
Tak berselang lama setelah menghadiri pemakaman yang disangkanya Arabella. Alex mulai mendekati salah satu makam, bersimpuh tepat dihadapan dua makam yang mungkin sangat dikenang ia hanya mampu meratapinya.
Duduk meratapi nasibnya bersanding dengan dua batu nisan bertuliskan Andre Andreassa Wijaya dan juga Cassandra Carmelita sekejab hatinya serasa hancur tiada tersisa.
Menggenggam dengan erat gundukan tanah merah yang berselimut rumput hijau, bersamaan banyaknya bunga yang menyelimuti pemakaman itu, ingin sekali air mata itu jatuh tapi entah kenapa tidak semudah itu air mata itu menjatuhi kedua sudut matanya.
"Ma ...Pa .... Maafkan Alex jika Alex baru menyempatkan diri untuk berkunjung kesini. Alex senang akhirnya apa yang Alex inginkan sudah berhasil Alex balaskan Seseorang yang sudah membuat kalian menderita memang sudah seharusnya orang itu berbalik mendapat balasan setimpal, ini seperti kemenangan, iya semua ini seperti kemenangan, tidak tau perasaan apa ini tapi sungguh dalam diri alex, Alex merasa sangat lega!"
Bangkit dari makam kedua orang tuanya itu, langkahnya mulai meninggalkan tempat ini. Berlalu ia duduk disalah satu kursi taman sembari pandangannya yang menikmati pemandangan malam yang sangat indah lan sejuk ini. Lamunannya terus saja menghantuinya entah apa yang dipikirkan laki-laki itu hingga terlihat nampak jelas pria itu seperti cukup banyak masalah yang sedang dihadapinya.
"Sebenarnya perasaan apa yang aku rasakan saat ini? Wanita itu sudah lenyap dan dendam ku sudah terbalaskan tapi kenapa hatiku serasa sepi seolah-olah apa yang aku rasakan ini seperti kehancuran? Tapi kehancuran apa yang aku rasakan ini?"
"Om kenapa? Kenapa om bisa ada disini apa om lagi bersedih!"ucap salah seorang anak kecil yang tiba-tiba menimpali pembicaraannya. Beralih tatapan Alex melirik kearah anak itu.
"Harusnya om yang tanya kamu ngapain ada disini anak kecil? Ini sudah malam pulang sana!"
"Om lagi bersedih ya?"celetuk anak itu lagi, beralih Alex hanya mampu menatapnya dengan tatapan bingung.
"Tau apa kamu anak kecil, ini urusan orang dewasa kamu tidak boleh tau pergi sana!"
"Om ini sudah jelas sedang berbohong kalau om ada masalah tapi masih tidak mau mengaku juga, ingat om seberat apapun masalah yang om derita om harus yakin jika om pasti bisa melewati masalah yang sedang menimpa om sekarang ini. Coba Om lihat langit sana yang dimana ada satu bintang yang bersinar sangat terang melebihi terangnya bintang yang lain. Om juga harus seperti bintang itu, biar pun bintang itu hanya satu tidak ada satu bintang pun yang mendekatinya, bintang satu itu dia mampu bersinar sangat terang seorang diri tanpa bantuan bintang-bintang yang lainnya, sama halnya seperti masalah yang sedang menimpa om sesulit apapun masalah om pasti suatu saat nanti akan ada pintu keluar dari masalah itu jadi janganlah bersedih tetap semangat lah.
"Kamu masih kecil tapi kenapa cara bicara kamu sudah seperti orang dewasa? Bahkan cara berfikir kamu juga sudah sangat pintar siapa nama kamu?"
"Namaku Andri Marsello Om!"balasnya yang terus saja menunjukkan senyuman hangatnya.
"Nama yang bagus dan kamu memang anak yang pintar, terima kasih kamu sudah menyadarkan Om, oh iya kamu kenapa malam-malam gini masih keluyuran apa kamu masih mau ngamen dan meminta-minta di jalanan sana!"
"Iya Om itu sudah jadi tugasku, tanpa aku mengamen aku tidak akan bisa makan,"balasnya yang memelas.
"Kasihan sekali kamu, tapi saran om kamu harus pulang ini sudah malam jadi pulanglah!"
"Aku tidak bisa pulang om, ibuku baru akan mengijinkan aku untuk pulang jika aku sudah punya banyak uang dari hasil mengamen?"
"Bagaimana bisa begitu! Itu Ibu kandung kamu atau Mama tiri kamu kenapa dia setega ini memperlakukan putranya sampai seperti ini?"
"Dia Mama angkat ku kedua orang tuaku meningal disaat aku masih bayi, Ibu memungut dari panti asuhan setelah usiaku menginjak 9 tahun Ibu setiap harinya selalu menyuruhku untuk mencari uang agar bisa dapat makanan darinya dan sekarang aku belum dapat uang jadi aku tidak bisa pulang aku takut akan kena marah darinya aku takut!"
__ADS_1
"Mama angkat macam apa itu? Dia itu hanya Mama angkat mu tidak seharusnya kamu sampai takut seperti itu cepat pulang lah!"
"Tapi Om?"
"Baiklah jika kamu takut karena kamu tidak dapat uang Om akan bantu!"
Mengambil dompet dalam sakunya, mengeluarkan beberapa lembaran merah pada isi dompet itu, lalu ia memberikannya pada anak kecil yang sedari tadi tak percaya.
"Ini ambillah kamu masih kecil tidak seharusnya kamu harus susah payah bekerja seperti ini, cepat ambillah!"
"Tapi Om ini kebanyakan, om tidak seharusnya memberikan aku uang sebanyak ini, ini sudah terlalu berlebihan 2 juta ini sudah sangat banyak om jadi aku hanya bisa menerima satu lembar saja ini sudah cukup kok!"
"Hey Om paling tidak suka sama yang namanya penolakan. Ini niat baik Om, Om juga sudah sangat bersyukur dengan apa yang Om miliki, Om memberikan kamu semua ini om sudah sangat ikhlas jadi Om mohon terimalah! Terimalah!"
"Tapi Om?"
"Sudah jangan membangkang, saran Om jika Ibu angkat kamu mata duitan dan gila harta berikan dia satu lembar saja separuhnya kamu simpan untuk tabungan kamu jika suatu saat nanti kamu membutuhkan simpanlah!"
"Andri sangat beruntung bertemu dengan Om baik seperti Om sekali lagi terima kasih! Terima kasih!"
"Ya sudah om sebelum Om pergi om akan ajak kamu ke-suatu tempat, om lihat kamu seperti sedang menahan lapar jangan bilang kalau kamu juga belum makan apa-apa jadi ayo ikutlah dengan Om!"
"Tidak Papa anggap saja ini sebagai hadiah untukmu ayo!"
"Baik Om!"
Berlalu mereka pun mengikuti langkah kaki laki-laki itu yang berada dihadapannya. Tanpa ada rasa penasaran mau pun kecurigaan, anak itu pun dengan pasrahnya hanya bisa mengikutinya sembari memegang perutnya yang terlihat menahan lapar.
"Pak pesan satu piring nasi goreng ya dan jangan pedas-pedas?"
"Baik Tuan!"
"Sayang kamu disinilah dulu menunggu bapak ini menyajikan nasi goreng, Om mau masuk kesana kamu gak apa-apa kan kalau Om tingal sebentar!"
"Iya gak papa Om, om sungguh-sungguh sangat baik Andri tidak tau harus dengan cara apa membalas kebaikan Om ini?"
"Kamu tidak perlu membalas apa-apa sayang, ya sudah sebelum Om kesana kamu ingin makan cemilan apa biar Om belikan untukmu!"
__ADS_1
"Andri tidak butuh cemilan mahal-mahal Om, Andri hanya butuh air putih dan Roti untuk mengganjal perut Andri jika malam nanti,"balasnya.
"Baiklah om akan belikan kamu tunggulah disini!"
"Baik Om!"
Sekarang aku sadar jika akulah yang kurang bersyukur. Bersyukurlah karena selama ini kita bisa makan enak tanpa harus meminta-minta pada seseorang. Dan bersyukurlah biarlah apa yang kita makan hanya sekedar nasi mau pun garam yang hanya menjadi pelengkap.
Karena kalian tidak akan tahu dan tidak akan merasakan seperti apa rasanya menahan lapar ketika kita tidak mempunyai sama sekali keluarga mau pun kerabat yang bisa kita minta tolong. Sama halnya dengan para anak jalanan yang berkeliaran dijalan dan hanya bisa meminta-minta uang pada seseorang, biar pun uang yang mereka minta hanya akan dikasih selembar mau pun satu koin, tapi kalian tidak akan tahu bagaimana rasanya bagi mereka mendapatkan uang itu.
Mungkin bisa dibilang bagi mereka mendapatkan uang selembar 5000 itu sudahlah menjadi hal yang paling membahagiakan buat mereka. Apalagi jika mendapatkan nasi dari seseorang yang sangat baik hati, itu juga mungkin sudah jadi kebahagiaan dan keberkahan buat mereka.
Selama ini aku sadar aku telah jahat bahkan kejahatan yang aku perbuat tidak seharusnya mendapatkan pintu maaf! Maafkan Hamba Tuhan maafkan hamba jika selama ini Hamba sudah dipenuhi nafsu jahat yang menguasai diri hamba maafkan hamba! Maafkan hamba!"
Sehabis membeli sesuatu yang ingin dibelinya, ia lantas menghampiri anak kecil yang terlihat lahap memakan nasi goreng pesanannya tadi.
"Gimana apa satu porsi kamu masih lapar? Jika masih lapar bilang pada Om, Om akan pesankan untukmu lagi?"
"Tidak perlu Om, ini sudah lebih dari cukup, Andri juga sudah sangat kenyang menyantap nasi goreng lezat ini, Andri sangat tidak percaya Andri dipertemukan sama orang sebaik Om, terima kasih! Terima kasih!"
"Sama-sama sayang, om sendiri juga sangat senang bisa membantu kamu. Oh iya ini Om sudah belikan kamu makanan ringan mungkin dengan cemilan ini kamu tidak akan merasa lapar lagi terimalah!"
"Om serius membelikan aku cemilan sebanyak ini?"
"Iya Om serius, ya sudah karena Om tidak bisa berlama-lama kamu tidak masalah kan kalau Om tingal dulu!"
"Iya Om Andri tidak masalah kok!"
"Oh iya sebelum Om pergi Om boleh tau dimana kamu tingal? Jika nanti Om ada waktu luang Om bakal jenguk kamu jadi katakan dimana kamu tingal?"
"Aku tingal di blok ***" Om, jika Om ingin datang menjengukku ke sanalah Andri dengan senang hati akan menyambut Om baik!"
"Terima kasih sayang ya sudah karena ini sudah sangat malam kamu pulang ya? Berikan satu lembar itu pada Ibu angkat kamu dan sisanya kamu tabung secara diam-diam kamu bisa kan?"
"Iya Om insyaallah Andri bisa kok sekali lagi terima kasih Om! Terima kasih!"
"Iya sama-sama sayang!"
__ADS_1
BERSAMBUNG.