Penjara Cinta Psikopat Kejam

Penjara Cinta Psikopat Kejam
Bab 43 " Apa yang sebenarnya terjadi pada Kakek "


__ADS_3

"Nyonya kapan anda datang kemari?"


"Barusan Pak, saya kemari mendapatkan kabar dari Bibik Minah, Bibik berkata jika kakek sakit apa itu benar?"tanya balik Arabella pada Pak supir pribadi Kakek.


"Iya Nyonya, kakek sengaja tidak memberitahu nyonya karena kakek tidak ingin nyonya cemas maafkan saya! Maafkan saya!"


"Bapak tidak perlu minta maaf! Saya tau bapak melakukan semua ini karena perintah kakek jadi tidak apa-apa, ya sudah aku ingin menjenguk kakek apa kakek masih tidur?"


"Saya tidak tau harus mengatakan ini dari mana?"


"Maksud bapak?"


"Kondisi kakek semakin lama semakin memburuk! Saya kira kakek hanya mengalami flu biasa tapi semakin lama sakit yang dia derita dengan cepat menjalar kebagian kornea mata, pihak Dokter yang datang kemari hilang kalau kakek hanya mengalami katarak ringan lalu diberikan resep dan obat-obatannya tapi sampai sekarang tidak kunjung ada perubahan nyonya jadi alangkah baiknya nyonya datangi kakek saja.


"Baiklah saya akan kesana, sebelum itu bapak bisa membantu saya kan untuk mematikan cctv dikamar kakek? Ada sesuatu yang ingin saya katakan ini rahasia penting jadi tidak sembarang orang bisa mendengar akan ucapan saya nanti?"


"Baiklah saya akan membantu nyonya, ya sudah masuklah sebelum nyonya besar datang saya takut nyonya akan marah jika tau nyonya Stella ada disini, jujur saya sedikit curiga setiap kali saya atau pun Bibik Minah akan masuk kesana nyonya selalu melarang tanpa sebab! Tapi sadar nyonya Stella juga cucunya bapak rasa nyonya besar akan mengijinkannya?"


"Baik pak sekali lagi terima kasih atas semua bantuan bapak sekaligus terima kasih telah memberitahu saya tentang apa yang telah terjadi dirumah ini terima kasih!"


"Iya sama-sama ya sudah mari saya tinggal dulu!"


"Baik Pak.


"Sebenarnya apa yang terjadi sekarang?"

__ADS_1


Berlalu Arabella masuk kedalam salah satu kamar pribadi kakek, sengaja menguncinya dari dalam agar tidak ada seorang pun yang akan masuk. Menghampiri Pria cukup tua yang sekeliling tubuhnya terdapat kabel yang menempel pada tubuh pria tua itu sekaligus melihat pria tua yang tak lain kakek dari Stella sendiri hati Arabella seketika bercampur sedih lan haru, baru satu bulan ia tidak tinggal di-rumah ini tapi perubahan akan kondisi kakek sudah cukup memprihatinkan


Terbaring dengan keadaan tidak berdaya, bahkan dirinya masuk tidak membangkit mata kakek agar terbangun dari tidurnya, hingga sesaat Arabella menggenggam tangan kakek, kedua mata kakek perlahan-lahan mulai terbuka, sayup-sayup terlihat wajah Arabella tidak sejernih pertama kali ia melihat cucunya, memandangnya dengan pandangan tidak jelas sedikit buram hingga mulut kakek mulai angkat bicara.


"Siapa kamu? Apa kamu cucuku?"tanyanya dengan ucapan pelan.


"Iya Kek ini Stella, ini Stella cucu kakek?"balas Arabella yang tak tahan menahan air matanya.


"Kakek senang akhirnya hari ini kakek mampu mendengar akan suara kamu sayang. Kakek merasa nyawa kakek sudah tidak lama lagi jadi kakek mohon jangan tinggalkan kakek! Jangan tinggalkan kakek!"


"Kakek tenang saja kali ini Stella tidak akan meningalkan kakek, maafkan Stella akibat keegoisan Stella kondisi Kakek jadi drop seperti ini maafkan Stella! Maafkan Stella!"


"Sayang kamu jangan berkata seperti itu! Ini sudah takdir kakek, kakek sudah cukup tua jadi sudah waktunya kakek sakit-sakitan seperti ini kamu jangan nangis kakek tidak mau melihatmu sedih jangan sedih sayang!"


"Katakan Kek! Apa yang sebenarnya telah kakek sembunyikan dari Stella? Stella yakin setelah Stella pergi dari rumah ini ada sesuatu yang telah terjadi? Bahkan menyadari sesuatu yang lain Stella yakin Kakek telah menyembunyikan sesuatu katakan! Katakan apa yang membuat kakek menjadi drop seperti ini katakan ada apa Kek?"


"Apa yang sebenarnya telah Kakek sembunyikan? Mungkin dari flashdisk itulah aku bisa tau mengenai semuanya termasuk kematian dibalik Stella alami?"batinnya dengan rasa penasarannya.


"Kenapa kamu diam ayo ambil sayang!"


"Baik Kek Stella akan mengambilnya!"


Membuka laci disampingnya, ia mendapati beberapa flashdisk yang sama tidak ada perbedaan sekali pun.


"Ini kenapa sama semua Kek? Mana flashdisk yang kakek maksud?"

__ADS_1


"Ambillah flashdisk yang ada tanda putih tiga, itulah flashdisk yang sesungguhnya sayang cepat simpanlah!"


"Baik kek!"


"Jujur aku tidak tau rahasia besar apa yang terjadi dikediaman mewah ini? Hidup dalam gelimang harta tapi aku rasa semua harta yang kakek punya tidak menjanjikan hidup Kakek bahagia? Dan mungkin didalam flashdisk inilah aku akan tau apa yang sebenarnya terjadi?"


Berlalu pandangan Arabella teralihkan pada beberapa obat yang terdapat diatas nakas sampingnya, sengaja ia mengambil satu persatu biji obat itu lalu ia sembunyikan didalam saku celananya.


"Apa yang kamu lakukan sayang kenapa kamu mengambil obat itu?"


"Maaf Kek! Aku rasa sakit yang kakek derita sungguh parah, jadi aku berniat ingin mengetes obat ini agar aku tau apa sebenarnya isi dari kandungan obat-obatan ini? Memang Tante Monika Bibik sekaligus Putri kakek tapi jujur saat ini Stella sedikit curiga padanya jadi maafkan Stella jika Stella menaruh rasa curiga padanya maafkan Stella kek!"


"Iya gak papa sayang, ya sudah kakek ngantuk jadi bisakah kamu keluar?"


"Baik Kek, kakek butuh istirahat yang cukup jadi beristirahatlah!"


"Iya sayang!"


Setibanya Arabella keluar dari ruangan kamar kakek, tatapannya berpaling pada seseorang terduduk diatas sofa dengan santainya, tau siapa wanita itu lirikan Arabella seakan-akan malas bertatapan muka pada wanita bermuka dua


"Berani sekali kamu masuk kedalam kamar kakek tanpa persetujuan ku? Kamu sadar penyakit kakek itu menular jadi tidak segampang nya kamu asal masuk paham!"


"Katakan saja sakit yang diderita kakek itu semua ulah kamu kan? Jujur harusnya aku sedikit sopan ketika berbicara sama bibik-ku sendiri tapi sadar Bibik yang aku punya sungguhlah sangat baik dan penyayang, tapi aku lupa penyayang yang aku maksud bukan penyayang menyayangi akan keponakannya tapi penyayang karena sadar Bibik lah orang yang dibalik kecelakaan yang aku alami beberapa waktu silam bukan?"


"Hey anak kecil! Bicara apa kamu tadi? Sadar aku ini bibik-mu apa kamu pantas berkata seperti itu pada Bibik-mu sendiri?"

__ADS_1


"Bibik bisa berkata seperti itu karena sekarang Bibik ada dihadapan banyak orang, tapi jika tidak ada mereka apa mungkin Bibik akan berbicara manis seperti ini? Sudahlah tujuanku kemari hanya untuk mengunjungi kakek, melihat langsung kondisi kakek parah seperti ini aku sadar siapa dalang dibalik semua ini? Saat ini anda masih bersikap lega tapi sadarlah tidak akan lama rasa lega yang Bibik alami tidak akan berangsur lama paham!"


BERSAMBUNG


__ADS_2