


"Baiklah saya sudah menemukan identitas pasien itu, jadi sekarang saya tinggal dulu keluarga pasien pastinya sudah menunggunya sedari tadi jadi aku tinggal dulu ya.


"Baiklah.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2