
Menyerahkan diri ke Polisi maka itu artinya dirinya siap menanggung resiko besar yang akan terjadi akibat kasus besar yang ia perbuat sendiri. Buronan yang selama menjadi incaran banyak Polisi lantaran keahliannya dalam hal memanipulasi mau pun membunuh korban dengan kejinya. Pemberitaan yang sudah beredar sangat luas dan mampu mengviralkan dalam sekejap mata yang tak memungkinkan ketiganya untuk bisa terbebas dari kasusnya sendiri. Disisi lain Rendy yang mendengar kabar ini ia lantas menemui Baron untuk memberitahukannya.
"Rendy ada apa? Apa ada kabar serius yang ingin kamu katakan padaku?"
"Maaf tuan apa tuan belum melihat berita yang beredar hari ini? Maksudnya tuan belum lihat perkembangan media sosial atau mungkin pemberitaan yang beredar di televisi?"
"Kamu ini lucu sejak kapan aku pernah bermain media sosial atau pun menyaksikan pemberitaan semacamnya ada apa? Jika kamu ingin mengatakan sesuatu kamu jelaskan secara detail jangan buat aku tambah bingung kenapa? Ada apa?"
"Kelihatannya tuan memang tidak tau apa-apa baiklah akan aku tunjukkan secara langsung. Dan menurutku tuan juga akan sama terkejutnya seperti diriku nanti!"
Menyalakan benda kotak besar yang terpampang jelas dihadapannya. Menyalakan salah satu channel siaran televisi, tak lama benda itu akhirnya mulai menunjukkan akan suara atau pun gambaran pemberitaan yang sedang viral entah di media sosial mau pun di pemberitaan siaran televisi langsung.
Pria kekar itu seketika tidak bisa menghindari ekpresi dari wajah terkejutnya setelah menyaksikan pemberitaan yang tidak pernah ia sangka sebelumnya. Menampilkan tiga laki-laki berpakaian baju Oren tanpa adanya masker yang menutup wajahnya membuat wajah ketiganya terpampang jelas seperti apa wajah dari pembunuh terkenal yang dikenal sebagai BLACK BLAXER yang selama ini telah menjadi buronan, terkenal akan kejam dan sadisnya mereka mampu membuat buku kuduk bahkan pemberitaan besar beredar sampai kemana-mana.
"Tunggu! Ini aku tidak salah lihat kan? Apa yang aku lihat ini sungguh-sungguh laki-laki itu? Ini bagaimana mungkin terjadi mereka bisa sampai tertangkap?"
"Seperti yang saya katakan barusan tuan pasti akan sangat terkejut setelah melihat berita ini. Bahkan bukan hanya tuan aku sendiri pun tidak menyangka jika mereka akan tertangkap setelah belasan tahun kejahatan mereka tertutup dengan rapatnya? Tapi yang saya tau dari kabar-kabar yang beredar katanya penangkapan mereka terjadi bukan karena mereka yang lalai dan ceroboh tapi yang aku tau mereka sendiri yang menyerahkan diri ke polisi dibilang tidak masuk akal setelah tau siapa mereka tapi ini memang mustahil dan sungguh terjadi jika memang mereka sendiri yang menyerahkan diri!"
__ADS_1
"Aneh? Aku tau bahkan kenal betul siapa mereka jadi mana mungkin mereka bisa menyerahkan diri tanpa adanya sebab yang pasti, belum lagi ini kasus yang sangat besar bahkan mungkin dengan terbongkarnya kasus ini resiko besarnya mereka mungkin akan dihukum mati jadi mana mungkin semudah itu mereka menyerahkan diri?"
"Benar tuan? Tidaklah mungkin mereka akan menyerahkan diri tanpa adanya sebab yang pasti, mereka berani menyerahkan diri dari kasus besar ini itu artinya dia sudah berani bertaruh nyawa, tapi yang jadi pertanyaan apa penyebab kenapa mereka sampai menyerahkan diri apa alasannya? Apa Alex lagi tahap bertobat ingin jadi orang baik makanya dia jadi seperti ini?"
"Mungkin itulah alasan utamanya tuan!"
Keduanya hanya tersenyum puas melihat musuh terbesarnya sudah mulai menunjukkan akan tanda-tanda kekalahannya. Disisi lain Arabella yang pada saat itu tak sengaja mendengar percakapan mereka lantas ia pun bertanya
"Ada apa Pa! Kenapa aku dengar kalian seperti sedang membahas sesuatu, kenapa?"
"Lihat kan sayang benar yang Papa katakan jika Laki-laki ini laki-laki kejam yang sama percis seperti yang Papa katakan kemaren? Coba bayangkan jika saja kamu masih bersamanya kamu dan juga anak kamu ini yang akan jadi taruhannya. Dan sekarang Papa sangat lega akhirnya kamu menurut sama ucapan Papa dan mau meninggalkan laki-laki itu terima kasih sayang! Terima kasih!"
"Benar yang Papa katakan pria itu pria jahat berhati iblis, bisa-bisanya dia membunuh bahkan memutilasi korban layaknya seekor ayam, pria seperti itu memang harus dihukum, bahkan jika perlu aku sangat setuju jika dia akan dihukum m4ti dia sudah pantas menerimanya dia sudah sangat pantas! Tapi berhubung dia sudah mendekam didalam sel tahanan Papa mengijinkan kan jika aku menemuinya untuk terakhir kalinya selanjutnya aku tidak akan pernah menemuinya biarpun dia Ayah dari anak yang aku kandung ini?"
"Sayang, ini sangat beresiko kamu tidak boleh menemuinya, dia mendekam disana Papa sudah sangat bahagia jadi Papa mohon jangan lakukan itu! Jangan lakukan?"
"Tapi Pa ini keputusan Arabella? Arabella cuma ingin mengatakan beberapa kalimat yang mungkin akan menghancurkan hatinya, ini hanya terakhir jadi Arabella mohon ijinkan Arabella? Ijinkan Arabella untuk menemuinya?"
__ADS_1
"Rendy yang dikatakan Putri kamu ini memanglah benar, laki-laki seperti itu mungkin sudah patah semangat, belum lagi kejahatan yang ia perbuat sangatlah serius tidak mungkin jika pria itu akan bebas dengan mudahnya bahkan menurut ku mungkin pria itu akan dihukum mati atas kejahatan apa yang ia perbuat jadi ijinkanlah Putri kamu untuk menemui terakhir kalinya ijinkanlah! Atau perlu kamu juga ikut mendampingi nya ya?"
"Papa serius ini keputusan yang tepat untuk Arabella?"
"Iya Papa serius Ren!"
"Baiklah Papa akan ijinkan kamu tapi ini tidak akan berangsur lama, kamu akan kesana bersama Papa dan Papa hanya ijinkan kamu untuk ngomong beberapa kalimat saja apa kamu paham?"
"Iya Pa aku paham! Terima kasih Pa?"
"Iya sama-sama sayang!"
"Apa maksud dari tuan Baron menyuruhku untuk menemui Alex secara langsung? Sadar jika belasan tahun ini aku telah bersembunyi berusaha menghindari agar Alex tidak sampai mengetahui wajah yang sangat mirip dengan pembunuh yang dulunya pernah membunuh Papanya apa ini tidak akan beresiko besar jika aku menunjukkan wajahku dihadapannya nanti? Tapi jika aku tidak menunjukkan wajahku langsung Arabella yang akan curiga jadi gimana? Apa yang harus aku lakukan!" batinnya yang merasa cemas.
"Inilah kesempatan yang selama ini aku tunggu-tunggu yaitu mempertemukan Alex dengan pria asli pembunuh dari kedua orang tuanya. Seperti apa ya reaksinya nanti jika melihatnya? Laki-laki yang dikira telah membunuh orang tuanya bahkan dia sendiri sampai membunuh pria itu tapi aslinya dia telah salah sasaran? Hancur? Mungkin nanti dia akan sangat hancur mengetahui fakta jika seseorang yang telah ia bunuh aslinya orangnya beda dengan pembunuh yang asli aku sudah tidak sabar maaf ya Baron jika kali ini aku mengorbankan kamu dalam kelicikanku ini?" batinnya secara sinis.
BERSAMBUNG.
__ADS_1